Investasi
6 Keuntungan Investor Setelah Potensi dan Peluang Investasi Dipetakan di Wilayah Sulawesi Tenggara
KENDARI, Bursabisnis.id – Ketersediaan dan keanekaragaman Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi modal berharga dalam meningkatkan pengembangan ekonomi dari pemanfaatan sektor dibidang SDA.
Keanekaragamn SDA yang berpeluang menjadi basis utama pengembangan wilayah di Sulawesi Tenggara, meliputi komoditas pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pertambangan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Komoditas yang dimiliki ini dapat menjadi pemicu terjadinya multi plier effect bagi sektor-sektor ekonomi lainnya di wilayah Sulawesi Tenggara,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.
Olehnya itu, informasi terkait dengan potensi wilayah secara spesifik, dapat menjadi modal bagi para investor untuk menentukan pilihannya dalam berinvestasi di wilayah Sultra.
Adapun secara lebih jelas potensi dan peluang investasi di wilayah Sulawesi Tenggara adalah sebagai berikut.
1.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Kolaka
Pertambangan
1. Nikel, Emas, Marmer
2. Bijih Besi, Batu bara
3. Onix, Magnesit,Pasir
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Padi, jagung, dan ubi, Bawang, Cabai,
2. Kacang, kedelai
Perikanan
1. Budidaya karamba, jaring apung
2. Rumput laut
Pariwisata
1. Wisata Alam
2. Wisata agro
3. Wisata Pulau
Industri Pengolahan
1. Ekonomi kreatif
2. Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Konawe
Pertambangan
1. Nikel, Emas
2. Batu Gamping
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Kakao, Jambu Mete
2. Kelapa, Cengke, Kopi, Panili, Sagu
Perikanan
1. Budidaya mutiara
2. Rumput laut
3. Ikan kerapu, Udang
Pariwisata
1. Wisata Bahari
Industri Pengolahan
3. Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Bombana
Pertambangan
1. Emas
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Kelapa,
2. Pertanian pangan (Ubi Kayu, Jagung)
Perikanan
1. Rumput laut
2. Budidaya karamba
Pariwisata
1. Wisata Bahari
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan

Kapal ikan milik nelayan di Kota Baubau. -foto:ist-
4. Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Kota Kendari
Pertambangan
1. Pasir
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Padi, Kedelai
2. Bawang, Cabai
3. Kacang, Wortel, Ubi
Perikanan
1. Budidaya karamba, jaring apung
Pariwisata
1. Wisata agro
2. Wisata Sejarah
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
5.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Kabupaten Konawe Utara
Pertambangan
1. Nikel
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Padi, Kedelai
2. Bawang, Cabai
Perikanan
1. Rumput laut
2. Budidaya karamba
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Alam
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
2. Hasil tambang
6.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Konawe Selatan
Pertambangan
1. Nikel
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Padi, Kedelai
2. Bawang, Cabai
Perikanan
1. Budidaya karamba, jaring apung
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Alam
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
7. Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Konawe Kepulauan
Pertambangan
1. Nikel
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Kelapa
Perikanan
1. Budidaya karamba, jaring apung
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Alam
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
8.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Buton
Pertambangan
1. Aspal, Nikel,
2. Mangan, Mutiara
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Padi, Kedelai
2. Bawang, Cabai
3. Kacang, Wortel, Ubi
Perikanan
1. Sentra Produksi Perikanan
2. Budidaya ikan ikan kerapu, tuna, cakalang, Layang
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Alam
3. Wisata Budaya
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
9.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Wakatobi
Pertambangan
Tidak ada
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Pertanian pangan (Ubi Kayu, Jagung)
2. Kelapa
Perikanan
1. Perikanan tangkap ikan pelagis, dsb
2. Gurita
3. Budidaya karamba
4. Terumbu karang
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Alam
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
