Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

IKP di Sultra Tertinggi Nasional, Gubernur Sultra Terima Penghargaan dari Dewan Pers

Published

on

BANJARAMSIN : Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang dirangkaikan dengan perataan anniversary Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-74, pada 6-10 Februari 2020, di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi momentum terbaik bagi Ali Mazi selaku pucuk pimpinan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Gubernur Sultra ini dianugerahi penghargaan Indeks Kebebasan Pers (IKP) tertinggi nasional. Ketua Dewan Pers, Muh. Nuh menyerahkan penghargaan tersebut kepada Ali Mazi pada malam gala dinner HPN, Jumat 7 Februari 2020 di Golden Tulip Hotel Banjarmasin.

Ketua Dewan Pers, Moh. Nuh (kiri), Ketua PWI Pusat, Atl S. Depari (tengah) dan Gubernur Sultra, Ali Mazi (kanan) duduk bersama sembari bercengkrama pada malam gala dinner, Jumat 7 Februari 2020 di Grand Tulip Hotel Banjarmasin.

Penghargaan tersebut menunjukan jika Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Ali Mazi, telah memberikan ruang seluas-luasnya kepada para wartawan di bumi anoa dalam mengakses informasi.

Artinya, Gubernur Sultra telah memahami tugas-tugas para pewarta dalam menyampaikan informasi dan berita ke publik. Sehingga wartawan diberikan keleluasaan untuk menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kaidah jurnlistik.

Ali Mazi menyadari pers berperan penting dalam menyebarluaskan program-program pemerintah, sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang telah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan oleh pemerintah.

Akan tetapi, mantan Ketua DPW Partai NasDem Sultra ini berharap, pers tetap menjunjung tinggi azas keberimbangan, pemberitaan yang berkualitas berdasarkan fakta dan data sehingga masyarakat tidak tenggelam dalam informasi dari palsu atau hoax.

Gubernur Sultra, Ali Mazi (kiri) saat menerima penghargaan IKP tertinggi nasional.

Menurut dia, yang terpenting jangan menyerang pribadi-pribadi dan jangan menyuguhkan berita bohong alias hoax.

“Saya memberikan kebebasan untuk teman-teman pers di Sultra dalam mengakses informasi soal program pemerintah. Tentunya, dalam menjalankan tugasnya, teman-teman wartawan harus sesuai dengan kaidah jurnalistik. Dan yang lebih penting lagi, berita yang dpublikasi berdasarkan data dan fakta bukan hoax,” ungkap Ali Mazi.

Dewan Pers melakukan survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) tahun 2019. Survei IKP 2019 dilakukan di 34 provinsi yang meliputi tiga lingkungan dengan 20 indikator serta melibatkan 408 informan ahli sebagai responden.

Hasilnya, skor IKP 2019 naik dari sebelumnya pada 2018 sebesar 69 (agak bebas) menjadi 73,71 (cukup bebas). Sepanjang periode 2016-2019, IKP terus mengalami kenaikan, yakni 63,44 pada 2016, naik menjadi 67,92 pada 2017.

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat memberikan sambutan pada malam gala dinner di Grand Tulip Hotel Banjarmasin.

Kenaikan terjadi di beberapa sub kategori, di antaranya lingkungan fisik dan politik yaitu 71,11 pada 2018 naik menjadi 75,16 pada 2019. Kemudian lingkungan ekonomi sebesar 67,64 pada 2018 naik menjadi 72,21 pada 2019. Tidak hanya itu, kenaikan juga terjadi di lingkungan hukum, yaitu sebesar 67,08 pada 2018 naik menjadi 72,62 pada 2019.

Untuk skor kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Sultra sebesar 84,84 (sebelumnya Aceh) dan terendah yakni Papua yang hanya sebesar 66,56. Setelah Sultra, IKP Aceh tertinggi nomor dua, yaitu sebesar 82,86 dan disusul Kalimantan Tengah sebesar 80,94.

