Wisata
Enam Destinasi Wisata Unggulan di Kabupaten Bombana
BOMBANA, Bursabisnis.id – Sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kabupaten Bombana memiliki banyak potensi destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Destinasi wisatanya yang beragam, mulai dari keindahan bahari, air terjun, hingga keramahtamahan penduduknya menjadi daya tarik tersendiri.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra, Parinringi SE,M.Si, saat ini Kabupaten Bombana memiliki 6 destinasi unggulan yang menarik dan mempesona untuk dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Destinasi unggulan ini menarik dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara,” ujar Parinringi yang juga saat ini menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel).
Mantan Kepala Kesbangpol Provisni Sultra ini kemudian menjelaskan, cara menuju ke obyek destinasi pariwisata Bombana.
Disebutkan, untuk menuju ke Bombana dapat ditempuh melalui jalur darat bila wisatawan berangkat dari Kota Kendari. Jarak Kota Kendari dengan Rumbia, Ibukota Kabupaten Bombana sekitar 147 Kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam.
Selain melalui Kota Kendari, wisatawan juga bisa menuju ke Kabupaten Bombana melalui pintu masuk Kabupaten Kolaka, dengan waktu tempuh sekitar 3 – 4 jam saja. Jarak antara Kota Kolaka dengan Rumbia, Ibukota Bombana sekitar 169 Kilometer.
Dari Kota Baubau, Buton Tengah dan Kabupaten Muna Barat (Mubar), juga bisa langsung ke Bombana dengan menggunakan transportasi laut.
Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, menyebutkan 6 destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bombana.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si
Ke 6 Destinasi unggulan tersebut adalah :
1. Desa Wisata Tangkeno
Desa Wisata Tangkeno yang dikenal dengan sebutan negeri di atas awan berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana.
Wisatawan yang berkunjung ke desa ini dapat melihat fenomena alam, turunnya awan yang menyelimuti Desa Tangkeno saat pagi hari. Karena itu Desa Tangkeno dijuluki sebagai negeri di awan.
Dalam sejarah, Desa Tangkeno dikenal sebagai kampung pertama dan tertua di Pulau Kabaena yang dihuni etnis Moronene Kabaena.
Untuk menuju ke obyek Desa Wisata Tangkeno, wisatawan harus menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan Rumbia kemudian menuju ke Pelabuhan Sikeli, Kabaena.
Di lokasi ini, wisatawan dapat menikmati panorama alam yang sangat menarik. Gugusan gunung yang merupakan puncak tertinggi ke dua di Sulawesi Tenggara menawarkan pemandangan alam dan sunset yang sangat mempesona nikmati.
2. Gua Batu Buri
Gua Watu Buri letaknya di Desa Lengora, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Gua Watu Buri, artinya gua batu bertulis. Gua ini panjangnya mencapai 2 kilometer dan memiliki keindahan stalaktit, gambar perahu prasejarah di dinding gua, dan terdapat berbagai perkakas, meubel terbuat dari batu.
Di dalam gua, pengunjung dapat menyaksikan aneka pahatan dan lukisan serta goresan tulisan. Di antara lukisan, pahatan dan goresan di Gua Watuburi yaitu gambar perahu yang tengah didayung oleh beberapa orang penumpangnya, terdapat pahatan burung kakatua pada bagian sebelah kanan pintu masuk, dan arca manusia berjenis kelamin perempuan.
Pada bagian lain di gua ini, terdapat lorong sempit yang hanya dapat dilalui satu orang, dengan cara merangkak, untuk mencapai sebuah kamar yang di dalamnya telah tertata rapi dan bersih.

Desa Wisata Tangkeno. -foto:kemenparekraf.go.id-
3. Bukit Teletubies Tinabite
Bukit Desa Tinabite, Kecamatan Lantary Jaya, Kabupaten Bombana. Ia kerap disapa Bukit Teletubies mirip dalam sebuah film kartun yang pernah viral di salah satu stasiun televisi swasta.
Sebagian orang juga menyebutnya bukit padang sabana. Sebab perbukitannya hanya ditumbuhi rumput. Di tempat itu, ada puluhan gundukan bukit terpajang mirip dan menghijau. Belum lagi ratusan hektar luas padang sabana dihiasi pepohonan hingga ternak warga yang merumput.
Lokasi padang sabana ini berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan di bagian utara. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Rarowatu Utara, Bombana, sebelah timur berbatasan dengan Selat Tiworo, Kabupaten Muna, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Mata Usu, Bombana.
Di padang sabana ini, tak hanya pemandangan yang indah dipandang mata. Namun juga sekumpulan hewan terbak sapi, kerbau dan kuda terlihat berkeliaran.
4. Pulau Sagori
Pulau Kabaena tidak hanya mempunyai potensi tambang nikel tapi juga memiliki pulau-pulau yang indah untuk dikunjungi.
