Investasi
Indonesia Pertahankan Peringkat Investment Grade di Dunia
JAKARTA, Bursabisnis.id – Kredit rating atau peringkat utang negara menjadi salah satu indikator penting yang kerap menjadi perhatian utama investor internasional. Bagi Indonesia, menjaga dan meningkatkan kualitas kredit rating bukan sekadar pencapaian simbolik, melainkan strategi konkret dalam memperkuat daya saing, menjaring investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kredit rating adalah penilaian terhadap kemampuan suatu negara atau entitas untuk membayar utang secara tepat waktu. Penilaian ini dilakukan oleh lembaga pemeringkat global seperti Standard & Poor’s (S&P), Moody’s Investors Service, dan Fitch Ratings. Hasil rating mereka menjadi referensi utama bagi investor, lembaga keuangan, dan pelaku pasar dalam menentukan risiko investasi pada suatu negara.
Secara umum, negara dengan kredit rating tinggi dipersepsikan lebih aman dan stabil secara ekonomi, sehingga mampu menarik lebih banyak investasi, mendapatkan biaya pinjaman lebih murah, dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Hingga pertengahan 2025, Indonesia mempertahankan peringkat investment grade dari sejumlah lembaga pemeringkat utama dunia yakni, Fitch Ratings: BBB (Outlook Stabil) dan Moody’s: Baa2 (Outlook Stabil)
Peringkat investment grade berarti Indonesia dianggap mampuan memenuhi kewajiban finansialnya secara berkelanjutan, meskipun terdapat tekanan global.
Terbaru, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) dalam pengumuman yang diterima Rabu, 30 Juli 2025 , kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada ‘BBB’ dengan outlook stabil.
S&P menilai rating tersebut mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang solid, kebijakan ekonomi yang cermat dan kemampuan untuk mengelola beban utang publik secara prudent.
Outlook stabil juga menggambarkan keyakinan S&P akan keberlanjutan disiplin fiskal. S&P memproyeksi defisit fiskal Indonesia akan tetap berada di bawah 3 persen dari PDB selama tiga tahun ke depan. Meskipun terdapat tantangan global yang belum mereda, kebijakan fiskal Indonesia dinilai tetap terukur dan konsisten.
Lebih lanjut S&P memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia akan tetap tinggi, sekitar 5 persen per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Permintaan domestik diyakini akan terus menjadi pendorong utama momentum pertumbuhan.
Seiring dengan itu, pendapatan per kapita Indonesia juga diperkirakan meningkat, mencapai USD 5.000 pada tahun ini. Inovasi pembiayaan pembangunan seperti pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara, yang juga dicatat oleh S&P, diharapkan dapat mengakselerasi pembiayaan proyek strategis nasional sehingga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, program pemerintah seperti penyediaan makan bergizi gratis dan pembangunan tiga juta rumah diyakini akan memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga momentum pertumbuhan domestik.
Stabilitasi atas faktor – faktor eksternal yang mempengaruhi PDB Indonesia juga dinilai akan tetap terjaga, didukung oleh kebijakan hilirisasi industri berbasis komoditas yang secara konsisten didorong oleh Pemerintah.
Investasi pada sektor hilir, seperti pembangunan smelter nikel baru dan pabrik baterai kendaraan listrik yang akan segera beroperasi, diyakini akan mendukung kinerja eksternal di tengah ketidakpastian global yang meningkat.
S&P mencatat adanya potensi peningkatan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang apabila Pemerintah melakukan upaya penguatan stabilitas faktor eksternal tersebut.
Target Invstasi
Sepanjang semester I-2025, realisasi investasi mencapai Rp 942,9 triliun atau mencapai 49,5 persen dari target. Secara tahunan (Year-on-Year/YoY) perolehan tersebut naik 13,6 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani optimistis investasi 2025 mencapai target Rp 1.905,6 triliun. Diproyeksikan trennya akan lebih positif dibandingkan dengan capaian 6 bulan pertama 2025.
Keyakinannya itu diperkuat adanya arus investasi di Indonesia cenderung meningkat. Kondisi ini terlihat dari peningkatan aliran barang modal yang masuk rentang Juni-Juli 2025.
Dengan tercapainya realisasi investasi RI di semester I tahun 2025 tersebut di atas, maka masih ada sisa target 50,5 persen lagi yang harus dipenuhi.
Sejauh ini, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) kuartal II 2025 mencapai Rp 202,2 triliun atau berkontribusi 42,3 persen pada realisasi investasi keseluruhan. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp275,5 triliun atau berkontribusi sebesar 57,7 persen pada realisasi investasi keseluruhan.
