Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Cegah Penularan Covid 19, Pemerintah Provinsi Sultra Alokasikan Rp 400 Milyar

Published

on

KENDARI : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memberikan perhatian khusus, terhadap penyebaran wabah Corona Virus Desease (Covid)-19 di wilayah Sultra. Tidak tanggung-tanggung, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 yang digeser (refocusing) sebanyak Rp 400 Milyar.

Pemerintah Provinsi Sultra memberikan bantuan logistik kepada pemerintah kabupaten/kota seSultra yang terdampak Covid-19.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk sektor kesehatan, sektor sosial yang lebih luas dan sektor ekonomi. Ke 3 sektor itu memiliki dampak yang sangat besar terhadap penularan Covid-19. Anggaran sebesar Rp 400 Milyar itu dibagi ke 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra H Isma penjabaran APBD untuk Covid-19 dituangkan dalam produk hukum Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 tahun 2020 yang ditetapkan pada 4 Mei 2020 lalu.

Dikatakan, dari anggaran sebesar Rp 400 Milyar, Pemprov Sultra membagi dua alokasi belanja, yakni belanja program dan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Secara rinci, alokasi belanja program sebesar Rp 241 Milyar, sedangkan alokasi BTT Rp 158 Milyar. Semua alokasi anggaran itu setelah direvisi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat.

Gubernur Sultra, H. Ali Mazi menyerahkan secara simbolis bantuan masker untuk anak sekolah tingkat SMA dan SMK seSultra

“Inspektorat merekomendasikan dari anggaran Rp 325 Milyar menjadi Rp 241 Milyar. Selisihnya Rp 83 Milyar dimasukkan ke dalam anggaran BTT, jadi bila ditotal dana BTT mencapai Rp 158 Milyar. Kalau ditotal semua, maka anggaran keseluruhan tetap Rp 400 Milyar, hanya direvisi belanja program dan belanja BTT saja,” jelas Isma.

Dengan anggaran tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, DR. Lukman Abunawas menegaskan, Pemprov Sultra akan melakukan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi tatanan kehidupan baru (new normal).

“ Akan dilakukan langkah-langkah perbaikan sektor ekonomi, sektor kesehatan serta sektor pembangunan infrastruktur,” kata Lukman Abunawas yang pernah menjabat Bupati Konawe selama 2 periode.

 

Secara rinci, untuk sektor ekonomi, pemerintah akan melakukan perbaikan dengan melakukan peningkatan usaha produktif masyarakat, baik dari sisi permodalan maupun peningkatan sarana sektor pertanian.

“Mulai dari penyediaan pupuk, maupun penyedian alat mesin pertanian atau Alsinta pada OPD bidang pertanian dan ketahanan pangan melalui anggaran perubahan 2020,” jelasnya..

Untuk sektor kesehatan, Pemprov Sultra melakukan peningkatan sarana alat kesehatan (Alkes) dan obat-obatan, serta penambahan tenaga medis dan para medis serta pemberian dana insentif.

Warga Sultra yang terdampak wabah Covid-19 mendapat bantuan Sembako.

Sedangkan disektor infrastruktur, Pemprov Sultra fokus peningkatan atau pengembangan jalan dan jembatan yang saat ini tengah di tangani. Ada beberapa yang segera harus dirampungkan, agar masyarakat dapat menggunakannya dengan baik, demi peningkatan produktifitas ekonomi dalam masa pandemi Covid 19 ini,” bebernya.

Yang jelas, kata Lukman Abunawas, Pemprov Sultra bersama seluruh OPD bekerjasama dengan unsur Kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para dokter, para medis, perawat serta seluruh bupati dan walikota seSultra, bekerja keras menghentikan penularan Covid 19.

 

Rincian Anggaran Covid-19 di 27 OPD Pemprov Sultra

 

1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
    Belanja program Rp 17,8 Milyar.
    Belanja BTT Rp Rp 22,3 Milyar.
2. Dinas Kesehatan
   Belanja program Rp 56,5 Milyar
   Belanja BTT Rp 8,5 Milyar
3. Rumah Sakit Umum Provinsi Bahteramas
   Belanja program Rp 26 Milyar
  Belanja BTT Rp 500 juta
4. Rumah Sakit Jiwa
   Belanja program saja Rp 5,7 Milyar
5. Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang
   Belanja program Rp 15 Milyar
6. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
   Belanja program Rp 4,5 Milyar.
   Belanja BTT Rp 4,5 Milyar.
7. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
   Belanja program Rp 3 Milyar.
8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
   Belanja program Rp 11,8 Milyar
   Belanja BTT Rp 5,7 Milyar
9. Dinas Sosial
   Belanja program Rp 21,140 Milyar
   Belanja BTT BTT Rp 21,260 Milyar
10. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak
      Belanja program Rp 1 Milyar
11. Dinas Ketahanan Pangan
      Belanja program Rp 30,5 Milyar
      Belanja BTT Rp 500 Juta
12. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
      Belanja program Rp 1 Milyar
13. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa
      Belanja BTT Rp 1 Milyar
14. Dinas Perhubungan
      Belanja BTT Rp 5 Milyar
15. Dinas Komunikasi dan Informatika
      Belanja program 4,275 Milyar
      Belanja BTT Rp 205 juta.
16. Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah
      Belanja program Rp 3 Milyar
      Belanja BTT Rp 5,5 Milyar
17. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
      Belanja BTT Rp 500 juta
18. Dinas Kelautan dan Perikanan
      Belanja BTT Rp 3 Milyar.
19. Dinas Pariwisata
      Belanja program Rp 200 juta
      Belanja BTT Rp 1,8 Milyar
20. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan
      Belanja program Rp 3,5 Milyar
21. Dinas Perkebunan dan Holtikultura
     Belanja program Rp 3 Milyar
22. Dinas Kehutanan
      Belanja program Rp 1 Milyar
23. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
      Belanja program Rp 500 juta
      Belanja BTT Rp 3,4 Milyar.
24. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
      Belanja program Rp 15 Milyar
25. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
      Belanja program Rp 12,025 Milyar
      Belanja BTT Rp 975 juta.
26. Biro Administrasi dan Perekonomian Sekretariat Pemprov Sultra
      Belanja program Rp 2,9 Milyar
      Belanja BTT Rp 2,5 Milyar
27.Inspektorat Daerah
     Belanja program Rp 1 Milyar
28. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
      Belanja program Rp 1,170 Milyar
      Belanja BTT Rp 5,32 Milyar.
29. Badan Penelitian dan Pengembangan
      Belanja program Rp 150 juta.

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.

“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.

“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.

Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.

Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.

Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)

Continue Reading

Trending