Salah satunya Pulau Sagori yang terbentuk dari sebuah karang atol dengan model hampir setengah lingkaran.
Pulau Sagori Kabaena telah menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal, baik di kalangan wisatawan lokal, nasional, maupun internasional.
Pulau Sagori Kabaena memiliki keindahan yang sangat mempesona. Pulau ini memiliki daratan yang berbentuk setengah lingkaran dengan arah menghadap ke selatan.
Daratan pulau ini ditumbuhi pohon cemara yang memberikan warna hijau segar. Pasir putih yang halus dan bersih juga menambah keindahan pulau ini.
Perairan pulau ini juga sangat jernih dan bersih. Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sagori, bisa melihat ikan-ikan berwarna-warni yang berenang di antara karang-karang.
5. Pulau Mutiara
Pulau Mutiara atau biasa juga disebut Pulau Malangke, letaknya di bagian Tenggara Pelabuhan Kassipute, Kabupaten Bombana.
Pulau Mutiara ini ramai dikunjungi, khususnya masyarakat Bombana karena letaknya tidak jauh. Bila menggunakan speedboat, waktu tempuh hanya sekitar 15 menit saja. Jika menggunakan perahu katinting, waktu tempuh bisa sampai 30 menit saja.
Di pulau ini, wisatawan dapat menikmati keindahan pantai, pasir putih. Di lokasi ini, sudah tersedia fasilitas saung atau gazebo dan fasilitas umum lainnya.
Mengapa orang menyebut Pulau Mutiara? Karena dulu di pulaua ini dijadikan tempat budidaya mutiara oleh investor asal Jepang.
Selain Pulau Mutiara, ada beberapa pulau lain yang bisa dikunjungi wisatawan, yaitu Pulau Maginti, Pulau Cang Goreng dan Pulau Masaloka.
6. Pulau Kondo.
Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara memang punya beberapa wisata yang bisa bikin mata wisatawan terpuaskan.
Selain, wisata Pulau Laponu – Ponu, Desa Ranokomea juga punya obyek wisata yang tak kalah menarik dikunjungi, namanya Pulau Kondo.
Pulau Kondo menjadi primadona, karena menyajikan keindahan alam yang sangat menawan. Hamparan pasir putih dan lautnya yang jernih, membuat pulau ini menjadi daerah tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sehingga, tidak salah jika Desa Ranokomea yang letaknya di perbatasan Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka ini masuk Nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 lalu.
Meski laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, hanya menyebutkan 6 destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bombana. Namun pada dasarnya masih banyak potensi pariwisata lain yang dapat dinikmati di Bombana dapat dieksplor.
Misalnya saja seni dan budaya etnis Moronene. Sejarah kerajaan Moronene dan lain sebagainya.
“Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pariwisata sudah mempromosikan potensi pariwisatanya ke tingkat nasional. Bahkan sudah ada kalender event pariwisatanya. Ini yang harus didukung semua pihak,” kata Parinringi yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe ini.
Parinringi kemudian mengajak investor untuk berinvestasi disektor pariwisata Kabupaten Bombana. “Bombana ini mempunyai sejuta potensi yang bisa dikembangkan, khususnya sektor pariwisata. Tentu ini menjadi peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya di Bombana,” jelas Parinringi.
Advetorial/Pariwara
BAHARI
Kapal Penumpang KM. Napoleon Rugikan Daerah Karena Bongkar Muat di Pelabuhan Ilegal
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Kapal Penumpang KM. Napoleon dengan Trayek Kendari – Wd. Buri – Wanci dan sebaliknya, dinilai melakukan kesalahan oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi.
Pasalnya, KM. Napoleon melakukan penurunan penumpang dan pembongkaran muatan di pelabuhan yang tidak resmi dan tidak memiliki izin operasi kepelabuhanan.
Kepala Dinas Perhubungan melalui Bidang Kepelabuhanan dan Angkutan Pelayaran Rustam mengungkapkan, pembongkaran dan penurunan penumpang diluar pelabuhan resmi yang dilakukan pihak KM. Napoleon itu sudah salah.
” Nyatanya mereka melanggar kenapa dia tiba-tiba pindah disitu, kami sudah sampaikan keagenya, mereka itu tidak sesuai aturan dan sudah melenceng dari kesepakatan bersama, ” ungkap Kabid Kepelabuhan dan Angkutan Pelayaran Rustam. Senin, 13 April 2026.
Ia juga menegaskan kepada pihak KM. Napoleon tidak boleh melakukan tindakan seperti itu, sebab selain pelabuhan daerah yang tersedia ada juga Pelabuhan Pengulubelo yang berstatus sebagai pelabuhan Nasional yang bisa di lakukan bongkar muat dan penurunan penumpang.
Selain itu, aktifitas penurunan penumpang di pelabuhan yang tidak resmi itu sudah merugikan daerah, sebab tak ada lagi penarikan Retribusi PAD yang masuk kedaerah.
