Connect with us

Rupa-rupa

Dihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sultra dan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sukses menggelar expo, seminar kewirausahaan dan inklusi keuangan OJK Tahun 2019 se-Indonesia Timur. Kesuksesan kegiatan yang merupakan bagian rangkaian dalam Bulan Inklusi Keuangan (BIK), dengan mengusung slogan Carnival of EMAS Sulawesi Tenggara Inklusi Keuangan (CETAR-Ku) tersebut dapat dilihat dari jumlah masyarakat yang mayoritas anak-anak muda hadir sebanyak 4000.

Kehadiran masyarakat ini terbagi untuk kegiatan expo kewirausahaan dan inklusi keuangan OJK, dari tanggl 18-20 Oktober 2019 sebanyak sekitar 3.000 orang, dengan menghadirkan 57 peserta booth entrepreneur muda untuk mempromosikan dan memasarkan produk dan jasa hasil kreatifitas mereka.

Alhasil, Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih Juara I kompetisi business plan dan produk tingkat perguruan tinggi se-Indonesia Timur, sedangkan di posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih UMI (Makassar) dan IAIN Kendari.

OJK Sultra dan UHO Kendari berkolaborasi mendorong minat para pemuda menjadi entrepreneur, melalui Seminar Kewirausahaan Universitas se-Indonesia Timur. Foto: Dok. OJK Sultra for bursabisnis.id.

Untuk Lomba Business Plan kategori SMA se-Sultra, Juara 1 diraih dari SMAN 4 Kendari, Juara 2 dari SMAN 1 Kendari dan Juara 3 dari SMKN 2 Kendari.

Selanjutnya akan hadir Kampung Kuliner Inklusi Keuangan (Kampung Kuliner-Ku) yang berkolaborasi dengan Forum UKM-IKM Sultra dengan mengahadirkan 70 UMKM.

“Total kegiatan-kegiatan yang bersinergi dengan Literasi dan Inklusi Keuangan bulan Oktober ini sebanyak 27 Kegiatan dan Puncak acara pada tanggak 27 Oktober 2019 nanti di Area Car Free Day Kendari” ujar Ridhony M.H. Hutasoit selaku Kasubbag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Senin (21/10/2019).

Dia juga menambahkan, acara puncak CETAR-Ku pada 27 Oktober 2019 yaitu Gowes Literasi dan Inklusi Keuangan (Go-Link) yang berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), BI, Forum UKM-IKM, TPAKD, SWI, dan berbagai sponsor.

Kegiatan ini, kata dia, menghadirkan Gowes bersama, senam bersama, lomba dan parade sepeda hias, lomba mewarnai 1.000 pelajar, Dilan Awards dan ratusan doorprize.

“Hadiah dan doorprize bernilai puluhan juta rupiah. Ayo hadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Bulan Inklusi Keuangan ini. Inklusi Keuangan milik kita bersama,” ucapnya.

Liputan: Ikas

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rupa-rupa

Internasional Maritim LGN Telaah RUU Omnibus Law

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Indonesia memiliki kawasan The Coral Triangle yang juga kaya dengan keanekaragaman hayati. Namun, kekayaan terancam seiring dengan rencana pemerintah menerapkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang saat ini tengah dibahas di DPR.

Atas dasar itu, organisasi internasional Maritim Local Government Network (LGN) mengadakan Webinar yang bertajuk “RUU Omnibus Law: Peluang dan Tantangan Pada Sektor Perikanan” pada Rabu, 20 Mei 2020. Seminar online ini diadakan guna memberikan sumbang saran kepada pemerintah dan DPR terkait masalah kelautan dan perikanan pada rancangan RUU Omnibus Law.

Ketua Maritime Local Government Network, Hugua mengatakan yang menjadi konsen Maritim LGN adalah konservasi, perlindungan dan sustainable atau keberlanjutan sumber daya pesisir dan sumber daya kelautan.

