Connect with us

METRO KENDARI

Wali Kota Kendari Terima Bantuan Kebersihan dari Bank Sultra

Published

on

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menerima bantuan CSR Bank Sultra. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota kembali mendapat suntikan energi positif.

Kali ini datang dari Bank Sultra, yang menyalurkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit mobil operasional, satu unit perahu pengangkut sampah sungai, serta sejumlah perlengkapan kebersihan.

Bertempat di halaman Kantor Balai Kota Kendari, seremoni penyerahan bantuan ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, didampingi Wakil Wali Kota Sudirman, Sekretaris Daerah Amir Hasan, dan jajaran perwakilan dari Bank Sultra.

Bantuan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan daerah untuk mendukung agenda prioritas kota.

“Bank Sultra telah menyerahkan bantuan CSR kepada pemerintah kota, khususnya untuk penanganan sampah dan kebersihan. Bantuan berupa satu unit mobil dan satu unit perahu yang nantinya akan kita manfaatkan di sungai-sungai kecil dalam kota seperti Kali Kadia dan Kali MTQ,” ujar Siska Karina Imran saat menerima bantuan CSR pada Kamis, 3 Juli 2025.

Perahu yang diberikan akan dimanfaatkan untuk menjangkau titik-titik aliran sungai yang selama ini sulit diakses oleh kendaraan darat.

Tidak hanya itu, sejumlah perangkat pendukung lain turut diberikan, mulai dari sepatu anti air, pakaian kerja lapangan, skupang (alat pengangkat sampah), mesin pemotong rumput, hingga alkon atau pompa air portabel untuk menangani genangan akibat drainase tersumbat.

“Yang terpenting dari semua ini adalah penggaruk sampah untuk got-got kecil atau drainase. Ini sangat membantu tim di lapangan. Kami harap semua peralatan ini bisa segera dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tambah  Siska Karina Imran.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga menyerahkan enam unit truk pengangkut sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari.

Penyerahan ini berlangsung di lapangan parkir Kantor Balai Kota, dengan disaksikan Wakil Wali Kota dan Sekda.

Menurut Siska, meskipun jumlah armada pengangkut sampah DLHK secara kuantitatif sudah mencukupi, namun banyak kendaraan yang mengalami kerusakan atau sudah uzur, sehingga efisiensi pengangkutan menurun.

“Penambahan truk ini sangat penting untuk mempercepat proses pengangkutan sampah dari rumah-rumah warga dan TPS. Ini bentuk kepedulian kita terhadap keluhan masyarakat yang terganggu dengan penumpukan sampah,” ujarnya.

Dalam arahannya kepada para sopir dan petugas lapangan DLHK, Wali Kota memberi penekanan soal kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menggunakan kendaraan operasional.

Ia meminta agar semua kendaraan dirawat dengan baik dan digunakan sebagaimana mestinya.

“Tidak boleh dipergunakan untuk hal lain selain mengurus sampah di wilayah Kota Kendari. Rawat kendaraan ini dengan baik, karena ini aset bersama,” tegas Wali Kota.

Dengan tambahan armada baru dan dukungan CSR dari Bank Sultra, Pemerintah Kota Kendari berharap layanan kebersihan kota bisa meningkat secara signifikan.

Penjemputan sampah dari rumah-rumah warga hingga ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) diharapkan berjalan lebih efektif dan efisien.

“InsyaAllah tahun depan kami akan tambah lagi. Kita ingin wajah Kota Kendari selalu bersih, tertata dan semakin maju,” pungkasnya.

Laporan : Man

Editor : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Siska Karina Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Program Sertakan PT Hadji Kalla Toyota

Published

on

By

Walikota Kendari Siska Karina Imran secara simbolis menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada warga Kendari. -foto:dok.kendarikota-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Secara simbolis, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyerahkan kartu peserta
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Program Sertakan PT Hadji Kalla Toyota kepada 1.500 pekerja informal di Kota Kendari.

Penyerahan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari pada Rabu, 14 Januari 2026.

Program Sertakan merupakan inisiatif PT Hadji Kalla Toyota bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

Para penerima manfaat berasal dari berbagai profesi informal, seperti pedagang, pengemudi ojek online, nelayan, penjahit, tukang bangunan, penjual makanan, hingga pekerja seni.

Dalam sambutannya, Siska menyampaikan bahwa penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dan kepedulian sektor swasta dalam melindungi masyarakat, khususnya pekerja informal.

“Ini adalah manifestasi nyata dari amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 2 tentang kewajiban negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Kehadiran PT Hadji Kalla Toyota menunjukkan sinergi yang sangat baik antara pemerintah dan sektor swasta,” ujar Siska.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Hadji Kalla Toyota yang secara konsisten sejak tahun-tahun sebelumnya telah mendukung Pemerintah Kota Kendari, tidak hanya melalui program BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga melalui dukungan di bidang lain.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin erat. Program CSR PT Hadji Kalla seperti Educare, Islamic Care, dan Environmental Improvement sangat kami harapkan dapat terus diinisiasi demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, PPS Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Juwenly Jona, menjelaskan bahwa Program Sertakan PT Kalla Toyota merupakan program perlindungan jaminan sosial bagi pekerja miskin dan rentan.

