Fokus
Keamanan Siber Harus Jadi Prioritas Strategis, Tahun 2024 Indonesia Hadapi 330,5 Juta Anomali Siber
PERCEPATAN transformasi digital saat ini menyentuh hampir seluruh lini kehidupan, industri keuangan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh perkembangan teknologi.
Inovasi digital memungkinkan transaksi keuangan berlangsung dalam hitungan detik, mempermudah akses bagi nasabah, dan menciptakan efisiensi operasional bagi institusi keuangan.
Namun, di balik kemudahan tersebut, mengintai ancaman yang tak kalah serius, serangan siber yang kian canggih dan merugikan.
Industri keuangan secara inheren memproses data dan transaksi yang bernilai tinggi. Bank, perusahaan asuransi, lembaga pembiayaan, dan perusahaan teknologi finansial (fintech) menyimpan informasi yang sangat sensitif, mulai dari data pribadi nasabah hingga catatan transaksi bernilai miliaran rupiah.
Menurut data dari Financial Services Information Sharing and Analysis Center (FS-ISAC), industri keuangan merupakan target utama serangan siber global, dengan lebih dari 30 persen dari total serangan yang terjadi setiap tahunnya menyasar lembaga keuangan.
Tingginya nilai ekonomi dan informasi yang dikelola menjadikan sektor ini sebagai target bernilai tinggi. Serangan seperti phishing, malware, ransomware, dan data breach bukan sekadar ancaman, melainkan realitas yang terus berkembang dan semakin kompleks.
Salah satu contoh kasus yang sempat mengguncang dunia keuangan adalah insiden peretasan Bank Bangladesh pada 2016. Dalam insiden tersebut, para peretas berhasil membobol sistem keamanan dan mengirimkan perintah transfer palsu melalui sistem SWIFT, mencuri hampir US$81 juta dari rekening bank sentral.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia. Pada 2021, sebuah perusahaan multifinansial lokal mengalami serangan ransomware yang membuat seluruh sistem operasionalnya lumpuh selama hampir seminggu. Akibatnya, ribuan transaksi harian tertunda, dan kepercayaan nasabah mengalami penurunan signifikan.
Dampak dari serangan siber bukan hanya kerugian finansial yang nyata, tetapi juga hilangnya kepercayaan publik yang telah dibangun bertahun-tahun.
Laporan IBM Cost of a Data Breach Report 2023 mencatat bahwa rata-rata kerugian akibat pelanggaran data di sektor keuangan mencapai USD5,9 juta per insiden—tertinggi kedua setelah sektor kesehatan.
Namun, kerugian tersebut tidak terbatas pada uang. Terdapat berbagai implikasi lain yang tak kalah serius antara lain, eputasi yang tercoreng. Lembaga keuangan yang gagal melindungi data nasabah akan kehilangan kepercayaan yang menjadi fondasi utama hubungan antara bank dan nasabah.
Kemuadia, sanksi Regulasi. Di bawah peraturan seperti UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia dan General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa, pelanggaran data dapat dikenai denda yang sangat besar.
Lalu, gangguan Operasional. Serangan siber seringkali melumpuhkan sistem penting seperti layanan transaksi digital dan internet banking.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mengeluarkan berbagai peraturan dan panduan untuk meningkatkan ketahanan siber lembaga keuangan.
Di antaranya adalah, POJK No. 11/POJK.03/2022 tentang Keamanan Siber dan Ketahanan Teknologi Informasi; Surat Edaran BI tentang Manajemen Risiko TI; Framework Keamanan Siber Nasional oleh BSSN.
Regulasi tersebut mengamanatkan adanya kebijakan keamanan informasi yang menyeluruh, audit berkala, serta kewajiban pelaporan insiden siber secara cepat dan transparan.
Namun demikian, regulasi saja tidak cukup. Implementasi nyata di tingkat operasional adalah kunci. Banyak lembaga keuangan yang mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia terlatih di bidang keamanan TI, serta terbatasnya anggaran yang dialokasikan untuk mitigasi risiko siber.
Keamanan siber tidak hanya bergantung pada perangkat lunak atau perangkat keras. Faktor manusia tetap menjadi titik lemah terbesar. Studi dari Verizon menyebutkan bahwa 82 persen insiden pelanggaran data melibatkan unsur kelalaian manusia, seperti mengklik tautan phishing atau penggunaan kata sandi yang lemah.
