Connect with us

Fokus

Perjalanan Senyap Politik H. Hamiruddin Menelusuri Negeri Batu Wakatobi Penuh Rahasia dan Kejutan

Published

on

H. Hamiruddin. -foto: istimewa-

WAKATOBI, Bursabisnis.id – Selasa, 16 April 2024, rombongan H Hamiruddin beranjak dari Pelabuhan Patinggu, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) jam 08.30 Wita dengan menggunakan kapal jet.

Nama jetnya Fungka Express, mulai membunyikan mesinnya melepaskan tali dan meninggalkan pelabuhan menuju negeri batu Pulau terujung bagian Timur kabupaten Wakatobi yaitu Pulau Binongko.

Perjalanan ke negeri batu tersebut menempuh waktu sekitar 3 jam melewati dua pulau dengan ciri khas dan panorama tersendiri yaitu Pulau Kaledupa dan Pulau Tomia.

Hempasan ombak dengan tiupan angin timur yang bergemuruh ditepi Fungka Ekspres seakan menjadi kupu-kupu yang berterbangan di taman laut Nasional Wakatobi.

Pemandangan nelayan yang berlabuh di sepanjang pinggiran laut dalam seakan menjadi gedung-gedung indah di atas birunya lautan pusat segitiga karang dunia itu.

H. Hamiruddin bersama rombongan tiba dan bersandar di Pulau Binongko, tepatnya di Pelabuhan Rukuwa sekitar jam 12.00 Wita bersama dengan penumpang lainya yang ingin menyaksikan acara adat karia’a Ajamani yang digelar setiap delapan tahun sekali.

Sebagai instrumen pemerintahan H. Hamiruddin yang sementara menjabat sebagai ketua DPRD Wakatobi, hal yang normatif untuk menghadiri undangan pesta rakyat penuh hiasan adat dan beragam budaya yang ditampilkan, sebagai panorama indah pada adat delapan tahun sekali itu.

Tiba pada pukul 12.00 Wita, melewati bentangan samudra taman nasional di tanah barakati dengan struktur hampir 100 persen pulau, yang terdiri dari batuan itu hentakan kaki hamirudin di Pelabuhan Rukuwa, tidak mengguncang tanah tetapi mengguncang 80 persen nurani masyarakat Pulau Binongko mulai dari Hakka sampai Wali.

Hal tersebut, dapat dilihat dari antusiasme mulai dari kalangan pemuda sampai tua, mulai dari tokoh muda dan seterusnya rupanya sudah menantikan kehadiran Hamiruddin sejak sehari sebelumnya.

Menginap disebuah penginapan sederhana di Rukuwa beristirahat sejenak menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Dzuhur. Pasca itu, kemudian gemuruh suara mulai berdatangan didepan penginapan untuk mengajaknya berkunjung ke masing-masing tempat yang mereka telah siapkan.

” Iya, silahkan duduk semuanya terimakasih sudah datang ke sini yang juga sebenarnya tanpa ke sini saya akan ke tempatnya teman-teman, ya sudah kayaknya kita mulai dari kampung terujung ke terujung lainya, ” ucapnya sambil melepas senyuman kepada mereka yang berdatangan.

Sembari berjabat tangan H. Hamiruddin mulai bergegas menemui panggilan masyarakat dari ujung timur Pulau Binongko yaitu masyarakat Desa kelurahan Wali dengan kendaraan roda empat yang di supiri oleh Pak Harun sapaan akrabnya.

Karakteristik masyarakat yang berbeda kian menyatu yang pada satu panggung politik H. Hamiruddin.

Waktu demi waktu, jam demi jam diskusi dan pernyataan dukungan tiada henti memanggil dan menghampiri pria 54 tahun itu yang dikenal kurang bicara banyak bekerja yaitu H. Hamiruddin.