“Ke depan, Pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus waspada terhadap dinamika dan risiko eksternal, seperti yang telah berhasil dilalui pada tahun-tahun sebelumnya. Prioritas akan tetap difokuskan pada pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional yang solid,” kata Menteri Keuangan Sri mulyani Indrawati di Jakarta.
Pengadaan Bersih Dorong Investasi
Transparansi dan integritas dalam sistem pengadaan barang dan jasa (PBJ) bukan sekadar isu tata kelola, melainkan pilar penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan menarik bagi investor. Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan menjaring investasi, reformasi di sektor pengadaan menjadi langkah strategis dalam membangun kepercayaan pasar.
Pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah menggerakkan lebih dari 33 persen APBN dan APBD, menyangkut anggaran triliunan rupiah tiap tahun.
Dalam skala ini, PBJ tidak hanya menjadi sarana belanja negara, tetapi juga menjadi sebuah instrumen pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. PBJ juga menggerakkan ekonomi daerah dan nasional serta menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha, termasuk UMKM dan investor swasta
Namun, jika sistem pengadaan tidak transparan, rawan korupsi, atau penuh praktik rente, maka investor enggan berpartisipasi, karena proses tidak fair dan biaya ekonomi tinggi. Ditambah lagi adanya biaya proyek yang membengkak, hasil tidak optimal sehingga mengakibatkan kepercayaan publik dan dunia usaha menurun
Sebaliknya, pengadaan yang bersih dan efisien akan menciptakan ekosistem investasi yang sehat, memacu pertumbuhan ekonomi, dan menumbuhkan reputasi positif di mata global.
Sejak 2010-an, Indonesia telah menjalankan reformasi pengadaan secara sistematis. Transformasi ini salah satunya mencakup digitalisasi Lewat e-Procurement.
Layanan pengadaan secara elektronik melalui LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) dan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) memungkinkan proses lelang yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Investor dapat mengakses informasi tender, jadwal, hingga pemenang secara terbuka.
Reformasi pengadaan barang dan jasa di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran berbagai lembaga dan kerangka regulasi yang saling bersinergi.
Beberapa institusi kunci antara lain Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Lembaga ini sebagai motor utama reformasi pengadaan, LKPP telah mengembangkan platform digital seperti e-katalog, SPSE, dan SIRUP, serta menyediakan pelatihan, sertifikasi, dan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan PBJ di seluruh instansi.
Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga berperan dalam penguatan integritas dan pencegahan korupsi di sektor pengadaan melalui sistem Monitoring Center for Prevention (MCP) dan koordinasi supervisi di tingkat daerah.
BPKP dan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) menjadi lembaga yang menjalankan audit kinerja dan pemantauan atas efektivitas pelaksanaan pengadaan di kementerian, lembaga, dan pemda.
Ada juga Kementerian Keuangan, berperan dalam penganggaran dan penyaluran anggaran belanja barang dan jasa agar tepat waktu dan sesuai kebutuhan prioritas nasional.
Harmonisasi peran antarlembaga inilah yang menjadi jaminan sistemik bagi para investor bahwa ekosistem pengadaan nasional dikelola secara akuntabel.
Di era digital saat ini, akses terhadap informasi merupakan kunci. Pemerintah melalui LKPP dan Kementerian PANRB terus mendorong integrasi data dan keterbukaan informasi publik, antara lain dengan: Publikasi data real-time melalui Dashboard Pengadaan Nasional; Interkoneksi antara sistem pengadaan, sistem perencanaan (e-Monev), dan sistem keuangan (Sakti); Publikasi blacklist penyedia nakal untuk mencegah kerugian negara berulang; Penilaian kinerja penyedia berbasis rekam jejak dan data objektif.
Langkah-langkah ini membuat proses pengadaan lebih dapat diaudit publik dan dunia usaha, serta menurunkan praktik mark-up, konflik kepentingan, dan kongkalikong.
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah (LKPP) telah menerbitkan Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2024 yang mewajibkan seluruh proses pengadaan barang/jasa pemerintah menggunakan Katalog Elektronik Versi 6 (V6) mulai 1 Januari 2025.
Sistem katalog terbaru ini telah terintegrasi penuh dengan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) milik Kementerian Keuangan dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD RI) milik Kementerian Dalam Negeri. Integrasi ini ditujukan untuk mempercepat proses pengadaan yang terhubung, transparan, akuntabel, serta memperluas partisipasi UMKM.