Oleh karena itu, membangun budaya kesadaran siber menjadi hal yang sangat penting. Pelatihan rutin kepada karyawan, simulasi insiden, serta pengujian sistem (penetration testing) harus menjadi bagian dari strategi keamanan siber menyeluruh.
Maraknya Serangan Siber
ManageEngine mengungkapkan, Indonesia menghadapi 330,5 juta anomali siber sepanjang 2024. Hal itu menunjukkan kerentanan banyak perusahaan atau organisasi di Indonesia terhadap serangan siber yang semakin canggih saat ini.
Regional Director Asia Pacific ManageEngine, Arun Kumar, mengatakan ada beberapa alasan yang membuat keamanan siber di Indonesia sangat rentan terhadap banyak ancaman.
Alasan pertama adalah kesalahan manusia alias human error pada saat melakukan transformasi digital. Arun menjelaskan, dalam setiap transformasi digital yang dilakukan, perlu adanya pemahaman bahwa setiap data haruslah mengalir secara lancar melalui proses menggunakan alat dan aplikasi.
“Namun, secara umum manusia juga memiliki tantangan dalam menyimpan data di luar sistem karena alasan kenyamanan atau kurangnya kesadaran. Itu semua merupakan titik kritis potensial dalam hal serangan siber,” kata Arun.
Alasan kedua yang membuat Indonesia begitu rentan terhadap ancaman adalah karena tidak menjadikan keamanan siber sebagai prioritas. Arun melihat, banyak organisasi atau perusahaan di Indonesia yang cenderung berinvestasi terlebih dahulu terhadap transformasi digital, sedangkan keamanan siber belakangan.
Fokus terhadap keamanan siber menurut Arun perlu menjadi fokus perusahaan atau organisasi di Indonesia. Bukan hanya dari sisi peralatannya, melainkan juga pendekatan tangguh apa yang bisa dilakukan sistem keamanan siber saat mendapatkan serangan.
“Yang lebih penting, ini bukan hanya tentang berinvestasi pada perangkat keamanan siber. Jadi, ini juga membangun pendekatan ketahanan siber yang sangat baik. Jadi, ada perbedaannya. Keamanan siber selalu tentang bagaimana perangkatmu dapat bertahan dari serangan,” tutur Arun.
Masih di 2024, data International Cybersecurity Agencies menunjukkan Indonesia menghadapi 514.508 aktivitas ransomware. Lalu, masih di tahun yang sama, Indonesia tercatat menghadapi total aktivitas terindikasi phishing sebanyak 26.771.610 aktivitas, dan total trafik anomali sebanyak 330.527.636 dengan 81.286.596 anomali disebabkan oleh serangan Mirai Botnet.
Itu belum termasuk penggunaan Stealer Logs oleh para pelaku serangan siber yang menyebabkan pelanggaran signifikan, membahayakan data penting milik jutaan orang di seluruh Indonesia.
Melihat data serangan siber yang ada, Direktur Technology and Operations UOB Indonesia, Paul Rafiuly memproyeksikan, serangan siber akan terjadi lebih cepat, lebih canggih, dan lebih akurat dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan. Hal ini diungkapkan Paul berdasarkan pengamatannya terhadap serangan siber yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir ini.
“Kalau kita lihat tren 10 tahun lalu sampai sekarang, kemungkinan besar serangan akan lebih cepat, lebih canggih, dan lebih akurat,” ujarnya dalam acara webinar bertajuk “The Future of Cybersecurity: Threats, Challenges, and Innovations” yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (5/6/2025).
Ketangguhan Keamanan Siber LPS
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengakui mendapatkan serangan siber distributed denial of service alias DDoS sebanyak 2,2 miliar dalam periode 17 Juni hingga 3 Juli 2025, atau kurang lebih dalam kurun waktu dua minggu.
Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Temu Media di Kantor Pusat LPS, Jumat (4/7/2025) mengungkapkan bahwa serangan siber yang diterima tersebut meningkat dengan pesat. “Serangannya kencang banget. Ini bahkan dalam 5 menit bisa 100 juta serangan. Dalam 2 minggu terakhir itu, 2 miliar setengah lebih serangan ke LPS,” kata Purbaya.
Purbaya menuturkan, serangan siber yang diterima LPS adalah yang terbesar keempat di dunia. Namun demikian, ia memastikan bahwa keamanan siber LPS masih unggul. Bahkan, Purbaya memastikan pihaknya senantiasa memperbaharui sistem ketahanannya.