10.Potensi dan peluang investasi unggulan Kota Bau- bau
Pertambangan
1. Nikel
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Padi, Kedelai
2. Bawang, Cabai
3. Kacang, Wortel, Ubi
Perikanan
1. Perikanan tangkap Ikan pelagis, dsb
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Alam
3. Wisata Budaya
4. Sejarah
Industri Pengolahan
1. Hasil Pertanian
2. Hasil perikanan
11.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Muna
Pertambangan
1. Batu Kapur
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Pohon Jati
2. Padi, jagung, dan ubi, Bawang, Cabai,
3. Kacang, kedelai
Perikanan
1. Kerapu, tuna, cakalang,
2. Ikan Air Tawar
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Budaya
3. Wisata Kuliner lokal
Industri Pengolahan
1. Hasil Pertanian
2. Hasil Perikanan
12.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Buton Selatan
Pertambangan
1. Aspal
2. Batu Gamping
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Pohon Jati
2. Padi, jagung, dan ubi
3. Bawang, Cabai,
4. Jambu mete, dan kelapa
Perikanan
1. Sentra Produksi Perikanan
2. Budidaya ikan ikan kerapu, tuna, cakalang
Pariwisata
1. Teluk Sampulawa dan Lapandewa
2. Wisata Religi
Industri Pengolahan
1. Hasil hutan
2. Hasil perikanan
13.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Kolaka Utara
Pertambangan
1. Nikel
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Kakao
2. Padi ladang, jagung,
3. Ubi Jalar, Ubi Kayu
Perikanan
1. Kerapu, tuna, cakalang,
2. Ikan Air Tawar
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Budaya
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
14.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Buton Utara
Pertambangan
1. Aspal
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Jati
2. Rotan
Perikanan
1. Budidaya ikan kerapu, tuna,
2. Cakalang
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Budaya
3. Wisata Kuliner lokal
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan
15.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Muna Barat
Pertambangan
1. Batu Kapur
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1.Pohon Jati
2.Padi, jagung, dan ubi, Bawang, Cabai,
3.Kacang, kedelai
Perikanan
1. Kerapu, tuna, cakalang,
2. Ikan air tawar
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Budaya
3. Wisata Kuliner lokal
Industri Pengolahan
1. Hasil Pertanian
2. Hasil perikanan
16.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Buton Tengah
Pertambangan
1. Batu Kapur
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1.Padi ladang, jagung,
2.Ubi jalar, ubi kayu
Perikanan
1.Kerapu, tuna, cakalang,
2.Ikan air tawar
Pariwisata
1. Wisata Bahari
2. Wisata Budaya
3. Wisata Kuliner lokal
Industri Pengolahan
1. Hasil perikanan

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si
17.Potensi dan peluang investasi unggulan Kabupaten Kolaka Timur
Pertambangan
1. Nikel
2. Batu Bara
Pertanian/Perkebunan/Hutan
1. Coklat/Kakao
2. Padi, jagung, dan ubi
3. Kacang, kedelai
Perikanan
1. Ikan air tawar
Pariwisata
1. Wisata alam
Industri Pengolahan
Tidak ada
Sumber data : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Tenggara, Tahun 2023
Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Sultra tahun 2023, maka dapat diketahui bahwa potensi wilayah dan peluang investasi di Sulawesi Tenggara kondisinya cukup beragam.
” Informasi terkait potensi dan peluang investasi unggulan menjadi penting karena memiliki keuntungan utamanya bagi daerah dan investor,” terang Parinringi mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini.
Dalam hal ini, beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya pemetaan potensi dan peluang investasi unggul di Sulawesi Tenggara, yaitu :
1. Memberikan kemudahan dalam pembuatan business plan baik visi, misi, model bisnis, target pasar, dan startegis pemasaran.
2. Meningkatka daya saing wilayah dari sektor ekonomi wilayah, sehingga hal ini dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan wilayah maupun kesejahteraan penduduk.
3. Adanya potensi unggulan wilayah yang jelas memberi kemudahan bagi investor untuk menentukan pilihan investasi.
4. Minimalkan risiko kerugian yaitu Dengan melakukan pemetaan potensi investasi, investor dapat memilih jenis investasi yang memiliki risiko kerugian yang rendah. Hal ini dapat meminimalkan kemungkinan kerugian dalam jangka panjang.
