Connect with us

PASAR

PD Pasar Kota Kendari Segel Puluhan Lapak di Pasar Baruga

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kendari menyegel puluhan lapak di Pasar Baruga, Kamis 26 Desember 2019. Hal itu dilakukan lantaran pedagang tak tertib membayar pajak Pemanfaatan Kekayaan Daerah (PKD).

Direktur PD Pasar Kota Kendari, Asnar mengatakan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya telah melakukan upaya persuasif kepada pedagang dengan melayangkan surat teguran pertama.

Kemudian, kata Asnar, pihaknya menerbitkan surat peringatan. Akan tetapi, upaya-upaya tersebut tak membuahkan hasil dan pihak pedagang tak mengindahkannya, sehingga tindakan teakhir adalah melakukan penyegelan.

“Ada puluhan lapak atau kios yang tak menaati pajak PKD, menunggak sampai dua tahun lamanya. Ini yang kami segel hari ini,” ujarnya.

Direktur PD Pasar Kota Kendari, Asnar. Foto: istimewa.

Asnar menyebutkan, selama kurun waktu 2019 ini, nilai tunggakan pajak PKD dari seluruh pasar yang ada dalam wewenang PD Pasar Kota Kendari berkisar Rp150 juta.

Lebih lanjut, Asnar menambahkan, adapun iuran yang wajib dibayarkan oleh para pedagang kepada PD Pasar Kota Kendari yakni berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu tiap bulannya.

“Kita melihat para pedagang sebagian sudah mulai taat aturan, ini yang terus kita sosialisasikan ke depan agar pedagang lainnya juga tidak bandel lagi mengabaikan aturan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, nilai tunggukan dari lapak yang disegel mencapai puluhan juta. PD Pasar Kota Kendari telah dua kali melakukan penyegelan kios di Pasar Baruga. Adapun pihak yang terlibat dalam penyegelan tersebut adalah karyawan PD Pasar dan Bhabinkamtibmas.

Adapun sejumlah pasar yang dikelola PD Pasar Kota Kendari adalah Pasar Baruga, Lapulu, Anduonohu, Wayong dan Pasar Basah Mandonga.

Liputan: Ikas Cunge

Continue Reading
Advertisement

PASAR

Pasca Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong Masih Mahal

Published

on

By

Pasokan ayam potong dari peternak masih minim sehingga harga masih tinggi. -foto:rustam-

KENDARI, Bursabisnis.id – Pasca lebaran Idul Fitri 1445 H/2024 M, harga ayam potong di pasar tradisional Kota Kendari, masih terbilang mahal. Kisaran harganya Rp 65 ribuper ekor dengan berat sekitar 2 Kg.

Minimnya pasokan ayam dari luar Sultra, menjadi penyebab masih mahalnya harga ayam potong. Ayam potong yang kini dijual para pedagang, merupakan pasokan dari peternak ayam lokal Sultra.

“Kalau ayam potong dari Sulawesi Selatan masuk Kendari, pasti harga mulai turun lagi,” kata Amir salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Panjang yang terletak di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari pada Rabu, 17 April 2024.

Harga Rp 65 ribuper ekor, menurutnya, masih terbilang mahal. Sebab bobot ayam tersebut hanya sekitar 2 Kg. Padahal sebelum lebaran, harga Rp 65 ribu per ekor biasanya sudah mencapai 3 Kg.

“Ini kan ayam lokal Kendari, jadi begini harganya. Tapi kalau ayam dari Selatan masuk pasar Kendari, pasti peternak ayam lokal mengikut harga dari Selatan,” jelasnya.

Pantauan di Pasar Panjang yang berada di Jalan Sorumba ini, masih ada pedagang ayam potong hanya menghabiskan stok ayamnya yang tersisa sebelum lebaran Idul Fitri.

“Belum ada ayam potong yang baru masuk pak. Kami hanya menghabiskan stok yang ada saja,” ujar Daeng salah seorang pedagang ayam potong.