Penerapan sistem ini membuka peluang besar dalam mendorong efisiensi belanja negara dan transparansi proses pengadaan. Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti kesiapan penyedia untuk memigrasikan produk ke sistem baru, peningkatan literasi digital pelaku usaha di daerah, serta harmonisasi dengan sistem keuangan pusat dan daerah.
Belanja pemerintah melalui sistem e-Katalog LKPP terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Nilai transaksi e-Katalog meningkat dari Rp83,6 triliun pada 2022, melonjak menjadi Rp196,7 triliun pada 2023, dan terus menanjak hingga Rp223,81 triliun pada kuartal ketiga 2024.
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) juga mencatat pencapaian penting dalam implementasi Katalog Elektronik Versi 6 (V6), yang kini memuat lebih dari 3,5 juta produk—terdiri atas 2,9 juta produk termigrasi dan 615 ribu produk hasil kurasi hingga akhir 2024.
Dengan sistem pengadaan yang bersih, pemerintah memberikan kepastian hukum atas proyek-proyek strategis, keadilan dalam kompetisi tender tanpa diskriminasi.
Pengadaan yang bersih juga memberikan jaminan bahwa keputusan bersifat profesional, bukan politis serta meminimkan risiko reputasi, karena pelanggaran PBJ berdampak pada reputasi global perusahaan.
Investasi yang masuk ke sektor-sektor seperti infrastruktur, energi, layanan publik, dan pengadaan barang strategis sangat dipengaruhi oleh kualitas PBJ.
Semakin bersih dan kredibel sistem PBJ, semakin mudah Indonesia menarik masuk dana investasi, terutama dari mitra multinasional yang tunduk pada prinsip-prinsip anti-korupsi internasional seperti FCPA (AS) atau UK Bribery Act.
Pengadaan barang dan jasa yang bersih adalah wajah dari tata kelola pemerintahan yang modern dan terbuka. Lebih dari sekadar alat belanja negara, sistem PBJ adalah fondasi dari kepercayaan investor terhadap kualitas birokrasi dan iklim usaha Indonesia.
Dengan memperkuat reformasi pengadaan, meminimalkan celah korupsi, dan mendukung partisipasi luas pelaku usaha, Indonesia tidak hanya hemat anggaran, tetapi juga menyusun panggung yang kredibel bagi investasi jangka panjang.
Sumber : indonesia.go.id
Laporan : Tam
Investasi
Aspal Buton Didorong Masuk PSN, GMNI: Hilirisasi Harus Beri Nilai Tambah Untuk Sultra
JAKARTA, Bursabisnis. Id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Adi Maliano menyatakan dukungan terhadap dorongan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara agar hilirisasi Aspal Buton masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)
Usulan tersebut disampaikan Ketua KADIN Sultra Anton Timbang dalam pertemuan jajaran KADIN se-Indonesia dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada 31 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu, KADIN Sultra juga mendorong agar pengembangan industri hilirisasi tersebut tetap berpusat di Pulau Buton sebagai daerah penghasil.
Ketua DPP GMNI Bidang ESDM Adi Maliano menilai momentum tersebut harus menjadi pintu masuk bagi pemerintah, untuk membangun industri Aspal Buton yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
” DPP GMNI Bidang ESDM mendukung Aspal Buton masuk PSN. Tetapi kami ingin menegaskan bahwa hilirisasi jangan hanya menjadi jargon. Hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, membangun industri di daerah penghasil dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Menurut GMNI, Aspal Buton bukan sekadar komoditas tambang, melainkan salah satu kekayaan alam strategis yang dapat menjadi instrumen untuk memperkuat kedaulatan industri nasional
Karena itu, apabila pemerintah serius menjadikan hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional, maka Pulau Buton harus ditempatkan sebagai bagian penting dari rantai industri tersebut.
JANGAN SAMPAI BAHAN BAKUNYA DARI BUTON, NILAI TAMBAHNYA DINIKMATI DAERAH LAIN
GMNI mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi pola lama pengelolaan sumber daya alam, ketika daerah penghasil hanya menjadi tempat eksploitasi bahan mentah, sementara industri, teknologi, keuntungan dan lapangan kerja bernilai tinggi justru berkembang di luar daerah.
“Jangan sampai Aspal Buton diambil dari tanah Buton, tetapi industri dan nilai tambahnya justru dibangun di luar Sulawesi Tenggara. Kalau itu yang terjadi, maka secara substansi kita belum berbicara tentang hilirisasi yang berkeadilan,” ujarnya.
GMNI menilai hilirisasi yang ideal harus menciptakan rantai nilai ekonomi dari hulu hingga hilir di daerah penghasil.
