Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Pemerintah Pusat Berikan Perhatian Terhadap Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Sultra

Published

on

Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bombana. -foto:menpan.go.id-

KENDARI, Bursabisnis.id – Pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) demi memberikan kemudahan pelayanan publik kepada masyarakat.

Perhatian pemerintah pusat ini diungkapkan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Isra Alnur saat membuka Rapat Koordinasi dan Asistensi Penerapan PTSP di daerah pada Rabu, 22 Mei 2024.

Untuk Provinsi Sultra, saat ini sudah terdapat 4 MPP dari 17 kabupaten dan kota. Ke 4 MPP tersebut adalah MPP Kota Kendari, MPP Kabupaten Bombana,  MPP Kabupaten Kolaka dan MPP Kabupaten Konawe.

“Nah perhatian pemerintah pusat saat ini, adalah bagaimana setiap kabupaten dan kota memiliki MPP yang memudahkan masyarakat mengakses layanan publik,” kata Isra Nur.

Ditegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat, tentunya perlu menjadi perhatian seluruh pemerintah kabupaten dan kota.  Supaya regulasi dan ketetapan pemerintah pusat dapat dijalankan atau dilaksanakan dengan baik di semua daerah. Terutama pada layanan DPMPTSP kabupaten dan kota.

Menurut Isra, saat ini beberapa kabupaten dan kota sudah tahap konstruksi pembangunan gedung MPP. Namun demikian, Isra tidak menampik bahwa masih ada juga Pemda yang belum ada sama sekali progres pembangunan MPP, sebagaimana yang diprogramkan pemerintah pusat.

Mal Pelayanan Publik  Kabupaten Konawe. -foto:bondo.id-

Isra juga mengungkapkan, bahwa Pj Gubernur Sultra, Komjen Pol (Purn) Andap Budhi Revianto, fokus terhadap pembangunan MPP.

“Sebab Sulawesi Tenggara dapat dikatakan masih tertinggal bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia dari jumlah MPP yang telah ada,” ungkap Isra.

Sehingga ketersediaan MPP menjadi sangat penting, demi tersedianya pelayanan publik yang terpusat di satu tempat, sehingga memudahkan masyarakat untuk dapat mengakses pelayanan publik, tanpa harus berkeliling ke kantor-kantor terkait.

Agar proses pembangunan MPP di setiap kabupaten dan kota di Sultra dapat terealisasi dengan cepat, Isra menyarankan kepada Pemda supaya mempunyai strategi dalam mengatasi berbagai keterbatasan.

Keterbatasan dimaksud, diantaranya terkait alokasi anggaran pembangunan MPP, lokasi pembangunan MPP yang mudah dijangkau masyarakat, ketersediaan fasilitas penunjang MPP.

Dan tak kalah pentingnya, menurut Isra adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional dalam memberikan pelayanan.

“Khusus untuk DPMPTSP, sangat perlu menyediaan SDM profesional dalam memberikan pelayanan perizinan dan non perizinan,” bebernya.

DPMPTSP perlu memperhatikan ketersediaan jumlah pegawai yang bertugas di bidang penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan.

Para petugas pelayanan perizinan harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang profesional, sehingga penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan dapat berjalan dengan baik, khususnya di 17 kabupaten dan kota di Sultra.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Belajar dari Aqua Dwipayana: Kekuatan Silaturahim Membuka Jalan Hidup yang Bermakna

Published

on

By

YOGYAKARTA, bursabisnis.id – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Yogyakarta menjadi lokasi istimewa yang mempertemukan puluhan wartawan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan seseorang yang luar biasa, yakni pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana, Selasa 25 Agustus 2026.
‎
‎Pertemun tersebut diinisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, dibawah kepemimpinan Edwin Permadi.
‎
‎Dibalut konsep sharing komunikasi dan motivasi, Aqua Dwipayana yang juga merupakan motivator nasional memberikan penguatan kepada puluhan wartawan ekonomi mitra Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.
‎
‎The Power of Silaturahim, menjadi judul besar dari materi yang dipaparkan sang wartawan senior itu.
‎
‎Denga keahlian membangun komunikasi, Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana kekuatan silaturahim dapat mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan.

‎
‎Kisah perjalanan hidupnya hingga berada di titik saat ini menjadi bukti bagaimana kekuatan silaturahmi bisa membuka jalan, dan menjadikan hidup yang berkah
‎serta bermakna.
‎
‎”Menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan merawat silaturahim membuka jalan menuju kesuksesan,” ujar mantan wartawan Suara Indonesia itu.
‎
‎Jejak kebaikan yang dibangun saat dirinya menekuni profesi wartawan di masa muda, mengantarkan dirinya dikenal dan terus diingat para narasumber yang pernah diwawancarainya. Dengan kesan baik yang ditinggalkan, tak jarang pula memudahkan rutinitas dan usaha yang dilakoni.
‎
‎”Pertemanan saya dengan narasumber yang pernah saya wawancara saat jadi wartawan masih berlanjut sampai sekarang. Itu karena konsep silaturahim yang saya bangun selama ini. Saya itu paling sering silaturahim, bahkan saya sudah agendakan siapa yang saya harus temui. Bukan untuk meminta sesuatu ya, tapi sekadar bertemu, bercerita dan mengetahui situasi mereka, apabila ada permasalahan dan kesulitan, terkadang bisa saling memberikan wejangan. Itulah yang saya sebut The Power of Silaturahim,” jelas Aqua Dwipayana, mengenang masa-masa keaktifannya menjadi wartawan.
‎
‎Aqua Dwipayana yang kini telah melahirkan banyak karya melalui tulisannya itu juga tak lupa mengingatkan para wartawan untuk terus membangun diri.
‎
‎”Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tetap mengupgrade, terus belajar, jangan cepat puas. Bentuklah karakter dengan kredibilitas, komitmen dan konsisten,” ungkap wartawan senior itu.
‎
‎Aqua Dwipayana juga menyampaikan, bahwa kerja itu ibadah, soal rezeki itu bersifat jatah, sudah ada takarannya yang ditentukan sang pencipta. Olehnya itu, bekerja dengan baik sesuai koridornya, kerja keras dan ikhlas, maka tuhan akan memberikan yang terbaik.
‎
‎Tak hanya itu, Aqua Dwipayana juga memberikan empat kartu AS untuk mencapai kesuksesan yakni kerja ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.
‎
‎”Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas tidak hanya mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya juga gampang dilaksanakan. Hanya saja, perlu konsistensi yang tinggi untuk dapat menerapkannya,” pungkas Aqua Dwipayana.
‎
‎
‎
‎


laporan: mirkas

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

Trending