ADVETORIAL/PARIWARA
DPMPTSP Sultra Komitmen Maksimalkan Pelayanan Publik Cepat, Tepat dan Transparan
KENDARI, Bursabisnis.id – Berdasar arahan Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Komjen Pol (Purn) Andap Budhi Revianto, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, memaksimalkan sistem pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan dan memiliki kepastian hukum.
Berkaitan dengan sistem pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan dan memiliki kepastian hukum, DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tenggara membuka layanan di stand pameran Halo Sultra di alun-alun Tugu Religis atau eks MTQ Kendari.
Menurut Kepala DPMPTSP Sultra, Parinringi SE,M.Si, DPMPTSP berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik.
“Meski dalam kegiatan Pameran Halo Sultra tahun 2024 ini, tidak semua Organisasi Perangkat Daerah ikut terlibat, namun keinginan Pak Andap selaku Pj Gubernur Sultra bahwa setiap melakukan kegiatan, harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujar Parinringi yang pernah menjabat Wakil Bupati Konawe pada Senin, 29 April 2024.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
Mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini menjelaskan, DPMPTSP Provinsi Sultra hadir pameran Halo Sultra sebagai rangkaian peringatan HUT Provinsi Sultra ke-60 tahun 2024, adalah memberikan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat.
DPMPTSP Provinsi Sultra membuka layanan perizinan dan berbagai informasi yang berhubungan dengan investasi di bumi anoa.
“ Ya seperti apa informasi dalam proses penyusunan, terus memberikan informasi tentang potensi investasi yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Tenggara dan masih banyak lagi,” ujar Parinringi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra.
“Bisa saja di dalam kegiatan pameran Halo Sultra, selain masyarakat umum yang berkunjung di arena pameran, mungkin juga ada investor yang datang berkunjung untuk mencari informasi tentang peluang-peluang investasi. Tentu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam hal ini DPMPTSP siap memberikan informasi. Makanya kami hadir di pameran ini,” jelas Parinringi bersemangat.
Parinringi kemudian mengungkapkan, Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto berharap agar masyarakat dapat menerima pelayanan publik yang baik, sehingga program dan informasi terkait kinerja Pemerintah Provinsi Sultra dapat tersampaikan kepada masyarakat. Tentu berdasarkan kewenangan OPD masing masing.
“Untuk saat ini sudah ada puluhan masyarakat yang bertamu dan mendapatkan informasi, dengan sistem pelayanan, karena kalau kita mau mendaftar untuk pelayanan perizinan itu ada syarat-syarat yang harus dimasukkan, apalagi sekarang sudah online semua,” rincinya.
Parinringi menyebutkan, bahwa layan yang dibuka di event Halo Sultra cukup banyak peminatnya, beberapa masyarakat termasuk berkunjung dan mempertanyakan terkait mekanisme Standar Operasional Pelayanan (SOP) untuk perizinan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk potensi-potensi unggulan yang dimiliki.
“DPMPTSP sendiri berharap, semakin banyaknya investasi yang masuk di Sulawesi Tenggara, tentu dapat mengurangi angka pengangguran, angka kemiskinan dan berdampak positif terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi, “ kata Parinringi.
(Advetorial/Pariwara)
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
