Connect with us

KOMUNITAS

Menyongsong Tantangan Zaman, GMNI Kendari Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar

Published

on

Peserta Kaderisasi Tingkat Dasar yang digelar GMNI Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Dalam mendorong kualitas dan kapasitas anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari kembali menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) yang di buka secara nasional.

Kegiatan pembukaan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI Kendari dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) pada Sabtu 27 Oktober 2024.

Tema yang diangkat KTD GMNi Kendari kali ini adalah Manifestasi Marhaenisme Sebagai Jalan Baru Menghadapi Tantangan Global.

Ketua panitia KTD Fahrul, mengatakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) adalah program wajib yang dilaksanakan setiap masa periode masa kepengurusan cabang dan harus diikuti oleh peserta yang masih berstatus anggota, baik di komisariat maupun di cabang.

“Kaderisasi Tingkat Dasar GMNI Kendari adalah program prioritas yang harus dilaksanakan dalam setiap kepengurusan cabang,” ujarnya.

Apalagi dalam menyiapkan regenerasi dan kepemimpinan selanjutnya, perlu diadakan sejak dini pemantapan kualitas anggota dalam menghadapi dinamika organisasi serta perkembangan zaman yang semakin cepat.

“Untuk mewujudkan hal tersebut maka sudah menjadi prasyarat mutlak GMNI harus ditopang sistem pengkaderan yang baik, terstruktur dan masif di setiap lintas komisariat GMNI se-Kota Kendari,” terangnya.

Ia mengharapakan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara bersama-sama, menjunjung tinggi royong dan rasa memiliki terhadap organisasi.

“Kaderisasi Tingkat Dasar ini dibuka secara nasional tetapi yang menjadi prioritas utama adalah anggota dan kader GMNI Kendari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya membeberkan salah satu upaya dan target dari KTD adalah mempersiapkan para anggota GMNI menjadi kader yang memahami dan meyakini Marhaenisme sebagai metode berpikir dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosialnya.

Ia juga menekankan, dengan perkembangan zaman dan globalisasi yang serba cepat pentingnya kader GMNI harus bisa adaptif dalam menghadapi tantangan tersebut agar relevansi ajaran Bung Karno tetap menjadi bagian nafas dan perjuangan kader-kader khususnya Kota Kendari.

“Maka Kaderisasi Tingkat Dasar berfungsi sebagai proses indoktrinasi dan internalisasi untuk mengubah mental dan cara berpikir agar lebih progresif-revolusioner dan berkepribadian untuk menjadi kader ideologis yang siap berjuang atas nama organisasi dan ideologi,” harapnya.

Di samping itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ) adalah organisasi kader yang memiliki tujuan mendidik kader bangsa dalam mewujudkan sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan UUD 1945.

Atas dasar pemikiran tersebut maka penting bagi GMNI untuk secara terus menerus berjuang bagi kepentingan rakyat banyak. Karenanya, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab perjuangannya itu, penting kiranya bagi GMNI untuk dapat melahirkan kader-kader bangsa sebagai pejuang pemikir dan pemikir pejuang yang militan, radikal, kritis, progresif dan revolusioner demi melaksanakan serta mengawal arus perjuangan yang menghendaki terwujudnya sosialisme Indonesia.

Ia juga menegaskan, sebagai terminal kader yang bertujuan untuk mencetak kader bangsa yang progresif-revolusioner berbasiskan ideologi Marhaenisme dan nilai-nilai perjuangan kerakyatan, guna melaksanakan amanat penderitaan rakyat dalam rangka mewujudkan cita–cita nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan makmur (masyarakat Indonesia) yang anti penindasan.

“Kami sebagai organisasi pengkaderan dan pergerakan GMNI memiliki prinsip dasar yang ditanamkan pada setiap kadernya, sehingga hal tersebut harus terus dijunjung tinggi menjadi motor penggerak dan perubahan di tengah gempuran perkembangan modernisasi,” tegasnya

Tak hanya itu, Senior GMNI Kendari Bung Abdul Wahab mengharapkan agar kader-kader GMNI Kendari terus menjadi pendobrak dan pelopor dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Tentu yang terpenting bagaimana memperkuat dan kapasitas, agar keilmuan yang diaktualisasikan bisa bermanfaat untuk masyarakat secara umum.

Terakhir Bendahara DPD GMNI Sulawesi Tenggara dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Bung Fajri menegaskan pentingnya memahami proses yang ada GMNI sebab, ini adalah ruang untuk menciptakan kepemimpinan dan regenerasi untuk terdistribusi di berbagai sektor.