Penulis : Rustam

Continue Reading

PASAR

Indonesia Penetrasi Pasar Minyak Goreng Sawit di Timur Tengah dan Afrika

Published

on

By

Ilustrasi. Minyak goreng

JAKARTA, Bursabisnis.id – Guna memperluas pasar minyak sawit di dunia, pemerintah Indonesia mendorong pelaku masuk ke pasar pengemasan minyak goreng sawit untuk pasar di Timur Tengah dan Afrika dengan potensi pasar hingga US$ 6 juta.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, melalui Atase Perdagangan Kairo, terus berusaha memperluas pasar pengemasan minyak goreng sawit Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memaksimalkan potensi industri pengemasan minyak goreng sawit Indonesia di pasar global.

Dalam kunjungan lapangan pada bulan Januari 2024 lalu, Atase Perdagangan Kairo, M. Syahran Bhakti S, bersama dengan delegasi dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Kairo, mengunjungi perusahaan ekspor dan impor El Tawheed di Fayoum, Mesir. Kunjungan tersebut menjadi wujud konkret dari komitmen pemerintah untuk mendukung industri pengemasan minyak goreng sawit Indonesia.

“Kunjungan lapangan ke perusahaan ekspor dan impor El Tawheed merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menggenjot potensi pasar pengemasan minyak goreng Indonesia. Industri ini memiliki peluang besar untuk dipasarkan di pasar regional Timur Tengah dan Afrika,” ungkap M. Syahran Bhakti S dalam keterangnnya sebagaimana dilansir dari laman infosawit.com pada Jumat, 12 April 2024.

Baca : https://www.infosawit.com/2024/04/09/indonesia-penetrasi-pasar-pengemasan-minyak-goreng-sawit-di-timur-tengah-dan-afrika/

Delegasi KBRI Kairo diterima oleh Direktur Utama El Tawheed, Khaled Khouly, beserta jajaran direksi. Khaled menyampaikan bahwa potensi impor perusahaan El Tawheed dari Indonesia diperkirakan mencapai USD 6 juta pada tahun 2024, melibatkan produk minyak sawit dan turunannya, tuna kaleng, dan sarden kaleng. Ia juga mengungkapkan apresiasinya atas fasilitasi yang diberikan oleh KBRI Kairo.

Dalam pertemuan terpisah, delegasi KBRI Kairo, yang dipimpin oleh Wakil Kepala Perwakilan RI/Deputy Chief of Mission (DCM) M. Zaim A. Nasution, bersama M. Syahran Bhakti S, Koordinator Fungsi Ekonomi, dan Sekretaris 2 Fungsi Ekonomi, bertemu dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Fayoum, Magdi Taha Jaballah. Pertemuan ini membahas peluang peningkatan investasi dan bisnis bilateral antara Indonesia dan Mesir.

“KADIN Fayoum menyambut hangat kehadiran delegasi KBRI Kairo. Pertemuan ini diharapkan akan menghasilkan banyak rekomendasi untuk peningkatan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Mesir,” ujar Magdi.

Sumber :infosawit.com

Penulis : Rustam

Continue Reading

PASAR

Harga Telur di Kota Kendari Naik Drastis

Published

on

By

Harga telur naik drastis

KENDARI, Bursabisnis.id – Memasuki bulan suci ramadan yang jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024, harga telur mengalami kenaikan yang terbilang drastis.  Akibatnya warga Kota Kendari kaget dan berharap agar pemerintah segera melakukan operasi pasar.

Sebelum memasuki ramadan, harga telur bervariasi di kisaran Rp 53 ribu per rak isi 30 butir, Rp 55 ribu per rak. Namun pantauan di Pasar Panjang yang terletak di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, harga naik drastis menjadi Rp 68 ribu per rak sampai Rp 70 ribu per rak.

“Minta ampun harga telur ayam, naiknya sangat drastis. Tapi mau diapa, tetap dibeli meskipun mahal,” kata Ibu Aisyah kepada wartawan.

Naiknya harga telur ayam, para konsumen berharap agar Pemerintah Kota Kendari segera melakukan pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya.

Penulis : Rustam

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.