Connect with us

Investasi

Empat Pilar Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia

Published

on

OJK luncurkan peta jalan pengembangan dan penguatan dana pensiun Indonesia.-foto:ojk.go.id-

YOGYAKARTA, Bursabisnis.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028 yang bertujuan untuk semakin mendorong industri dana pensiun menjadi lebih kuat, stabil, dan terpercaya, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peluncuran Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia dilakukan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono di Yogyakarta.

“Ini bukan hanya sekedar dokumen, tapi merupakan komitmen bersama dari seluruh stakeholders di industri dana pensiun yang berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan sistem pensiun Indonesia yang lebih baik lagi,” kata Ogi.

Melalui peluncuran peta jalan ini, OJK bersama seluruh stakeholders bertujuan merespon berbagai isu strategis untuk mewujudkan industri dana pensiun yang sehat dan kredibel, sehingga mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028 ditopang dengan empat pilar prinsip pengembangan dan penguatan, yaitu:

Pilar penguatan ketahanan dan daya saing industri dana pensiun;

Pilar pengembangan elemen-elemen dalam ekosistem industri dana pensiun;

Pilar akselerasi transformasi digital industri dana pensiun; dan

Pilar penguatan pengaturan, pengawasan, dan perizinan.

Keempat pilar tersebut akan dijalankan di dalam tiga fase berbeda dalam kurun waktu 2024 hingga 2028, diawali dengan fase penguatan fondasi (Fase satu), dilanjutkan dengan fase konsolidasi dan menciptakan momentum (Fase dua), dan diakhiri dengan fase penyesuaian dan pertumbuhan (Fase tiga).

Program strategis dalam ketiga fase implementasi di atas menjawab tantangan-tantangan yang ada di industri dana pensiun, antara lain:

Percepatan transformasi digital program pensiun, termasuk saluran distribusi;

Peningkatan program literasi dan inklusi keuangan terkait dana pensiun

Konsolidasi program pensiun sukarela;

Penguatan program pensiun wajib; dan

Pembangunan sistem database kepesertaan program pensiun dana pensiun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia ke-empat, industri dana pensiun Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

“Dengan adanya arah kebijakan pengembangan dan penguatan dana pensiun, diharapkan industri dana pensiun dapat menjadi lebih sehat, efisien, berintegritas, memperkuat perlindungan konsumen dan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Mahendra.

Pengembangan Dapen

Lebih lanjut, Ogi menjelaskan bahwa secara global, terdapat tiga isu pengembangan dana pensiun yang perlu mendapatkan perhatian. Pertama adalah mengenai digitalisasi di sektor dana pensiun. Kedua adalah mengenai program pensiun di sektor informal. Dan ketiga adalah pergeseran trend program pensiun manfaat pasti (defined benefit) kepada program pensiun iuran pasti (defined contribution).

“Terdapat tiga usulan principles baru yaitu Implementing the Pension Regulation, Monitoring and Adaptability, dan Assessment and Implementation Process. Selain itu terdapat dua penyesuaian terhadap principles yang sudah ada yaitu Objective and Responsibilities dan Transparency and Communication,” tegas Ogi.

Berdasarkan data OJK, realisasi tingkat densitas industri dana pensiun di Indonesia pada akhir tahun 2023 masih tergolong rendah, yaitu hanya mencapai 18,94 persen dari 147,7 juta total jumlah angkatan kerja (berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2023).

Target yang dicanangkan dalam periode akhir pada peta jalan ini, yaitu pada tahun 2028, tingkat densitas dana pensiun di Indonesia dapat mencapai 20 persen.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2022, literasi dana pensiun berada pada tingkat 30,5 persen dan inklusi pada tingkat 5,42 persen. Hal ini masih lebih rendah dibandingkan dengan sektor jasa keuangan lainnya, seperti tingkat literasi perbankan 49,93 persen dan inklusi perbankan 74,03 persen. Sedangkan, untuk industri perasuransian, tingkat literasi 31,72 persen dan tingkat inklusi 16,63 persen.