“Apalagi beberapa pertarungan kemarin, banyak yang berkompetisi kader-kader GMNI di Bawaslu, KPU, dan pemilihan legislatif,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri senior-senior GMNI, Pengurus DPD GMNI Sultra, Pengurus DPC GMNI Kendari, Cipayung plus Kota Kendari, lembaga internal kampus, serta anggota dan kader GMNI se-Kota Kendari.

Laporan : Tam

Continue Reading

KOMUNITAS

Asmo Sulsel Bagikan Tips Mudik Aman Dengan Motor

Published

on

By

Tips aman naik motor. -foto:ist-

MAKASSAR, Bursabisnis. Id — Memasuki musim mudik menjelang Hari Raya, banyak masyarakat yang memilih menggunakan sepeda motor sebagai sarana perjalanan menuju kampung halaman.

Melihat tingginya mobilitas pengendara roda dua pada periode ini, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan pentingnya mempersiapkan perjalanan dengan baik, agar mudik tetap aman dan nyaman dengan menerapkan prinsip #Cari_Aman.

Mudik menggunakan sepeda motor memang menjadi pilihan praktis bagi sebagian masyarakat. Namun perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan yang matang, baik dari kondisi kendaraan maupun kesiapan pengendaranya. Oleh karena itu, Asmo Sulsel membagikan beberapa tips berkendara aman yang dapat diterapkan oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor Honda.

Tips Mudik Aman dengan Sepeda Motor:

1. Lakukan Safety Check Sebelum Berangkat

Pastikan sepeda motor dalam kondisi prima sebelum digunakan untuk perjalanan jauh. Periksa komponen penting seperti rem, lampu, tekanan ban, oli mesin, hingga bahan bakar. Apabila perlu, lakukan servis terlebih dahulu di bengkel resmi AHASS untuk memastikan kendaraan siap digunakan.

2. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Lengkap

Keselamatan pengendara sangat dipengaruhi oleh perlengkapan yang digunakan. Gunakan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu agar tubuh terlindungi selama perjalanan.

3. Istirahat Secara Berkala

Perjalanan jauh dapat membuat tubuh cepat lelah. Disarankan untuk beristirahat setiap 2 jam sekali agar kondisi tubuh tetap prima dan konsentrasi saat berkendara tetap terjaga.

4. Hindari Membawa Barang Berlebihan

Pastikan barang bawaan tidak terlalu banyak atau melebihi kapasitas sepeda motor. Barang yang terlalu berat dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

5. Tetap Fokus dan Patuhi Aturan Lalu Lintas

Selalu berkendara dengan penuh konsentrasi, jaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta patuhi rambu lalu lintas. Hindari menggunakan ponsel saat berkendara dan jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh sudah lelah.

Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Perjalanan mudik biasanya menempuh jarak yang cukup jauh, sehingga persiapan menjadi hal yang sangat penting. Pastikan kondisi kendaraan sudah dicek dengan baik, gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta jangan memaksakan diri jika sudah merasa lelah. Dengan menerapkan prinsip #Cari_Aman, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman,” ujar Habib.

Sementara itu, Marketing Manager Asmo Sulsel, Kresna Murti Dewanto, menyampaikan bahwa Honda tidak hanya menghadirkan produk sepeda motor yang andal, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.

“Kami ingin masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, melalui berbagai edukasi keselamatan berkendara, kami terus mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di jalan. Dengan semangat #Cari_Aman, kami berharap perjalanan mudik dapat menjadi momen yang menyenangkan bagi semua orang,” ungkap Kresna.

Melalui tips ini, Asmo Sulsel berharap para pemudik yang menggunakan sepeda motor dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik sehingga perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

KOMUNITAS

ASPIKOM Sultra Akan Gelar Silatwil dan Seminar Komunikasi Digital Bulan April di Kendari

Published

on

By

Rapat panitia pembentukan SC dan OC silatwil. - foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar Silaturahmi Wilayah (Silatwil) pada 7 April 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Ilmu Komunikasi di Sulawesi Tenggara untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru ASPIKOM Sultra.

Silatwil tersebut direncanakan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal ASPIKOM Pusat bersama pengurus nasional lainnya.

Forum ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarprogram studi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, serta pengembangan keilmuan komunikasi di wilayah Sulawesi Tenggara.

ASPIKOM Sultra saat ini beranggotakan enam Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, ditambah Program Studi Jurnalistik Universitas Halu Oleo (UHO) yang turut aktif dalam pengembangan akademik dan jejaring keilmuan komunikasi di daerah tersebut.

Untuk menyukseskan agenda tersebut, panitia telah membentuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang terdiri dari dosen Ilmu Komunikasi dari sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra) dan Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).