Mulai dari pengelolaan bahan baku, industri pengolahan, riset dan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, tenaga kerja lokal, jasa transportasi, UMKM pendukung, hingga penggunaan produk Asbuton dalam pembangunan infrastruktur nasional harus mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian Sulawesi Tenggara.
GMNI DORONG PEMERINTAH SEGERA BENTUK ROADMAP HILIRISASI
DPP GMNI Bidang ESDM meminta pemerintah pusat tidak berhenti pada penetapan Aspal Buton sebagai PSN, tetapi segera menyusun roadmap hilirisasi Aspal Buton yang terukur dan transparan.
GMNI mendorong sedikitnya lima agenda utama.
Pertama, menetapkan Pulau Buton sebagai pusat utama pengembangan industri hilirisasi Aspal Buton.
Kedua, membangun fasilitas pengolahan dan industri turunan Aspal buton di Sulawesi Tenggara sehingga nilai tambah tidak keluar dari daerah penghasil.
Ketiga, memastikan masyarakat lokal menjadi penerima manfaat utama melalui penyerapan tenaga kerja, pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan dan transfer teknologi.
Keempat, memperkuat kepastian pasar melalui peningkatan penggunaan Asbuton olahan dalam proyek pembangunan dan preservasi jalan nasional maupun daerah.
Kelima, memastikan tata kelola industri berjalan transparan, berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara serta pendapatan daerah.
ASPAL BUTON HARUS MENJADI SIMBOL KEDAULATAN INDUSTRI
GMNI menilai dukungan pemerintah terhadap hilirisasi Aspal Buton seharusnya tidak hanya dilihat dari perspektif bisnis, tetapi juga dari perspektif kedaulatan sumber daya alam dan kepentingan nasional.
Indonesia memiliki kebutuhan infrastruktur jalan yang besar. Di sisi lain, Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya Aspal Buton yang selama ini belum mendapatkan optimalisasi nilai tambah secara maksimal.
Kondisi tersebut, menurut GMNI, seharusnya menjadi peluang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan nasional dengan potensi ekonomi daerah.
“Kami ingin Aspal Buton menjadi contoh bahwa kekayaan alam daerah dapat diolah menjadi kekuatan industri nasional. Buton jangan hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi harus dikenal sebagai pusat industri Aspal Buton Indonesia,” tegasnya.
GMNI juga menilai perjuangan KADIN Sultra membawa isu hilirisasi Aspal Buton langsung kepada Presiden Prabowo merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Usulan tersebut menjadi momentum agar pemerintah pusat memberikan kepastian kebijakan dan investasi terhadap pengembangan industri Asbuton.
GMNI: PSN HARUS BERUJUNG PADA KESEJAHTERAAN RAKYAT
DPP GMNI Bidang ESDM Adi Maliano menegaskan, status PSN bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan tersebut mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kami mendukung PSN Aspal Buton, tetapi kami akan mengawal agar kebijakan ini tidak hanya menguntungkan investor atau korporasi. Negara harus memastikan rakyat Sultra, khususnya masyarakat di wilayah penghasil, menjadi bagian utama dari manfaat hilirisasi,” pungkasnya.
GMNI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda hilirisasi sumber daya alam agar berjalan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Laporan : Tam
Provider
Kalimantan Kontributor Pelanggan dan Trafik Terbesar Indosat di Circle Kalisumapa
JAKARTA, Bursabisnis. Id –
Trafik Data Tumbuh 27,6%, Indosat Region Kalimantan Perluas Pengalaman AI dan 5G bagi Jutaan Pelanggan
Indosat Region Kalimantan terus menunjukkan kinerja positif pada paruh pertama 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 27,6% YoY.
Peningkatan aktivitas digital tersebut
juga diiringi pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 2,2% YoY pada kuartal II 2026, menjadikan Kalimantan sebagai kontributor pelanggan dan trafik terbesar di Circle Kalisumapa.
Untuk memenuhi kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang, Indosat memperkuat infrastrukturnya melalui pengoperasian lebih dari 19.500 BTS 4G serta perluasan jaringan
hingga lebih dari 340 BTS 5G pada akhir kuartal II 2026.
Penguatan jaringan ini turut ditandai dengan kehadiran Indosat 5G di Pontianak untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari gaming, streaming, pembuatan konten, produktivitas, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence
(AI).
Membawa semangat “Lebih Baik Indosat”, manfaat teknologi tersebut juga diperluas melalui SheHacks 2026 di Singkawang, yang membekali perempuan pelaku UMKM dengan keterampilan digital dan AI untuk memperkuat promosi, mengembangkan bisnis, serta
meningkatkan daya saing produk lokal.
