Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Potensi Investasi Provinsi Sulawesi Tenggara

Published

on

Keindahan Pulau Labengki. -foto:istimewa-

KENDARI, Bursabisnis.id – Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, dan secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45′ – 06°15′ Lintang Selatan dan 120°45′ – 124°30′ Bujur Timur serta mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000 km² (11.000.000 ha).

Panjang garis pantai 1.740 km2 . Jumlah pulau 651 buah, 361 pulau diantaranya telah memiliki nama, 290 pulau belum memiliki nama dan hanya 86 pulau yang berpenghuni, 39 % penduduk Sulawesi Tenggara bermukim di kepulauan.

Dengan ibu kota Kendari, Sulawesi Tenggara populasi sekitar 2,7 juta jiwa (berdasarkan data tahun 2022).

Sulawesi Tenggara adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian tenggara Pulau Sulawesi, Indonesia.

Provinsi ini berbatasan di sebelah Barat dengan Sulawesi Selatan di teluk bone, sebelah Timur dengan Provinsi Maluku di laut banda, sebelah Utara dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, dan sebelah Selatan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur di laut Flores.

Sulawesi Tenggara terdiri dari 17 Kabupaten/Kota, 15 Kabupaten dan 2 Kota. Kabupaten yang paling luas adalah Kabupaten Konawe Selatan, sementara yang paling kecil adalah Kota Baubau.

 

Tabel luas wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara

Geografi

Topografi :  Sulawesi Tenggara memiliki ragam topografi yang beragam, mulai dari pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai.

Terdapat rangkaian Pegunungan Mekongga di bagian tengah. Dataran rendah yang luas terletak di bagian tengah dan timur provinsi ini.

Sungai: Sulawesi Tenggara dilintasi oleh beberapa sungai besar, seperti Sungai Konaweha, Sungai Lasolo, Sungai Wawotobi, dan Sungai Lalindu.

Pantai dan Pulau: Terdapat pantai yang panjangnya sekitar 1.931 kilometer, dengan beberapa pulau kecil yang tersebar di sekitar pantai, seperti Pulau Buton, Pulau Muna, Pulau Kabaena, dan kepulauan Wakatobi.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra Parinringi panen padi di Kabupaten Kolaka Utara.-foto:istimewa

 

Budaya dan Suku:

Suku

Sulawesi Tenggara merupakan rumah bagi berbagai suku bangsa, termasuk suku Buton, suku Muna, suku Tolaki, suku Moronene, suku Bajo.

Setiap suku memiliki kebudayaan, adat istiadat, dan bahasa sendiri.

Bahasa

Bahasa resmi yang digunakan adalah Bahasa Indonesia.

Namun terdapat pula penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Buton, Bahasa Muna, Bahasa Tolaki, Bahasa Morunene dan lainnya.

Tradisi dan Kesenian

Sulawesi Tenggara memiliki beragam tradisi dan kesenian, seperti tari-tarian tradisional seperti tari Lulo, tari Umoara, tari Balumpa, tari Lumense, tari Mangaru, tari Lariangi, dan lain sebagainya.

Tari Lulo, tari persatuan. -foto:istimewa

Pariwisata

Taman Nasional Wakatobi

Terletak di Kepulauan Wakatobi, taman nasional ini terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya yang menakjubkan dan merupakan tempat penyelaman yang populer.

Pantai Namu

Pantai berpasir putih yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan ini menawarkan panorama alam yang indah, air jernih, dan ombak yang tenang.

Benteng Keraton Buton

Sebuah benteng peninggalan kerajaan Buton yang bersejarah, merupakan situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Taman Nasional Rawa Aopa

Taman Nasional Rawa Aopa berada di wilayah irisan Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka dan Kolaka Timur.

Taman nasional ini terdapat endemik binatang buas Anoa. Kemudian di taman ini hidup hewan rusa. Lalu di wilayah rawa yang sangat luas terdapat burung, ikan dan buaya.

Pulau Labengki

Salah satu obyek wisata yang kini banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancenagara adalah Pulau Labengki yang berada di Kabupaten Konawe Utara.