Dalam survei yang dilakukan, dari 20 indikator survei didapati kenaikan pada 20 indikator, di antaranya kebebasan berserikat bagi wartawan, kebebasan dari intervensi, kebebasan dari kekerasan, dan lain-lain. Sedangkan satu indikator yang mengalami penurunan skor yakni indikator kebebasan dan kriminalisasi, yakni sebesar 78,84 pada 2018 turun menjadi 76,57 pada 2019.

Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Di sisi lain, untuk indikator perlindungan stabilitas naik tajam dari 43,92 pada 2018, naik menjadi 57,96 pada 2019. Namun demikian, indikator ini masih menjadi indikator satu-satunya yang skornya di bawah 60 dari 20 indikator. Sedangkan indikator kesetaraan kelompok rentan naik ke 70,33 dari sebelumnya 61,73 pada 2019.

Metoda pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui wawancara dan pengumpulan data sekunder. Para ahli diminta menjawab pertanyaan yang telah disediakan dan memberi skor dengan skala 1-100. Kategorinya angka 1-30 buruk sekali (tidak bebas), 31-55 buruk (kurang bebas), 56-69 sedang (agak bebas), 70-89 kategori baik (cukup bebas), dan skor 90-100 kategori baik sekali (bebas).

Tuan Rumah HPN 2021

Selain penghargaan IKP, Sultra juga berikan kepecayaan sebagai tuan rumah peringatan HPN 2021 mendatang.

Dan Surat Keputusan (SK) penetapan Provinsi Sultra sebagai tuan rumah HPN di tahun depan juga diterima Gubernur Sultra di hari yang sama. SK tersebut diserahkan oleh Ketua PWI Pusat, Atal S Depari.

Untuk mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah HPN tidak mudah. Sebab, agenda tersebut merupakan event nasional, sehingga diperebutkan banyak daerah di Indonesia.

Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari mengatakan, bahwa banyak daerah di Indonesia yang siap menjadi tuan rumah HPN 2021. Namun, untuk penetapan Sultra tanpa hambatan.

Gubernur Sultra, Ali Mazi berpose bersama rombongan PWI Sultra.

Dia juga menambahakan, bahwa Sultra sangat luar biasa bisa membuat gala dinner tersebut. iasanya ketat persaingan.

“Satu daerah dengan daerah lain saling tekling biasanya, tapi Sultra tak ada rival, luar biasa Sultra tanpa hambatan,” ujar Ketua PWI pusat.

Terkait kepercayaan PWI pusat kepada Sultra sebagai tuan rumah HPN 2021, Gubernur Ali Mazi menyampaikan apresiasi dan mengaku bangga.

Olehnya itu, Ali Mazi meminta dukungan kepada seluruh masyarakat Sultra untuk bersama-sama menyukseskan iven bergengsi tersebut, pada Februari 2021 mendatang.

Gubernur Sultra, Ali Mazi (kiri) saat menerima SK tuan rumah HPN 2021 dari Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari (kanan).

Sucara umum, lanjut Ali Mazi, Sultra telah sukses melaksanakan berbagai kegiatan nasional mulai dari MTQ, Utsawa Dharma Gita, Pesparawi, Hari Pangan Sedunia, Harganas dan beberapa iven nasional lainnya.

Peringatan HPN kata dia, adalah bentuk apresiasi atas peran pers di berbagai sektor pembangunan, sehingga kehadiran media massa yang menyajikan informasi penting bagi ekonomi kerakyatan patut diapresiasi.

“Bisnis konvensional secara bertahap akan menuju bisnis digital. Disinilah peran pers untuk memberikan informasi untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan,” kata Gubernur. (Adv/**)

ADVETORIAL/PARIWARA

Konawe Selatan Penghasil Sapi Potong 69.274 Ekor dan Kambing 20.859 Ekor

Published

on

By

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tetapkan Konsel sebagai sumber bibit sapi Bali. -foto:pertanian.go.id-

KONSEL, Bursabisnis.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tidak hanya dikenal potensi sektor pertanian, pertambangan, perikanan dan kelautan. Namun juga dikenal memiliki potensi peternakan yang layak untuk dilirik investor berinvestasi di sektor ini.

Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, menyebutkan potensi keadaan populasi peternakan di Kabupaten Konsel terbagi ke dalam beberapa komoditi utama, yaitu sapi potong, kambing, dan babi.

“Wilayah Kabupaten Konawe Selatan ini mempunyai potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah. Tidak hanya sektor pertanian, perikanan dan kelautan, pertambangan. Tetapi juga mempunyai potensi peternakan yang bisa dikembangkan para investor,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si

Populasi ternak yang dikembangkan di Konsel dapat dilihat pada data berikut ini :

1. Kecamatan Tinanggea
Sapi potong = 4.711
Kerbau = 23
Kambing = 1.210
Babi = 853

2. Kecamatan Lalembuu
Sapi potong =1.655
Kambing = 3.644
Babi =1.571

3. Kecamatan Andoolo
Sapi potong =1.853
Kerbau = 14
Kambing = 335
Babi = 349

4. Kecamatan Buke
Sapi potong =4.336
Kambing = 904
Babi = 463

5. Kecamatan Andoolo Barat
Sapi potong = 2.873
Kambing = 821
Babi = 533

6. Kecamatan Palangga
Sapi potong = 6.098
Kambing = 906

7. Kecamatan Palangga Selatan
Sapi potong = 3.070
Kambing = 867

8. Kecamatan Baito
Sapi potong = 3.055
Kambing = 459

9.Kecamatan Lainea
Sapi potong =3.739
Kambing = 874

10. Kecamatan Laeya
Sapi potong = 4.190
Kambing = 516
Babi = 548

11. Kecamatan Kolono
Sapi potong = 2.170
Kerbau = 40
Kambing = 484

12. Kecamatan Kolono Timur
Sapi potong = 1.039
Kambing = 472

13. Kecamatan Laonti
Sapi potong = 846
Kerbau = 1
Kambing = 634

14. Kecamatan Moramo
Sapi potong = 3.110
Kambing = 782
Babi = 361

14. Kecamatan Moramo Utara
Sapi potong = 1.046
Kambing = 937

15. Kecamatan Konda
Sapi potong = 5.347
Kerbau = 21
Kambing = 607

16. Kecamatan Wolasi
Sapi potong = 1.754
Kambing = 517

17. Kecamatan Ranomeeto
Sapi potong = 2.552
Kambing = 736

18. Kecamatan Ranomeeto Barat
Sapi potong = 3.294
Kambing = 304
Babi = 947

19. Kecamatan Landono
Sapi potong = 3.390
Kambing =1.057
Babi = 1.379

20. Kecamatan Mowila
Sapi potong = 3.497
Kerbau = 154
Kambing = 655
Babi = 1.008

21. Kecamatan Sabulakoa
Sapi potong = 1.562
Kambing = 1.509
Babi = 291

22. Kecamatan Angata
Sapi potong = 2.531
Kerbau =137
Kambing = 598
Babi = 862

23. Kecamatan Benua
Sapi potong = 78
Kambing = 535
Babi = 275

24. Kecamatan Basala
Sapi potong = 1.116
Kerbau = 3
Kambing = 496

Dari data BPS tersebut, kata Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel), jumlah populasi sapi yang terdapat di Konsel pada tahun 2022 sebanyak 69.274 ekor, kerbau 393 ekor, kambing 20.859 ekor dan babi 9.440 ekor.

Sedangkan produksi daging ternak dari tahun 2018 sampai 2022 di Konawe Selatan, sebagai berikut :

Tahun                  Sapi (Kilogram)                      Kerbau (Kilogram
2018                     1.253.656                                     2.800
2019                        145.223                                         664
2020                       749.563                                      1.549
2021                        856.595                                      2.212
2022                     1.108.580                                     4.424

Total produksi daging sapi sebanyak 4.113.617 Kilogram dan daging kerbau 11.149 Kilogram.