“Jadi sejak 2021, kita sudah enhance cyber security di sini. Kita sudah invest Rp300 miliar untuk meningkatkan IT kita. Dan kita juga sudah hire, hacker-hacker yang jago-jago, supaya sistem kita begitu (kuat,” pungkas Purbaya.
Direktur Group Sistem Informasi LPS Monang Siringoringo mengatakan, sejak 17 Juni hingga 3 Juli 2025, pihaknya mengidentifikasi adanya serangan DDoS dengan intensitas luar biasa mencapai total 2,2 miliar serangan (hit). Puncaknya pada 25 Juni 2025, tercatat sebesar 34 juta serangan per detik dengan total traffic mencapai 960 gigabit per detik.
Monang menjelaskan, serangan tersebut berasal dari 44,6 juta IP address dari 40 negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda. Menurutnya, pola serangan yang terus berubah menunjukkan bahwa aksi ini telah dirancang dengan sistematis dan matang.
Sebelumnya, pada 2022, Monang mengungkapkan bahwa LPS juga sempat menjadi target ransomware, namun berhasil mendeteksi dan menggagalkan serangan tersebut.
Bahkan, tim siber LPS berhasil melacak dan membobol cloud penyimpanan pelaku untuk menghapus data-data korban lain yang telah disimpan.
“LPS bisa diserang seperti ini, berarti tempat lain pun berpotensi bisa diserang dan kemudian operasionalnya bisa setop (ketika pertahanan siber ditembus oleh penyerang). Jadi, kita benar-benar perlu berkolaborasi untuk hal-hal seperti ini dan mesti serius,” kata Monang.
Monang pun mengungkap pentingnya tiga kunci utama dalam menghadapi ancaman siber, usai lembaga ini mengatasi dua kali serangan siber kategori luar biasa, yakni distributed denial of service (DDoS) hyper volumetric dan ransomeware.
Menurut Monang keberhasilan menangkal serangan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan pada tiga kunci tersebut, antara lain kemandirian teknologi, sense of belonging, dan sense of crisis.
“Setelah kami analisa dari banyak kejadian, termasuk di kami sendiri. Seringkali orang berpikir bahwa teknologinya kurang canggih. Padahal teknologi sebenarnya hanyalah pintu masuk bagi serangan. Akar permasalahannya, tiga clue itu,” kata Monang.
Monang mengingatkan bahwa kemandirian teknologi merupakan fondasi utama dalam pertahanan siber nasional. Selama ini, kata dia, institusi di Indonesia masih sangat bergantung pada produk atau sistem buatan luar negeri. Hal ini sebenarnya membuka celah keamanan yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan sendiri.
“Terlalu dependensi dengan produk yang dibikin oleh bukan kita. Jadi kita tidak bisa kontrol penuh terhadap perangkat-perangkat itu,” ujar Monang.
LPS juga menyoroti pentingnya SDM yang bekerja di sistem IT untuk memiliki sense of belonging yang kuat terhadap sistem, data, dan tanggung jawab kelembagaan. Tanpa komitmen yang tinggi dari lini pertahanan siber, maka upaya menjaga keamanan siber hanya menjadi rutinitas administratif yang mudah ditembus oleh serangan.
Kemudian, tim IT di suatu institusi atau organisasi juga penting memiliki sense of crisis, yaitu kesadaran kritis dan kesiapsiagaan tinggi untuk merespons dengan cepat dan tepat saat menghadapi indikasi ancaman siber.
Monang mengingatkan, serangan siber seringkali datang secara tidak terduga, pola yang berubah-ubah, dan dirancang secara sistematis, sehingga tidak bisa ditangani hanya dengan pendekatan standar. LPS sendiri menghadapi berbagai macam serangan siber dan terus memastikan seluruh sistem terproteksi dengan baik.
Ke depan, tantangan keamanan siber di sektor keuangan akan semakin kompleks. Teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan komputasi kuantum membuka peluang baru, namun juga menciptakan celah keamanan yang belum sepenuhnya dipahami.
Industri keuangan tak bisa lagi menunda pembenahan sistem keamanan siber. Ancaman yang ada bukan sekadar hipotesis, melainkan kenyataan yang sudah dan akan terus terjadi. Meningkatkan investasi pada keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi nasabah, dan mempertahankan kepercayaan publik.