Potensi Ekonomi

Pertanian

Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertanian yang baik, terutama dalam produksi kelapa, kakao, kopi, padi, pala, cengkeh, sawit dan hasil pertanian lainnya.

Perikanan
Sebagai provinsi yang memiliki pesisir pantai yang panjang, perikanan memiliki peran penting dalam perekonomian Sulawesi Tenggara. Ikan tuna, udang, dan lobster adalah beberapa hasil perikanan yang diperdagangkan.

Pertambangan

Provinsi ini juga memiliki sumber daya mineral yang melimpah, seperti nikel, emas, dan marmer.

Pada dasarnya bahwa keadaan eksisting Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah yang kaya akan keanekaragaman alam, budaya, dan potensi ekonomi.

Dengan pesona alamnya yang menakjubkan, provinsi ini menawarkan banyak peluang bagi investor untuk berperan dalam pembangunan sektor ekonomi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.

(Advetorial/Pariwara)

 

 

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Belajar dari Aqua Dwipayana: Kekuatan Silaturahim Membuka Jalan Hidup yang Bermakna

Published

on

By

YOGYAKARTA, bursabisnis.id – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Yogyakarta menjadi lokasi istimewa yang mempertemukan puluhan wartawan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan seseorang yang luar biasa, yakni pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana, Selasa 25 Agustus 2026.

‎Pertemun tersebut diinisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, dibawah kepemimpinan Edwin Permadi.

‎Dibalut konsep sharing komunikasi dan motivasi, Aqua Dwipayana yang juga merupakan motivator nasional memberikan penguatan kepada puluhan wartawan ekonomi mitra Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.

‎The Power of Silaturahim, menjadi judul besar dari materi yang dipaparkan sang wartawan senior itu.

‎Denga keahlian membangun komunikasi, Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana kekuatan silaturahim dapat mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan.


‎Kisah perjalanan hidupnya hingga berada di titik saat ini menjadi bukti bagaimana kekuatan silaturahmi bisa membuka jalan, dan menjadikan hidup yang berkah
‎serta bermakna.

‎”Menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan merawat silaturahim membuka jalan menuju kesuksesan,” ujar mantan wartawan Suara Indonesia itu.

‎Jejak kebaikan yang dibangun saat dirinya menekuni profesi wartawan di masa muda, mengantarkan dirinya dikenal dan terus diingat para narasumber yang pernah diwawancarainya. Dengan kesan baik yang ditinggalkan, tak jarang pula memudahkan rutinitas dan usaha yang dilakoni.

‎”Pertemanan saya dengan narasumber yang pernah saya wawancara saat jadi wartawan masih berlanjut sampai sekarang. Itu karena konsep silaturahim yang saya bangun selama ini. Saya itu paling sering silaturahim, bahkan saya sudah agendakan siapa yang saya harus temui. Bukan untuk meminta sesuatu ya, tapi sekadar bertemu, bercerita dan mengetahui situasi mereka, apabila ada permasalahan dan kesulitan, terkadang bisa saling memberikan wejangan. Itulah yang saya sebut The Power of Silaturahim,” jelas Aqua Dwipayana, mengenang masa-masa keaktifannya menjadi wartawan.

‎Aqua Dwipayana yang kini telah melahirkan banyak karya melalui tulisannya itu juga tak lupa mengingatkan para wartawan untuk terus membangun diri.

‎”Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tetap mengupgrade, terus belajar, jangan cepat puas. Bentuklah karakter dengan kredibilitas, komitmen dan konsisten,” ungkap wartawan senior itu.

‎Aqua Dwipayana juga menyampaikan, bahwa kerja itu ibadah, soal rezeki itu bersifat jatah, sudah ada takarannya yang ditentukan sang pencipta. Olehnya itu, bekerja dengan baik sesuai koridornya, kerja keras dan ikhlas, maka tuhan akan memberikan yang terbaik.

‎Tak hanya itu, Aqua Dwipayana juga memberikan empat kartu AS untuk mencapai kesuksesan yakni kerja ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.

‎”Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas tidak hanya mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya juga gampang dilaksanakan. Hanya saja, perlu konsistensi yang tinggi untuk dapat menerapkannya,” pungkas Aqua Dwipayana.




laporan: mirkas

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

Trending