5. Maksimalkan Keuntungan yaitu investor dapat memilih jenis investasi yang memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Dengan demikian, investor dapat memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang.
6. Lebih Fokus yaitu Dengan mengetahui jenis investasi yang tepat untuk ditanamkan, investor dapat fokus untuk mengembangkan investasi tersebut.
” Hal ini tentu dapat meningkatkan peluang keberhasilan investasi di wilayah Sulawesi Tenggara,” ujar Parinringi mantan Wakil Bupati Konawe ini.
Advetorial/Pariwara
Investasi
Aspal Buton Didorong Masuk PSN, GMNI: Hilirisasi Harus Beri Nilai Tambah Untuk Sultra
JAKARTA, Bursabisnis. Id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Adi Maliano menyatakan dukungan terhadap dorongan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara agar hilirisasi Aspal Buton masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)
Usulan tersebut disampaikan Ketua KADIN Sultra Anton Timbang dalam pertemuan jajaran KADIN se-Indonesia dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada 31 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu, KADIN Sultra juga mendorong agar pengembangan industri hilirisasi tersebut tetap berpusat di Pulau Buton sebagai daerah penghasil.
Ketua DPP GMNI Bidang ESDM Adi Maliano menilai momentum tersebut harus menjadi pintu masuk bagi pemerintah, untuk membangun industri Aspal Buton yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
” DPP GMNI Bidang ESDM mendukung Aspal Buton masuk PSN. Tetapi kami ingin menegaskan bahwa hilirisasi jangan hanya menjadi jargon. Hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, membangun industri di daerah penghasil dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Menurut GMNI, Aspal Buton bukan sekadar komoditas tambang, melainkan salah satu kekayaan alam strategis yang dapat menjadi instrumen untuk memperkuat kedaulatan industri nasional
Karena itu, apabila pemerintah serius menjadikan hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional, maka Pulau Buton harus ditempatkan sebagai bagian penting dari rantai industri tersebut.
JANGAN SAMPAI BAHAN BAKUNYA DARI BUTON, NILAI TAMBAHNYA DINIKMATI DAERAH LAIN
GMNI mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi pola lama pengelolaan sumber daya alam, ketika daerah penghasil hanya menjadi tempat eksploitasi bahan mentah, sementara industri, teknologi, keuntungan dan lapangan kerja bernilai tinggi justru berkembang di luar daerah.
“Jangan sampai Aspal Buton diambil dari tanah Buton, tetapi industri dan nilai tambahnya justru dibangun di luar Sulawesi Tenggara. Kalau itu yang terjadi, maka secara substansi kita belum berbicara tentang hilirisasi yang berkeadilan,” ujarnya.
GMNI menilai hilirisasi yang ideal harus menciptakan rantai nilai ekonomi dari hulu hingga hilir di daerah penghasil.
Mulai dari pengelolaan bahan baku, industri pengolahan, riset dan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, tenaga kerja lokal, jasa transportasi, UMKM pendukung, hingga penggunaan produk Asbuton dalam pembangunan infrastruktur nasional harus mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian Sulawesi Tenggara.
GMNI DORONG PEMERINTAH SEGERA BENTUK ROADMAP HILIRISASI
DPP GMNI Bidang ESDM meminta pemerintah pusat tidak berhenti pada penetapan Aspal Buton sebagai PSN, tetapi segera menyusun roadmap hilirisasi Aspal Buton yang terukur dan transparan.
GMNI mendorong sedikitnya lima agenda utama.
Pertama, menetapkan Pulau Buton sebagai pusat utama pengembangan industri hilirisasi Aspal Buton.
Kedua, membangun fasilitas pengolahan dan industri turunan Aspal buton di Sulawesi Tenggara sehingga nilai tambah tidak keluar dari daerah penghasil.
Ketiga, memastikan masyarakat lokal menjadi penerima manfaat utama melalui penyerapan tenaga kerja, pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan dan transfer teknologi.
