Connect with us

Investasi

Asbisindo dan INI Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Prinsip Syariah

Published

on

KENDARI – Sebanyal 133 peserta yang terdiri dari Komunitas Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Kota Kendari sebanyak 20 orang, kemudian anggota Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kota Kendari 29 orang, mahasiswa UMK 29 orang, perbankan syariah 35 orang dan anggota luar biasa (ALB) notaris 20 orang mengikuti Pelatihan Pendidikan Dasar Perbankan Syariah (PDPS), Sabtu 15 Desember 2018 di Aula Teporombua, Bank Indonesia (BI) wilayah Sultra.

Pelatihan ini diselenggarakan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Provinsi Sultra, bekerjasama dengan INI Kota Kendari.

Ketua Panitia, Sudirman mengungkapkan, Keberadaan bank syariah saat ini memang sangat dibutuhkan, dengan melihat jumlah mayoritas umat muslim. Hanya saja, pengembangan keuangan syariah ini belum ditunjang berbagai hal yang memadai.

Kendati demikian, lanjut Ketua INI Kota Kendari ini, publik juga belum bisa menjustifikasi bahwa konsep yang diterapkan di Indonesia belum murni syariah, karena masih harus tetap memperjuangkan untuk pengembangan sistem keuangan syariah, yang legalitas formalnya berada pada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Indonesia, yang berujung pada Alquran, alhadis dan ijtima.

“Keberadaan Asbisindo, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES), bisa memberikan warna tersendiri untuk pertumbuhan ekonomi syariah di Sultra,” ujar Sudirman.

Dia juga menambahkan, pelatihan yang digagas oleh Asbisindo dan INI merupakan suatu pengembangan ekonomi syariah. Terkhusus untuk kalangan notaris, sangat penting untuk mengikuti PDPS tersebut, agar mereka memahami akad-akad perbankan syariah. Karena selama ini para notaris hanya membuat akadnya, tetapi prinsip-prinsip syariah maupun kepatuhannya belum dipahami secara subatansi. Sehingga paradigma yang berkembang bahwa prinsip bank syariah dan konvensional sama, padahal berbeda.

“Pada dasarnya, Notaris itu belajar tentang teknik akte kredit konvensional dan akte pembiayaan yang ada di bank syariah. Hanya saja, tidak secara menyeluruh atau paripurna dengan kata lain, bahwa konsepnya itu belum terlalu matang,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Asbisindo Provinsi Sultra, Fitrawan mengatakan, PDPS ini akan berlangsung dua hari. Pelatihan tersebut sangat penting untuk diikuti.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, semua peserta dapat mensosialisasikan perbankan syariah kepada masyarakat, ” kata Fitrawan, saat membuka pelatihan PDPS di aula Teporombua BI wilayah Sultra.

Secara umum Fitrawan menyampaikan, saat ini market share perbankan Syariah baru 5 persen. Masih dibawah market share perbankan konvensional.

“Ini tantangan bagi kita semua. Saya yakin dan percaya, melalui pelatihan kali ini, Insha Allah market share akan meningkatkan sebab sudah banyak yang bisa memberikan penjelasan tentang bank syariah, ” jelasnya. (Ikas)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

Bulan April, Terjadi Peningkatan Transaksi di BEI Sultra

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Pandemi COVID-19 membuat harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi. Sentimen negatif terhadap situasi ekonomi membuat banyak investor panik sehingga melakukan aksi penjualan saham.

Menurut P.H.Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra,  Ricky, penjualan saham dalam jumlah besar inilah yang membuat harga-harga saham menjadi turun. Turunnya harga saham tentunya tidak terlepas dari mekanisme pasar yakni faktor supply dan demand. Saat terjadi oversupply maka harga saham makin turun.

Hal ini juga tercermin dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang berada pada posisi 6.299 di awal tahun 2020 dan sempat menyentuh angka 3.911 di bulan Maret lalu. Selain itu di Sulawesi Tenggara sendiri terjadi penurunan nilai transaksi Pasar Modal yang cukup signifikan di Bulan Februari dan Maret 2020.

Bulan

Nilai Transaksi

Januari Rp 40.772.642.100,-
Februari Rp 17.556.184.900,-
Maret Rp 27.864.022.300,-
April Rp 42.255.862.125,-

 

Namun demikian di bulan April 2020, terlihat peningkatan nilai transaksi yang cukup tinggi, mencapai  nilai  Rp  42.255.862.125. Nilai  transaksi tersebut  mencerminkan  kepercayaan  masyarakat untuk kembali berinvestasi di Pasar Modal bahkan tengah kondisi Pandemi COVID-19 saat ini.

Dalam berinvestasi, selalu ada peluang di setiap kondisi. Menjadi peluang baik bagi investor untuk mulai berinvestasi  Ketika  harga-harga  saham  mengalami  penurunan.  Karena  berarti  investor  bisa  membeli saham pada harga yang murah. Ketika situasi pandemi COVID-19 berakhir, dan perekonomian dunia serta Indonesia membaik, harga saham berpotensi naik kembali menuju pada harga wajar sahamnya. Atau harga buku per saham yang sesuai dengan kinerja perusahaan.

Saat ini pula sangat mudah bagi masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal, baik itu dalam bentuk Saham ataupun Reksadana. Syaratnya cukup dengan melampirkan KTP, Buku Tabungan dan Dana minimal Rp 100.000,- yang langsung menjadi saldo awal rekening saham atau reksadana yang bersangkutan.