“Tidak bisa di pungut restribusi, kan pelabuhanya tidak memenuhi syarat belum ada juga perizinanya dari pihak-pihak terkait,” ujar Rustam.
Laporan : Ful
Editor : Tam
KOMUNITAS
Jangan Sampai Lengah! Ini Tips Cari Aman Saat Berkendara di Bulan Puasa
MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Memasuki bulan suci Ramadhan, pola aktivitas masyarakat mengalami perubahan, mulai dari waktu istirahat hingga jam mobilitas di jalan raya. Kondisi tubuh yang sedang berpuasa, ditambah perubahan ritme harian, berpotensi menurunkan konsentrasi saat berkendara.
Melihat hal tersebut, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) membagikan sejumlah tips berkendara aman agar masyarakat tetap nyaman dan selamat selama menjalani ibadah puasa.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengingatkan bahwa kondisi fisik saat berpuasa membutuhkan perhatian ekstra, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.
Berikut beberapa tips berkendara aman saat bulan puasa:
1. Pastikan tubuh tetap fit dan fokus saat berkendara
Kurang tidur akibat bangun sahur atau aktivitas malam hari dapat menurunkan konsentrasi. Pastikan waktu istirahat cukup agar tetap fokus di jalan. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya menepi dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
2. Hindari berkendara terburu-buru menjelang waktu berbuka
Salah satu momen rawan kecelakaan adalah saat menjelang magrib, ketika banyak pengendara ingin segera sampai tujuan untuk berbuka puasa. Jangan memacu kendaraan secara berlebihan atau melanggar aturan lalu lintas demi mengejar waktu. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.
3. Gunakan helm berwarna cerah saat berkendara malam atau subuh
Mobilitas saat bulan puasa sering terjadi di waktu malam atau dini hari ketika sahur. Penggunaan helm berwarna cerah dapat membantu meningkatkan visibilitas pengendara sehingga lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
4. Lakukan safety check sebelum berangkat
Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dengan memeriksa rem, lampu, tekanan ban, dan bahan bakar. Safety check sederhana dapat mencegah risiko gangguan teknis di tengah perjalanan.
5. Tetap gunakan perlengkapan berkendara lengkap, meski jarak dekat
Perlengkapan berkendara lengkap seperti jaket, sarung tangan, sepatu, dan terutama helm, tetap wajib digunakan walaupun hanya berkendara jarak dekat, misalnya untuk membeli takjil atau menuju masjid terdekat.
Habib Permadi menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari komitmen pribadi, terlebih saat kondisi tubuh sedang berpuasa.
“Bulan Ramadhan adalah momen untuk menahan diri, termasuk dalam berkendara. Jangan sampai karena terburu-buru berbuka atau kurang istirahat, kita justru mengabaikan keselamatan. Terapkan selalu prinsip #Cari_Aman agar ibadah tetap lancar dan perjalanan tetap selamat,” ujar Habib.
Melalui tips ini, Asmo Sulsel berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas selama bulan puasa dengan lebih aman dan nyaman, serta menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan yang konsisten diterapkan setiap hari.
Laporan : Kas
Editor : Tam
Wisata
Imigrasi Wakatobi Sosialisasi Desa Binaan
WAKATOBI, Bursabisnis. Id – Imigrasi Kabupaten Wakatobi menggelar Sosialisasi Desa Binaan di Villa Nadila, Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kepala Imigrasi Kabupaten Wakatobi Khairil menjelaskan, Program Desa Binaan Imigrasi merupakan salah satu bentuk penguatan fungsi keimigrasian di tengah masyarakat, khususnya dalam aspek pelayanan, pengawasan, serta pencegahan pelanggaran keimigrasian.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat hingga ke tingkat desa.
” Sebagaimana kita ketahui, wilayah Kabupaten Wakatobi memiliki karakteristik strategis, baik dari sisi pariwisata internasional, keberadaan warga negara asing, maupun potensi lalu lintas orang melalui jalur laut, ” jelas Khairil, Kepala Imigrasi Wakatobi.
lanjutnya, Kondisi ini menuntut adanya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui desa binaannya, Imigrasi mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dokumen perjalanan dan izin tinggal yang sah, peran aktif dalam melaporkan keberadaan orang asing, Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Perlindungan terhadap anak berkewarganegaraan ganda dan isu kewarganegaraan lainnya.
” Kami menyadari bahwa pengawasan keimigrasian tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh aparat Imigrasi. Dibutuhkan kolaborasi, partisipasi, dan kepedulian dari pemerintah desa, perangkat desa, serta masyarakat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini, ” imbuhnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut imigrasi berharap adanya pemahaman yang sama, komunikasi yang lebih intensif, serta komitmen bersama untuk menjadikan desa sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi keimigrasian.
Laporan : Ful
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
