Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

DPMPTSP Sultra Dukung Kerjasama Internasional Dibidang Ekonomi yang Dilakukan Indonesia

Published

on

Kerjasama internasional yang dilakukan pemerintah Indonesia dibidang ekonomi berdampak positif terhadap daerah.-foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Menghadapi perubahan perekonomian global dan keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional, perlu diciptakan iklim penanaman modal yang kondusif dan promotif.

Kemudian, memberikan iklim kepastian hukum, keadilan dan efisien dengan tetap memperhatikan kepentingan ekonomi nasional.

” Adanya investasi atau penanaman modal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Parinringi SE,M.Si.

Diketahui, saat ini Pemerintah Indonesia banyak melakukan kerjasama internasional khususnya dibidang ekonomi. Seperti kerjasama Indonesia dengan Tiongkok dibidang ekonomi digital.Kerjasama ASEAN, APEC, G20, PBB dan masih banyak lagi.

Dengan banyaknya kerjasama internasional yang dilakukan Pemerintah Indonesia, tentu pemerintah daerah (Pemda), khususnya Pemda Sultra melalui DPMPTSP, mutlak harus memberikan dukungan pemerintah pusat dalam menterjemahkan kerjasama tersebut.

“Membuka seluas-luasnya kepada investor untuk berinvestasi di Sultra dengan memberikan kemudahan dan kebijakan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Harapan kita semua, melalui investasi kesejahteraan masyarakat pun dapat meningkat,” jelas Parinringi yang saat ini menjabat Pj Bupati Buton Selatan (Busel).

Secara garis besar bahwa kegiatan investasi di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Parinringi SE,M.Si

Pengertian investasi dijelaskan pada Pasal 1 poin 1 UU No. 25 tahun 2007, yang berbunyi: “Penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia.”

Penanam modal atau investor adalah perseorangan maupun badan usaha yang melakukan penanaman modal, baik berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Dalam mendukung investasi, kata Parinringi, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah potensi daerah. Adapun potensi daerah diartikan sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk memberi kebaikan pada masyarakat.

Terdapat beberapa potensi daerah, termasuk sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM),teknologi, konsumen atau masyarakat, infrastruktur, kebijakan, dan stabilitas keamanan.

Dalam upaya untuk memberdayakan potensi daerah, diperlukan kegiatan serta penyusunan kajian pemetaan investasi sebagai upaya untuk melihat peluang-peluang di suatu wilayah.

Menurut Parinringi, manfaat pemetaan potensi daerah yaitu:

1. Menjadi guide line (pedoman) pemerintah dalam menentukan kebijakan dan perencanaan tata ruang serta pembangunan prasarana fisik.

2. Menciptakan efisiensi dan produktivitas sesuai dengan kemampuan serta kesesuaian daerah.

3. Menjaga keberlanjutan (sustainability).

Kegiatan dan kajian pemetaan potensi daerah dilakukan DPMPTSP Provinsi Sultra, untuk mengetahui keunggulan komparatif suatu daerah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam merencanakan pembangunan daerah dan menentukan strategi pembangunan daerah.

Tujuan akhirnya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing tinggi.

Adapun pemetaan peluang investasi terdiri dari dua tahapan, antara lain:

1. Penyediaan data peluang investasi (lokasi, ketersediaan lahan, ketersediaan bahan baku, sarana prasarana, peluang pasar, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan free trade zone).

2. Kajian peluang investasi.

“Yang jelas bahwa pertumbuhan ekonomi, sangat berkaitan dengan kesejahteraan penduduk, sehingga menjadi tolak ukur suatu daerah berada dalam kondisi perekonomian yang baik atau tidak, serta untuk melihat keberhasilan pembangunan yang dilakukan suatu daerah pada periode tertentu,” jelas Parinringi mantan Wakil Bupati Konawe ini.

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.

“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.

“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.

Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.

Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.

Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)

Continue Reading

Trending