Connect with us

ADVETORIAL/PARIWARA

Peluang Investasi, Kota Kendari Punya Potensi Peternakan dan Perikanan

Published

on

Kota Kendari memiliki potensi peternakan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan ini dukung pelabuhan perikanan. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Kota Kendari tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan,kota  jasa dan penghasil komoditi pertanian. Tetapi juga dikenal sebagai kota yang mempunyai potensi peternakan.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra, Parinringi SE,M.Si, potensi peternakan di Kota Kendari terbagi ke dalam beberapa komoditi utama,  yaitu sapi potong dan kambing.

Berdasarkan data tahun 2022, wilayah kecamatan yang menghasilkan ternak sapi dan kambing adalah :

  1. Mandonga                sapi potong 587 ekor              kambing 507 ekor.
  2. Baruga                      sapi potong 706 ekor              kambing 648 ekor.
  3. Puwatu                      sapi potong 528 ekor              kambing 740 ekor.
  4. Wua-wua                   sapi potong 60 ekor               kambing 68 ekor.
  5. Poasia                        sapi potong 871 ekor               kambing 500 ekor
  6. Abeli                           sapi potong 772  ekor             kambing  520 ekor
  7. Kambu                       sapi potong 260 ekor              kambing 425 ekor
  8. Nambo                       sapi potong 591 ekor              kambing 480 ekor
  9. Kendari                      sapi potong 20 ekor                kambing 100 ekor
  10. Kendari Barat                –                                            kambing 48 ekor

Sedangkan produksi daging ternak, ternyata Kendari mampu memproduksi daging yang jumlahnya terbilang banyak.

Berdasarkan data BPS Kota Kendari, produksi daging ternak besar di Kota Kendari  dari tahun 2018 – 2022 adalah :

  1. Tahun 2018                   daging sapi 500.633 Kilogram
  2. Tahun 2019                  daging sapi 683.878 Kilogram
  3. Tahun 2020                 daging sapi 470.684 Kilogram
  4. Tahun 2021                  daging sapi 521.721 Kilogram                  Daging kerbau 2.764 Kilogram
  5. Tahun 2022                  daging sapi 518.000 kilogram

Melihat data-data tersebut, Parinringi yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Bupati Buton Selatan (Busel), mengatakan,   dapat diketahui bahwa populasi ternak di Kota Kendari pada tahun 2022 didominasi oleh jenis ternak sapi potong yang berjumlah 4.719 ekor dan kemudian disusul oleh ternak Kambing dengan jumlah populasi 4.036 ekor.

 

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi SE,M.Si

“Tingginya tingkat permintaan daging di Kota Kendari,  sehingga diperlukan populasi ternak ruminansia yang tersedia, sehingga pasokan daging yang diperlukan untuk Kota Kendari dapat disediakan oleh peternak yang ada dalam Kota Kendari,” terang mantan Wakil Bupati Konawe ini.

Bahkan mengingat potensi permintaan daging sapi yang akan semakin meningkat setiap tahun,  tidak menutup kemungkinan  diperlukan juga pengembangan bagi jumlah ternak di Kota Kendari.

DPMPTSP Provinsi Sultra juga melihat bahwa Kota Kendari juga memiliki potensi populasi berbagai jenis unggas.

Dalam hal ini beberapa jenis unggas yang terdapat di Kota Kendari saat ini berdasarkan data BPS Kota Kendari Tahun 2022 adalah sebagai berikut :

1.  Kecamatan Mandonga

Ayam Kampung        = 129.609

Ayam Pedaging            =150.655

Itik                                   =1.637

Itik Manila                     = 300

 

2. Kecamatan Baruga

Ayam Kampung        = 111.412

Ayam Petelur               =5.036

Ayam Pedaging            =190.761

Itik                                =620

Itik Manila                     = 250

 

3. Kecamatan Puwatu

Ayam Kampung        = 120.283

Ayam Pedaging          =246.655

Itik                                =489

Itik Manila                   = 250

 

4. Kecamatan Kadia

Ayam Kampung        = 111.852

 

5. Kecamatan Wua-wua

Ayam Kampung        = 112.000

Ayam Petelur                     =4.000

 

6. Kecamatan Poasia

Ayam Kampung        = 113.055

Ayam Pedaging         =216.384

Itik Manila                    = 50

 

7. Kecamatan Kambu

Ayam Kampung        = 121.206

Itik                                =500

Itik Manila                   = 112

8. Kecamatan Nambo

Ayam Kampung        = 113.130

Ayam Petelur           = 4.065

Ayam Pedaging        =237.904

Itik                          =800

Itik Manila            = 50

 

9. Kecamatan Kendari

Ayam Kampung        = 115.100

 

10. Kecamatan Kendari Barat

Ayam Kampung        = 116.200

Itik Manila                         = 25

 

Kemudian untuk produksi telur unggas di Kota Kendari dari tahun 2018-2022 adalah  sebagai berikut :

 Tahun                      Ayam Kampung              Ayam Petelur               Itik

2018                           1.729.622                      869.288                          37.950

2020                               469.150                      162.297               22.120

2021                               828.601                      66.272                            27.753

2022                               831.353                      98.651                            31.506

Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui bahwa populasi unggas di Kota Kendari pada tahun 2022 didominasi oleh jenis unggas ayam kampung yang berjumlah 1.283.943 ekor dan kemudian disusul oleh unggas ayam pedaging dengan jumlah populasi 1.042.359 ekor.