Berkahnya waktu dan momen karnaval delapan tahun sekali itu tidak hanya sampai disitu, tepatnya pukul 23.56 Wita, dihadapan para tim lawan politik bendera kuning yang lalu kini gerakan senyap membisik ditelinganya ” Pak ketua kalau ada waktu kami ingin cerita, ada teman-teman dari sebelah mau ketemu, mereka sudah menunggu mereka kemarin orangnya sebelah, mereka berharap sekali ingin bertemu bapak, ” bunyi suara yang membisik ditelingan kanan H. Hamiruddin.

” Oh iya boleh, ” singkat jawabannya sembari melangkah menuju ketempat yang dimaksudkan. Setibanya nampak terlihat benteng-benteng dan serdadu politik yang penuh semangat memeluk dan berjabat tangan dengan H. Hamiruddin berlangsung dengan cerita canda tawa ditutup dengan pernyataan “Pak kami siap memenangkan bapak di Pilkada mendatang untuk Pulau Binongko, kami ingin membalas pengkhianatan yang kami rasakan, kami ditipu dan dijanji, kami merasa harga diri kami diinjak-injak, kami nyatakan di hadapan bapak kami melawan penghianat, ” ujar pertemuan senyap itu di hadapan H. Hamiruddin.

Mereka juga mengatakan, ” Pak, tolong jangan dulu di ekspose pertemuan kita ini, biarkan kami merapikan barisan-barisan kami yang dulu saat melawan kalian, kami akan rangkul dan menambahnya lagi untuk memenangkan bapak di Pilkada nanti yang penting bapak yang maju ya! karena sekali kami di Hamiruddin sampai hari hal tetap di Hamiruddin, karena tidak ada yang kami miliki hanya sebuah konsistensi, sekali lagi pak jangan dulu di ekspose pertemuan ini anggap saja ini rahasia. Nanti tiba saatnya kami akan mengatakan langsung di depan seluruh masyarakat Pulau binongko,” ucapnya.

Tepatnya pukul 02.14 subuh pertemuan senyap itu disudahi dengan ucapan terimakasih dan salam persatuan oleh H. Hamiruddin, akhirnya menuju penginapan dan beristirahat hingga fajar petang menjemput kembali.

Sehari setibanya di pulau tukang besi itu, Rabu 17 Agustus 2024 tepatnya di hari acara adat Karia’a Ajamani yang berpusat di kelurahan Wali selepas Dzuhur H. Hamiruddin mulai memakai gaun adat ciri khas Kesultanan Buton dan bergegas ke lokasi acara.

Kejutanya, H. Hamiruddin ketua DPRD Wakatobi itu disangka bupati pada peserta adat karia’a mobil yang berhenti disamping acara kegiatan. Belum turun dari mobil terdengar suara dari MC kegiatan ‘ para peserta diharapkan berdiri karena bupati Wakatobi telah tiba, ‘ sontak rombongan H. Hamiruddin pun kaget ‘ wow kita disambut sebagai bupati nih, ya udah baguslah mungkin sinyal kali ya, ‘ ucap canda mereka.

Sekitar kurang lebih dua menit kemudian rombongan Bupati tiba di tempat yang sama, MC pun kembali mengucapkan sambutan untuk Bupati Wakatobi mereka pun bersamaan memasuki tempat acara.

Prosesi adat karia’a Ajamani tersebut berlangsung sekitar empat jam mulai pukul 12.30 sampai sore pukul 16.30 Wita. Para rombongan Hamiruddin kembali bergegas menemui simpatisan dibeberapa tempat yang tak lain, hanya untuk menyatakan dukungan.

” Pak yang penting pak Haji yang maju kami siap mendukung dan bekerja untuk memenangkan bapak nanti, ” ujar Ali warga oihu kepada H. Hamiruddin.

Dalam beberapa pertemuan itu, Haji hamiruddin menyampaikan ucapan terimakasih dan salam persatuan semangat kepada masyarakat Pulau Binongko untuk Pilkada Wakatobi 2024 mendatang.