Keempat, memperkuat kepastian pasar melalui peningkatan penggunaan Asbuton olahan dalam proyek pembangunan dan preservasi jalan nasional maupun daerah.
Kelima, memastikan tata kelola industri berjalan transparan, berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara serta pendapatan daerah.
ASPAL BUTON HARUS MENJADI SIMBOL KEDAULATAN INDUSTRI
GMNI menilai dukungan pemerintah terhadap hilirisasi Aspal Buton seharusnya tidak hanya dilihat dari perspektif bisnis, tetapi juga dari perspektif kedaulatan sumber daya alam dan kepentingan nasional.
Indonesia memiliki kebutuhan infrastruktur jalan yang besar. Di sisi lain, Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya Aspal Buton yang selama ini belum mendapatkan optimalisasi nilai tambah secara maksimal.
Kondisi tersebut, menurut GMNI, seharusnya menjadi peluang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan nasional dengan potensi ekonomi daerah.
“Kami ingin Aspal Buton menjadi contoh bahwa kekayaan alam daerah dapat diolah menjadi kekuatan industri nasional. Buton jangan hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi harus dikenal sebagai pusat industri Aspal Buton Indonesia,” tegasnya.
GMNI juga menilai perjuangan KADIN Sultra membawa isu hilirisasi Aspal Buton langsung kepada Presiden Prabowo merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Usulan tersebut menjadi momentum agar pemerintah pusat memberikan kepastian kebijakan dan investasi terhadap pengembangan industri Asbuton.
GMNI: PSN HARUS BERUJUNG PADA KESEJAHTERAAN RAKYAT
DPP GMNI Bidang ESDM Adi Maliano menegaskan, status PSN bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan tersebut mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kami mendukung PSN Aspal Buton, tetapi kami akan mengawal agar kebijakan ini tidak hanya menguntungkan investor atau korporasi. Negara harus memastikan rakyat Sultra, khususnya masyarakat di wilayah penghasil, menjadi bagian utama dari manfaat hilirisasi,” pungkasnya.
GMNI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda hilirisasi sumber daya alam agar berjalan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Laporan : Tam
Provider
Kalimantan Kontributor Pelanggan dan Trafik Terbesar Indosat di Circle Kalisumapa
JAKARTA, Bursabisnis. Id –
Trafik Data Tumbuh 27,6%, Indosat Region Kalimantan Perluas Pengalaman AI dan 5G bagi Jutaan Pelanggan
Indosat Region Kalimantan terus menunjukkan kinerja positif pada paruh pertama 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 27,6% YoY.
Peningkatan aktivitas digital tersebut
juga diiringi pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 2,2% YoY pada kuartal II 2026, menjadikan Kalimantan sebagai kontributor pelanggan dan trafik terbesar di Circle Kalisumapa.
Untuk memenuhi kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang, Indosat memperkuat infrastrukturnya melalui pengoperasian lebih dari 19.500 BTS 4G serta perluasan jaringan
hingga lebih dari 340 BTS 5G pada akhir kuartal II 2026.
Penguatan jaringan ini turut ditandai dengan kehadiran Indosat 5G di Pontianak untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari gaming, streaming, pembuatan konten, produktivitas, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence
(AI).
Membawa semangat “Lebih Baik Indosat”, manfaat teknologi tersebut juga diperluas melalui SheHacks 2026 di Singkawang, yang membekali perempuan pelaku UMKM dengan keterampilan digital dan AI untuk memperkuat promosi, mengembangkan bisnis, serta
meningkatkan daya saing produk lokal.
REGION SULAWESI
Pemanfaatan Layanan Digital Meningkat, Trafik Data Indosat Region Sulawesi Tumbuh 29,5% YoY
Indosat Region Sulawesi mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 29,5% YoY pada paruh pertama 2026. Capaian ini mencerminkan semakin tingginya pemanfaatan layanan digital oleh
masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari komunikasi, hiburan, pembelajaran, produktivitas, hingga pengembangan usaha.