Tingkat permintaan daging dan telur yang tinggi di Kota Kendari,  maka dibutuhkan populasi unggas dan telurnya yang tinggi pula, agar pasokan daging dan telur dapat terus tersedia.

“Mengingat tingginya tingkat konsumsi,  maupun kebutuhan akan daging ayam dan telur, maka diperlukan juga pengembangan bagi jumlah ternak di Kota Kendari,” ujar mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini .

Parinringi juga mengungkapkan, Kota Kendari juga mempunyai komoditas unggulan dari sektor perikanan. Komoditas tersebut berupa ikan yang merupakan hasil budidaya ataupun hasil penangkapan nelayan.

Berdasarkan data hasil produksi perikanan di Kota Kendari, dapat diketahui bahwa Kota Kendari dalam 3) tahun terakhir pada setiap komoditas memiliki hasil produksi yang fluktuatif, dan secara umum didominasi dari hasil budidaya kolam dengan capaian 135,90 ton pada tahun 2022 dan disusul budidaya ikan air payau dengan hasil produksi mencapai 65,27 ton pada tahun 2022.

Walaupun komoditas ikan air payau belum dominan di Kota Kendari dari kontribusi hasil produksinya, namun mengingat potensi wilayah pesisir yang dimiliki maka sangat signifikan untuk pengembangan sektor komoditas perikanan dalam hal ini juga perikanan air payau.

Hal itu pada dasarnya bahwa wilayah pesisir menawarkan berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan dan kelautan mengingat wilayahnya memiliki area laut yang cukup luas serta didukung dengan wilayah pesisir yang juga dapat dimanfaatkan bagi pengembangan komoditas berbagai jenis ikan air payau.

“Sehingga dapat memberikan peluang bagi pengembangan pada bidang perikanan di Kota Kendari,  bahkan dapat menjadi peluang untuk masuknya investasi,” tutup Paringringi.

 

Advetorial/Pariwara

 

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Belajar dari Aqua Dwipayana: Kekuatan Silaturahim Membuka Jalan Hidup yang Bermakna

Published

on

By

YOGYAKARTA, bursabisnis.id – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Yogyakarta menjadi lokasi istimewa yang mempertemukan puluhan wartawan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan seseorang yang luar biasa, yakni pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana, Selasa 25 Agustus 2026.
‎
‎Pertemun tersebut diinisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, dibawah kepemimpinan Edwin Permadi.
‎
‎Dibalut konsep sharing komunikasi dan motivasi, Aqua Dwipayana yang juga merupakan motivator nasional memberikan penguatan kepada puluhan wartawan ekonomi mitra Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.
‎
‎The Power of Silaturahim, menjadi judul besar dari materi yang dipaparkan sang wartawan senior itu.
‎
‎Denga keahlian membangun komunikasi, Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana kekuatan silaturahim dapat mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan.

‎
‎Kisah perjalanan hidupnya hingga berada di titik saat ini menjadi bukti bagaimana kekuatan silaturahmi bisa membuka jalan, dan menjadikan hidup yang berkah
‎serta bermakna.
‎
‎”Menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan merawat silaturahim membuka jalan menuju kesuksesan,” ujar mantan wartawan Suara Indonesia itu.
‎
‎Jejak kebaikan yang dibangun saat dirinya menekuni profesi wartawan di masa muda, mengantarkan dirinya dikenal dan terus diingat para narasumber yang pernah diwawancarainya. Dengan kesan baik yang ditinggalkan, tak jarang pula memudahkan rutinitas dan usaha yang dilakoni.
‎
‎”Pertemanan saya dengan narasumber yang pernah saya wawancara saat jadi wartawan masih berlanjut sampai sekarang. Itu karena konsep silaturahim yang saya bangun selama ini. Saya itu paling sering silaturahim, bahkan saya sudah agendakan siapa yang saya harus temui. Bukan untuk meminta sesuatu ya, tapi sekadar bertemu, bercerita dan mengetahui situasi mereka, apabila ada permasalahan dan kesulitan, terkadang bisa saling memberikan wejangan. Itulah yang saya sebut The Power of Silaturahim,” jelas Aqua Dwipayana, mengenang masa-masa keaktifannya menjadi wartawan.
‎
‎Aqua Dwipayana yang kini telah melahirkan banyak karya melalui tulisannya itu juga tak lupa mengingatkan para wartawan untuk terus membangun diri.
‎
‎”Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tetap mengupgrade, terus belajar, jangan cepat puas. Bentuklah karakter dengan kredibilitas, komitmen dan konsisten,” ungkap wartawan senior itu.
‎
‎Aqua Dwipayana juga menyampaikan, bahwa kerja itu ibadah, soal rezeki itu bersifat jatah, sudah ada takarannya yang ditentukan sang pencipta. Olehnya itu, bekerja dengan baik sesuai koridornya, kerja keras dan ikhlas, maka tuhan akan memberikan yang terbaik.
‎
‎Tak hanya itu, Aqua Dwipayana juga memberikan empat kartu AS untuk mencapai kesuksesan yakni kerja ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.
‎
‎”Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas tidak hanya mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya juga gampang dilaksanakan. Hanya saja, perlu konsistensi yang tinggi untuk dapat menerapkannya,” pungkas Aqua Dwipayana.
‎
‎
‎
‎


laporan: mirkas

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.

Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini  dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.

Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.

“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama,  sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.

“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)

Continue Reading

ADVETORIAL/PARIWARA

HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga

Published

on

By

Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.

HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,

Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.

Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.

Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)

Continue Reading

Trending