Connect with us

FINANCE

OJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) imbau para entrepreneur muda agar memanfaatkan kemudahan seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, dalam memperoleh tambahan modal.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Maulana Yusuf mengatakan, perkembangan teknologi di era 4.0 saat ini kian memberikan kemudahan dalam melakukan segala hal, termaksud pemasaran produk dan akses pinjaman untuk tambahan modal usaha.

Salah satu kemudahan yang diberikan, lanjut Maulana, pinjaman online (Pinjol) yang saat ini kian menjamur dengan berbagai strategi penawaran.

 

OJK Sultra dan UHO Kendari berkolaborasi mendorong minat para pemuda menjadi entrepreneur, melalui Seminar Kewirausahaan Universitas se-Indonesia Timur. Foto: Dok. OJK Sultra for bursabisnis.id.

Hanya saja, Maulana mengingatkan kepada para pengusaha muda agar tetap berhati-hati dalam memilih Pinjol. Pasalnya, saat ini marak beredar Pinjol ilegal.

“Namun, kami himbau untuk senantiasa waspada terhadap maraknya Pinjol yang illegal,” ujarnya, saat menghadiri seminar kewirausahaan univetsitas se-Indonesia Timur, Senin (21/10/2019) di Aula Universitas Halu Oleo (UHO).

Lebih lanjut, Maulana menambahkan, para pelaku UMKM harus mengecek kelegalan dan kelogisan (2L) sebelum melakukan pinjaman online, atau langsung bertanya ke kontak OJK dengan nomor 157, untuk memastikan Pinjol itu legal atau tidak.

Dia juga menyebutkan, bahwa sampai dengan per 30 September 2019, sudah terdapat 127 perusahan fintech yang berizin dan terdaftar di OJK. Sedangkan Pinjol ilegal yang berhasil ditangani dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini sebanyak 1.477 entitas.

“Satgas Waspada Investasi telah menangani entitas fintech peer to peer lending ilegal sejak tahun 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 1.477 entitas,” ujarnya.

 

Liputan: Ikas

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANCE

Terkait Keringanan Kredit, OJK Sultra Sosialisasi di Kampus

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan sosialisasi dan edukasi, terkait kebijakan keringanan kredit atau pembiayaan kepada kampus swasta di Sultra. Kampus yang jadi sasaran antara lain, Universitas Sultra, STIE Dharma Bharata, Universitas Muhammadiya Kendari, STIE 66 dan STIMIK Catur Sakti.

Narasumber yang dihadirkan adalah Anto Prabowo, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK. Pendaftar dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan konsep Digital Massive Class (DMC) mencapai 983 orang dengan komposisi 48% mahasiswa dari fakultas ekonomi dan bisnis dan 33% dari fakultas hukum, dan 19% dari fakultas lainnya. Selain mahasiswa hadir juga para akademisi, dosen dan awak media. Kegiatan digelar Seni, 18 Mei 2020.

Kemudian, Selasa (19/05), OJK Sultra mengapresiasi perjuangan awak media di tengah Pandemik ini melalui acara Bincang Jasa Keuangan (Bijak) Spesial Ramadan secara digital. Bentuk apresisasi berupa penyerahan bingkisan Ramadan bagi para awak media. Secara simbolis, penyerahan bingkisan Ramadan ini diserahkan langsung oleh Mohammad Fredly Nasution, kepada 3 jurnalis yang mewakili

masing-masing segmen media, seperti media massa/cetak, media online, dan media lainnya. Sebanyak 40 bingkisan diserahkan kepada para awak media yang berkontribusi aktif dan positif dalam penyampaian informasi terkait Sektor Jasa Keuangan.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan awak media, khususnya di tengah Pandemik ini mereka terus bekerja bahkan terjun ke lapangan yang berisiko. Tanpa mereka kita tidak akan bertemu informasi atau berita terkini. Tanpa mereka tidak ada klarifikasi atau pengawasan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah atau otoritas terkait lainnya. Inilah alasan mengapa kami membagikan bingkisan Ramadan kepada para Jurnalis” Ucap Fredly.

