ADVETORIAL/PARIWARA
Konawe Selatan Penghasil Sapi Potong 69.274 Ekor dan Kambing 20.859 Ekor
KONSEL, Bursabisnis.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tidak hanya dikenal potensi sektor pertanian, pertambangan, perikanan dan kelautan. Namun juga dikenal memiliki potensi peternakan yang layak untuk dilirik investor berinvestasi di sektor ini.
Berdasarkan laporan penelitian dan bantuan teknik survey pendahuluan kegiatan penyediaan peta potensi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2023, menyebutkan potensi keadaan populasi peternakan di Kabupaten Konsel terbagi ke dalam beberapa komoditi utama, yaitu sapi potong, kambing, dan babi.
“Wilayah Kabupaten Konawe Selatan ini mempunyai potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah. Tidak hanya sektor pertanian, perikanan dan kelautan, pertambangan. Tetapi juga mempunyai potensi peternakan yang bisa dikembangkan para investor,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si.

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si
Populasi ternak yang dikembangkan di Konsel dapat dilihat pada data berikut ini :
1. Kecamatan Tinanggea
Sapi potong = 4.711
Kerbau = 23
Kambing = 1.210
Babi = 853
2. Kecamatan Lalembuu
Sapi potong =1.655
Kambing = 3.644
Babi =1.571
3. Kecamatan Andoolo
Sapi potong =1.853
Kerbau = 14
Kambing = 335
Babi = 349
4. Kecamatan Buke
Sapi potong =4.336
Kambing = 904
Babi = 463
5. Kecamatan Andoolo Barat
Sapi potong = 2.873
Kambing = 821
Babi = 533
6. Kecamatan Palangga
Sapi potong = 6.098
Kambing = 906
7. Kecamatan Palangga Selatan
Sapi potong = 3.070
Kambing = 867
8. Kecamatan Baito
Sapi potong = 3.055
Kambing = 459
9.Kecamatan Lainea
Sapi potong =3.739
Kambing = 874
10. Kecamatan Laeya
Sapi potong = 4.190
Kambing = 516
Babi = 548
11. Kecamatan Kolono
Sapi potong = 2.170
Kerbau = 40
Kambing = 484
12. Kecamatan Kolono Timur
Sapi potong = 1.039
Kambing = 472
13. Kecamatan Laonti
Sapi potong = 846
Kerbau = 1
Kambing = 634
14. Kecamatan Moramo
Sapi potong = 3.110
Kambing = 782
Babi = 361
14. Kecamatan Moramo Utara
Sapi potong = 1.046
Kambing = 937
15. Kecamatan Konda
Sapi potong = 5.347
Kerbau = 21
Kambing = 607
16. Kecamatan Wolasi
Sapi potong = 1.754
Kambing = 517
17. Kecamatan Ranomeeto
Sapi potong = 2.552
Kambing = 736
18. Kecamatan Ranomeeto Barat
Sapi potong = 3.294
Kambing = 304
Babi = 947
19. Kecamatan Landono
Sapi potong = 3.390
Kambing =1.057
Babi = 1.379
20. Kecamatan Mowila
Sapi potong = 3.497
Kerbau = 154
Kambing = 655
Babi = 1.008
21. Kecamatan Sabulakoa
Sapi potong = 1.562
Kambing = 1.509
Babi = 291
22. Kecamatan Angata
Sapi potong = 2.531
Kerbau =137
Kambing = 598
Babi = 862
23. Kecamatan Benua
Sapi potong = 78
Kambing = 535
Babi = 275
24. Kecamatan Basala
Sapi potong = 1.116
Kerbau = 3
Kambing = 496
Dari data BPS tersebut, kata Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel), jumlah populasi sapi yang terdapat di Konsel pada tahun 2022 sebanyak 69.274 ekor, kerbau 393 ekor, kambing 20.859 ekor dan babi 9.440 ekor.
Sedangkan produksi daging ternak dari tahun 2018 sampai 2022 di Konawe Selatan, sebagai berikut :
Tahun Sapi (Kilogram) Kerbau (Kilogram
2018 1.253.656 2.800
2019 145.223 664
2020 749.563 1.549
2021 856.595 2.212
2022 1.108.580 4.424
Total produksi daging sapi sebanyak 4.113.617 Kilogram dan daging kerbau 11.149 Kilogram.
Selain itu, Kabupaten Konawe Selatan juga memiliki potensi populasi berbagai jenis unggas.

Berdasarkan data, maka dapat diketahui bahwa populasi unggas di Kabupaten Konawe Selatan berjumlah 1.424.093 ekor.
“Permintaan daging ayam dan telur yang sangat tinggi, sehingga diperlukan populasi unggas dan telur yang tinggi pula. Dan ini menjadi potensi sekaligus peluang untuk pengembangan investasi di Konsel,” kata Parinringi yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe.
Advetorial/Pariwara
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
