Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Kepala DPMPTSP, Parinringi : Kemajuan Pembangunan Sultra Ditandai Dengan Penduduk Sejahtera

Published

on

Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto melakukan panen raya padi sawah di Kabupaten Konawe Selatan -foto:istimewa-

KENDARI, Bursabisnis.id – Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menetapkan visi “Terwujudnya Provinsi Sulawesi Tenggara yang Maju dan Sejahtera Tahun 2025”.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Parinringi,SE,M.Si, dalam visi tersebut, terdapat makna bahwa keberhasilan pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara kedepan ditandai dengan kondisi Sultra yang maju dengan penduduk sejahtera.

Maju dalam hal ini tingkat kemajuan daerah yang dinilai berdasarkan berbagai ukuran, ditinjau dari indikator sosial,” kata Parinringi yang pernah menjabat selama satu periode sebagai Wakil Bupati Konawe.

Untuk tingkat kemajuan daerah , menurutnya dapat diukur dari kualitas sumber daya manusianya (SDM) yang mana memiliki kepribadian bangsa, berakhlak mulia, dan berkualitas pendidikan tinggi.

Daerah yang maju, lanjut Parinringi, harus di dukung dengan infrastruktur yang juga maju. Hal ini dapat ditinjau dari tingkat perkembangan ekonomi.

Kemudian kemajuan dilihat dari tingkat kemakmurannya yang tercermin pada tingkat pendapatan dan pembagiannya.

Tingginya pendapatan rata-rata dan ratanya pembagian ekonomi suatu daerah, menjadikan daerah tersebut lebih makmur dan lebih maju.

“Pada umumnya daerah semacam ini adalah daerah yang sektor industri dan sektor jasanya telah maju dan berkembang pesat,” bebernya.

Mantan Kepala Kesbangpol Sultra ini juga menjelaskan, selain indikator sosial ekonomi yang baik, daerah yang maju telah memiliki sistem dan kelembagaan politik, termasuk penegakan hukukm yang baik.

Lembaga politik dan kemasyarakatan telah berfungsi berdasarkan aturan dasar, yaitu konstitusi yang ditetapkan oleh masyarakat.

Selanjutnya daerah yang maju juga ditandai dengan adanya peran serta rakyat secara nyata dan efektif dalam segala aspek kehidupan. Baik aspek ekonomi, sosial, politik, maupun pertahanan dan keamanan.

Kemudian, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

Kondisi penduduk yang sehat ditandai dengan angka harapan hidup yang tinggi. Kemudian kondisi damai ditandai dengan kehidupan dalam masyarakat yang tenang dan tidak ada gangguan ketertiban dan keamanan.

Sejahtera dalam pengertian ekonomi yaitu dihubungkan dengan keuntungan benda. Lalu dalam kebijakan sosial, menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Parinringi menjelaskan, makna maju dan sejahtera dimaknai sebagai kondisi masyarakat Sulawesi Tenggara :

a. Penduduknya berpendapatan memadai, menerapkan teknologi dan ekonomi dibangun berdasarkan azas pemerataan serta pengembangan industri dan jasa berdasarkan komoditas unggulan daerah dengan memperhatikan kelestarian daya dukung lingkungan.

b. Penduduknya dalam keadaan makmur, sehat dan damai.

c. Penduduknya secara ekonomi mempunyai pendapatan yang memadai sehingga mampu memenuhi standar hidup yang layak.

Standar hidup yang layak terkait dengan kebutuhan akan sandang, papan, pangan yang memadai serta kemampuan serta kemampuan menyediakan fasilitas lain yang dibutuhkan secara individu dan keluarganya.

d. Penduduknya yang cerdas dan berdaya saing tinggi sebagai hasil dari pelayanan pendidikan dan kesehatan secara mudah dan dapat menjangkau seluruh wilayah.

Misi

Misi merupakan suatu rumusan umum mengenai upaya-upaya ataupun langkah- langkah yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.

Dalam hal ini, kata Parinringi, misi dari Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka mengaktualisasikan visi tersebut, yaitu:

1. Misi Mewujudkan manusia yang religius dan tangguh.

Tangguh bermakna memiliki tingkat kesehatan yang baik, berpendidikan yang berkualitas, memiliki kompetensi yang tinggi, memiliki daya saing, memiliki keterampilan teknologi komunikasi dan informasi yang cukup serta selaras dengan perkembangan teknologi.