“Inti dari Omnibus Law adalah menyederhanakan banyak undang-undang, oleh karena itu di dalamnya memiliki spirit simplifikasi, pemangkasan hukum dan kemudahan-kemudahan untuk mengekstraksi sumber daya alam menjadi sumber daya ekonomi,” kata Hugua.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini mengakui disatu sisi, RUU Omnibus Law ini baik, tapi disisi lain berpotensi menimbulkan masalah. Misalkan tidak ada lagi definisi nelayan kecil dan nelayan besar, ini artinya tidak ada perlindungan hukum bagi orang-orang yang lemah.

Selanjutnya masalah kewenangan daerah, berdasarkan RUU Omnibus Law, daerah tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengoptimalkan sumber daya kelautan, semuanya ditarik ke pusat. Selain itu, ada penghapusan sanksi pidana dan perdata menjadi sanksi administrasi dan ada ancaman terhadap ekosistem bahari dalam RUU Omnibus Law ini.

“Oleh karena itu ancaman keanekaragaman hayati pasti sangat tinggi dengan UU Omnibus Law ini, juga dapat menimbulkan konflik antara pemerintah pusat dan pemda (gubernur dan bupati) karena
semua kewenangan ditarik ke pusat. Keadaan akan semakin parah karena dengan resentralisasi, maka pemda bersikap masa bodoh terhadap kerusakan lingkungan di daerah karena menjadi wewenang pusat. Dipihak lain pemerintah pusat mempunyai keterbatasan khususnya tenaga dalam kegiatan konservasi dan perlindungan sumber daya pesisir dan kelautan,” jelas Hugua.

Lebih lanjut Hugua menambahkan pasti akan terjadi ketegangan antara nelayan kecil dan nelayan besar, karena tidak ada perlindungan bagi nelayan-nelayan kecil.

Masalah-masalah tersebut juga diamini oleh para narasumber dalam Webinar ini, salah satunya dari Independent Consultants for Coastal Managament at World Bank Jakarta, Dr. Abdul Halim yang mengatakan nelayan kecil merupakan subjek yang sangat penting, namun tidak bahas dengan
baik dan benar.

“Hal ini terbukti, definisi nelayan kecil dalam RUU Omnibus Law menjadi kabur, tidak ada satu atribut pun yang dipakai yang bisa memandu pelaksanaan di lapangan untuk menentukan nelayan kecil ini sebenarnya siapa. Dalam RUU Omnibus Law nelayan kecil disuruh tarung bebas dengan nelayan
besar, hal ini sangat amat tidak adil,” ungkap Abdul Halim.

Selanjutnya Dewan Profesi dan Pakar Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia, Prof. La Ode M. Aslan mengatakan dalam rancangan Omnibus Law peran daerah sangat minim, spirit orde reformasi atau otonomi daerah semakin berkurang. Selain itu, ada peluang UU ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu khususnya pebisnis, serta penerapan sanksi yang hanya bersifat administratif.

“Melalui RUU Omnibus Law ini saya melihat ini bukan cipta lapangan kerja melainkan cipta investasi besar-besaran dan ini sangat memarginalkan nelayan kecil,” kata Prof. Aslan.

Seharusnya, lanjut Prof. Aslan, Omnibus Law ini menjadi motor penggerak cipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan, mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin dan pengembangan kawasan.

Lebih lanjut narasumber dari Biro Hukum Kementerian Kelautan dan Perikanan, Husni Mubarak menjelaskan secara normatif tentang urgensi RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam sektor kelautan dan
perikanan.

Husni Mubarak mengungkapkan tidak semua materi Omnibus Law akan mencabut materi 4 Undang-Undang, seperti Undang-Undang Perikanan, Undang-Undang Pesisir, Undang-Undang 7/2016 tentang
Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Undang-Undang Kelautan.

Namun begitu, Husni Mubarak mengakui terdapat tantangan-tantangan dalam Omnibus Law seperti keberlanjutan wilayah pesisir laut, definisi nelayan kecil yang tidak ada pembedaan ukuran kapal dengan nelayan besar.