Selain itu, Kabupaten Konawe Selatan juga memiliki potensi populasi berbagai jenis unggas.


Berdasarkan data, maka dapat diketahui bahwa populasi unggas di Kabupaten Konawe Selatan berjumlah 1.424.093 ekor.

“Permintaan daging ayam dan telur yang sangat tinggi, sehingga diperlukan populasi unggas dan telur yang tinggi pula. Dan ini menjadi potensi sekaligus peluang untuk pengembangan investasi di Konsel,” kata Parinringi yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe.

Advetorial/Pariwara

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Peluang Investasi, Kota Kendari Punya Potensi Peternakan dan Perikanan

Published

on

By

Kota Kendari memiliki potensi peternakan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan ini dukung pelabuhan perikanan. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Kota Kendari tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan,kota  jasa dan penghasil komoditi pertanian. Tetapi juga dikenal sebagai kota yang mempunyai potensi peternakan.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra, Parinringi SE,M.Si, potensi peternakan di Kota Kendari terbagi ke dalam beberapa komoditi utama,  yaitu sapi potong dan kambing.

Berdasarkan data tahun 2022, wilayah kecamatan yang menghasilkan ternak sapi dan kambing adalah :

  1. Mandonga                sapi potong 587 ekor              kambing 507 ekor.
  2. Baruga                      sapi potong 706 ekor              kambing 648 ekor.
  3. Puwatu                      sapi potong 528 ekor              kambing 740 ekor.
  4. Wua-wua                   sapi potong 60 ekor               kambing 68 ekor.
  5. Poasia                        sapi potong 871 ekor               kambing 500 ekor
  6. Abeli                           sapi potong 772  ekor             kambing  520 ekor
  7. Kambu                       sapi potong 260 ekor              kambing 425 ekor
  8. Nambo                       sapi potong 591 ekor              kambing 480 ekor
  9. Kendari                      sapi potong 20 ekor                kambing 100 ekor
  10. Kendari Barat                –                                            kambing 48 ekor

Sedangkan produksi daging ternak, ternyata Kendari mampu memproduksi daging yang jumlahnya terbilang banyak.

Berdasarkan data BPS Kota Kendari, produksi daging ternak besar di Kota Kendari  dari tahun 2018 – 2022 adalah :

  1. Tahun 2018                   daging sapi 500.633 Kilogram
  2. Tahun 2019                  daging sapi 683.878 Kilogram
  3. Tahun 2020                 daging sapi 470.684 Kilogram
  4. Tahun 2021                  daging sapi 521.721 Kilogram                  Daging kerbau 2.764 Kilogram
  5. Tahun 2022                  daging sapi 518.000 kilogram

Melihat data-data tersebut, Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel), mengatakan,   dapat diketahui bahwa populasi ternak di Kota Kendari pada tahun 2022 didominasi oleh jenis ternak sapi potong yang berjumlah 4.719 ekor dan kemudian disusul oleh ternak Kambing dengan jumlah populasi 4.036 ekor.

 

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si

“Tingginya tingkat permintaan daging di Kota Kendari,  sehingga diperlukan populasi ternak ruminansia yang tersedia, sehingga pasokan daging yang diperlukan untuk Kota Kendari dapat disediakan oleh peternak yang ada dalam Kota Kendari,” terang mantan Wakil Bupati Konawe ini.

Bahkan mengingat potensi permintaan daging sapi yang akan semakin meningkat setiap tahun,  tidak menutup kemungkinan  diperlukan juga pengembangan bagi jumlah ternak di Kota Kendari.

DPMPTSP Provinsi Sultra juga melihat bahwa Kota Kendari juga memiliki potensi populasi berbagai jenis unggas.

