ADVETORIAL/PARIWARA
Ini Lima Top Perusahaan Besar Investasi Ratusan Milyar Sampai Triliunan di Sultra
KENDARI, Bursabisnis.id – Terdapat top 5 perusahaan yang melakukan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sejak Januari sampai Desember 2023 di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si, ke 5 perusahaan tersebut adalah PT Ceria Nugraha Indotama, PT Ceria Metalindo Prima, PT Peteka Karya Tala. Kemudian perusahaan PT Karya Alam Perdana dan PT Aneka Tambang Tbk.
Secara rinci Parinringi yang pernah ditugaskan negara sebagai Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) menjelaskan secara rinci, nilai investasi ke 5 perusahaan tersebut yang masuk kategori PMDN, yaitu :
1. PT. Ceria Nugraha Indotama Rp 1,639 Triliun
2. PT. Ceria Metalindo Prima Rp 614,96 Milyar
3. PT. Peteka Karya Tirta Rp 488,30 Milyar
4. PT. Karya Alam Perdana Rp 243,54 Milyar
5. PT. Aneka Tambang Tbk. Rp 231,00 Milyar
Sedangkan 5 top perusahaan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2023, yakni :
1. PT. Virtue Dragon Nickel Industry Rp 1,132 Triliun
2. PT. Vale Indonesia Rp 855,57 Milyar
3. PT. Indonesia Konawe Industrial Park Rp 492,11 Milyar
4. PT. Virtue Dragon Nickel Industrial Park Rp 57,298 Milyar
5. PT. Yatoo Mega Smelter Indonesia Rp 34,472 Milyar
Dari 10 perusahaan, baik investasi PMDN maupun PMA, Parinringi yang pernah menjabat Wakil Bupati Konawe, mengungkapkan ada 5 top perusahaan yang melakukan investasi terbilang besar di Sultra.
Ke 5 top perusahaan tersebut adalah :
1. PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI) Rp 1,639 Triliun
2. PT. Virtue Dragon Nickel Industry Rp 1,132 Triliun
3. PT. Vale Indonesia Rp 855,57 Milyar
4. PT. Ceria Metalindo Prima Rp 614,96 Milyar
5. PT. Peteka Karya Tirta Rp 488,30 Milyar

Perkebunan tebu PT Tiran Indonesia (Group) di Kabupaten Bombana. -foto: tirangroup.com-
DPMPTSP Provinsi Sultra juga mencatat top 5 investasi sektor primer PMA, yaitu :
1. PT. Sulawesi Cahaya Mineral Rp 1,483 Triliun
2. PT. Vale Indonesia Rp 660,44 Milyar
3. PT. Vale Indonesia Tbk Rp 195,12 Milyar
4. PT. Konawe Nikel Nusantara Rp 58,701 Milyar
5. PT. Konutara Sejati Rp 12,098 Milyar

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si
Kemudian, top 5 investasi PMA sektor sekunder, yakni :
1. PT. Virtue Dragon Nickel Industry Rp 1,132 Triliun
2. PT. Kolaka Nickel Indonesia Rp 104,34 Milyar
3. PT. First Heavy Nickel Industry Rp 67,277 Milyar
4. PT. Yato Mega Smelter Indonesia Rp 34,472 Milyar
5. PT. Avan Nickel Industry Rp 21,408 Milyar
Sedangkan investasi PMA sektor tersier yang terbilang besar adalah :
1. PT. Indonesia Pomalaa Industrial Park Rp 592,36 Milyar
2. PT. Ascendent Land Logistic Rp 514,76 Milyar
3. PT. Indonesia Konawe Industri Park Rp 492,11 Milyar
4. PT. Pelabuhan Muara Sampara Rp 83,528 Milyar
5. PT. Virtue Dragon Nickel Industry Park Rp 57,298 Milyar
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sultra yang dipimpin Parinringi yang juga pernah menjabat Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra di era Gubernur Sultra Ali Mazi, mencatat investasi PMDN sektor primer, sekunder dan tersier.
Berdasarkan data DPMPTSP Sultra, investasi PMDN sektor primer ada top 5 perusahaan yang berinvestasi terbilang besar di Sultra. Ke 5 perusahaan tersebut, yakni :
1. PT. Manunggal Sarana Surya Pratama Rp 143,85 Milyar
2. PT. Aneka Tambang Tbk Rp 220,37 Milyar
3. PT. Tiran Indonesia Rp 126,15 Milyar
4. PT. Timah Investasi Mineral Rp 103,57 Milyar
5. PT. Gema Kreasi Perdana Rp 74,221 Milyar
Sedangkan investasi PMDN sektor sekunder, berdasarkan data DPMPTSP Sultra, terdapat 5 top perusahaan yang menanamkan investasi, yaitu :
1. PT. Ceria Nugraha Indotama Rp 1,639 Triliun
2. PT. Ceria Metalindo Prima Rp 614,96 Milyar
3. PT. Kovalen Mining Rp 108,00 Milyar
4. PT. Gunung Andalan Sukses Rp 64,329 Milyar
5. PT. Industri Smelter Nusantara Rp 52,450 Milyar
Kemudian investasi PMDN sektor tersier, juga ada 5 badan usaha yang menanamkan investasi besar di Sultra yang dikenal kaya sumberdaya alam (SDA) nya, yakni :
1. PT. Peteka Karya Tirta Rp 488,30 Milyar
2. PT. PLN Indonesia Power Rp 267,24 Milyar
3. PT. Pelayaran Samudera Lamappepenin Rp 196,85 Milyar
4. PT. Nusantara Industri Sejati Rp 87,549 Milyar
5. PT. Maju Sentosa Rp 62,218 Milyar.
(Advetorial/Pariwara)
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