“Program ini telah berjalan sejak Desember 2025 dan kembali dilanjutkan pada tahun 2026, dengan sasaran 1.500 tenaga kerja rentan” katanya.

Program tersebut memberikan dua jenis perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). JKK mencakup perawatan medis tanpa batas hingga sembuh, santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar Rp70 juta, serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga maksimal Rp174 juta. Sementara JKM memberikan santunan sebesar Rp42 juta kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia.

Di kesempatan yang sama, perwakilan manajemen Kalla Toyota, Nur Asia Yunus, menyampaikan bahwa Program Sertakan merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program CSR Yayasan Kalla.

“Program ini lahir dari kolaborasi dengan pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan. Harapannya, jaminan sosial dasar ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja rentan di Kota Kendari,” ujarnya.

Ia juga berharap program Sertakan dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh perusahaan lain di Kota Kendari maupun daerah lain, serta jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah di masa mendatang.

Atas nama Pemerintah Kota Kendari, Wali Kota Siska Karina Imran menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Hadji Kalla Toyota dan BPJS Ketenagakerjaan atas kontribusinya dalam mengurangi beban masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kota Kendari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut PPS Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Juwenly Jona, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Putra Medea, Human Capital Business Partner Manager Kalla Toyota Kendari, Nur Asia Yunus, serta Branch Manager Kalla Toyota Kendari Tendean, Agus Salim.

Sumber : Kendarikota.co.id
Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Cegah Banjir, Ketua RW 05 Anawai Desak Developer Bangun Kolam Retensi

Published

on

By

Nampak perumahan yang dibangun salah satu developer di Kelurahan Anawai. -foto:ist-

KENDARI, Birsabisnis. Id — Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Mirkas, mendesak sejumlah developer perumahan yang melakukan pembangunan di wilayahnya agar segera membangun kolam retensi sebagai langkah mitigasi banjir.

‎Mirkas menegaskan, pembangunan perumahan yang masif tanpa dibarengi sistem pengendalian air yang memadai berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini, sudah mulai dirasakan oleh warga dibeberapa titik.

‎“Developer tidak boleh hanya fokus membangun rumah, tapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Kolam retensi sangat penting untuk menampung limpasan air hujan agar tidak langsung mengalir ke permukiman warga,” ujar Mirkas pada Selasa 13 Januari 2026.

‎Mirkas yang juga pernah menjabat Ketua Jurnalis Online (JOIN) Kendari menjelaskan, sebagian besar kawasan resapan air di wilayah Kelurahan Anawai kini mulai berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan.

Tanpa kolam retensi, air hujan dikhawatirkan akan mengalir ke jalan dan rumah warga, meningkatkan risiko banjir dan kerusakan infrastruktur.

‎Mirkas juga meminta pemerintah kelurahan dan instansi terkait untuk lebih tegas dalam mengawasi perizinan pembangunan perumahan, khususnya terkait kewajiban penyediaan fasilitas pengendalian banjir.

‎“Ini demi kepentingan bersama. Jangan sampai warga yang sudah lama tinggal di sini justru dirugikan akibat pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, pria yang populer dengan sapaan Ikas ini menjelaskan, bahwa wilayah RW 05 Anawai salah satu titik langganan banjir.

‎Olehnya itu, kata Ikas, dibutuhkan kepedulian bersama dalam penanganan banjir di lingkungan tersebut.

‎”Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari kan sudah mewajibkan kepada para developer agar membuat kolam retensi di wilayah perumahan yang dibangun,” pungkasnya.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

PLN Lamban Tangani Pengaduan Warga RW 05 Kelurahan Anawai

Published

on

By

Kabel PLN yang rawan terjadi gesekan atap rumah warga. -foto:tam-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Warga yang tinggal di wilayah RW 05, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, mengeluhkan lambannya pelayanan PT PLN.

‎Pasalnya, aduan terkait kabel listrik yang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan di kawasan BTN Baito Permai, RT 05/RW 05, hingga kini belum juga ditindaklanjuti.

Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Mirkas mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada pihak PLN terkait kondisi kabel yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan pengguna jalan.

“Kabel tersebut posisinya cukup rendah dan berada di area permukiman padat. Ini sangat berisiko, apalagi saat hujan atau cuaca buruk. Kami khawatir bisa menimbulkan kecelakaan,” ujar Mirkas, Senin 12 Januari 2026.

‎Menurutnya, laporan tersebut sudah disampaikan sejak beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum ada respons maupun tindakan perbaikan dari pihak PLN.

‎Lebih lanjut, Ia menjelaskan, bahwa kondisi ini membuat warga resah dan mempertanyakan komitmen PLN dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif.

Mirkas berharap pihak PLN segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap PLN jangan menunggu ada korban dulu baru bertindak. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Warga RW 05 Anawai pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar potensi bahaya tersebut dapat segera diatasi demi keamanan dan kenyamanan masyarakat di BTN Baito Permai.

Laporan : Man
Editor : Tam

Continue Reading

Trending