Lalu, berkepribadian yang mandiri dengan rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, serta mewujudkan semangat toleransi dan saling hormat- menghormati dalam perbedaan mendorong tumbuhnya produktivitas masyarakat untuk bersaing dalam era globalisasi

2. Misi perekonomian yang tangguh berbasis pada potensi daerah.

Dalam rangka mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan yang berkeadilan, optimalisasi sumberdaya ekonomi yang ada dengan memberi ruang yang adil bagi semua tingkat pelaku usaha.

3. Misi tata kelola pemerintahan yang baik.

Pembangunan Sulawesi Tenggara mengutamakan akuntabilitas kepemerintahan yang bertanggung jawab, peningkatan efisiensi birokrasi, kemitraan yang selaras antara legislatif dan eksekutif dan penciptaan stabilitas sosial politik serta konsisten dalam penegakan hukum.

4. Misi pengelolaan lingkungan hidup.

Pembangunan Sulawesi Tenggara didorong untuk adil dan bijaksana dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan, serta keseimbangan pemanfaatan ruang yang serasi antara kawasan lindung dan budidaya serta pemanfaatan di kawasan perkotaan dan kawasan pedesaan.

5. Misi pengelolaan keuangan daerah yang efektif.

Upaya optimalisasi sumber- sumber pendapatan strategis perlu diimbangi dengan pembelajaran yang efektif efisien serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel, sehingga dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

 

(Advetorial/Pariwara)

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Belajar dari Aqua Dwipayana: Kekuatan Silaturahim Membuka Jalan Hidup yang Bermakna

Published

on

By

YOGYAKARTA, bursabisnis.id – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Yogyakarta menjadi lokasi istimewa yang mempertemukan puluhan wartawan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan seseorang yang luar biasa, yakni pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana, Selasa 25 Agustus 2026.
‎
‎Pertemun tersebut diinisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, dibawah kepemimpinan Edwin Permadi.
‎
‎Dibalut konsep sharing komunikasi dan motivasi, Aqua Dwipayana yang juga merupakan motivator nasional memberikan penguatan kepada puluhan wartawan ekonomi mitra Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.
‎
‎The Power of Silaturahim, menjadi judul besar dari materi yang dipaparkan sang wartawan senior itu.
‎
‎Denga keahlian membangun komunikasi, Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana kekuatan silaturahim dapat mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan.

‎
‎Kisah perjalanan hidupnya hingga berada di titik saat ini menjadi bukti bagaimana kekuatan silaturahmi bisa membuka jalan, dan menjadikan hidup yang berkah
‎serta bermakna.
‎
‎”Menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan merawat silaturahim membuka jalan menuju kesuksesan,” ujar mantan wartawan Suara Indonesia itu.
‎
‎Jejak kebaikan yang dibangun saat dirinya menekuni profesi wartawan di masa muda, mengantarkan dirinya dikenal dan terus diingat para narasumber yang pernah diwawancarainya. Dengan kesan baik yang ditinggalkan, tak jarang pula memudahkan rutinitas dan usaha yang dilakoni.
‎
‎”Pertemanan saya dengan narasumber yang pernah saya wawancara saat jadi wartawan masih berlanjut sampai sekarang. Itu karena konsep silaturahim yang saya bangun selama ini. Saya itu paling sering silaturahim, bahkan saya sudah agendakan siapa yang saya harus temui. Bukan untuk meminta sesuatu ya, tapi sekadar bertemu, bercerita dan mengetahui situasi mereka, apabila ada permasalahan dan kesulitan, terkadang bisa saling memberikan wejangan. Itulah yang saya sebut The Power of Silaturahim,” jelas Aqua Dwipayana, mengenang masa-masa keaktifannya menjadi wartawan.
‎
‎Aqua Dwipayana yang kini telah melahirkan banyak karya melalui tulisannya itu juga tak lupa mengingatkan para wartawan untuk terus membangun diri.
‎
‎”Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tetap mengupgrade, terus belajar, jangan cepat puas. Bentuklah karakter dengan kredibilitas, komitmen dan konsisten,” ungkap wartawan senior itu.
‎
‎Aqua Dwipayana juga menyampaikan, bahwa kerja itu ibadah, soal rezeki itu bersifat jatah, sudah ada takarannya yang ditentukan sang pencipta. Olehnya itu, bekerja dengan baik sesuai koridornya, kerja keras dan ikhlas, maka tuhan akan memberikan yang terbaik.
‎
‎Tak hanya itu, Aqua Dwipayana juga memberikan empat kartu AS untuk mencapai kesuksesan yakni kerja ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.
‎
‎”Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas tidak hanya mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya juga gampang dilaksanakan. Hanya saja, perlu konsistensi yang tinggi untuk dapat menerapkannya,” pungkas Aqua Dwipayana.
‎
‎
‎
‎


laporan: mirkas

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

Trending