Selain itu, pada industri dana pensiun saat ini masih terdapat beberapa tantangan, antara lain masih terjadinya ketidaksesuaian aset dan liabilitas, keterbatasan SDM terkait dengan pengelolaan investasi dan manajemen risiko, saluran distribusi pemasaran dana pensiun yang masih terbatas, kurangnya dukungan dan komitmen pendiri, dan belum tersedianya data peserta dana pensiun nasional yang terintegrasi.

Sumber : ojk.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

Investasi

Aspal Buton Didorong Masuk PSN, GMNI: Hilirisasi Harus Beri Nilai Tambah Untuk Sultra

Published

on

By

JAKARTA, Bursabisnis. Id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Adi Maliano menyatakan dukungan terhadap dorongan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara agar hilirisasi Aspal Buton masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)

Usulan tersebut disampaikan Ketua KADIN Sultra Anton Timbang dalam pertemuan jajaran KADIN se-Indonesia dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada 31 Juli 2026.

Dalam pertemuan itu, KADIN Sultra juga mendorong agar pengembangan industri hilirisasi tersebut tetap berpusat di Pulau Buton sebagai daerah penghasil.

Ketua DPP GMNI Bidang ESDM Adi Maliano menilai momentum tersebut harus menjadi pintu masuk bagi pemerintah, untuk membangun industri Aspal Buton yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

” DPP GMNI Bidang ESDM mendukung Aspal Buton masuk PSN. Tetapi kami ingin menegaskan bahwa hilirisasi jangan hanya menjadi jargon. Hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, membangun industri di daerah penghasil dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Menurut GMNI, Aspal Buton bukan sekadar komoditas tambang, melainkan salah satu kekayaan alam strategis yang dapat menjadi instrumen untuk memperkuat kedaulatan industri nasional

Karena itu, apabila pemerintah serius menjadikan hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional, maka Pulau Buton harus ditempatkan sebagai bagian penting dari rantai industri tersebut.

JANGAN SAMPAI BAHAN BAKUNYA DARI BUTON, NILAI TAMBAHNYA DINIKMATI DAERAH LAIN

GMNI mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi pola lama pengelolaan sumber daya alam, ketika daerah penghasil hanya menjadi tempat eksploitasi bahan mentah, sementara industri, teknologi, keuntungan dan lapangan kerja bernilai tinggi justru berkembang di luar daerah.

“Jangan sampai Aspal Buton diambil dari tanah Buton, tetapi industri dan nilai tambahnya justru dibangun di luar Sulawesi Tenggara. Kalau itu yang terjadi, maka secara substansi kita belum berbicara tentang hilirisasi yang berkeadilan,” ujarnya.

GMNI menilai hilirisasi yang ideal harus menciptakan rantai nilai ekonomi dari hulu hingga hilir di daerah penghasil.

Mulai dari pengelolaan bahan baku, industri pengolahan, riset dan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, tenaga kerja lokal, jasa transportasi, UMKM pendukung, hingga penggunaan produk Asbuton dalam pembangunan infrastruktur nasional harus mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian Sulawesi Tenggara.

GMNI DORONG PEMERINTAH SEGERA BENTUK ROADMAP HILIRISASI

DPP GMNI Bidang ESDM meminta pemerintah pusat tidak berhenti pada penetapan Aspal Buton sebagai PSN, tetapi segera menyusun roadmap hilirisasi Aspal Buton yang terukur dan transparan.

GMNI mendorong sedikitnya lima agenda utama.

Pertama, menetapkan Pulau Buton sebagai pusat utama pengembangan industri hilirisasi Aspal Buton.

Kedua, membangun fasilitas pengolahan dan industri turunan Aspal buton di Sulawesi Tenggara sehingga nilai tambah tidak keluar dari daerah penghasil.

Ketiga, memastikan masyarakat lokal menjadi penerima manfaat utama melalui penyerapan tenaga kerja, pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan dan transfer teknologi.

Keempat, memperkuat kepastian pasar melalui peningkatan penggunaan Asbuton olahan dalam proyek pembangunan dan preservasi jalan nasional maupun daerah.

