ADVETORIAL/PARIWARA
DPMPTSP Sultra Petakan Potensi Investasi Melalui Seminar Pendahuluan
KENDARI, Bursabisnis.id– Dalam rangka penyusunan peta potensi investasi daerah tahun 2024, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan CV Lima Satu Mandiri menggelar seminar pendahuluan penyusunan peta potensi investasi Provinsi Sultra tahun anggaran 2024.
Seminar pendahuluan ini dibuka secara resmi oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si di salah satu hotel di Kota Kendari pada Senin, 29 Juli 2024.
“Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk menyediakan data dan informasi peta potensi dan peluang investasi melalui diskusi dan perumusan terkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penentuan potensi dan peluang invetasi di daerah, melalui metode analisa yang terpadu, lengkap, dan akurat mengenai lokasi, ketersediaan lahan, ketersediaan bahan baku, sarana prasarana, peluang pasar, serta data terkait lainnya yang relevan,” kata Parinringi yang juga saat ini menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel).
Menurut mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini, kegiatan pemetaan potensi dan peluang investasi khususnya di sektor perikanan, perlu didukung pelaksanaannya dengan pola kerjasama pengelolaan yang berkesinambungan dan terintegrasi antara kabupaten dan kota, provinsi dan pusat. Baik itu ditingkat OPD maupun instansi/lembaga lainnya serta Kementrian Negara/Lembaga.
Dikatakan pemetaan potensi investasi, merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang kesuksesan investasi jangka panjang.
“Tentu ini membutuhkan kombinasi analisis pasar yang kuat, evaluasi risiko yang cermat, dan strategi promosi penanaman modal yang tepat untuk mengelola iklim investasi dengan efektif khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelas mantan Wakil Bupati Konawe ini.
Pemetaan potensi sektor perikanan memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan teknologi.
Hal ini sangat penting untuk mencapai pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian lokal dan global.

Peserta seminar pendahuluan melakukan foto bersama. -foto:ist-
DPMPTSP Provinsi Sultra melihat, bahwa potensi perikanan di Sulawesi Tenggara sangat besar, karena wilayah ini memiliki garis pantai yang panjang serta beragam jenis habitat laut, seperti perairan dangkal, terumbu karang, hingga perairan dalam.
Beberapa potensi utama perikanan di Sulawesi Tenggara meliputi:
1. Keanekaragaman Hayati
Perairan Sulawesi Tenggara kaya akan keanekaragaman hayati laut, termasuk berbagai spesies ikan, udang, kerang, dan invertebrata lainnya. Hal ini memberikan potensi besar untuk penangkapan ikan secara komersial maupun untuk keperluan lokal.
2. Perikanan Budidaya
Potensi untuk budidaya ikan seperti kakap merah, kerapu, dan udang di Sulawesi Tenggara cukup besar. Budidaya ini dapat dilakukan di perairan pesisir maupun di tambak.
3. Perikanan Tangkap
Nelayan di Sulawesi Tenggara mengandalkan perikanan tangkap sebagai mata pencaharian utama. Jenis-jenis ikan yang umum ditangkap meliputi tuna, ikan pelagis kecil, dan ikan demersal.
4. Pariwisata Perikanan
Potensi pariwisata perikanan di Sulawesi Tenggara dapat dikembangkan melalui kegiatan seperti wisata memancing, diving, dan snorkeling di sekitar terumbu karang yang indah serta tempat-tempat penangkapan ikan tradisional.
5. Industri Pengolahan
Pengembangan industri pengolahan hasil perikanan seperti pengeringan ikan, pengalengan, dan pengawetan dapat menjadi peluang investasi yang menjanjikan.
6. Ekosistem Terumbu Karang
Sulawesi Tenggara memiliki ekosistem terumbu karang yang penting secara ekologis dan ekonomis. Upaya untuk melindungi dan mengelola terumbu karang secara berkelanjutan akan mendukung keberlanjutan sektor perikanan di wilayah ini.
7. Kolaborasi dan Pengembangan Berkelanjutan
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, industri, dan masyarakat lokal dalam pengembangan perikanan berkelanjutan akan membantu memaksimalkan potensi sumberdaya perikanan serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Untuk mengoptimalkan potensi perikanan di Sulawesi Tenggara, maka sangat penting untuk melakukan pemetaan sumberdaya secara menyeluruh, menerapkan praktik pengelolaan yang berkelanjutan, meningkatkan infrastruktur perikanan. Serta memberdayakan masyarakat lokal untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan perikanan yang berkelanjutan dan menguntungkan,” kata Parinringi yang juga pernah menjabat Ketua KNPI Kabupaten Konawe.
Sementara itu, Kabid Promosi DPMPTSP Provinsi Sultra Jany ST,MT yang juga merangkap ketua panitia seminar pendahuluan menjelaskan, maksud dilaksanakannya seminar pendahuluan penyusunan peta potensi investasi Provinsi Sultra tahun anggaran 2024, adalah untuk mendorong realisasi penanaman modal di Sultra.
Sedangkan tujuannya yaitu :
1. Memberikan gambaran komprehensif dan mendetail kepada investor dan stakeholder mengenai kelayakan sektor perikanan dengan memperhitungkan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dalam rangka mendukung upaya pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.
2. Menyiapkan informasi peta dan peluang investasi sektor perikanan di Sultra yang siap ditawarkan kepada investor.
Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam seminar ini, menurut Jany ada tiga poin penting, yakni :
1. Tersedianya dokumen/kajian (dokumen/memoinfo) proyek peluang investasi yang dapat dijadikan bahan promosi peluang investasi ke investor.
2. Tersedianya data/dokumen pendukung bagi peningkatan peluang usaha provinsi.
3. Tersedianya bahan untuk pemutakhiran data dan informasi Potensi Investasi Regional (PIR).
Seminar ini diikuti Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sultra, Kepala BPS Sultra, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Sultra, DPMPTSP Sultra, DPMPTSP dari 17 Kabupaten/Kota seSultra, DKP dari 17 Kabupaten/Kota seSultra.
Advetorial/Pariwara
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN8 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