Keamanan siber harus menjadi prioritas strategis, bukan hanya tanggung jawab departemen teknologi informasi. Para pemimpin industri, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama memastikan bahwa sistem keuangan kita siap menghadapi tantangan digital masa depan dengan ketahanan, kesiapan, dan kewaspadaan yang tinggi.
Penulis: Ismadi Amrin
Sumber : indonesia.go.id
Fokus
Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka
MANDALIKA LOMBOK, Bursabisnis. Id – Astra Motor Racing Team (ART) sukses memborong podium pada gelaran Mandalika Racing Series (MRS) 2026 ronde pembuka dengan mengandalkan performa Honda CBR250RR.
Pembalap andalan ART, Andi Gilang, yang turun di kelas NS250cc, berhasil menyapu bersih podium pertama pada Race 1, Race 2, serta Superpole yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 25–26 April 2026.
Tampil memuka di seri pembuka MRS 2026, Andi Gilang juga mengaku performa Honda CBR 250RR miliknya mulai kompetitif sejak sesi latihan dan sesi kualifikasi (QTT) hari sabtu.
“Alhamdulillah di kelas NS250cc berjalan sangat lancar dari race 1, superpole dan hari ini race 2 saya berhasil sapu bersih podium 1,” ungkap Andi Gilang.
Tak hanya di kelas NS250cc, Gilang juga menunjukkan performa impresif di kelas NS150cc dengan Honda CBR150R.
Ia berhasil meraih podium 3 pada Race 1 dan podium 1 pada Race 2, dengan selisih waktu yang sangat tipis dari pembalap terdepan.
“Benar-benar hasil yang memuaskan untuk seri pembuka kali ini, saya juga merasakan feeling dengan motor sangat baik setelah berhasil sapu bersih kelas NS250cc ditambah podium di kelas NS150cc juga,” tambah Gilang.
Dominasi ART juga berlanjut di kelas Junior Indonesia Talent Cup. Pembalap Resky YH sukses meraih double winner meski sempat menghadapi kendala long lap penalty pada Race 1 hari sabtu kemarin.
“Alhamdulillah meski start dari grid belakang dan ditambah long lap penalty karena melakukan kesalahan saat QTT, tetap tidak melunturkan semangat saya untuk raih podium di kelas tersebut,” beber Resky YH.
Hasil tersebut menempatkan Resky sebagai pemimpin klasemen sementara di ronde pertama musim ini.
Sementara itu, kontribusi positif juga datang dari pembalap ART yang turun di kelas Junior NS250cc melalui Ahmad Azel Savero. Azel berhasil meraih podium ketiga pada Race 1 dan podium kedua pada Race 2.
Azel mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru di kelas tersebut, terutama dalam mengendalikan motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar.
“Alhamdulillah bisa meraih podium perdana untuk ART. Banyak pembelajaran yang saya dapat karena karakter motor 250cc sangat berbeda dan membutuhkan kontrol yang lebih baik,” tutup Azel.
Laporan : Kas
Editor : Tam
Fokus
Warga Desak Aparat Usut Tuntas Perusakan Hutan Sistematis di TN Rawa Aopa Watumohai
Kendari, Bursabisnis.id- Jantung konservasi Taman Nasional (TN) Rawa Aopa Watumohai kini berada dalam ancaman serius. Praktik perusakan hutan secara sistematis dan masif terdeteksi di kawasan lindung ini, mulai dari pembukaan lahan skala besar hingga pembangunan infrastruktur ilegal. Ironisnya, aktivitas yang diduga melibatkan jaringan terstruktur ini disinyalir berjalan mulus akibat adanya pembiaran dari otoritas terkait.
Otoritas terkait diduga melakukan pembiaran. Oleh karena itu, warga melaporkan adanya indikasi pola terstruktur dalam aktivitas tersebut. Di berbagai titik konservasi, kini telah berdiri fasilitas umum, organisasi, jaringan listrik, hingga bangunan sarang walet yang dianggap dilarang di kawasan lindung.
Temuan warga menunjukkan kerusakan yang tersebar di beberapa kabupaten. Di Kolaka Timur, tepatnya Desa Bou dan Desa Awiu, melaporkan adanya pembukaan lahan luas serta pembangunan fasilitas pemerintah menggunakan anggaran negara. Sementara di Kabupaten Bombana, aktivitas ilegal mencakup percetakan sawah hingga perkebunan sawit dan cengkeh yang diperkirakan mencapai ribuan hektare.
