Connect with us

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Sultra Edukasi 847 Pegawai PPPK Bombana

Published

on

Ratusan ASN PPPK Bombana mengikuti edukasi OJK Sultra. -foto:dok.ojk Sultra-

BOMBANA, Bursabisnis. id -Gerakan Nasional CerdasKeuangan (Gencarkan) merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Gencarkan melibatkan
berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat, untuk mendorong pemahaman dan penggunaan produk
keuangan yang aman dan terpercaya.

Sejalan dengan hal tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menghadiri undangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten  Bombana pada tanggal 1 Juli 2025 untuk melaksanakan edukasi keuangan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 di Kabupaten  Bombana.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Pemerintah Kab. Bombana dalam rangka meningkatkan literasi keuangan masyarakat Kabupaten  Bombana, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkolaborasi dan
bersinergi dengan OJK dan Industri Jasa Keuangan, antara lain Bursa Efek Indonesia, MNC Sekuritas dan juga BPJS Kesehatan.

OJK Sulawesi Tenggara memberikan materi terkait dengan pengenalan OJK, Industri Jasa Keuangan, pengelolaan keuangan yang baik, waspada aktivitas keuangan ilegal dan judi
online serta kejahatan social engineering.

Dalam kesempatan ini Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara
menyampaikan tujuan pelaksanaan edukasi keuangan kepada masyarakat
Bombana, khususnya kepada ASN PPPK adalah salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, mampu mengelola
keuangan dengan baik serta bijak dalam memilih produk dan layanan jasa
keuangan, jenis investasi yang aman, diatur dan diawasi oleh otoritas yang
berwenang.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara berharap kegiatan sosialisasi ini
dapat bermanfaat baik saat ini maupun untuk ke depannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana Deddy Fan Alva Slamet, ST., MM dalam sambutannya mengharapkan agar ASN PPPK yang saat ini sedang melaksanakan orientasi dapat memahami materi yang disampaikan oleh narasumber, sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Peserta edukasi keuangan berjumlah 847 orang yang merupakan ASN PPPK.

Peserta edukasi sangat antusias dalam mendengarkan materi yang
disampaikan oleh OJK Sulawesi Tenggara yang terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait dengan investasi yang selama ini pernah ditawarkan yang
memiliki ciri-ciri investasi ilegal.

Hal ini menggambarkan bahwa fenomena aktivitas keuangan ilegal juga pernah terjadi di wilayah Kabupaten  Bombana.

Di akhir kegiatan, Kepala Subbagian PEPK dan LMSt selaku narasumber menyampaikan harapan agar materi yang didapatkan oleh peserta edukasi
dapat disebarluaskan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat lain di sekitarnya agar seluruh masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta
terhindar dari kerugian atas aktivitas keuangan illegal.

Laporan : Kas

Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

Melalui Program KEJAR, OJK Sultra Dorong Penguatan Literasi Keuangan dan Budaya Menabung Pelajar

Published

on

By

OJK Sultra menggelar Rakor TPAKD bersama BPR Bahteramas Konawe. -foto:ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat koordinasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)
Kabupaten Konawe dan PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) dalam rangka
memperkuat implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Konawe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi
keuangan pelajar sekaligus persiapan menghadapi penilaian KEJAR Award 2026.

Program KEJAR merupakan salah satu inisiatif strategis OJK untuk mendorong
kepemilikan rekening simpanan oleh pelajar serta menanamkan budaya menabung sejak dini.

Melalui program ini, pelajar diharapkan semakin mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab sebagai bekal dalam mengelola keuangan pada masa mendatang.

Deputi Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Indra Natsir Dahlan, menyampaikan bahwa keberhasilan Program KEJAR memerlukan dukungan dan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dan lembaga jasa
keuangan.

“Sinergi antara Pemda, BPR Bahteramas Konawe, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar. Melalui Program KEJAR, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki akses terhadap produk keuangan formal yang aman, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, optimalisasi pelaksanaan program dan kualitas pelaporan capaian juga menjadi aspek penting dalam penilaian KEJAR Award 2026,” ujar Indra.

Dalam rangka KEJAR Award 2026, OJK melakukan penyempurnaan mekanisme
penilaian melalui pembagian peserta ke dalam lima wilayah regional.

Untuk kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik, penilaian tidak hanya mempertimbangkan capaian kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga komitmen pemerintah daerah dalam
mendukung Program KEJAR melalui kebijakan dan regulasi, alokasi anggaran, integrasi dalam program kerja TPAKD, serta pelaksanaan kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan.

Melalui mekanisme tersebut, Kabupaten Konawe akan bersaing bersama 81 kabupaten/kota lainnya di wilayah Sulawesi dalam menunjukkan
keberhasilan implementasi Program KEJAR dan perluasan akses keuangan bagi
pelajar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Srijoko Wahyu Hendro, SE., M.Si., menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mendukung percepatan implementasi Program KEJAR melalui penguatan koordinasi dengan satuan pendidikan dan pelaku usaha jasa keuangan.

“Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen mendukung Program KEJAR melalui berbagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan dan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar.

Kolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan lembaga jasa keuangan akan terus diperkuat guna mengakselerasi capaian program di Kabupaten Konawe,” ujar Hendro.

Sementara itu, Direktur Utama BPR Bahteramas Konawe, Dr. Ahmat, SE., MM.,
menyampaikan kesiapan perusahaan dalam mendukung implementasi Program KEJAR
melalui edukasi keuangan dan penyediaan layanan pembukaan rekening Simpanan
Pelajar (SimPel).

“BPR Bahteramas Konawe akan terus memperkuat perannya dalam mendukung
perluasan inklusi keuangan pelajar melalui pelaksanaan edukasi keuangan dan fasilitasi pembukaan rekening SimPel di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyampaian data dan laporan capaian program secara tepat waktu dan akuntabel sebagai bagian dari dukungan terhadap keberhasilan implementasi Program KEJAR di Kabupaten Konawe,” ujar Ahmat.

Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat implementasi Program KEJAR di Kabupaten Konawe.

Melalui optimalisasi pembukaan rekening SimPel, penguatan kualitas pelaporan program, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan, diharapkan Program KEJAR dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kepemilikan rekening pelajar dan memperluas akses keuangan formal di kalangan generasi muda.

OJK meyakini bahwa sinergi yang erat antara pemerintah daerah, industri jasa
keuangan, dan satuan pendidikan akan menjadi faktor penting dalam membangun
budaya menabung sejak dini, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta menciptakan generasi muda yang cakap finansial, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Dorong Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan UMKM

Published

on

By

OJK Sultra literasi keuangan di kalangan UMKM. -foto:ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal secara optimal dan bertanggung jawab.

Edukasi keuangan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Jajanan Kuliner memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Konawe, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Bank Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan masyarakat umum yang menghadiri festival kuliner tersebut.

Dalam pelaksanaannya, perwakilan OJK Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan
materi edukasi keuangan yang mencakup pengenalan tugas dan fungsi OJK,
pemahaman mengenai industri jasa keuangan, pengelolaan keuangan usaha, serta peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk kejahatan berbasis social engineering.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, khususnya
terkait maraknya penawaran investasi ilegal, pemanfaatan layanan SLIK, serta peran OJK dalam meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara kembali
menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memastikan bahwa lembaga dan
produk jasa keuangan yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kanal layanan dan pengaduan resmi, antara lain
melalui Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta
Indonesia Anti-Scam Center (IASC).
Selain itu, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan, berani menolak tawaran investasi ilegal, serta senantiasa berhati-hati dalam menyikapi informasi atau penawaran yang berpotensi
merugikan.

OJK akan terus memperluas jangkauan program edukasi keuangan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing.

Melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan ini, OJK berharap masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara semakin memahami peran OJK dan produk jasa keuangan, serta konsisten menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dalam memilih produk dan layanan keuangan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM serta mendorong peningkatan tingkat inklusi keuangan, khususnya di wilayah Kabupaten Konawe.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Sultra Gelar Gerak Syariah 2026

Published

on

By

OJK Sultra gelar kegiatan Gerak Syariah 2026 di Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menyelenggarakan kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Mengusung tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mengoptimalkan momentum Ramadan dalam meningkatkan pemahaman dan akses
masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan syariah.

Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha,
menyampaikan bahwa GERAK Syariah bertujuan untuk meningkatkan awareness
masyarakat secara masif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku
kepentingan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah menjadi penting agar
masyarakat dapat memahami manfaat serta karakteristik produk dan layanan
keuangan syariah, sehingga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus KDEKS Sultra, Dr. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D menyampaikan bahwa melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan Syariah, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan Syariah tetapi juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, KDEKS Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Sulawesi Tenggara atas berbagai inisiatif dan program yang telah dilaksanakan dalam mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan Syariah di Wilayah Sulawesi Tenggara. Berbagai program edukasi keuangan Syariah yang dilakukan OJK telah memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan Syariah.

Pelaksanaan GERAK Syariah di Kota Kendari dipusatkan di Area Bakul Ramadan Pelataran Hotel Claro Kendari pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat umum, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, perempuan, serta kelompok masyarakat lainnyadengan total peserta kurang lebih 250 orang.

Salah satu kegiatan utama adalah Lomba Cerdas Cermat Keuangan Syariah yang
diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kendari, antara lain Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, IAIN Kendari, dan STIE 66 Kendari.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai konsep dasar serta praktik keuangan syariah.
Selain itu, diselenggarakan pula kegiatan KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) yang dikemas dalam format podcast edukatif melalui kolaborasi bersama Radio Republik Indonesia Kendari, Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Tenggara (KDEKS Sultra) serta PUJK Syariah yang ada di Kendari.

Kegiatan ini membahas berbagai isu terkait literasi keuangan syariah serta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Untuk memperkuat pemahaman masyarakat dari perspektif nilai keagamaan,
kegiatan ini juga menghadirkan Dakwah Keuangan Syariah yang disampaikan oleh
Ust. Jahada Sahabuddin, S.Ag., M.Pdi, yang mengajak masyarakat untuk
menerapkan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Trending