Selain itu, Fredly menyatakan terdapat peran penting media dalam pencapaian target nasional Indeks Literasi Keuangan (ILK) Sulawesi Tenggara tahun 2019 serta di masa mendatang. “Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil melampaui target nasional. Dengan rincian capaian Indeks Literasi Keuangan (ILK) sebesar 36,75 persen di atas target nasional sebesar 35%. Namun ini masih perlu ditingkatkan lagi. Kami tetap membutuhkan peran media untuk mewujudkan hingga seluruh masyarakat Bumi Anoa memiliki literasi keuangan yang baik.” seru Fredly.

Kemudian pada hari yang sama, Ikatan Pegawai OJK Sulawesi Tenggara (IPOJK) menyerahkan sumbangan untuk pembangunan Masjid Nurul Huda. Semoga Ramadan di tengah pandemik ini tidak menghentikan kita untuk terus produktif dan berkarya bagi negara dan sesama.

Laporan : Rustam dj

Continue Reading

FINANCE

Pinjaman Online Menjamur, Banyak Tidak Terdaftar Resmi

Published

on

By

KENDARI, Bursabisnis.id – Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, industri Fintech ikut menggeliat dengan mencatatkan kenaikan jumlah rekening peminjam yang sudah menyentuh 9.743.679 rekening per Juni 2019.

Sayangnya, geliat industri Fintech tersebut diwarnai dengan menjamurnya pinjaman online (Pinjol) yang tak terdaftar secara resmi ke pemerintah alias ilegal. Alhasil, dengan strategi penawaran yang menggiurkan, banyak masyarakat Idonesia yang menjadi korban Pinjol ilegal.

Khusus di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerima 6 laporan dari masyarakat yang menjadi korban Pinjol illegal. Lima orang diantaranya menggunakan atau ditawarkan untuk menggunakan aplikasi Pinjol ilegal, dan 1 orang hanya meminta informasi mengenai Fintech tersebut.

Status penanganan laporan tersebut selesai di tempat. Artinya, masyarakat paham dan mengerti batasan tindak lanjut OJK. Bahkan OJK mengarahkan jika ada tindakan pidana yang dilakukan dapat dilaporkan langsung ke kepolisian dan akan menjadi bahan untuk rapat Satgas Waspada Investasi ke depan.

Berdasarkan data OJK Sultra, jumlah terbanyak Pinjol yang pernah digunakan masyarakat yang melapor sebanyak 30 aplikasi Pinjol. Dan mayoritas aplikasi yang digunakan merupakan ilegal.

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Sultra, Ridhony Hutasoit menyebutkan, dari 30 Pinjol yang digunakan masyarakat Sultra, hanya empat hingga lima saja yang legal, sedangkan belasan lainnya tak memiliki legalitas alias ilegal.

Olehnya itu, OJK mengimbau masyarakat Sultra agar terus meningkatkan kewaspadaan atau kehati-hatian diri terkait tawaran-tawaran Pinjol, dengan cara proaktif untuk melakukan pengecekan dan menghindari diri dari sikap greedy atau tamak.

“OJK Sultra mendorong masyarakat untuk menggunakan uang dengan cerdas dan bijak, yaitu sesuai kebutuhan, produktif, menggunakan produk atau layanan yang legal dan berpola pikir jangka panjang,” ujat Ridhony, Kamis 10 Oktober 2019.

Dia juga menambahkan, berdasarkan sampling observasi perilaku masyarakat yang datang ke OJK Sultra, alasan yang paling dominan sehinggabwarga datang kepada OJK Sultra, karena mengalami tindakan yang tidak menyenangkan dari pihak Pinjol, akibat tidak mampu lagi membayar.

Melalui OJK, kata pria berkaca mata itu, masyarakat yang datang mengadu berharap agar Pinjol tersebut dapat memberikan tambahan waktu atau keringanan pembayaran.

“Perlu kami informasikan kepada masyarakat, kewenangan pengawasan OJK terhadap sektor jasa keuangan, adalah Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang mendapatkan izin OJK, jikalau tidak mendapatkan izin OJK (ilegal) maka itu sudah di luar penanganan OJK. Namun, kami tetap menerima pengaduan masyarakat (investasi/pinjol illegal-red) yang kemudian kami akan informasikan kepada Satgas Waspada Inventasi. Atau masyarakat dapat melaporkan langsung kepada aparat penegak hukum jikalau ada tindakan pidana yang dilakukan Pinjol illegal tersebut,” paparnya.