Kondisi ini memicu kritik keras, terutama terkait dengan asas keadilan hukum bagi warga setempat. Kamarudin, warga Desa Tatangga, mengungkapkan kekecewaannya, warga lokal justru diancam pidana saat mengajukan izin pinjam pakai lahan untuk kebutuhan ketahanan pangan.
“Yang kami minta hanya lahan untuk sawah, itu pun sifatnya pinjam pakai. Tapi justru kami diancam akan dipidana,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut melibatkan rencana pengerahan aparat penegak hukum.
“Disebutkan akan melibatkan anggota Reskrim untuk memproses warga jika tetap membuka lahan,” imbuhnya.
Padahal, warga Desa Tatangga dan Desa Lanowulu mengklaim telah mengajukan proposal resmi sejak 22 Desember 2025 namun tidak mendapatkan tanggapan.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas Kamarudin.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa Kepala Balai TN Rawa Aopa Watumohai, Yarman, serta Kepala Seksi SPTN II, Aris. Keduanya dinilai perlu diperiksa untuk mengungkap dugaan kejahatan atau potensi keterlibatan dalam masifnya aktivitas ilegal tersebut.
Rangkaian aktivitas perusakan hutan ini dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Seksi SPTN II TN Rawa Aopa Watumohai, Aris, berdalih bahwa penghancuran telah mengambil langkah pengawasan. Menurutnya, lahan sawit yang sudah ada, telah dipasangi rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
“Untuk lahan sawit yang sudah ada, kami sudah memasang rencana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Sedangkan pembukaan lahan baru sudah kami hentikan,” kata Aris.
Terkait keberadaan kebun sawit di kawasan tersebut, pihak balai mengaku telah mematuhi data screenig, melaporkannya ke pemerintah pusat.
“Tanaman sawit yang berada di kawasan sudah dilakukan pendataan dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini tinggal menunggu keputusan, tindak lanjut penyelesaiannya,” ujarnya.
Fokus
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan Sabtu 21 Maret 2026
JAKARTA, Bursabisnis. Id – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026.
Penetapan ini diputuskan dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di kantor layanan Kementerian Agama di Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2026.
“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai sidang sebagaimana disiarkan laman kemenag.go.id.
Turut mendampingi, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.
Menag menjelaskan, keputusan tersebut didasarkan pada dua hal. Pertama, secara hisab, pada saat rukyat tanggal 29 Ramadan 1447 H/19 Maret 2026, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik (0,91 derajat) hingga 3 derajat 7 menit 52 detik (3,13 derajat), dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 40 detik (4,54 derajat) hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. (6,1 derajat).
“Secara hisab, posisi hilal tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura),” jelasnya.
Diketahui, bahwa Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Kedua, berdasarkan hasil rukyat atau pemantauan hilal di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Pengamatan hilal telah dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia, dan laporan yang diterima serta dikonfirmasi menunjukkan bahwa tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal,” ujar Menag.
“Demikian hasil sidang isbat yang telah kita laksanakan dan sepakati bersama. Kita berharap keputusan ini dapat menjadi dasar kebersamaan umat Islam Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak, serta menjadi simbol persatuan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” jelas Menag.
Sidang isbat ini dihadiri juga oleh perwakilan duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, para pakar falak dari berbagai ormas Islam dan perguran tinggi islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Urgensi Sidang Isbat
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa dalam penentuan awal bulan kamariah, terutama yang berkaitan dengan ibadah dan hari raya besar Islam yang menyangkut kepentingan umat secara luas, negara memfasilitasi melalui penyelenggaraan sidang isbat sebagai bentuk keterlibatan ulil amri (pemerintah).
Kementerian Agama telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat sebagai landasan hukum baru dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Regulasi ini menegaskan pendekatan integrasi hisab dan rukyatulhilal, sekaligus memperkuat kepastian hukum, transparansi, dan kesatuan penetapan awal bulan hijriah secara nasional. Selain itu, ada juga fatwa MUI no 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah.
“Sidang ini menjadi sarana musyawarah sekaligus upaya menjaga persatuan umat, agar terdapat ruang bersama dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah dan hari raya,” tandas Menag.
Simber : kemenag.go.id
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
