Connect with us

Ekonomi Makro

Aset Perbankan Syariah Tumbuh 7,10 Persen, Produk Syariah Semakin Diminati

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Aset perbankan syariah di Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2019 tumbuh di angka 7,10 persen menjadi Rp1,54 Triliun. Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,60 persen menjadi Rp1,07 Triliun dan pembiayaan yang tumbuh sebesar 12.89 persen menjadi Rp1,2 Triliun.

Secara tahunan (yoy), capaian pada November 2019 mencatat pertumbuhan yang lebih pesat, aset perbankan syariah tumbuh mencapai 10 persen (yoy), yang ditopang oleh pertumbuhan DPK sebesar 18,03 persen, sedangkan pembiayaannya tumbuh 13,09 persen.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sultra, Surya Alamsyah menyebutkan, bahwa untuk DPK secara tahunan, penyumbang pertumbuhan tertinggi adalah giro yakni sebesar 39.95 persen, dan 61,27 persen untuk tahun berjalan. Pertumbuhan giro perbankan syariah lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional yang secara tahunan sebesar 21,1 persen.

“Hal ini menunjukan bahwa pelaku usaha di Sultra semakin berminat untuk berhijrah ke syariah sekaligus memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan perbankan syariah, yang semakin inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” ujar Surya, saat ditemui jurnalis Bursabisnis.id di Kantor BI Sultra, Jumat 27 Desember 2019.

Dia mengatakan, bahwa secara umum antusiasme masyarakat bumi anoa untuk memanfaatkan produk perbankan syariah semakin besar. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, yakni semakin banyak masyarakat muslim yang ingin berhijrah dan menerapkan halal life style. Dari segi pembiayaan, pelaku usaha cenderung suka dengan skema bagi hasil yang diterapkan perbankan syariah, karena ada kepastian usaha, sehingga pelaku usaha lebih maksimal untuk mengelola pembiayaan yang diterima dari bank.

Hal lainnya yang juga menjadi pemicu meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap layanan perbankan syariah adalah semakin menariknya dan bervariasinya produk yang ditawarkan. BI juga mendorong perbankan syariah untuk aktif menerapkan pembayaran digital, digital banking, dan sejenisnya kepada konsumennya. Ini akan mendekatkan masyarakat dengan perbankan tanpa harus datang ke bank.

Kendati demikian, Ia mengakui, pertumbuhan yang besar belum cukup mendongkrak pangsa perbankan syariah yang masih berada dikisaran 4-5 persen, dibandingkan pangsa perbankan secara keseluruhan di Sultra.

Sedangkan dari sisi tingkat kredit bermasaalah alias kredit macet cenderung menurun, dari 4,26 persen pada periode 2018 turun menjadi 3,96 persen di periode 2019.

“Penyaluran pembiayaan yang meningkat dan kemampuan perbankan syariah untuk menekan kredit macet mengindikasikan suatu pengelolaan pembiayaan yang cukup baik, yang dilakukan perbankan syariah di Sultra,” jelasnya.

Hal ini pun merupakan dampak positif dari upaya perbankan syariah untuk semakin mengenalkan pengelolaan keuangan itu kepada pelaku usaha.

Umumnya, para pengusaha cukup tahu bagaimana pengelolaan keuangan tersebut, hanya saja penerapannya yang belum disiplin. Olehnya itu, BI Sultra turut mendorong hal itu dan secara berkala melakukan penguatan kelembagaan (termasuk sosialisasi aplikasi keuangan) kepada pelaku UMKM di Sultra.

Liputan: Ikas Cunge

Continue Reading
Advertisement

KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH

Konsel Menerima Penghargaan Pengembangan Teknologi Tepat Guna

Published

on

By

Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Dangga menerima penghargaan. -foto: konaweselatankab.go.id-

KONSEL, Bursabisnis.id – Pemerintah Daerah Konawe Selatan (Konsel) menerima penghargaan atas dukungan dalam Pengembangan Teknologi Tepat Guna dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Penghargaan itu, diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar pada acara Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) XXV tahun 2024 di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagaimana dilansir dari laman konaweselatankab.go.id pada Jumat, 19 Juli 2024.

Penghargaan itu diterima langsung Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga.