Kelima, memastikan tata kelola industri berjalan transparan, berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara serta pendapatan daerah.

ASPAL BUTON HARUS MENJADI SIMBOL KEDAULATAN INDUSTRI

GMNI menilai dukungan pemerintah terhadap hilirisasi Aspal Buton seharusnya tidak hanya dilihat dari perspektif bisnis, tetapi juga dari perspektif kedaulatan sumber daya alam dan kepentingan nasional.

Indonesia memiliki kebutuhan infrastruktur jalan yang besar. Di sisi lain, Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya Aspal Buton yang selama ini belum mendapatkan optimalisasi nilai tambah secara maksimal.

Kondisi tersebut, menurut GMNI, seharusnya menjadi peluang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan nasional dengan potensi ekonomi daerah.

“Kami ingin Aspal Buton menjadi contoh bahwa kekayaan alam daerah dapat diolah menjadi kekuatan industri nasional. Buton jangan hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi harus dikenal sebagai pusat industri Aspal Buton Indonesia,” tegasnya.

GMNI juga menilai perjuangan KADIN Sultra membawa isu hilirisasi Aspal Buton langsung kepada Presiden Prabowo merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Usulan tersebut menjadi momentum agar pemerintah pusat memberikan kepastian kebijakan dan investasi terhadap pengembangan industri Asbuton.

GMNI: PSN HARUS BERUJUNG PADA KESEJAHTERAAN RAKYAT

DPP GMNI Bidang ESDM Adi Maliano menegaskan, status PSN bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan tersebut mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kami mendukung PSN Aspal Buton, tetapi kami akan mengawal agar kebijakan ini tidak hanya menguntungkan investor atau korporasi. Negara harus memastikan rakyat Sultra, khususnya masyarakat di wilayah penghasil, menjadi bagian utama dari manfaat hilirisasi,” pungkasnya.

GMNI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda hilirisasi sumber daya alam agar berjalan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Laporan : Tam

Continue Reading

Provider

Kalimantan Kontributor Pelanggan dan Trafik Terbesar Indosat di Circle Kalisumapa

Published

on

By

JAKARTA, Bursabisnis. Id –
Trafik Data Tumbuh 27,6%, Indosat Region Kalimantan Perluas Pengalaman AI dan 5G bagi Jutaan Pelanggan

Indosat Region Kalimantan terus menunjukkan kinerja positif pada paruh pertama 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 27,6% YoY.

Peningkatan aktivitas digital tersebut
juga diiringi pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 2,2% YoY pada kuartal II 2026, menjadikan Kalimantan sebagai kontributor pelanggan dan trafik terbesar di Circle Kalisumapa.

Untuk memenuhi kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang, Indosat memperkuat infrastrukturnya melalui pengoperasian lebih dari 19.500 BTS 4G serta perluasan jaringan
hingga lebih dari 340 BTS 5G pada akhir kuartal II 2026.

Penguatan jaringan ini turut ditandai dengan kehadiran Indosat 5G di Pontianak untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari gaming, streaming, pembuatan konten, produktivitas, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence
(AI).

Membawa semangat “Lebih Baik Indosat”, manfaat teknologi tersebut juga diperluas melalui SheHacks 2026 di Singkawang, yang membekali perempuan pelaku UMKM dengan keterampilan digital dan AI untuk memperkuat promosi, mengembangkan bisnis, serta
meningkatkan daya saing produk lokal.

REGION SULAWESI

Pemanfaatan Layanan Digital Meningkat, Trafik Data Indosat Region Sulawesi Tumbuh 29,5% YoY

Indosat Region Sulawesi mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 29,5% YoY pada paruh pertama 2026. Capaian ini mencerminkan semakin tingginya pemanfaatan layanan digital oleh
masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari komunikasi, hiburan, pembelajaran, produktivitas, hingga pengembangan usaha.

Mengakomodasi peningkatan kebutuhan tersebut, Indosat terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan melalui pengoperasian lebih dari 15.500 BTS 4G serta perluasan jaringan hingga lebih dari 120 BTS 5G pada akhir kuartal II 2026.