Dalam hal ini beberapa jenis unggas yang terdapat di Kota Kendari saat ini berdasarkan data BPS Kota Kendari Tahun 2022 adalah sebagai berikut :

1.  Kecamatan Mandonga

Ayam Kampung        = 129.609

Ayam Pedaging            =150.655

Itik                                   =1.637

Itik Manila                     = 300

 

2. Kecamatan Baruga

Ayam Kampung        = 111.412

Ayam Petelur               =5.036

Ayam Pedaging            =190.761

Itik                                =620

Itik Manila                     = 250

 

3. Kecamatan Puwatu

Ayam Kampung        = 120.283

Ayam Pedaging          =246.655

Itik                                =489

Itik Manila                   = 250

 

4. Kecamatan Kadia

Ayam Kampung        = 111.852

 

5. Kecamatan Wua-wua

Ayam Kampung        = 112.000

Ayam Petelur                     =4.000

 

6. Kecamatan Poasia

Ayam Kampung        = 113.055

Ayam Pedaging         =216.384

Itik Manila                    = 50

 

7. Kecamatan Kambu

Ayam Kampung        = 121.206

Itik                                =500

Itik Manila                   = 112

8. Kecamatan Nambo

Ayam Kampung        = 113.130

Ayam Petelur           = 4.065

Ayam Pedaging        =237.904

Itik                          =800

Itik Manila            = 50

 

9. Kecamatan Kendari

Ayam Kampung        = 115.100

 

10. Kecamatan Kendari Barat

Ayam Kampung        = 116.200

Itik Manila                         = 25

 

Kemudian untuk produksi telur unggas di Kota Kendari dari tahun 2018-2022 adalah  sebagai berikut :

 Tahun                      Ayam Kampung              Ayam Petelur               Itik

2018                           1.729.622                      869.288                          37.950

2020                               469.150                      162.297               22.120

2021                               828.601                      66.272                            27.753

2022                               831.353                      98.651                            31.506

Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui bahwa populasi unggas di Kota Kendari pada tahun 2022 didominasi oleh jenis unggas ayam kampung yang berjumlah 1.283.943 ekor dan kemudian disusul oleh unggas ayam pedaging dengan jumlah populasi 1.042.359 ekor.

Tingkat permintaan daging dan telur yang tinggi di Kota Kendari,  maka dibutuhkan populasi unggas dan telurnya yang tinggi pula, agar pasokan daging dan telur dapat terus tersedia.

“Mengingat tingginya tingkat konsumsi,  maupun kebutuhan akan daging ayam dan telur, maka diperlukan juga pengembangan bagi jumlah ternak di Kota Kendari,” ujar mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini .

Parinringi juga mengungkapkan, Kota Kendari juga mempunyai komoditas unggulan dari sektor perikanan. Komoditas tersebut berupa ikan yang merupakan hasil budidaya ataupun hasil penangkapan nelayan.

Berdasarkan data hasil produksi perikanan di Kota Kendari, dapat diketahui bahwa Kota Kendari dalam 3) tahun terakhir pada setiap komoditas memiliki hasil produksi yang fluktuatif, dan secara umum didominasi dari hasil budidaya kolam dengan capaian 135,90 ton pada tahun 2022 dan disusul budidaya ikan air payau dengan hasil produksi mencapai 65,27 ton pada tahun 2022.

Walaupun komoditas ikan air payau belum dominan di Kota Kendari dari kontribusi hasil produksinya, namun mengingat potensi wilayah pesisir yang dimiliki maka sangat signifikan untuk pengembangan sektor komoditas perikanan dalam hal ini juga perikanan air payau.

Hal itu pada dasarnya bahwa wilayah pesisir menawarkan berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan dan kelautan mengingat wilayahnya memiliki area laut yang cukup luas serta didukung dengan wilayah pesisir yang juga dapat dimanfaatkan bagi pengembangan komoditas berbagai jenis ikan air payau.

“Sehingga dapat memberikan peluang bagi pengembangan pada bidang perikanan di Kota Kendari,  bahkan dapat menjadi peluang untuk masuknya investasi,” tutup Paringringi.

 

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Tiga Komoditas Unggulan Ekspor Provinsi Sultra, Besi dan Baja Menempati Urutan Pertama

Published

on

By

KENDARI, Bursabisnis.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ada 4 kabupaten dan 2 kota yang share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi bila dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya di Sultra.