Menteri Abdul Halim Iskandar mengakui kontribusi signifikan yang telah dilakukan Bupati Konsel tersebut dalam mendorong Teknologi tepat guna di wilayah pedesaan dianggap sebagai peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan dapat memajukan sektor potensi pertanian serta industri lokal.

“Program-program yang diinisiasi di bawah kepemimpinannya telah berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memajukan sektor pertanian serta industri lokal daerah Konawe Selatan,” ujar Halim Iskandar disela penyerahan penghargaan tersebut.

Sementara itu, Bupati Surunuddin Dangga mengatakan, penghargaan yang diperolehnya sebagai bukti komitmen dirinya dalam memajukan daerah diberbagai sektor salah satunya soal Teknologi Tepat Guna.

“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam memajukan daerah melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai kebutuhan lokal, dengan adanya penghargaan ini kita harapkan, desa-desa kita dapa terinspirasi untuk terus menerapkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Surunuddin mantan Ketua Kadin Sultra ini.

Sumber : konaweselatankab.go.id
Laporan : Tam

Continue Reading

PERIKANAN DAN KELAUTAN

Program VOGA Fest Hubungkan Lulusan KP Dengan Perusahaan Perikanan Luar Negeri

Published

on

By

Kepala BPPSDM KKP I Nyoman Radiarta (tengah). -foto:kkp.go.id-

JAKARTA, Bursabisnis.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut para lulusan satuan pendidikan vokasi di bawah naungannya, sebagian besar telah diterima di dunia kerja. Bahkan banyak lulusan yang bekerja di kapal maupun perusahaan perikanan di luar negeri.

“Berdasarkan data tahun lalu ada sekitar 1700an lulusan. Dari 1700an itu kita bisa lihat bagaimana sebaran adik-adik bekerja, hampir di seluruh dunia mereka diterima bekerja. Baik di kapal perikanan, pengolahan, juga di budidaya,” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP I Nyoman Radiarta sebagaimana dilansir dari laman kkp.go.id pada Jumat, 19 Juli 2024.

Nyoman menerangkan, tingginya penyerapan angka lulusan di dunia kerja salah satunya berkat program Vocational Goes to Actors Festival (VOGA Fest). Program ini bertujuan menghubungkan para lulusan serta taruna yang segera lulus, dengan perusahaan-perusahaan perikanan yang ada di dalam dan luar negeri.

“Ini istilahnya pasar kerja, antara adik-adik yang lulus dari berbagai lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri,” tambah Nyoman.

Selain karena program networking, keahlian dan keterampilan para lulusan menjadi penunjang utama banyaknya lulusan diterima bekerja di kapal perikanan maupun perusahaan perikanan di luar negeri. Keterampilan dan keahlian dibuktikan dengan rentetan sertifikasi berstandar internasional yang dimiliki para lulusan.

Kepala PK BLU Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal Achmad Subijakto menerangkan, sertifikasi membuat para lulusan lebih terlindungi saat bekerja, dan mendapat gaji tinggi. Untuk pekerja perikanan di korea misalnya, gajinya bisa mencapai Rp21,5 juta per bulan.

“Pengakuan terhadap awak kapal perikanan Indonesia saat ini semakin kuat, tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri karena telah dilengkapi dengan sertifikasi keahlian dan keterampilan. Sertifikasi ini meliputi delapan sertifikasi keahlian untuk menduduki jabatan, dan delapan sertifikasi keterampilan untuk menduduki pekerjaan,” beber Achmad.

Achmad menambahkan, selain di Korea Selatan, lulusan satuan pendidikan tinggi KKP pemegang sertifikat juga banyak yang bekerja di Taiwan, China, Spanyol, Jepang, Mauritius, hingga Chile. Dari hitungannya, para lulusan ini menghasilkan devisa sekitar Rp540 miliar di tahun lalu.

Untuk pengembangan kompetensi, KKP juga mengoptimalkan program Merdeka Belajar bagi para taruna dan taruni untuk mengenyam banyak pengalaman di lapangan. Agar setelah lulus, mereka sudah punya pengalaman terjun di dunia kerja.

