Connect with us

METRO KENDARI

LPPM UHO Lepas Mahasiswa KKN Tematik, Dorong Transformasi Ekonomi Ibu Rumah Tangga

Published

on

Peserta KKN Tematik UHO di Kelurahan Matabubu, Kota Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Pada Jumat 3 Oktober 2025, LPPM UHO resmi melepas mahasiswa peserta KKN Tematik yang akan menjalankan pengabdian di Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Pelepasan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian yang terintegrasi dengan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat

Peserta KKN disambut hangat oleh pemerintah Kelurahan Matabubu yang menjadi mitra utama kegiatan. Suasana penerimaan berlangsung penuh keakraban, menegaskan kuatnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah  dalam membangun masyarakat.

Tahun ini, program KKN mengangkat tema “Pengelolaan Risiko Pendapatan Keluarga melalui Transformasi Ekonomi Ibu Rumah Tangga”.

Tema ini dipilih karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat perkotaan yang masih menghadapi tantangan ekonomi keluarga, terutama di tengah dinamika harga bahan pokok, keterbatasan lapangan kerja, dan rendahnya akses ibu rumah tangga terhadap teknologi serta pasar digital.

Ketua KKN Tematik, Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi untuk mengatasi persoalan klasik yang dihadapi ibu-ibu rumah tangga.

Menurutnya, literasi keuangan yang masih terbatas, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta risiko pendapatan keluarga yang fluktuatif sering menjadi hambatan utama dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga membangun pola pikir baru bagi ibu-ibu rumah tangga agar lebih berdaya secara ekonomi. Kami memberikan keterampilan praktis, mulai dari pemanfaatan lahan pekarangan untuk kemandirian pangan, pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, diversifikasi produk lokal dengan desain kemasan yang menarik, hingga transformasi pemasaran produk cemilan handmade melalui platform digital dengan metode pembayaran QRIS,” jelas Dr. Weka.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen peserta dan mitra masyarakat. Harapannya, kegiatan KKN Tematik di Kelurahan Matabubu tidak sekadar menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi benar-benar meninggalkan warisan berupa budaya baru dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga.

“Kami ingin ibu-ibu di Matabubu memiliki kemampuan berwirausaha yang berkelanjutan. Tidak hanya menjual produk dalam lingkup lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya penuh optimisme.

Program KKN Tematik ini melibatkan enam dosen UHO dari berbagai bidang keilmuan. Mereka hadir untuk memberikan pembinaan intensif sesuai keahlian masing-masing, mulai dari manajemen risiko agribisnis, proteksi tanaman, penyuluhan pertanian, teknologi pendidikan, hingga teknologi informasi. Keterlibatan lintas disiplin ilmu ini diharapkan mampu memberikan pendekatan komprehensif dalam memecahkan persoalan ekonomi rumah tangga. Dukungan penuh juga datang dari pemerintah Kelurahan Matabubu yang menyiapkan sarana pendukung sekaligus memfasilitasi partisipasi aktif warga.

Program KKN Tematik LPPM UHO ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui kegiatan pemberdayaan ibu rumah tangga, program ini mendukung pencapaian SDG 1 (No Poverty) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong peningkatan kemandirian ekonomi keluarga.

Upaya pemanfaatan pekarangan dan pengolahan limbah rumah tangga berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), sedangkan integrasi teknologi digital dalam pemasaran produk masyarakat mencerminkan dukungan terhadap SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

Dengan demikian, KKN Tematik UHO tidak hanya berdampak pada tingkat lokal, tetapi juga turut mengambil bagian dalam gerakan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Tim akademik dipimpin langsung oleh Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P., dengan anggota yang terdiri atas Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., Dr. Putu Arimbawa, S.P., M.Si., Dr. Mursalim, S.Pd., M.Pd., M.Inf.Tech., Rizal Adi Saputra, S.T., M.Kom., dan Edi Syah Mihrad, S.P., M.P. Kehadiran para akademisi ini menegaskan bahwa UHO tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menciptakan solusi nyata berbasis riset dan inovasi.

Sebanyak 15 mahasiswa lintas program studi turut terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah Wildayanti, Suci Oktavia Rahmadani, dan Ayu Pratiwi N. dari Program Studi Agroteknologi; Dandi Cahyadi, Akmal Rahman, dan Inda Asriyanti Lauto dari Program Studi Penyuluhan Pertanian; Marni Mulyani dari Program Studi Agribisnis; serta Riskan dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. Dari Fakultas Farmasi, hadir Asrumin dan Fitya Aulia Fauzi, sementara dari Program Studi Ilmu Lingkungan bergabung Florencia Virgiane Evalyn Padang, La Ode Sukriman, dan Rizkah Nurhasanah.

Adapun Anisa Suci Pratiwi dan Nur Rahma Sela mewakili Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP. Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang beragam ini memperlihatkan semangat kolaboratif lintas disiplin, sekaligus menjadi ruang belajar berharga bagi mereka untuk menerapkan teori akademik dalam konteks nyata di tengah masyarakat.

