Ekonomi Mikro
Industri Perhiasan Indonesia Berkontribusi Terhadap Penerimaan Devisa Negara
JAKARTA, Bursabisnis.id – Industri perhiasan di dalam negeri masih memiliki potensi yang besar untuk bersaing di kancah global. Kekuatan sektor ini didukung oleh kreativitas dan inovasi dari para perajin yang mampu menghasilkan beragam produk perhiasan sesuai tren dan selera pasar yang sedang berkembang.
“Selama ini, kinerja ekspor industri perhiasan cukup signifikan sehingga menjadi salah satu kontributor yang penting terhadap penerimaan devisa negara. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong pengembangan industri perhiasan di dalam negeri agar semakin berdaya saing global,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id pada Rabu, 13 Maret 2024.
Reni mengemukakan, peluang bisnis industri perhiasan masih prospektif seiring dengan meningkatnya tren penggunaan perhiasan pada aktivitas masyarakat dalam kesehariannya. “Selain itu, desain perhiasan yang dihasilkan para perajin lokal juga semakin beragam, yakni cenderung lebih minimalis, namun tetap fungsional sesuai dengan permintaan pasar,” ungkapnya.
Kemenperin mencatat, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga dari Indonesia menembus USD547,5 juta pada Desember 2023, atau meningkat 67,7 persen (y-o-y) dibandingkan capaian pada Desember 2022 sebesar USD326 juta. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri perhiasan Indonesia memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang di pasar internasional,” tutur Reni.
Sebagai pembina, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin berperan aktif melaksanakan berbagai program pengembangan industri perhiasan di tanah air. Salah satunya dengan memfasilitasi pelaku industri perhiasan nasional berpartisipasi dalam pameran berskala internasional, seperti Jakarta International Jewellery Fair 2024 yang digelar pada 7-10 Maret 2024 di Jakarta. Dari total 140 peserta yang terlibat dalam pameran ini, 20 pelaku usaha di antaranya merupakan perajin perhiasan binaan Ditjen IKMA.
Adapun nama atau brand industri perhiasan yang difasilitasi, yaitu Samara Collection, Kemayu Jewellery, Rockologist, Mahkota Jewelry, Lura Jewels Indonesia, Fahmi Accessories, Al Banjari, Permata Park, Runa, Lykastory, Mardiana Silver, Nbee Stone & Silver. Selain itu, Diftria Art Crafting, Rumah Perak Malang, Dinar Corporation, Queen Silver Lombok, Mutiara Lombok Waidah, dan Akram Mutiara Lombok.
“Dua industri perhiasaan lainnya berasal dari NTB, yaitu Lombok NTB Pearls dan Mutiara Adalah Kamu,” sebut Reni.
Pameran Jakarta International Jewellery Fair rutin diadakan setiap tahun dan menjadi ajang bertemunya para pelaku industri perhiasan serta industri pendukungnya, mulai dari pabrikan, distributor, toko, perusahaan permesinan, desainer, dan perajin lokal skala kecil dan menengah, dengan para konsumen perhiasan.
Reni menilai, pameran ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk mempromosikan produk perhiasan dan produk pendukung lainnya, serta untuk menjalin kerja sama bisnis bagi semua stakeholder terkait di sektor industri perhiasan.
“Acara ini tidak hanya memberikan inspirasi bagi kita dalam mendukung perajin Indonesia, tetapi juga mengapresiasi keberagaman budaya negeri ini melalui karya-karya perhiasan yang dihasilkan,” ujarnya.
Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Alexandra Arri Cahyani mengungkapkan, selain fasilitasi pameran, Ditjen IKMA juga terus melakukan pembinaan kepada industri perhiasan melalui program peningkatan kompetensi SDM dan teknologi proses produksi, mendorong penguatan struktur industri dengan peningkatan kualitas dan kontinuitas bahan baku dan bahan penolong di dalam negeri.
Di samping itu, pengembangan produk melalui peningkatan kualitas desain dan diferensiasi produk sesuai dengan permintaan pasar, serta peninjauan kembali harga energi (gas, listrik, air) agar lebih kompetitif bagi skala industri. “Kami juga terus mendorong penguatan brand lokal agar industri perhiasan semakin maju dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Laporan : Uciyana
Editor : Rustam
UKM
Kopi Senja, Kopi Untuk Semua Kalangan
KENDARI, Bursabisnis. Id – Industri Rumah Tangga (IRT) Kopi Senja yang beralamat di Lingkungan RW 07 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, telah merambah pasar dalam Kota Kendari.
Pelanggannya tersebar di mana-mana, mulai kalangan bawah, menengah bahkan elitpun menyukai cita rasa Kopi Senja yang diracik untuk menghilangkan rasa dahaga dengan tetap mempertahankan aroma kopi.
Kopi Senja yang dijual dengan sistem keliling Kota Kendari, memakai sepeda listrik dengan didesain khusus, menjadi perhatian banyak orang.
