Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

DPMPTSP Sultra Petakan Empat Indikator yang Mempengaruhi Investasi

Published

on

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.-foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Investasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), didefinisikan sebagai penanaman uang maupun modal dalam suatu perusahaan atau proyek, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

” Menurut teori ekonomi, investasi adalah pengeluaran untuk membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi, guna mengganti serta menambah barang-barang, jasa di masa depan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Parinringi SE,M.Si.

Lebih lanjut, dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan, Kementerian Keuangan tahun 2010, menjelaskan faktor yang mempengaruhi besarnya investasi tergantung pada tingkat bunga, keadaan ekonomi, proyeksi perkembangan di masa yang akan datang.

Kemudian perkembangan teknologi, tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya serta keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan.

Apabila tingkat kegiatan ekonomi, pada masa kini mengalami kemajuan dan di masa depan maka diproyeksikan perekonomian akan tumbuh dengan cepat, maka tingkat return investasi diramalkan juga akan meningkat.

” Ya meskipun tingkat bunga tinggi, para pengusaha tetap akan cenderung melakukan banyak investasi,” ungkap Parinringi yang juga saat ini menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel).

Menurut mantan Wakil Bupati Konawe ini, investasi hanya akan dilakukan jika tingkat pengembalian modal lebih besar daripada suku bunga.

Maka, untuk menghitung besarnya investasi bisa menggunakan kurva Marginal Efficiency of Investment (MEI) dengan melihat suku bunga.

“Semakin tinggi tingkat suku bunga, maka investor cenderung mengurungkan niatnya untuk berinvestasi. Sebaliknya, semakin rendah tingkat bunga yang ditawarkan, akan semakin tinggi jumlah investasi yang dilakukan. Investor akan terdorong untuk melakukan investasi dengan harapan mendapatkan return yang lebih tinggi dari suku bunga,” jelas mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini.

Mantan Kepala Badan Kesbangpol Sultra ini kemudian menjelaskan mengenai beberapa indikator yang bisa digunakan dalam menarik para investor untuk menanamkan modalnya di daerah.

Secara umum bahwa ada indikator untuk menarik investor berinvestasi yaitu :

1. Image Marketing
Image (citra) adalah sejenis kepercayaan, ide dan ekspresi yang dimiliki orang terhadap suatu daerah.

2. Attraction Marketing
Attraction (atraksi atau daya tarik) merupakan alasan penting untuk wisatawan, investor, dan pemodal datang ke suatu tempat.

3. Infrastructure Marketing
Infrastructure (infrastruktur) merupakan dasar utama dalam memasarkan daerah.

4. People Marketing
People Marketing merupakan strategi dalam memasarkan daerah dengan memanfaatkan sosok yang memiliki daya jual. Bentuk nyatanya dapat dilakukan melalui orang-orang terkenal, pemimpin daerah, kompetensi seseorang, serta sikap masyarakat.

Namun, sebelum dapat mengeksekusi strategi untuk menarik investor, perlu dipastikan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat investasi di daerah sudah cukup terjamin.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat investasi adalah :

1. Stabilitas politik daerah dan sosial.
2. Stabilitas ekonomi.
3. Kondisi infrastruktur dasar (listrik, telekomunikasi, pra sarana jalan dan pelabuhan).
4. Sektor pembiayaan.
5. Sasar tenaga kerja (termasuk isu-isu perburuhan).
6. Regulasi dan perpajakan.
7. Birokrasi (dalam waktu dan biaya yang diciptakan)
8. Good governance

“Termasuk korupsi, konsistensi dan kepastian dalam kebijakan pemerintah yang langsung maupun tidak langsung mempengaruhi keuntungan neto atas biaya resiko jangka panjang dari kegiatan investasi, dan hak milik mulai dari tanah sampai kontrak,” tutup Parinringi.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading
Advertisement

ADVETORIAL/PARIWARA

Kendari Kota Wisata yang Menarik dan Mempesona Dikunjungi

Published

on

By

Kebun Raya Kendari yang ramai dikunjungi setiap akhir pekan. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Kota Kendari yang dikenal sebagai kota perdagangan, jasa dan pendidikan, juga mempunyai potensi pariwisata yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Indonesia.

Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berada di Teluk Kendari ini, memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan menawarkan panorama yang mempesona.

Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, Kota Kendari memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari memiliki potensi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Potensi pariwisata yang dimaksud Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel) ini, antara lain :

Pantai Nambo

1. Pantai Nambo

Pantai Nambo berada di Kecamatan Nambo, hanya sekitar 16 Kilometer dari pusat Kota Kendari. Untuk mencapai obyek wisata Nambo, waktu tempuh hanya sekitar 30 menit atau paling lama 1 jam.

Di pantai ini, pengunjung dapat menikmati keindahan pasir pantai yang membentang dari timur ke barat. Di Pantai Nambo, pengunjung juga bisa berenang sambil menikmati deburan ombak.

2. Kendari Beach

Kendari Beach adalah salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi sejak sore hari hingga malam, terutama saat  akhir pekan atau hari libur.

Pengunjung Kendari Beach yang panjangnya sekitar 2 Kilometer ini dapat menikmati aneka kuliner khas Kendari yang disediakan para UMKM kuliner.

Misalnya saja, kuliner pisang epe, ikan bakar, bakso, aneka minuman juz, coto, mie pangsit, kacang rebus.

Sembari menikmati jajanan, pengunjung yang membawa anak-anaknya juga bisa bermain balon raksasa dan odong-odong.

3. Wisata Anjungan Teluk Kendari

Masih area Kendari Beach, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pariwisata telah membangun Anjungan Teluk Kendari yang menyediakan wahana bianglala, kora-kora, komedi putar, playground, jembatan kaca, serta wahana terbaru bebek air dan mini car.

Dari atas wahana kincir, pengunjung dapat melihat keindahan Kota Kendari dari ketinggian. Termasuk melihat panorama Teluk Kendari.

Anjungan Teluk Kendari. -foto:ist-

Di Anjungan Teluk Kendari ini, juga tersedia aneka kuliner khas Kendari.

4. Jembatan Teluk Kendari

Salah satu ikon terkenal di Kota Kendari adalah jembatan Teluk Kendari yang menghubungkan kota lama Kendari dengan Lapulu, Kecamatan Abeli.

Jembatan yang panjangnya 1.348 meter ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2020.

5. Kebun Raya Kendari

Bagi yang ingin menikmati suasana alam di tengah hutan, dapat berkunjung ke lokasi Kebun Raya Kendari. Pengunjung dapat melihat berbagai pohon yang tumbuh secara alami di lokasi ini.

Pengunjung juga dapat bermain di kali yang membentang sepanjang Kebun Raya Kendari. Lokasi ini sangat pas untuk wisata keluarga. Selain biaya masuknya murah, lokasinya juga tidak jauh dari Kota Kendari.

Kawasan Kebun Raya Kendari memiliki seluas 96 Hektare dengan fasilitas lengkap dan memiliki fungsi konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi bunga anggrek sekitar 140 jenis serta ribuan pohon berbagai jenis.

6. Mesjid Al Alam

Salah satu lokasi wisata religi yang menarik dikunjungi adalah Mesjid Al Alam yang letaknya di Teluk Kendari. Mesjid Al Alam yang juga dikenal mesjid terapung ini dibangun pada zaman Pemerintahan Gubernur Sultra, Nur Alam.

Untuk menuju ke mesjid yang jaraknya sekitar 500 meter dari jalan By Pass Kendari, pengunjung melewati hutan bakau yang membentang dari arah utara sampai selatan.

7. Tugu Persatuan

Tugu Persatuan Kendari yang kini diubah namanya menjadi Tugu Religi, merupakan salah satu ikon terkenal di Sulawesi Tenggara.

Tugu Persatuan yang tingginya 99 meter ini dibangun pada zaman Pemerintahan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Tugu ini dibangun pada tahun 2004, persiapan Kota Kendari sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXI pada tahun 2006.

Selain obyek wisata tersebut, Kota Kendari masih mempunyai obyek Air Terjun Nanga Nanga, Air Terjun Lasolo, Taman Kota Kendari, Taman Teratai, , Mantara Waterpark Kendari, CitraLand Waterpark, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara, Agrowisata Qurratu’ain, dan Kendari Water Front City.

Untuk ketersediaan hotel, Kota Kendari memiliki hotel berkelas, seperti Swiss-Belhotel Kendari, Claro Kendari, The Bonte Hotel, Plaza Inn, Harizon Hotel Kendari, Same Boutique Kendari, Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention Kendari.

“Ya masih banyak hotel-hotel lainnya yang bervariasi dan dapat memberikan kemudahan bagi akomodasi kegiatan wisatawan di Kota Kendari,” ungkap Parinringi yang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut).