Pembentukan kepanitiaan itu dibahas dalam rapat persiapan pada Sabtu (7 Maret 2026) yang turut dihadiri oleh pengurus ASPIKOM Pusat, Prof. Dr. H. Muh Najib Husein, serta Koordinator Wilayah (Korwil) ASPIKOM Sultra, Dr. Jumrana.

Korwil ASPIKOM Sultra, Dr. Jumrana, menjelaskan bahwa Silatwil menjadi agenda penting untuk memperkuat koordinasi antarprogram studi komunikasi di Sulawesi Tenggara sekaligus menentukan arah organisasi ke depan melalui pemilihan pengurus baru.

“Kegiatan Silatwil ASPIKOM Sultra akan dilaksanakan di Kampus UMK pada 7 April 2026 dan direncanakan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal ASPIKOM Pusat,” ujar Jumrana.

Sementara itu, pengurus ASPIKOM Pusat Prof. Dr. H. Muh Najib Husein menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Silatwil tidak hanya berfokus pada agenda organisasi, tetapi juga menghadirkan kegiatan akademik berupa bedah buku dan seminar nasional.

Menurutnya, seminar tersebut akan mengangkat tema perkembangan komunikasi digital dalam dunia industri dan pendidikan, yang saat ini mengalami transformasi sangat cepat seiring kemajuan teknologi informasi.

“Selain agenda Silatwil, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan bedah buku dan seminar yang membahas perkembangan komunikasi digital, khususnya bagaimana teknologi digital mengubah praktik komunikasi di dunia industri sekaligus menuntut penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran di dunia pendidikan,” jelas Najib.

Ia menambahkan, perkembangan media digital, platform komunikasi daring, hingga kecerdasan buatan (AI) telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi informasi. Kondisi tersebut menuntut dunia pendidikan di segala level, termasuk perguruan tinggi, khususnya program studi ilmu komunikasi, untuk terus memperbarui pendekatan akademik agar relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan masyarakat digital.

Melalui seminar tersebut, ASPIKOM diharapkan dapat menjadi ruang diskusi akademik bagi dosen, peneliti, dan praktisi komunikasi untuk bertukar gagasan mengenai tantangan dan peluang komunikasi digital, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri media.

Laporan : Tam

Continue Reading

KOMUNITAS

DPC GMNI Kendari Resmi Bentuk DPK Caretaker Kesehatan

Published

on

By

Penyerahan SK Caretaker DPK Caretaker Kesehatan. -foto:ist-

‎KENDARI, Bursabisnis. Id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan ekspansi dan penguatan akar rumput.

Hal ini dibuktikan dengan peresmian Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI Kesehatan Kota Kendari melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Caretaker secara resmi pada Jumat 6 Maret 2026.

‎Momentum penyerahan SK Caretaker tersebut menunjukan langkah strategis organisasi dalam melakukan konsolidasi dan memperkuat basis ideologi Marhaenisme di lingkungan mahasiswa kesehatan se-Kota Kendari.

‎Ketua DPC GMNI Kendari Awaludin menyampaikan bahwa pembentukan DPK Kesehatan merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk menciptakan basis massa yang lebih spesifik dan terorganisir. Dengan adanya komisariat khusus di sektor kesehatan, GMNI diharapkan mampu merespons isu-isu kesehatan kerakyatan dengan lebih tajam.

‎”Pembentukan DPK Caretaker Kesehatan ini adalah bentuk nyata dari upaya kami untuk terus melakukan penguatan basis di tingkat bawah. Kami ingin GMNI hadir di setiap lini disiplin ilmu, termasuk kesehatan, agar semangat perjuangan ini tetap relevan dan menyentuh seluruh lapisan mahasiswa,” ujar Awaludin dalam keterangannya.

‎Langkah ini juga dipandang sebagai upaya penyegaran organisasi. Dengan hadirnya DPK Kesehatan, GMNI Kendari optimis akan lahir inovasi dan semangat juang baru yang dapat mewarnai dinamika gerakan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

‎Tugas utama dari DPK Caretaker ini adalah menjalankan fungsi-fungsi organisasi di masa transisi, termasuk melakukan kaderisasi awal dan mempersiapkan Musyawarah Komisariat (Muskom) untuk memilih kepengurusan definitif di masa mendatang.

‎Melalui penguatan basis ini, DPC GMNI Kendari berharap seluruh kader yang tergabung dalam DPK Kesehatan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan masyarakat kecil, selaras dengan nafas perjuangan GMNI.

‎”Kami berharap DPK Kesehatan tidak hanya menjadi simbol administratif, tetapi menjadi kawah candradimuka yang melahirkan intelektual organik yang peduli pada realitas sosial,” tutup pernyataan tersebut.

Laporan : Tam

Continue Reading

Trending