Program KKN Tematik LPPM UHO berlangsung dari 15 September hingga 15 Oktober 2025. Selama dua bulan, mahasiswa bersama tim akademik ditargetkan menghasilkan luaran nyata berupa kebun pekarangan produktif, aneka produk handmade dengan kemasan inovatif, serta publikasi ilmiah dan pemberitaan media massa terkait hasil program. Dengan adanya luaran tersebut, UHO berharap pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi inspirasi bagi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Laporan : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Warga Tunggala Menangkan Sengketa Tanah Berdasarkan Putusan PN Kendari

Published

on

By

Lokasi tanah yang disengketakan. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Perkara sengketa tanah yang melibatkan warga Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, yang terletak di Kecamatan Wuawua, Kota Kendari akhirnya menemui titik terang, setelah Pengadilan Negeri (PN) Kendari mengeluarkan putusan.

Berdasarkan putusan PN Kendari pada Kamis tanggal 23 Juli dengan nomor 12/Pdt.G/2026/PN Kdi, pokok perkara menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard).

Dalam proses penyelesaian perkara tersebut, warga Tunggala Dalam mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum dari Ketua LBH HAMI Sultra Andre Darmawan dan Tim, yang turut membantu memperjuangkan hak warga melalui jalur hukum.

Putusan PN Kendari menjadi dasar penting bagi warga dalam memperjuangkan hak atas tanah yang disengketakan.

Atas putusan tersebut, Erik Lerihardika warga Tunggala menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Tim Penasihat Hukum Andre Darmawan yang telah membantu mereka dalam memperjuangkan hak atas tanah yang di klaim.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil putusan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andre Darmawan dan Tim yang sudah membantu dan mendampingi kami dalam memperjuangkan hak kami,” ungkapnya.

Kata Erik, bantuan yang diberikan Andre Darmawan dan Tim memberikan semangat dan keyakinan bagi mereka untuk tetap memperjuangkan hak melalui jalur hukum.

Untuk itu, dia berharap putusan PN Kendari dapat menjadi dasar kepastian hukum atas tanah yang selama ini menjadi objek sengketa.

“Kami tidak bisa membalas apa yang sudah beliau lakukan. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga kebaikan beliau dibalas dengan kebaikan yang lebih besar,” tambahnya.

Warga berharap seluruh pihak dapat menghormati dan menjalankan putusan Pengadilan Negeri Kendari sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka juga berharap kemenangan tersebut menjadi akhir dari persoalan sengketa tanah yang telah mereka hadapi.

Perlu diketahui, Kasus dugaan penyerobotan tanah kembali di lorong Tunggala Dalam (Baito), kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua Kota Kendari, telah berlangsung sejak lama.

Ada sebanyak 8 rumah mendapati tanah miliknya tiba-tiba telah beralih kepemilikan menjadi atas nama orang lain, bahkan telah bersertifikat resmi.

Sebagian warga mengaku, telah membeli tanah tersebut sejak Tahun 2013 kepada bapak Herman/Suharto (Pemilik Tanah Pertama). Kemudian heran tiba-tiba tanah tersebut di serobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan anehnya tanah tersebut telah bersertifikat.

Padahal warga memiliki bukti yang sangat kuat atas tanah tersebut, yang dimana dia mempunyai alas hak, bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan bukti lainnya.

Bahkan sempat melakukan pertemuan antara warga dan pihak penggugat di Kantor Lurah Wuawua untuk mempertanyakan sertifikat tanah yang baru di keluarkan oleh BPN. Tetapi pihak penggugat enggan memberikan bukti dan justru melaporkan hal ini ke Polda hingga ke di PN Kendari.

Warga tersebut tak tinggal diam dan kini tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan penyerobotan tanah tersebut.

Hingga akhirnya, warga Tunggala Dalam mendapatkan kepastian hukum dan memenangkan tanah yang digugat oleh pihak terduga mafia tanah.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Kadin Sultra dan IAI Rawa Aopa Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM

Published

on

By

Pertemuan pengurus Kadin Sultra dan IAI Rawa Appa

KENDARI, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) jajaki kerjasama dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa.

Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra, agar lebih berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta industri.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan bersama yang dihadiri pengurus Kadin Sultra, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, dan pihak Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Kadin Sultra, Dr. H. Supriadi, menyatakan bahwa Kadin Sultra berkomitmen mendukung lembaga pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan sektor usaha dan industri.

“Kadin Sultra siap menjadi jembatan antara dunia kampus, dunia usaha, dan pemerintah. Sinergi ini bertujuan mencetak lulusan yang siap kerja, mendorong lahirnya wirausaha muda, menghasilkan riset yang dapat diterapkan di industri, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Sultra,” kata dia Supriadi saat ditemui disela-sela pertemuan dengan IAI Rawa Aopa pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dimana dengan kerjasama ini juga, Kadin
Sultra membuka akses magang mahasiswa di perusahaan yang tergabung di Kadin Sultra, sehingga memperoleh pengalaman kerja sebelum lulus.