Salah satu lokasi yang dipilih KKP untuk kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah Desa Kawali di Ciamis, Jawa Barat. Di desa itu, KKP menjalankan program desa perikanan cerdas (smart fisheries village/SFV).

“Pada tahun 2024 ada 500 taruna dan taruni di tempat kami. Tapi alhamdulillah bisa berjalan baik berkat kolaborasi dengan 17 penyuluh perikanan se-Kabupaten Ciamis, bagaimana agar anak-anak jangan cuma main-main dan wisata saja di sini. Alhamdulillah kami bisa kendalikan. Anak-anak harus bisa merasakan jadi pembudidya ikan, harus mau kotor-kotoran, membersihkan kolam, karena orang sukses harus merasakan dari titik terendah dulu,” ujar Ketua Gapokkan Kampung Nila SFV Desa Kawali Iim Gala Permana.

Sementara itu, Recruitment and Talent Manager PT Suri Tani Pemuka, Paulina Dessy Wulandari, yang juga menjadi narasumber di program Bincang Bahari edisi tersebut, mengakui pentingnya keahlian dan keterampilan ketika merekrut pekerja di perusahaannya.

Saat ini terdapat 25 lulusan satuan pendidikan KKP yang bekerja di perusahaannya. Para lulusan menempati posisi shrimp farm technician, quality control, marketing and sales, shrimp hatchery technician, shrimp/fish technical service, hingga production technician ponds.

“Kami sudah bekerja sama dengan sejumlah satuan pendidikan tinggi KKP, dan harapannya ke depan kerja sama ini bisa ditingkatkan, sehingga lebih banyak lagi lulusan KKP yang menjadi bagian dari industri perikanan ini,” ujar Paulina.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada wisuda satuan pendidikan menengah KKP, Juni lalu, mengatakan, “Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul merupakan salah satu faktor penentu terpenting dalam mencapai keberhasilan Program dan Kebijakan Ekonomi Biru. Kualitas SDM harus mendapatkan prioritas utama untuk ditingkatkan dan dikembangkan.”

Ia juga mengatakan, arah kebijakan pendidikan vokasi di lingkup KKP diutamakan untuk meningkatkan kualitas SDM terampil, unggul, berintegritas, produktif, kreatif, inovatif dan bertalenta global dalam bidang kelautan dan perikanan dengan penguatan karakter dan kedisiplinan.

Sumber : kkp.go.id
Penulis : Tam

Continue Reading

ASURANSI

Program Asuransi Wajib Kendaraan Masih Menunggu Peraturan Pemerintah

Published

on

By

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono

JAKARTA, Bursabisnis.id – Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, bahwa Program Asuransi Wajib, termasuk asuransi kendaraan masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pelaksanaannya, seperti ruang lingkup dan waktu efektif penyelenggaraan program.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) mengatur bahwa Pemerintah dapat membentuk Program Asuransi Wajib sesuai dengan kebutuhan, di antaranya mencakup asuransi kendaraan berupa tanggung jawab hukum pihak ketiga (third party liability – TPL) terkait kecelakaan lalu lintas, asuransi kebakaran, dan asuransi rumah tinggal terhadap risiko bencana. Dalam persiapannya, tentu diperlukan kajian mendalam terlebih dahulu mengenai Program Asuransi Wajib yang dibutuhkan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Program Asuransi Wajib tersebut akan diatur dengan PP setelah mendapat persetujuan dari DPR. Dalam UU P2SK dinyatakan bahwa setiap amanat UU P2SK, diikuti dengan penyusunan peraturan pelaksanaan yang penetapannya paling lama 2 (dua) tahun sejak UU P2SK diundangkan. Setelah PP diterbitkan, OJK akan menyusun peraturan implementasi terhadap Program Asuransi Wajib tersebut.

Program asuransi wajib TPL terkait kecelakaan lalu lintas dimaksudkan untuk memberikan perlindungan finansial yang lebih baik kepada masyarakat karena akan mengurangi beban finansial yang harus ditanggung oleh pemilik kendaraan jika terjadi kecelakaan, dan lebih jauh lagi akan membentuk perilaku berkendara yang lebih baik.⁠ Dengan meningkatnya perlindungan terhadap risiko, masyarakat akan lebih terlindungi dan merasa lebih aman, serta juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Sumber : ojk.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.