ADVETORIAL/PARIWARA
Berdasarkan Data 2022, Jalan Baik di Konsel 255,09 Km Sedang Rusak Berat 93,45 Km
KONSEL, Bursabisnis.id – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang mekar dari Daerah Tingkat (Dati) II Kendari (sekarang berubah nama menjadi Kabupaten Konawe) sebagaimana diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Konawe Selatan di Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dikembangkan oleh para investor.
Kabupaten Konsel yang Ibu Kotanya Andoolo, pertama kali dipimpin oleh Drs H. Imran,M.Si (almarhum), mempunyai potensi ekonomi yang dapat dilirik investor, khususnya dari dalam negeri. Potensi ekonomi yang dimaksud, seperti sektor pertanian, perikanan dan kelautan, perkebunan, pertambangan, pariwisata serta perdagangan.
Dengan jarak Kota Kendari dengan Andoolo Ibu Kota Kabupaten Konsel sekitar 90 Kilometer saja, terbilang dekat sehingga ini memudahkan bagi pelaku bisnis (investor) untuk berkoordinasi dengan Pemda setempat.
Untuk menunjang pengembangan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Konsel, sesuai potensi SDA yang dimiliki, pemerintah telah membangun jaringan jalan.
Jaringan jalan menjadi vital, karena ini adalah infrastruktur yang mempercepat mobilitas manusia dan barang, memberikan akses ke layanan publik, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan berbagai fungsi lainnya.
Jaringan jalan yang dibangun pemerintah di Kabupaten Konsel mempunyai fungsi yang sangat vital, terutama dalam mempercepat distribusi hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan dari Kabupaten Konsel ke pasar di Kota Kendari atau ke kabupaten lainnya di Sultra.
Berdasarkan data laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, menyebutkan panjang jaringan jalan di Kabupaten Konsel mencapai 1.436,55 Kilometer pada tahun 2022.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si
” Jaringan jalan yang ada di Konawe Selatan ini, terdiri dari jalan nasional, provinsi, kabupaten dan desa,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.
Secara rinci Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel) menjelaskan, jaringan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Konawe Selatan yang berstatus sebagai jalan Kabupaten memiliki panjang 1.032 Kilometer.
Selain jalan kabupaten, juga ada jalan provinsi sepanjang 238,75 Kilometer. Sedangkan jalan nasional sepanjang 165,8 Kilometer.
Panjang Jalan Menurut Tingkat Kewenangan Pemerintahan di Kabupaten Konawe Selatan (Kilometer), 2019–2021
Tingkat Hierarki Status Jalan 2020 2021 2022
Negara 165,8 – –
Provinsi 237,84 237,84 238,75
Kabupaten 1.032 1.032 1.032
Panjang Total 1.269,84 1.269,84 1.436,55
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Konawe Selatan, Tahun 2023
Menurut Parinringi mantan Wakil Bupati Konawe ini, selama tahun 2020 sampai tahun 2022, proporsi jalan di Kabupaten Konsel yang berkualifikasi baik terus bertahan.
Hal ini juga dipengaruhi oleh fokus pembangunan selama ini diarahkan pada pembangunan infratruktur yang menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Olehnya itu, capaian kinerja jalan yang meliputi indikator
proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik, di Kabupaten Konawe Selatan selama tahun 2020-2022 ditunjukan pada tabel berikut ini.

Jalan menuju Kantor Bupati Konawe Selatan. -foto:tangkapan layar youtube@dimo-
Pencapaian Indikator terkait Bidang Penyelenggaraan Jalan di Kabupaten Konawe Selatan (Kilometer)
Kondisi Jalan Realisasi Capaian 2020 2021 2022
Baik 150,16 223,26 255,09
Sedang 62,88 21,49 12,70
Rusak 626,6 711,14 670,76
Rusak Berat 192,6 76,11 93,45
Sumber: Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Konawe Selatan, Tahun 2023
Parinringi juga menjelaskan secara rinci mengenai jalan memiliki beberapa fungsi utama, meliputi:
1. Fungsi Transportasi
Fungsi utama jalan adalah sebagai sarana transportasi karena memberi jalur untuk kendaraan bermotor, pejalan kaki, dan sepeda. Fungsi ini memungkinkan mobilitas dan pergerakan barang dari satu tempat ke tempat lain.
2. Fungsi Sosial
Jalan juga memiliki fungsi sosial yang penting. Karena memungkinkan interaksi sosial antarindividu, menghubungkan komunitas, dan memberikan akses ke layanan penting seperti pendidikan dan perawatan kesehatan.
3. Fungsi Ekonomi
Jalan mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memfasilitasi pergerakan barang dan orang. Jalan memungkinkan perusahaan untuk mengakses pasar yang lebih luas dan memperluas jangkauan bisnisnya.
4. Fungsi Keamanan
Jalan harus dirancang dan dijaga dengan baik untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Fungsi ini mencakup perencanaan lalu lintas, pengaturan lampu lalu lintas, dan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak.
“Karena jalan menjadi urat nadi transportasi, maka pemerintah terus melakukan pembenahan jalan demi memudahkan investasi masuk ke Kabupaten Konawe Selatan,” ujar Parinring mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra ini.
Advetorial/Pariwara
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