REGION SULAWESI
Pemanfaatan Layanan Digital Meningkat, Trafik Data Indosat Region Sulawesi Tumbuh 29,5% YoY
Indosat Region Sulawesi mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 29,5% YoY pada paruh pertama 2026. Capaian ini mencerminkan semakin tingginya pemanfaatan layanan digital oleh
masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari komunikasi, hiburan, pembelajaran, produktivitas, hingga pengembangan usaha.
Mengakomodasi peningkatan kebutuhan tersebut, Indosat terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan melalui pengoperasian lebih dari 15.500 BTS 4G serta perluasan jaringan hingga lebih dari 120 BTS 5G pada akhir kuartal II 2026.
Membawa semangat “Lebih Baik
Indosat”, penguatan infrastruktur ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial
Intelligence (AI), bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai kota strategis di Sulawesi.
REGION MALUKU–PAPUA
Trafik Data Melonjak 47,9% YoY, Indosat Region Maluku–Papua Berdayakan UMKM
Perempuan melalui Pemanfaatan AI
Indosat Region Maluku–Papua mencatatkan pertumbuhan trafik data paling pesat di Circle Kalisumapa pada paruh pertama 2026, dengan lonjakan sebesar 47,9% YoY.
Pertumbuhan aktivitas digital ini juga diiringi peningkatan jumlah pelanggan sebesar 16% YoY pada kuartal II
2026. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat di wilayah kepulauan dan kawasan timur Indonesia.
Peningkatan tersebut didukung oleh penguatan lebih dari 4.300 BTS 4G yang membantu memenuhi kebutuhan komunikasi, pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha masyarakat di wilayah dengan karakter geografis yang luas dan beragam.
Melalui semangat “Lebih Baik Indosat”, manfaat konektivitas ini turut diterjemahkan melalui SheHacks 2026 di
Ternate, yang membekali perempuan pelaku UMKM dengan keterampilan digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan ide konten, memperkuat promosi, serta meningkatkan
daya saing produk lokal.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam menghadirkan teknologi yang inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Maluku dan Papua.
Laporan : Kas
OTOMOTIF
Asmo Sulsel Gelar Night Ride Bersama HASCI Makassar Chapter
MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menghadirkan aktivitas seru bagi komunitas dan pecinta sepeda motor Honda melalui kegiatan night ride bersama komunitas Honda Stylo, yakni Honda Stylo Club Indonesia (HASCI) Makassar Chapter.
Kegiatan yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026 ini diikuti oleh lebih dari 40 pengendara yang menikmati pengalaman berkendara malam hari sambil mengeksplorasi sejumlah ikon Kota Makassar.
Kegiatan dimulai dari kawasan Trans Studio Mall Makassar. Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti edukasi safety riding yang dipandu oleh Wanny selaku instruktur safety riding Asmo Sulsel di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar.
Dalam sesi tersebut, peserta diingatkan mengenai pentingnya mempersiapkan kondisi diri dan kendaraan, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta menjaga fokus selama perjalanan.
Tidak hanya itu, para peserta juga turut menikmati fasilitas parking exclusive di Trans Studio Mall yang dihadirkan Asmo Sulsel sebagai bentuk apresiasi dan upaya untuk memberikan kenyamanan lebih bagi konsumen Honda.
Setelah sesi edukasi selesai, rombongan kemudian memulai night ride menuju kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) sebelum mengakhiri perjalanan di kawasan Lego-Lego.
Suasana kebersamaan terasa sepanjang perjalanan, di mana para peserta dapat menikmati keindahan Kota Makassar pada malam hari sekaligus mempererat hubungan antar sesama anggota komunitas dan pecinta Honda Stylo.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengatakan bahwa kegiatan komunitas seperti ini menjadi salah satu upaya Asmo Sulsel untuk terus membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan para pengguna sepeda motor Honda.
“Kami percaya bahwa komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem Honda. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan para anggota komunitas melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti night ride ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi para anggota komunitas untuk saling terhubung dan berbagi pengalaman,” ujar Habib.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Asmo Sulsel dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup konsumen saat ini.
“Bagi kami, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, kami ingin terus menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama oleh para konsumen Honda, termasuk komunitas Honda Stylo yang terus berkembang di Makassar. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mempererat hubungan antara Honda dan para konsumennya,” ujar Yusticia.
Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel berharap dapat terus memperkuat budaya berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus membangun komunitas Honda yang semakin solid dan aktif menghadirkan berbagai aktivitas positif di tengah masyarakat.
Laporan : Kas
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN11 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