Dengan potensi pariwisata Kota Kendari yang menarik dan mempesona, maka para pelaku bisnis yang ingin berinvestasi di Kota Kendari ataupun di kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tenggara, silahkan berkunjung.

“Kota Kendari dan sekitar merupakan kota yang mempunyai peluang investasi yang sangat terbuka. Kami mengundang para investor untuk datang berinvestasi di Sultra,” ajak Parinringi.

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Populasi Sapi Potong di Bombana Capai 54 Ribu Ekor Tahun 2022, Ini Peluang Investasi

Published

on

By

Padang Pajjongang salah satu lokasi peternakan sapi potong di Bombana. -foto:repro youtube Djohan Njoo-

BOMBANA, Bursabisnis.id – Kabupaten Bombana dengan ibukota Rumbia dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2003, tepatnya pada tanggal 18 Desember 2003.

Kabupaten yang terkenal sebagai penghasil emas ini dimekarkan dari Kabupaten Buton. Kabupaten ini mempunyai wilayah yang terdiri dari daratan dan kepulauan.

“Kabupaten Bombana ini kaya akan potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan investor,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Potensi yang bisa dikembangkan investor di wilayah Bombana adalah peternakan.

Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, peternakan mempunyai potensi yang sangat terbuka untuk dikembangkan.

Berdasarkan data BPS, jumlah populasi ternak di Kabupaten Bombana pada tahun 2022 didominasi oleh hewan sapi potong dengan jumlah populasi 54.496 ekor.

Kemudian disusul dengan jenis ternak kambing yang berjumlah 4.821 ekor. Populasi hewan ternak sapi potong terbanyak di Kecamatan Lantari Jaya dengan jumlah 5.275 ekor.

Sedangkan di Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya tidak terdapat sama sekali ternak populasi sapi, kecuali ternak kambing dengan populasi sebanyak 118 ekor.

Untuk ternak kerbau, Kecamatan Poleang Selatan mempunyai populasi terbanyak, yakni 417 ekor. Kemudian disusul Kecamatan Poleang Tengah 46 ekor dan Kecamatan Mataoleo 38 ekor.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si

“Bombana tidak hanya dikenal sebagai penghasil sapi dan kambing, tapi juga ada kerbau yang diternakkan oleh masyarakat,” jelas Pj Bupati Buton Selatan (Busel) ini.

Untuk diketahui bahwa begitu besarnya ternak yang dikembangkan masyarakat Bombana pada tahun 2022, yaitu ternak sapi sebanyak 54.496 ekor, kerbau 794 ekor, kambing 4.821 ekor dan babi 2.386 ekor.

Untuk produksi daging (kilogram) di Kabupaten Bombana, berikut datanya :

Tahun                          Sapi                        Kerbau               Kuda
2018                          525.783                     4.645                2.100
2019                         251.920                      2.433                3.150
2020                        276.040                      2.654                3.450
2021                         181.914                       1.261                  1.132
2022                        151.165                        3.254                 1.050

Jumlah                 1.386.822                    14.247                 10.882

Selain itu, Bombana juga ternyata penghasil unggas. Berdasarkan data BPS, populasi unggas di Bombana terdiri dari ayam kampung 679.283, ayam petelur 32.790, ayam pedaging 14.500 dan itik 2.421.

Sementara produksi telur unggas di Kabupaten Bombana (kilogram) Tahun 2018 – 2022, yaitu :

Tahun                          Ayam Kampung                       Ayam Petelur                  Itik
2018                           497.307                                        43.870                           66.514
2019                           507.703                                         75.300                         48.939
2020                          518.317                                           75.300                         48.183
2021                          569.645                                           –                                    32.671
2022                         555.966                                             –                                  27.475

Jumlah                     2.648.938                                      194.470                         223.782

Dengan data-data ini, Parinringi yang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) mengundang para investor untuk melihat peluang investasi yang sangat terbuka luas di Kabupaten Bombana.

” Kami mengajak para investor untuk berinvestasi di Bombana. Pemerintah Provinsi Sultra bersama Pemda Bombana sangat terbuka memberi peluang-peluang investasi,” ajak Parinringi mantan Wakil Bupati Konawe ini.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Konawe Selatan Penghasil Sapi Potong 69.274 Ekor dan Kambing 20.859 Ekor

Published

on

By

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tetapkan Konsel sebagai sumber bibit sapi Bali. -foto:pertanian.go.id-

KONSEL, Bursabisnis.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tidak hanya dikenal potensi sektor pertanian, pertambangan, perikanan dan kelautan. Namun juga dikenal memiliki potensi peternakan yang layak untuk dilirik investor berinvestasi di sektor ini.

Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, menyebutkan potensi keadaan populasi peternakan di Kabupaten Konsel terbagi ke dalam beberapa komoditi utama, yaitu sapi potong, kambing, dan babi.

“Wilayah Kabupaten Konawe Selatan ini mempunyai potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah. Tidak hanya sektor pertanian, perikanan dan kelautan, pertambangan. Tetapi juga mempunyai potensi peternakan yang bisa dikembangkan para investor,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si

Populasi ternak yang dikembangkan di Konsel dapat dilihat pada data berikut ini :

1. Kecamatan Tinanggea
Sapi potong = 4.711
Kerbau = 23
Kambing = 1.210
Babi = 853

2. Kecamatan Lalembuu
Sapi potong =1.655
Kambing = 3.644
Babi =1.571

3. Kecamatan Andoolo
Sapi potong =1.853
Kerbau = 14
Kambing = 335
Babi = 349

4. Kecamatan Buke
Sapi potong =4.336
Kambing = 904
Babi = 463

5. Kecamatan Andoolo Barat
Sapi potong = 2.873
Kambing = 821
Babi = 533

6. Kecamatan Palangga
Sapi potong = 6.098
Kambing = 906

7. Kecamatan Palangga Selatan
Sapi potong = 3.070
Kambing = 867

8. Kecamatan Baito
Sapi potong = 3.055
Kambing = 459

9.Kecamatan Lainea
Sapi potong =3.739
Kambing = 874

10. Kecamatan Laeya
Sapi potong = 4.190
Kambing = 516
Babi = 548

11. Kecamatan Kolono
Sapi potong = 2.170
Kerbau = 40
Kambing = 484

12. Kecamatan Kolono Timur
Sapi potong = 1.039
Kambing = 472

13. Kecamatan Laonti
Sapi potong = 846
Kerbau = 1
Kambing = 634

14. Kecamatan Moramo
Sapi potong = 3.110
Kambing = 782
Babi = 361

14. Kecamatan Moramo Utara
Sapi potong = 1.046
Kambing = 937

15. Kecamatan Konda
Sapi potong = 5.347
Kerbau = 21
Kambing = 607

16. Kecamatan Wolasi
Sapi potong = 1.754
Kambing = 517

17. Kecamatan Ranomeeto
Sapi potong = 2.552
Kambing = 736

18. Kecamatan Ranomeeto Barat
Sapi potong = 3.294
Kambing = 304
Babi = 947

19. Kecamatan Landono
Sapi potong = 3.390
Kambing =1.057
Babi = 1.379

20. Kecamatan Mowila
Sapi potong = 3.497
Kerbau = 154
Kambing = 655
Babi = 1.008

21. Kecamatan Sabulakoa
Sapi potong = 1.562
Kambing = 1.509
Babi = 291

22. Kecamatan Angata
Sapi potong = 2.531
Kerbau =137
Kambing = 598
Babi = 862

23. Kecamatan Benua
Sapi potong = 78
Kambing = 535
Babi = 275

24. Kecamatan Basala
Sapi potong = 1.116
Kerbau = 3
Kambing = 496

Dari data BPS tersebut, kata Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel), jumlah populasi sapi yang terdapat di Konsel pada tahun 2022 sebanyak 69.274 ekor, kerbau 393 ekor, kambing 20.859 ekor dan babi 9.440 ekor.

Sedangkan produksi daging ternak dari tahun 2018 sampai 2022 di Konawe Selatan, sebagai berikut :

Tahun                  Sapi (Kilogram)                      Kerbau (Kilogram
2018                     1.253.656                                     2.800
2019                        145.223                                         664
2020                       749.563                                      1.549
2021                        856.595                                      2.212
2022                     1.108.580                                     4.424

Total produksi daging sapi sebanyak 4.113.617 Kilogram dan daging kerbau 11.149 Kilogram.

Selain itu, Kabupaten Konawe Selatan juga memiliki potensi populasi berbagai jenis unggas.


Berdasarkan data, maka dapat diketahui bahwa populasi unggas di Kabupaten Konawe Selatan berjumlah 1.424.093 ekor.

“Permintaan daging ayam dan telur yang sangat tinggi, sehingga diperlukan populasi unggas dan telur yang tinggi pula. Dan ini menjadi potensi sekaligus peluang untuk pengembangan investasi di Konsel,” kata Parinringi yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.