Kadin Sultra akan memfasilitasi dan melakukan pembinaan terhadap mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk menjadi wirausaha berbasis potensi lokal seperti hilirisasi nikel, kakao, rumput laut, dan perikanan.

Ia berharap, selain pengembangan SDM mahasiswa IAI Rawa Aopa, hasil penelitian dosen diarahkan menjadi solusi nyata bagi industri di Sultra, bukan hanya publikasi ilmiah.

“Kadin dan universitas bersama-sama mempromosikan peluang investasi Sultra melalui seminar, business matching, dan kajian ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Ia menilai hadirnya Kadin Sultra akan memberikan nilai tambah bagi para mahasiswa dan civitas akademika dalam mengakses peluang magang, pelatihan vokasi, hingga penyaluran tenaga kerja.

“Kerjasama ini banyak hal, salah satunya mahasiswa kami bisa diberi ruang berkaitan dengan magang dan pelatihan wirasausaha agar bukan hanya teori yang dikuasai tetapi dibarengi dengan praktek, dan tentunya Integrasi antara kurikulum akademik dengan dinamika dunia usaha dari Kadin akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di IAI Rawa Aopa,” katanya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan. Pihak yayasan siap memfasilitasi penguatan kelembagaan dan sarana penunjang guna menyukseskan implementasi kerja sama tersebut.

“Kita berharap dengan kerjasama ini, bisa memberikan dampak yang luas, khususnya peningkatan sarana prasana dan fasilitas demi menunjang program ekonomi kreatif yang kami bangun seperti tapak ikan Air tawar, perhotelan dan pemanfaatan lahan pertanian,” tukasnya.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Antri BBM Solar di Bahu Jalan, Dimintai Retribusi

Published

on

By

Retribusi parkir pengantin BBM

​KENDARI, Bursabisnis. Id — Para sopir pengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) di bahu jalan di sekitar SPBU yang terletak di By Pass Kemaraya Kota Kendari, mengeluh karena mereka dikenai retribusi.

Penerapan retribusi di bahu jalan tersebut dinilai tidak adil serta terkesan memanfaatkan situasi kelangkaan BBM yang saat ini dialami para pengemudi.

​Pungutan tersebut memberlakukan tarif berbeda berdasarkan ukuran kendaraan, yakni sebesar Rp5.000 untuk mobil kecil dan Rp10.000 untuk mobil berukuran besar.

​Salah seorang pengantri solar di SPBU, Rudi, mengungkapkan rasa keberatannya atas penarikan retribusi yang dinilai tebang pilih.

Ia mempertanyakan alasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari yang hanya menyasar pengantri solar, sementara kendaraan pengantri BBM jenis Pertalite yang juga menggunakan bahu jalan tidak dikenakan pungutan serupa.

​”Kami tidak mempermasalahkan jika memang itu untuk pendapatan Pemda, tapi kenapa hanya pengantri solar yang dikenai tarif biaya retribusi sementara pengantri Pertalite baik motor dan mobil tidak dikenakan biaya retribusi,” Ujar Rudi saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon WhatsApp.

“Kami justru mendukung kalau itu memang untuk pemda, tapi ini kan kita sedang mengantri BBM bukan menitipkan kendaraan, kalau seperti di Swalayan kan wajar retribusinya jelas untuk jasa menitipkan kendaraan sementara di SPBU itu kita mengantri,” Jalas Rudi.

​Rudi menambahkan bahwa keberadaan para sopir yang mengular hingga ke bahu jalan di sekitar SPBU murni disebabkan oleh keterbatasan pasokan solar, bukan karena kesengajaan para pengemudi untuk memarkirkan kendaraan mereka.

​”Dan mengantri BBM juga ini bukan kemauan kami, kami mengantri karena kelangkaan BBM itu sendiri. Kalau memang harus dikenakan tarif retribusi, pihak Dishub harus adil artinya pengantri pertalite juga yang keluar di bahu Jalan harus dikenakan retribusi,” tegasnya.

​Sorotan masyarakat ini menyasar pada efektivitas serta keadilan regulasi penarikan retribusi daerah di lapangan. Penarikan biaya di tengah situasi kelangkaan bahan bakar dinilai kian menambah beban para sopir yang sudah harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan solar.

​Guna berimbangnya pemberitaan, media ini melakukan upaya konfirmasi kepada pihak dinas terlait. Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Paminuddin, meminta media ini untuk menemuinya secara langsung di kantor guna memberikan konfirmasi terkait keluhan para sopir tersebut.

​”Nanti besok ya. Konfirmasi dikator, selesai saya kerja bakti,” ujar Paminuddin singkat.

Laporan : Man
Editor : Tam

Continue Reading

Trending