Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Kadis DPMPTSP, Parinringi :  Komitmen Tingkatkan Kepatuhan Layanan Publik Tahun 2024

Published

on

ORI Perwakilan Sultra berkunjung ke kantor DPMPTSP Provinsi Sultra. -foto:istimewa-

KENDARI, Bursabisnis.id – Meningkatkan kepatuhan pelayanan publik pada tahun 2024, ini menjadi komitmen Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra.

Hal ini ditegaskan Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Ini diungkapkan setelah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DPMPTSP Sultra memperoleh penilaian 71 dengan kategori sedang.

“Kami optimis mampu mencapai target kepatuhan pelayanan publik melalui pemenuhan kriteria dan aspek yang di prasyaratkan pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Mantan Pj Bupati Kolaka Utara mengaku menyambut baik langkah pembinaan, sekaligus penilaian terkait kepatuhan pelayanan publik di Sulawesi Tenggara, khususnya di DPMPTSP Provinsi Sultra yang dilakukan ORI Sultra.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra Parinringi bersama Kepala Kantor ORI Perwakilan Sultra Mastri Susilo. -foto:istimewa

Meskipun berada dalam penilaian kategori sedang, DPMPTSP Sultra menyatakan komitmennya  untuk meningkatkan perolehan penilaian Ombudsman di tahun 2024 ini. Dengan harapan bisa memperoleh kategori yang baik dan kalau perlu sangat baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Parinringi, pihaknya telah menekankan kepada bawahannya agar melaksanakan semua instrumen penunjang dalam rangka peningkatan kepatuhan pelayanan publik.

“Dan Ombudsman sudah menyampaikan kriteria yang harus kita lengkapi, apa-apa saja yang kita benahi. Dan Alhamdulillah sebelum teman-teman Ombudsman berkunjung untuk melakukan penilaian dan pendampingan, kami di DPMPTSP juga sudah mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan dalam rangkaian penilaian pelayanan kepatuhan pelayanan publik ini,” jelasnya.

Menurut mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra ini,   ada dan tidak adanya penilaian dari pihak Ombudsman, institusi pemerintahan idealnya tetap berupaya memberikan layanan publik yang maksimal.

Apalagi, pihak ORI telah berinisiatif untuk mendorong peningkatan layanan publik, maka hal itu juga harus diapresiasi dengan baik.

“Apa yang dilakukan pihak Ombudsman ini kan semata-mata untuk pemenuhan hak publik dalam mendapatkan layan yang baik dan maksimal. Saya fikir itu hal yang wajar-wajar saja, kita harus mendukungnya,” ujarnya.

Parinringi kemudian minta dukungan semua pihak, baik dari internal OPD yang dipimpinnya itu, maupun dari pihak eksternal dalam rangka mewujudkan pelaksanaan layanan publik yang maksimal dan lebih baik.

“Tentu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, sehingga layanan publik secara maksimal dapat dilaksanakan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Ombudsman Sultra, Mastri Susilo mengatakan, pihaknya melakukan penilaian terkait kepatuhan pelayanan publik di lingkup OPD setiap tahunnya.

“Dan penilaian yang kita lakukan selama ini hasilnya belum optimal, jadi kita dari Ombudsman lakukan pendampingan kepada pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten dan kota,” ungkap Mastri Susilo yang juga pernah menjabat Ketua HMI.

Menurut Mastri mantan aktivis mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) ini, pihaknya melakukan pengecekan beberapa indikator dan aspek yang dinilai dan dilanjutkan dengan memberikan catatan-catatan yang perlu diperbaiki atau perlu diadakan, sebelum nanti penilaian pada semester kedua bulan Juni atau bulan Juli dilakukan.

untuk di Pemprov Sultra, lanjut Mastri Susilo, terdapat empat OPD yang akan dikunjungi dan dilakukan pendampingan yakni DPMPTSP, RS Bahteramas, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.

“Jadi, harapan kami dengan adanya pendampingan ini, bisa dilakukan perbaikan-perbaikan atas catatan yang diberikan Ombudsman. Ke depan saat penilaian nanti kita lakukan, sudah dipersiapkan secara matang hal-hal yang kita nilai dan aspek input, proses output dan pengelolaan pengaduan,” tegas Mastri.

 

(Advetorial/Pariwara)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.

“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.

“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.

Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.

Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.

Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)

Continue Reading

Trending