Menurut Muh Mulyadi,SST,ME Statistis Ahli Madya BPS Provinsi Sultra, PDRB Atas Dasar Harga (ADHB) tertinggi tahun 2024 diraih Kabupaten Kolaka yakni Rp. 35.684.210,97. Disusul Kota Kendari yaitu Rp 28.260.099,03.

Hal ini dikemukakan di hadapan peserta Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari akhir Juni 2024.

Kegiatan kajian investasi ini turut difasilitasi pelaksanaannya oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra.

Kemudian PDRB ADHB Kabupaten Konawe PDRB ADHB Rp 18.295.409,02, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel)  Rp 16.452.468,51 dan Kota Baubau Rp 11.521.837,00 serta Kabupaten Kolaka Utara (Konut) Rp 11.226.936,42.

Terkait struktur, Muh Mulyadi mengungkapkan, bahwa struktur perekonomian Provinsi Sultra tahun 2023 berdasarkan data BPS, angka ADHB mencapai Rp 176,18 Triliun dan Atas Harga Konstan (ADHK) Rp 108,15 Triliun.

Untuk persentasenya pada tahun 2023, pertanian 23 persen, pertambangan dan penggalian 21 persen, industri pengolahan 9 persen dan lainnya 47 persen.

Muh Mulyadi juga membeberkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Disebutkan, Kabupaten Konawe dan Kolaka yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi bila dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sultra.

Kabupaten Konawe pertumbuhan ekonominya 22,52 persen pada tahun 2023. Kabupaten Kolaka 5,17 persen tahun 2023.

Rakorda Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara di Kota Kendari. -foto:rustam-

” Kabupaten Konawe dan Kolaka sebagai kabupaten yang wilayahnya terdapat industri pengolahan nikel, mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Di Tahun 2023 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe mencapai 22,52 persen,” jelas Muh Mulyadi.

Terkait penyerapan tenaga kerja, berdasar data BPS sampai Agustus 2023, lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih berada di peringkat atas, yaitu 416.507 orang.

Lalu disusul perdagangan besar dan eceran sebanyak 253.499 orang.

Untuk lapangan usaha industri pengolahan terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015, tenaga kerja yang diserap lapangan usaha industri pengolahan sebanyak 55.048 orang. Terjadi peningkatan pada tahun 2023 menjadi 130.838 orang.

” Jika kita melihat data, industri pengolahan di Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan yang paling tinggi diantara lapangan usaha lainnya,” kata Mulyadi di hadapan tim ahli dari Kementerian Investasi dan peserta Rakorda Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral dan Batu Bara.

Untuk nilai ekspor hingga April 2024, berdasarkan data BPS Provinsi Sultra, mencapai US$ 19,41 juta.  Terjadi kenaikana 12 persen bila dibandingkan pada bulan Maret 2024.

Peningkatan nilai ekspor disumbang sektor pertanian naik 19,60 persen dan sektor industri pengolahan naik 11,99 persen pada bulan April 2024 secara Month to Month (m-to-m).

Muh Mulyadi juga menjelaskan ekspor komoditas unggulan Sultra yaitu :

1. Besi dan Baja

Nilai ekspor pada bulan April 2023 sebesar US$ 179,75 juta. Pada bulan Maret 2024 sebesar US$ 281,19 juta dan April US$ 316,00 juta. Share sampai April 2024 98,93 persen.

2. Ikan dan Udang

Nilai ekspor pada April 2023 US$ 2,17 juta. Kemudian pada bulan Maret 2024 US$ 2,65 juta dan April 2024 US$ 2,52 juta. Share sampai April 2024 0,79 persen.

3. Daging dan Ikan Olahan

Nilai ekspor pada bulan April 2023 US$ 0,43 juta. Pada bulan Maret 2024 sebesar US$ 1,19 juta dan April 2024 turun menjadi US$ 0,53 juta.

 

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.