Mengakomodasi peningkatan kebutuhan tersebut, Indosat terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan melalui pengoperasian lebih dari 15.500 BTS 4G serta perluasan jaringan hingga lebih dari 120 BTS 5G pada akhir kuartal II 2026.
Membawa semangat “Lebih Baik
Indosat”, penguatan infrastruktur ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial
Intelligence (AI), bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai kota strategis di Sulawesi.
REGION MALUKU–PAPUA
Trafik Data Melonjak 47,9% YoY, Indosat Region Maluku–Papua Berdayakan UMKM
Perempuan melalui Pemanfaatan AI
Indosat Region Maluku–Papua mencatatkan pertumbuhan trafik data paling pesat di Circle Kalisumapa pada paruh pertama 2026, dengan lonjakan sebesar 47,9% YoY.
Pertumbuhan aktivitas digital ini juga diiringi peningkatan jumlah pelanggan sebesar 16% YoY pada kuartal II
2026. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat di wilayah kepulauan dan kawasan timur Indonesia.
Peningkatan tersebut didukung oleh penguatan lebih dari 4.300 BTS 4G yang membantu memenuhi kebutuhan komunikasi, pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha masyarakat di wilayah dengan karakter geografis yang luas dan beragam.
Melalui semangat “Lebih Baik Indosat”, manfaat konektivitas ini turut diterjemahkan melalui SheHacks 2026 di
Ternate, yang membekali perempuan pelaku UMKM dengan keterampilan digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan ide konten, memperkuat promosi, serta meningkatkan
daya saing produk lokal.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam menghadirkan teknologi yang inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Maluku dan Papua.
Laporan : Kas
OTOMOTIF
Asmo Sulsel Gelar Night Ride Bersama HASCI Makassar Chapter
MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menghadirkan aktivitas seru bagi komunitas dan pecinta sepeda motor Honda melalui kegiatan night ride bersama komunitas Honda Stylo, yakni Honda Stylo Club Indonesia (HASCI) Makassar Chapter.
Kegiatan yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026 ini diikuti oleh lebih dari 40 pengendara yang menikmati pengalaman berkendara malam hari sambil mengeksplorasi sejumlah ikon Kota Makassar.
Kegiatan dimulai dari kawasan Trans Studio Mall Makassar. Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti edukasi safety riding yang dipandu oleh Wanny selaku instruktur safety riding Asmo Sulsel di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar.
Dalam sesi tersebut, peserta diingatkan mengenai pentingnya mempersiapkan kondisi diri dan kendaraan, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta menjaga fokus selama perjalanan.
Tidak hanya itu, para peserta juga turut menikmati fasilitas parking exclusive di Trans Studio Mall yang dihadirkan Asmo Sulsel sebagai bentuk apresiasi dan upaya untuk memberikan kenyamanan lebih bagi konsumen Honda.
Setelah sesi edukasi selesai, rombongan kemudian memulai night ride menuju kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) sebelum mengakhiri perjalanan di kawasan Lego-Lego.
Suasana kebersamaan terasa sepanjang perjalanan, di mana para peserta dapat menikmati keindahan Kota Makassar pada malam hari sekaligus mempererat hubungan antar sesama anggota komunitas dan pecinta Honda Stylo.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengatakan bahwa kegiatan komunitas seperti ini menjadi salah satu upaya Asmo Sulsel untuk terus membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan para pengguna sepeda motor Honda.
“Kami percaya bahwa komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem Honda. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan para anggota komunitas melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti night ride ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi para anggota komunitas untuk saling terhubung dan berbagi pengalaman,” ujar Habib.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Asmo Sulsel dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup konsumen saat ini.
“Bagi kami, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, kami ingin terus menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama oleh para konsumen Honda, termasuk komunitas Honda Stylo yang terus berkembang di Makassar. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mempererat hubungan antara Honda dan para konsumennya,” ujar Yusticia.
Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel berharap dapat terus memperkuat budaya berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus membangun komunitas Honda yang semakin solid dan aktif menghadirkan berbagai aktivitas positif di tengah masyarakat.
Laporan : Kas
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN11 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