Laporan : Syaiful
Editor : Rustam

Continue Reading

Fokus

AKKP Wakatobi Gelar Wisuda Nasional 2026, Perdana di Bawah Bendera Ocean Institute of Indonesia

Published

on

By

Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan. - foto:ist-

WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi menggelar Wisuda Nasional Tahun 2026 secara hybrid sebagai bagian dari Wisuda Nasional Pendidikan Vokasi KKP pada Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi wisuda pertama yang mengusung identitas baru Ocean Institute of Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen KKP dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja.

Wisuda Nasional Tahun 2026 dilaksanakan di Gedung Wanita Kabupaten Wakatobi secara luring dan terhubung secara daring dengan prosesi nasional di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta melalui Zoom Meeting dipimpin oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Didit Asyaf.

AKKP Wakatobi mengukuhkan 31 lulusan dari Program Studi Konservasi dan Program Studi Ekowisata Bahari.

Wisuda tahun ini merupakan wisuda perdana di bawah identitas baru pendidikan vokasi KKP, Ocean Institute of Indonesia yang baru diluncurkan beberapa hari sebelumnya.

AKKP Wakatobi tengah mempersiapkan peningkatan jenjang pendidikan dari Diploma I (D-I) menjadi Diploma IV (D-IV) yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun depan sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi KKP.

Direktur AKKP Wakatobi, Dr. Arham Rumpa, menegaskan, pendidikan vokasi harus menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja.

Sebanyak 18 orang dari 31 yang melaksanakan Wisuda telah memasuki masa pelatihan untuk bekerja di Jepang, sementara 3 lulusan lainnya telah diterima bekerja di sektor industri pariwisata di Kabupaten Wakatobi.

Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pendidikan vokasi AKKP Wakatobi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Pada rangkaian wisuda, AKKP Wakatobi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yaitu PT Wisata Kepulauan Indonesia dan Koperasi Family Garden.

” Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui industri dan siap memasuki dunia kerja, ” ujar Dr. Arham Rumpa Dirwktur AKKP Wakatobi.

laporan : Ful
Editor : Tam

Continue Reading

Fokus

Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka

Published

on

By

Astra Motor Racing Team sukses memborong podium pada gelaran Mandalika Racing Series 2026. -foto:ist

MANDALIKA LOMBOK, Bursabisnis. Id – Astra Motor Racing Team (ART) sukses memborong podium pada gelaran Mandalika Racing Series (MRS) 2026 ronde pembuka dengan mengandalkan performa Honda CBR250RR.

Pembalap andalan ART, Andi Gilang, yang turun di kelas NS250cc, berhasil menyapu bersih podium pertama pada Race 1, Race 2, serta Superpole yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 25–26 April 2026.

Tampil memuka di seri pembuka MRS 2026, Andi Gilang juga mengaku performa Honda CBR 250RR miliknya mulai kompetitif sejak sesi latihan dan sesi kualifikasi (QTT) hari sabtu.

“Alhamdulillah di kelas NS250cc berjalan sangat lancar dari race 1, superpole dan hari ini race 2 saya berhasil sapu bersih podium 1,” ungkap Andi Gilang.

Tak hanya di kelas NS250cc, Gilang juga menunjukkan performa impresif di kelas NS150cc dengan Honda CBR150R.

Ia berhasil meraih podium 3 pada Race 1 dan podium 1 pada Race 2, dengan selisih waktu yang sangat tipis dari pembalap terdepan.

“Benar-benar hasil yang memuaskan untuk seri pembuka kali ini, saya juga merasakan feeling dengan motor sangat baik setelah berhasil sapu bersih kelas NS250cc ditambah podium di kelas NS150cc juga,” tambah Gilang.

Dominasi ART juga berlanjut di kelas Junior Indonesia Talent Cup. Pembalap Resky YH sukses meraih double winner meski sempat menghadapi kendala long lap penalty pada Race 1 hari sabtu kemarin.

“Alhamdulillah meski start dari grid belakang dan ditambah long lap penalty karena melakukan kesalahan saat QTT, tetap tidak melunturkan semangat saya untuk raih podium di kelas tersebut,” beber Resky YH.

Hasil tersebut menempatkan Resky sebagai pemimpin klasemen sementara di ronde pertama musim ini.

