Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Kendari Kota Wisata yang Menarik dan Mempesona Dikunjungi

Published

on

Kebun Raya Kendari yang ramai dikunjungi setiap akhir pekan. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Kota Kendari yang dikenal sebagai kota perdagangan, jasa dan pendidikan, juga mempunyai potensi pariwisata yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Indonesia.

Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berada di Teluk Kendari ini, memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan menawarkan panorama yang mempesona.

Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, Kota Kendari memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari memiliki potensi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Potensi pariwisata yang dimaksud Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel) ini, antara lain :

Pantai Nambo

1. Pantai Nambo

Pantai Nambo berada di Kecamatan Nambo, hanya sekitar 16 Kilometer dari pusat Kota Kendari. Untuk mencapai obyek wisata Nambo, waktu tempuh hanya sekitar 30 menit atau paling lama 1 jam.

Di pantai ini, pengunjung dapat menikmati keindahan pasir pantai yang membentang dari timur ke barat. Di Pantai Nambo, pengunjung juga bisa berenang sambil menikmati deburan ombak.

2. Kendari Beach

Kendari Beach adalah salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi sejak sore hari hingga malam, terutama saat  akhir pekan atau hari libur.

Pengunjung Kendari Beach yang panjangnya sekitar 2 Kilometer ini dapat menikmati aneka kuliner khas Kendari yang disediakan para UMKM kuliner.

Misalnya saja, kuliner pisang epe, ikan bakar, bakso, aneka minuman juz, coto, mie pangsit, kacang rebus.

Sembari menikmati jajanan, pengunjung yang membawa anak-anaknya juga bisa bermain balon raksasa dan odong-odong.

3. Wisata Anjungan Teluk Kendari

Masih area Kendari Beach, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pariwisata telah membangun Anjungan Teluk Kendari yang menyediakan wahana bianglala, kora-kora, komedi putar, playground, jembatan kaca, serta wahana terbaru bebek air dan mini car.

Dari atas wahana kincir, pengunjung dapat melihat keindahan Kota Kendari dari ketinggian. Termasuk melihat panorama Teluk Kendari.

Anjungan Teluk Kendari. -foto:ist-

Di Anjungan Teluk Kendari ini, juga tersedia aneka kuliner khas Kendari.

4. Jembatan Teluk Kendari

Salah satu ikon terkenal di Kota Kendari adalah jembatan Teluk Kendari yang menghubungkan kota lama Kendari dengan Lapulu, Kecamatan Abeli.

Jembatan yang panjangnya 1.348 meter ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2020.

5. Kebun Raya Kendari

Bagi yang ingin menikmati suasana alam di tengah hutan, dapat berkunjung ke lokasi Kebun Raya Kendari. Pengunjung dapat melihat berbagai pohon yang tumbuh secara alami di lokasi ini.

Pengunjung juga dapat bermain di kali yang membentang sepanjang Kebun Raya Kendari. Lokasi ini sangat pas untuk wisata keluarga. Selain biaya masuknya murah, lokasinya juga tidak jauh dari Kota Kendari.

Kawasan Kebun Raya Kendari memiliki seluas 96 Hektare dengan fasilitas lengkap dan memiliki fungsi konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi bunga anggrek sekitar 140 jenis serta ribuan pohon berbagai jenis.

6. Mesjid Al Alam

Salah satu lokasi wisata religi yang menarik dikunjungi adalah Mesjid Al Alam yang letaknya di Teluk Kendari. Mesjid Al Alam yang juga dikenal mesjid terapung ini dibangun pada zaman Pemerintahan Gubernur Sultra, Nur Alam.

Untuk menuju ke mesjid yang jaraknya sekitar 500 meter dari jalan By Pass Kendari, pengunjung melewati hutan bakau yang membentang dari arah utara sampai selatan.

7. Tugu Persatuan

Tugu Persatuan Kendari yang kini diubah namanya menjadi Tugu Religi, merupakan salah satu ikon terkenal di Sulawesi Tenggara.

Tugu Persatuan yang tingginya 99 meter ini dibangun pada zaman Pemerintahan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Tugu ini dibangun pada tahun 2004, persiapan Kota Kendari sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXI pada tahun 2006.

Selain obyek wisata tersebut, Kota Kendari masih mempunyai obyek Air Terjun Nanga Nanga, Air Terjun Lasolo, Taman Kota Kendari, Taman Teratai, , Mantara Waterpark Kendari, CitraLand Waterpark, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara, Agrowisata Qurratu’ain, dan Kendari Water Front City.

Untuk ketersediaan hotel, Kota Kendari memiliki hotel berkelas, seperti Swiss-Belhotel Kendari, Claro Kendari, The Bonte Hotel, Plaza Inn, Harizon Hotel Kendari, Same Boutique Kendari, Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention Kendari.

“Ya masih banyak hotel-hotel lainnya yang bervariasi dan dapat memberikan kemudahan bagi akomodasi kegiatan wisatawan di Kota Kendari,” ungkap Parinringi yang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut).

Dengan potensi pariwisata Kota Kendari yang menarik dan mempesona, maka para pelaku bisnis yang ingin berinvestasi di Kota Kendari ataupun di kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tenggara, silahkan berkunjung.

“Kota Kendari dan sekitar merupakan kota yang mempunyai peluang investasi yang sangat terbuka. Kami mengundang para investor untuk datang berinvestasi di Sultra,” ajak Parinringi.

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.

“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.

“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.

Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.

Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.

Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)

Continue Reading

Trending