Membawa semangat “Lebih Baik
Indosat”, penguatan infrastruktur ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial
Intelligence (AI), bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai kota strategis di Sulawesi.

REGION MALUKU–PAPUA

Trafik Data Melonjak 47,9% YoY, Indosat Region Maluku–Papua Berdayakan UMKM
Perempuan melalui Pemanfaatan AI

Indosat Region Maluku–Papua mencatatkan pertumbuhan trafik data paling pesat di Circle Kalisumapa pada paruh pertama 2026, dengan lonjakan sebesar 47,9% YoY.

Pertumbuhan aktivitas digital ini juga diiringi peningkatan jumlah pelanggan sebesar 16% YoY pada kuartal II
2026. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat di wilayah kepulauan dan kawasan timur Indonesia.

Peningkatan tersebut didukung oleh penguatan lebih dari 4.300 BTS 4G yang membantu memenuhi kebutuhan komunikasi, pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha masyarakat di wilayah dengan karakter geografis yang luas dan beragam.

Melalui semangat “Lebih Baik Indosat”, manfaat konektivitas ini turut diterjemahkan melalui SheHacks 2026 di
Ternate, yang membekali perempuan pelaku UMKM dengan keterampilan digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan ide konten, memperkuat promosi, serta meningkatkan
daya saing produk lokal.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam menghadirkan teknologi yang inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Maluku dan Papua.

Laporan : Kas

Continue Reading

OTOMOTIF

Asmo Sulsel Gelar Night Ride Bersama HASCI Makassar Chapter

Published

on

By

Night ride bersama komunitas Honda Stylo di Kota Makassar. -foto:ist-

MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menghadirkan aktivitas seru bagi komunitas dan pecinta sepeda motor Honda melalui kegiatan night ride bersama komunitas Honda Stylo, yakni Honda Stylo Club Indonesia (HASCI) Makassar Chapter.

Kegiatan yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026 ini diikuti oleh lebih dari 40 pengendara yang menikmati pengalaman berkendara malam hari sambil mengeksplorasi sejumlah ikon Kota Makassar.

Kegiatan dimulai dari kawasan Trans Studio Mall Makassar. Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti edukasi safety riding yang dipandu oleh Wanny selaku instruktur safety riding Asmo Sulsel di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar.

Dalam sesi tersebut, peserta diingatkan mengenai pentingnya mempersiapkan kondisi diri dan kendaraan, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta menjaga fokus selama perjalanan.

Tidak hanya itu, para peserta juga turut menikmati fasilitas parking exclusive di Trans Studio Mall yang dihadirkan Asmo Sulsel sebagai bentuk apresiasi dan upaya untuk memberikan kenyamanan lebih bagi konsumen Honda.

Setelah sesi edukasi selesai, rombongan kemudian memulai night ride menuju kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) sebelum mengakhiri perjalanan di kawasan Lego-Lego.

Suasana kebersamaan terasa sepanjang perjalanan, di mana para peserta dapat menikmati keindahan Kota Makassar pada malam hari sekaligus mempererat hubungan antar sesama anggota komunitas dan pecinta Honda Stylo.

Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengatakan bahwa kegiatan komunitas seperti ini menjadi salah satu upaya Asmo Sulsel untuk terus membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan para pengguna sepeda motor Honda.

“Kami percaya bahwa komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem Honda. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan para anggota komunitas melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti night ride ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi para anggota komunitas untuk saling terhubung dan berbagi pengalaman,” ujar Habib.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Asmo Sulsel dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup konsumen saat ini.

“Bagi kami, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, kami ingin terus menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama oleh para konsumen Honda, termasuk komunitas Honda Stylo yang terus berkembang di Makassar. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mempererat hubungan antara Honda dan para konsumennya,” ujar Yusticia.

Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel berharap dapat terus memperkuat budaya berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus membangun komunitas Honda yang semakin solid dan aktif menghadirkan berbagai aktivitas positif di tengah masyarakat.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Trending