Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, DPMPTSP Sultra Gelar Workshop Survei Kepuasan Masyarakat

Published

on

Kepala Bidang Pengaduan DPMPTSP Sultra, Budiman saat membuka workshop SKM. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Untuk mengetahui kepuasan masyarakat dalam penggunaan layanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Dalam Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan workshop Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).

Workshop SKM ini dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari sebagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melakukan perbaikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Pengaduan DPMPTSP Sultra, Budiman, sasaran yang ingin dicapai pada Survei Kepuasan Masyarakat adalah :

1. Untuk mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggara pelayanan.

2. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik

.”Tujuan SKM ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan, dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik,” kata Budiman di hadapan peserta Workshop SKM pada Kamis, 20 Juni 2024.

Budiman mengungkapkan, DPMTSP Provinsi Sultra hanya bisa melakukan survei 2 kali dalam setahun. Ini karenan negara hanya mengalokasikannya dua kali saja.

” Hanya cukup dua kali saja. Semester satu dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni, dan semester dua dilaksanakan Juli ke Desember,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sultra, Mastri Susilo memaparkan materi di hadapan peserta Workshop SKM. -foto:ist-

Budiman juga menerangkan, beberapa prinsip kepuasan masyarakat yakni transparan, akuntabel, berkeadilan, netralitas sampai berkesinambungan.

“Kami lakukan kegiatan worksjop ini per semester. Kemudian ada tindak lanjutnya dari semester 1 sampai semester 2,” kata Budiman.

Budiman menyebutkan, adapun sasaran yang ingin dicapai dalam SKM, diantaranya mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai penyelenggaraan pelayanan pada DPMPTSP Sulawesi Tenggara.

Selanjutnya, penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di DPMPTSP Sulawesi Tenggara. Mendorong penyelenggara pelayanan publik menjadi lebih inovatif.

Budiman mengungkapkan, terkait SKM, DPMPTSP Provinsi Sultra mendapatkan poin 87 dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara, dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Seperti  DPMPTSP,  Rumah Sakit, Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BPBD dan lain-lain.

“Tapi begitu dirata – ratakan, kami berada  di zona kuning dalam penilaian Ombudsman, dan kami berharap 17 kabupaten dan kota di Sultra mendapatkan zona hijau,” tambahnya.

Budiman berharap agar di 12 Kabupaten/ Kota seSulawesi Tenggara yang masih berada ditahap proses pembangunan atau proses konstruksi, sebisa mungkin dipacu agar pelayan publik bisa memuaskan masyarakat.

Turut memaparkan materi dalam workshop SKM yang dilaksanakan DPMPTSP Provinsi Sultra adalah Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sultra, Mastri Susilo, S.Pd.

Mantan Ketua HMI Cabang Kendari ini memaparkan tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memberikan layanan kepada publik.

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Belajar dari Aqua Dwipayana: Kekuatan Silaturahim Membuka Jalan Hidup yang Bermakna

Published

on

By

YOGYAKARTA, bursabisnis.id – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Yogyakarta menjadi lokasi istimewa yang mempertemukan puluhan wartawan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan seseorang yang luar biasa, yakni pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana, Selasa 25 Agustus 2026.

‎Pertemun tersebut diinisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, dibawah kepemimpinan Edwin Permadi.

‎Dibalut konsep sharing komunikasi dan motivasi, Aqua Dwipayana yang juga merupakan motivator nasional memberikan penguatan kepada puluhan wartawan ekonomi mitra Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.

‎The Power of Silaturahim, menjadi judul besar dari materi yang dipaparkan sang wartawan senior itu.

‎Denga keahlian membangun komunikasi, Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana kekuatan silaturahim dapat mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan.


‎Kisah perjalanan hidupnya hingga berada di titik saat ini menjadi bukti bagaimana kekuatan silaturahmi bisa membuka jalan, dan menjadikan hidup yang berkah
‎serta bermakna.

‎”Menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan merawat silaturahim membuka jalan menuju kesuksesan,” ujar mantan wartawan Suara Indonesia itu.

‎Jejak kebaikan yang dibangun saat dirinya menekuni profesi wartawan di masa muda, mengantarkan dirinya dikenal dan terus diingat para narasumber yang pernah diwawancarainya. Dengan kesan baik yang ditinggalkan, tak jarang pula memudahkan rutinitas dan usaha yang dilakoni.

‎”Pertemanan saya dengan narasumber yang pernah saya wawancara saat jadi wartawan masih berlanjut sampai sekarang. Itu karena konsep silaturahim yang saya bangun selama ini. Saya itu paling sering silaturahim, bahkan saya sudah agendakan siapa yang saya harus temui. Bukan untuk meminta sesuatu ya, tapi sekadar bertemu, bercerita dan mengetahui situasi mereka, apabila ada permasalahan dan kesulitan, terkadang bisa saling memberikan wejangan. Itulah yang saya sebut The Power of Silaturahim,” jelas Aqua Dwipayana, mengenang masa-masa keaktifannya menjadi wartawan.

‎Aqua Dwipayana yang kini telah melahirkan banyak karya melalui tulisannya itu juga tak lupa mengingatkan para wartawan untuk terus membangun diri.

‎”Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tetap mengupgrade, terus belajar, jangan cepat puas. Bentuklah karakter dengan kredibilitas, komitmen dan konsisten,” ungkap wartawan senior itu.

‎Aqua Dwipayana juga menyampaikan, bahwa kerja itu ibadah, soal rezeki itu bersifat jatah, sudah ada takarannya yang ditentukan sang pencipta. Olehnya itu, bekerja dengan baik sesuai koridornya, kerja keras dan ikhlas, maka tuhan akan memberikan yang terbaik.

‎Tak hanya itu, Aqua Dwipayana juga memberikan empat kartu AS untuk mencapai kesuksesan yakni kerja ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.

‎”Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas tidak hanya mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya juga gampang dilaksanakan. Hanya saja, perlu konsistensi yang tinggi untuk dapat menerapkannya,” pungkas Aqua Dwipayana.




laporan: mirkas

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

Trending