Sementara itu, kontribusi positif juga datang dari pembalap ART yang turun di kelas Junior NS250cc melalui Ahmad Azel Savero. Azel berhasil meraih podium ketiga pada Race 1 dan podium kedua pada Race 2.

Azel mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru di kelas tersebut, terutama dalam mengendalikan motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar.

“Alhamdulillah bisa meraih podium perdana untuk ART. Banyak pembelajaran yang saya dapat karena karakter motor 250cc sangat berbeda dan membutuhkan kontrol yang lebih baik,” tutup Azel.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Fokus

Warga Desak Aparat Usut Tuntas Perusakan Hutan Sistematis di TN Rawa Aopa Watumohai

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id- Jantung konservasi Taman Nasional (TN) Rawa Aopa Watumohai kini berada dalam ancaman serius. Praktik perusakan hutan secara sistematis dan masif terdeteksi di kawasan lindung ini, mulai dari pembukaan lahan skala besar hingga pembangunan infrastruktur ilegal. Ironisnya, aktivitas yang diduga melibatkan jaringan terstruktur ini disinyalir berjalan mulus akibat adanya pembiaran dari otoritas terkait.

Otoritas terkait diduga melakukan pembiaran. Oleh karena itu, warga melaporkan adanya indikasi pola terstruktur dalam aktivitas tersebut. Di berbagai titik konservasi, kini telah berdiri fasilitas umum, organisasi, jaringan listrik, hingga bangunan sarang walet yang dianggap dilarang di kawasan lindung.

Temuan warga menunjukkan kerusakan yang tersebar di beberapa kabupaten. Di Kolaka Timur, tepatnya Desa Bou dan Desa Awiu, melaporkan adanya pembukaan lahan luas serta pembangunan fasilitas pemerintah menggunakan anggaran negara. Sementara di Kabupaten Bombana, aktivitas ilegal mencakup percetakan sawah hingga perkebunan sawit dan cengkeh yang diperkirakan mencapai ribuan hektare.

Kondisi ini memicu kritik keras, terutama terkait dengan asas keadilan hukum bagi warga setempat. Kamarudin, warga Desa Tatangga, mengungkapkan kekecewaannya, warga lokal justru diancam pidana saat mengajukan izin pinjam pakai lahan untuk kebutuhan ketahanan pangan.

“Yang kami minta hanya lahan untuk sawah, itu pun sifatnya pinjam pakai. Tapi justru kami diancam akan dipidana,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut melibatkan rencana pengerahan aparat penegak hukum.

“Disebutkan akan melibatkan anggota Reskrim untuk memproses warga jika tetap membuka lahan,” imbuhnya.

Padahal, warga Desa Tatangga dan Desa Lanowulu mengklaim telah mengajukan proposal resmi sejak 22 Desember 2025 namun tidak mendapatkan tanggapan.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas Kamarudin.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa Kepala Balai TN Rawa Aopa Watumohai, Yarman, serta Kepala Seksi SPTN II, Aris. Keduanya dinilai perlu diperiksa untuk mengungkap dugaan kejahatan atau potensi keterlibatan dalam masifnya aktivitas ilegal tersebut.

Rangkaian aktivitas perusakan hutan ini dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Seksi SPTN II TN Rawa Aopa Watumohai, Aris, berdalih bahwa penghancuran telah mengambil langkah pengawasan. Menurutnya, lahan sawit yang sudah ada, telah dipasangi rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

“Untuk lahan sawit yang sudah ada, kami sudah memasang rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Sedangkan pembukaan lahan baru sudah kami hentikan,” kata Aris.

Terkait keberadaan kebun sawit di kawasan tersebut, pihak balai mengaku telah mematuhi data screenig, melaporkannya ke pemerintah pusat.

“Tanaman sawit yang berada di kawasan sudah dilakukan pendataan dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini tinggal menunggu keputusan, tindak lanjut penyelesaiannya,” ujarnya.

Continue Reading

Trending