Kemudian resentralisasi atau kewenangan bupati dan gubernur yang ditarik
kembali ke pemerintah pusat. Husni mengingatkan bahwa masih ada PP yang dapat memberikan kewenangan pusat ke daerah . Jadi UU Omnibus law tidak serta merta menghapus UU yang berhubungan dengan perikanan dan kelautan lainya tegasnya

Selain narasumber di atas, Webinar ini juga menghadirkan beberapa Pembahas diantaranya: Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana; Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Setjen Kemendagri, Nelson Simanjuntak; Ketua Forum Kahedupa Toudani (Forkani), La Beloro; dan Kepala Dinas Kelautan dan
Perikanan Sultra, Askabul Kijo. Webinar Maritim LGN ini di moderatori oleh WWF Coral Triangle Program, Veda Santiaji.

 

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Rupa-rupa

Pasien Covid Asal Kendari Meninggal di RSUD Bahteramas

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Pasien berinisial M, usia 57 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara sekira pukul 19.00 Wita, Rabu 13 Mei 2020. Hal ini dilaporkan Salmawati,S.Kep.Ns, Koordinator Tim Covid-19 RSUD Bahteramas melalui releasenya.

Jenazah akan dikebumikan hari ini Kamis 14 Mei 2020, dengan perlakuan protokol kesehatan jenazah Covid-19.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, M yang tercatat berKTP Kota Kendari ini adalah pasien rujukan dari RS Santa Anna Kendari, dengan diagnosa Efusi pleura bilateral masuk di IGD Non Covid-19
RSUD Bahteramas pada tanggal 28 April 2020, sekira pukul 16.30 Wita. Keluhan M saat itu, nyeri dada, nyeri tulang dan bahu, batuk dan sesak.

Tetapi sebelumnya, telah dilakukan Rapid Test Covid-19 pertama di RS Santa Anna Kendari pada tanggak 23 April 2020. Namun hasil Rapid Testnya Non Reaktif. Untuk mengecek kondisi kesehatan M, dia kemudian di periksa lagi melalui Rapid Test kedua pada tanggal 5 Mei 2020. Lalu pada tanggal 7 Mei dilakukakn pemeriksaan Swab tenggorokan.

Pada tanggal 13 Mei 2020, hasil Swab tenggorokan M terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada hari Rabu kemarin, kondisi kesehatan pasien M bertambah buruk. Sekira pukul 19.10 Wita, pasien M meninggal dunia di RSUD Bahteramas Kendari.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Rupa-rupa

4 Hari Dirawat, Pasien Dalam Pengawasan Asal Konawe Meninggal Dunia

Published

on

By

KONAWE, bursabisnis.id – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial S meninggal dunia di Rumah Sakit Konawe, sekira pukul 20.20 Wita, Senin 11 Mei 2020.

Menurut dr.Dyah Nilasari,Sp.Rad, juru bicara Tim UGD Covid-19 RS Kabupaten Konawe, S yang berjenis kelamin Laki-laki dengan usia 45 tahun, masuk di RS Konawe pada tanggal 8 Mei 2020 sekira pukul 19.20 Wita. Keluhannya saat itu, S mengalami demam, sesak, batuk dan nyeri ulu hati.

Riwayat perjalanan, S pernah ke Malaysia sekitar 2 bulan lalu. Kemudian S dilakukan rapid tes, namun hasilnya non reaktif.

Pada tanggal 9 Mei 2020, hasil foto thorax : Pneumonia bilateral, Effusi Pleura Sinistra. Lalu pada tanggal 11 Mei 2020, sekira pukul 16.00 Wita, dilakukan Swab tenggorokan. Upaya tim UGD Covid-19 RS Kabupaten Konawe untuk menyelamatkan nyawa pasien S tak berhasil. Sekira pukul 20.20 Wita, Tuhan berkehendak lain, pria berinisial S meninggal dunia.

Jenazah dikebumikan hari ini, Senin 12 Mei 2020 oleh tim pemakaman jenazah Covid-19 Satgas Polres Konawe.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.