Kopi Senja dipastikan berada di beberapa titik pusat keramaian, baik di seputaran alun-alun eks MTQ ataupun di sudut-sudut jalan lainnya.
Kopi Senja ini diproduksi secara rumahan yang dikelola oleh Al Malik.
“Terima kasih kepada semua pelanggan setia Kopi Senja. Kami akan selalu memberikan yang terbaik, ” katanya.
Salah satu perusahaan yang suka berbagi Kopi Senja adalah PT. Ayuspin Jaya Perkasa.
Perusahaan ini sering membeli produk Kopi Senja dalam partai besar, lalu membagikan jamaah mesjid usai sholat Jumat.
” Jumat Berkah, PT Ayuspin Jaya Perkasa paling sering berbagi Kopi Senja. Terima kasih sudah mempercayakan kepada kami untuk berbagi, ” ujarnya.
Mengapa Kopi Senja banyak penikmatnya? Tentu saja karena racikan kopinya terasa segar di tenggorokan. Terasa dingin dengan tetap cita rasa dan aroma kopinya masih dominan.
Soal harga? Sudah pasti terjangkau dengan semua kalangan. Masih penasaran? Tunggu apalagi, ayo coba Kopi Senja.
Laporan : Tam
KOPERASI
Prioritaskan Mutu Bangunan, 105 Unit Koperasi Merah Putih di Muna Siap Menggerakkan Ekonomi Lokal
BURSABISNIS : MUNA – Pembangunan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kini menjadi sorotan positif. Tidak hanya mengejar target kuantitas, proyek strategis ini dinilai berhasil mengedepankan kualitas konstruksi yang kokoh, material bermutu tinggi, serta estetika bangunan yang memadai.
Ketua DPC Partai Demokrat Muna, Awal Jaya Bolombo (AJB), memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjaga standar pembangunan gedung koperasi tersebut. Menurutnya, penggunaan material pilihan yang dipadukan dengan keahlian tukang lokal profesional telah menghasilkan bangunan yang tidak hanya kuat, tetapi juga estetik.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Pembangunan gedung KDKMP benar-benar memprioritaskan mutu dan kualitas. Hasilnya bukan sekedar bangunan fisik, tapi struktur yang estetik dan representatif untuk kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar AJB, Selasa (19/5/2026).
AJB, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Muna, mendorong agar sisa pembangunan gedung terus dipacu penyelesaiannya. Ia berharap fasilitas ini segera dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Muna.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muna, Hajar Sosi, memaparkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 150 unit gedung koperasi yang tersebar di 22 kecamatan.
“Hingga saat ini, sebanyak 83 unit gedung permanen telah berdiri dengan kualitas yang sangat terjaga. Sementara itu, 67 unit sisanya masih dalam penyesuaian teknis, mengingat lokasi yang berada di kawasan pesisir membutuhkan spesifikasi struktur khusus karena kendala luas lahan yang di bawah 100 meter persegi,” jelas Hajar.
Meski pembangunan gedung permanen terus berproses, Hajar memastikan bahwa roda organisasi koperasi tidak terhambat. Saat ini, sebanyak 105 unit koperasi telah beroperasi secara aktif meskipun menggunakan bangunan sementara. Seluruh unit tersebut bahkan telah berhasil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk kepatuhan terhadap tata kelola koperasi yang sehat.
Kehadiran gedung-gedung KDKMP yang berkualitas ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkab Muna dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui sarana prasarana yang layak dan bermutu tinggi. (Py)
UKM
Dukung Program MBG, Kadin Akan Luncurkan Sufana Sari Kedelai
KENDARI, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan meluncurkan produk minuman bergizi berbasis nabati, Sufana Sari Kedelai di Kabupaten Konawe.
Produk Sufana Sari Kedelai ini nantinya dapat mendukung pemenuhan gizi, melalui program Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di SD Islam Terpadu, Kelurahan Wawonggole.
Direktur Eksekutif Kadin Sultra, Budi Amin, membenarkan agenda tersebut.
Ia menyebutkan bahwa peluncuran produk ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang.
“Benar, kegiatan ini akan dilaksanakan Rabu pagi dan didukung langsung oleh Ketua Umum Kadin Sultra, Bapak Anton Timbang,” ujar Budi Amin.
Ia menjelaskan, Sufana Sari Kedelai merupakan minuman alternatif pengganti susu berbahan dasar nabati yang diolah dari sari kedelai murni dan kaya akan protein.
“Produk ini hadir sebagai solusi pengganti susu berbahan hewani, dengan kandungan nutrisi yang tetap tinggi karena berasal dari bahan nabati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa Kadin Sultra terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Selain peluncuran produk, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang sejak usia dini. Hal ini dinilai penting dalam upaya membentuk generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Kadin Sultra optimistis inovasi produk lokal seperti Sufana Sari Kedelai dapat menjadi solusi dalam mendukung keberhasilan program MBG, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Budi Amin berharap, kehadiran produk tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi, terutama asupan protein, dengan harga yang lebih terjangkau.
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus12 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN9 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