Secara sederhana, lanjut Ridhony, masyarakat dapat menyaring aplikasi Pinjol terlebih dahulu dengan memperhatikan dari sisi legal dan logis (2L). Artinya, kalau ilegal pasti tidak memiliki izin dan tawaran imbal hasil atau keuntungannya tidak wajar (tidak logis).

Selanjutnya, ntuk pengecekan izin/legalitas produk/layanan jasa keuangan, masyarakat dapat menghubungi 157 atau mengecek izin/legalitas aplikasi Pinjol di www.ojk.go.id atau men-download aplikasi sikapi uangmu di play store atau apple store.

“Aplikasi sikapi uangmu ini juga berisikan materi-materi terkait pengelolaan keuangan, produk atau layanan jasa keuangan, hingga bagaimana berinvestasi dengan baik,” jelas Ridhony.

 

Laporan: Ikas

Continue Reading

FINANCE

Media Gathering BEI Kendari, Dari Edukasi Investasi Hingga Kampanye Gerakan Yuk Nabung Saham

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id-Bursa Efek Indonesia  (BEI) perwakilan cabang Kota Kendari, Kamis (8/3/2018), menggelar pertemuan informal atau media gathering di salah satu Hotel di Kota Kendari. Dalam pertemuan itu, BEI mengulas tentang skema perkembangan investasi dan saham yang ada di Indonesia, Sulawesi Tenggara, dan Kota Kendari.

Tidak hanya itu, lembaga sentral yang menjadi pasar bagi para pialang saham dalam melakukan transaksi jual beli saham di Indonesia itu juga mengkampanyekan gerakan yuk nabung saham.

“Pentingnya gathering ini adalah bagaimana mengedukasi masyarakat yang ingin menjadi broker atau pialang saham, mulai dari modal terkecil dari nilai 100 ribu rupiah, tentu dibawah peraturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan. Kami mengkampanyekan itu dalam gerakan yuk nabung saham yang dimulai sejak Tahun 2015,” jelas Kepala BEI Kantor Cabang Kendari, Epha Karunia.

Berdasarkan rilis data BEI Sultra, total investor di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 1.465 SID per Tahun 2017 dengan presentase pertumbuhan sebesar 32,8% YoY. BEI menargetkan sebanyak 717 investor baru di Provinsi Sulawesi Tenggara  Tahun 2018, dengan pertumbuhan 48,9% YoY.

Mengacu pada Undang-undang pasar modal Tahun 1995, BEI juga mengedukasi masyarakat yang ingin bergelut di dunia pasar modal, agar tidak terpedaya iming-iming keuntungan berinvestasi, dengan menyertakan imbauan berikut ini:

  1. Waspada dengan penawaran investasi dengan janji-janji palsu (misalnya pasti untung tinggi dalam jangka pendek)
  2. Waspada penawaran investasi yang memaksa atau dengan bujuk rayu (biasanya dengan mengaburkan produk investasinya)
  3. Waspada modus investasi dengan replikasi (misalnya investasi berkedok MLM) dan penguncian Dana (misalnya uang tidak boleh diambil dalam jangka waktu tertentu)
  4. Waspada penawaran investasi dari perusahaan yang tidak jelas (cek izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena hanya OJK yang berhak mengeluarkan izin perusahaan investasi di Indonesia) merupakan sarana transaksi yang dianjurkan bagi masyarakat yang ingin bergelut didunia saham Indonesia.

“Jadi investasi tidak hanya berupa tabungan di bank, emas, dan properti saja, investasi saham ini perlu di ketahui masyarakat. Indonesia saat ini berada di posisi kedua sebagai negara terbaik untuk berinvestasi, mengalahkan Malaysia dan Thailand. Jadi, tinggal bagaimana kita cerdas memilih dan lebih berhati-hati. Kampanye Yuk Nabung Saham ini menjadi salah satu tujuan BEI untuk mengedukasi masyarakat, lewat  media massa,” tutup Ephi.

 

Penulis: Yaya

Editor: Nilam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.