Dalam kondisi Pandemi COVID-19 ini, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tenggara tetap melakukan edukasi Pasar Modal secara online. Baik melalui Instagram dan juga melalui berbagai Aplikasi   Webinar.   Hal   ini   dilakukan   supaya   masyarakat   tetap   dapat   mengakses   info  maupun pembelajaran terkait Pasar Modal dimanapun mereka berada.

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Maskapai

Lagi, Lion Air Group Berhenti  Beroperasi Mulai 5 Juni

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Maskapai penerbangan Lion Air Group akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional, mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. Ini disampaikan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Keputusan Lion Air Group dengan pertimbangan atas evaluasi setiap pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, bahwa banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan udara disebabkan kurang memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen sebagaimana persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan selama masa kewaspadaan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899 atau melalui e-mail refund.voucher@lionair.co.id .

Lion Air Group harus menjaga serta memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan berada dalam keadaan baik, setelah pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya.

Lion Air Group senantiasa memantau perkembangan situasi, mengumpulkan data dan informasi serta mengimplementasikan berbagai langkah antisipasi yang dibutuhkan guna mempersiapkan kembali layanan penerbangan mendatang, agar operasional penerbangan Lion Air Group tetap berjalan berdasarkan ketentuan berlaku yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first), tetap melakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan serta tidak menyebabkan penyebaran Covid-19.

Lion Air Group sangat mendukung pemerintah terkait dengan usaha pencegahan penyebaran Covid-19, melalui peran serta aktif melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap lingkungan dan aktivitas perusahaan serta mensosialisasikan di lingkungan sekitar perusahaan.

 Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Provider

Optimalisasi Kualitas dan Kapasitas Jaringan Telkomsel di 436 POI

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Selama periode RAFI tahun ini, Telkomsel telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI) yang berfokus pada 309 titik area residensial, 58 titik rumah sakit rujukan COVID-19, 38 titik area transportasi utama di tiap provinsi, serta 31 titik area transportasi logistik, alat kesehatan, dan kebutuhan pokok. Hal ini disampaikan Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro.

Selain itu, Telkomsel juga melakukan pengamanan jaringan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16.000 km yang terbentang dari wilayah Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Khusus titik POI residensial mengalami kenaikan trafik data yang signifikan yaitu mencapai 31,7% apabila dibandingkan dengan hari normal atau sebelum diberlakukannya kebijakan himbauan Work From Home (WFH).

Upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan juga Telkomsel lakukan dengan menghadirkan 11.000 BTS baru berteknologi 4G, mengoperasikan 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), serta menambah kapasitas gateway internet menjadi 6.100 Gbps.

Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219.000 unit BTS di seluruh penjuru negeri, dengan 87.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G. Berbekal infrastruktur yang andal, cakupan 4G Telkomsel pun telah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan layanan berbasis broadband.

Di samping itu, sebagian besar proses pengawasan operasionalisasi dan penanganan aktivitas pengamanan jaringan dilakukan secara virtual, yang didukung oleh 13 Posko Virtual eRAFI 2020, 19 tim internal (1.578 anggota), dan 46 tim mitra strategis (803 anggota).

Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan Telkomsel terhadap imbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing. Implementasi virtual monitoring ini dinilai mampu menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan Telkomsel terhadap COVID-19.

“Kami bersyukur dapat memberikan layanan kepada pelanggan dan masyarakat secara umum dengan baik mulai dari awal Ramadan hingga puncak Lebaran tahun ini. Kami berharap upaya Telkomsel tersebut memberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan momen Idul Fitri meski harus dilakukan dari rumah. Sebagai leading digital telco company, kami menjadikan saat ini sebagai momentum untuk terus hadir mendampingi masyarakat dan Pemerintah RI agar dapat beradaptasi terhadap gaya hidup baru dalam menjalani keseharian dengan memanfaatkan teknologi berbasis digital. Di samping itu, kualitas, kapasitas, dan jangkauan jaringan tetap kami optimalkan hingga berakhirnya momen Lebaran dan seterusnya, guna memastikan pelanggan dapat tetap berkomunikasi dengan nyaman. Kami juga sangat berharap pandemi COVID-19 dapat segera usai dan kita semua bisa melewati masa penuh tantangan ini dengan memasuki fase hidup “The New Normal” kedepannya, sesuai protokol yang telah ditetapkan Pemerintah,” tutup Setyanto.

Laporan : Rustam Dj

 

Berikut data performansi layanan Telkomsel pada Periode RAFI 2020:

Layanan Trafik Puncak

RAFI 2020

Perbandingan dengan Hari Normal 2020 Perbandingan dengan Periode yang Sama di RAFI 2019
Data 26,69 Peta Byte Naik 22,8% Naik 42,1%
SMS 495 Juta SMS Turun 12,1% Turun 6,7%
Suara 1,1 Miliar Menit Turun 0,9% Naik 2,3%

 

Berikut platform layanan data dan aplikasi yang paling banyak di akses pelanggan Telkomsel pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H:

 

Top 5 Data Services Platform

Platform Proporsi dari Akses Keseluruhan Layanan Data Perbandingan dengan Hari Normal 2020
Social Media 30,8% Naik 3,6%
Video Streaming 23,8% Naik 13,8%
Communication 20,9% Naik 75,4%
Google Platform 5% Naik 6,4%
Mobile Gaming 3% Naik 83,7%

 

Top 5 Applications

Aplikasi Proporsi dari Akses Keseluruhan Apikasi Perbandingan dengan Hari Normal 2020
Youtube 18,8% Naik 6,9%
Facebook 16,6% Turun 0,5%
Whatsapp 16,2% Naik 49,2%
Instagram 13,2% Naik 5,3%
Google Services 5% Naik 7.1%
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.