Connect with us

Ekonomi Makro

Muna Barat Dapat Dana Desa Tambahan Rp 2,4 Milyar Untuk 18 Desa

Published

on

Penjabat Bupati Muna Barat, Bahri. -foto:Hasan jufri-

MUNA BARAT, Bursabisnis.id – Berkinerja baik serta cepat dalam merealisasikan dana desa, 18 dari 81 Desa di Kabupaten Muna Barat (Mubar) mendapat tambahan dana desa dari APBN tahun 2023.

Hal itu berdasarkan surat yang diterima Pemerintah setempat dari Menteri Keuangan sesuai ketentuan pasal 14 pada Undang-Undang Nomor 28 tahun 2022 tentang APBN 2023, yang saat ini dalam proses salinan PMK.

“Jadi sebelum PMK keluar, kita menerima surat duluan, dimana tambahan dana desa dialokasikan berdasarkan kinerja pemerintah desa dan penghargaan,” ungkap Bahri Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat. Kamis, 28 September 2023.

Kata Bahri, desa yang diberikan dana tambahan adalah desa yang memiliki kinerja yang baik sebesar Rp 2,4 Miliyar. Masuknya 18 tersebut berdasarkan penilaian kinerja oleh pemerintah pusat dengan kriteria kecepatan penarikan dana desa dan kecepatan penyampaian realisasi anggaran.

“Tiap desa mendapatkan Rp 133.823.000 untuk mendanai kegiatan sesuai prioritas desa atau penanganan bencana alam dan non alam terutama penanganan bencana El-nino yang berdampak kekeringan dan kekurangan sumber air bersih, penurunan produktivitas pertanian dan wabah penyakit,” tambahnya

Dana tersebut tambah Bahri, bakal disalurkan sekaligus pada bulan September 2023 ini setelah Kepala desa menyampaikan surat pernyataan komitmen penganggaran dana desa dalam APBdes.

“Saat ini dana penambahan itu belum tersalurkan sebab masih tahap pemberitahuan alokasi dan kepala desa harus mengubah peraturan desa setelah itu membuat pernyataan sebagai persyaratan pencairan KPPN, diperkirakan akhir September akan cair,” pintanya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muna Barat, Aswin mengatakan 18 desa yang berhak mendapatkan tambahan anggaran tersebut yakni Desa Kampobalano, Nihi, Ondoke, Lawada Jaya, Latompe, Lasosodo, Lindo, Barakah, Gala, Suka Damai, Lasama, Sido Makmur, Wulanga Jaya, Wandoke, Lamoambo, Sidamangura, Kusambi, dan Umba.

“18 desa ini luar biasa, telah berkinerja bagus dengan ditandai mendapatkan penambahan dana desa,” singkatnya.

Penulis  : Hasan Jufri

Editor : Phoyo

Continue Reading

PERTAMBANGAN

Manajemen PT SCM Safari Ramadan di Lingkar Tambang Routa, Resmikan Masjid dan Bagikan Ratusan Bingkisan

Published

on

By

Manajemen PT SCM safari ramadhan di sekitar lingkar tambang di Konawe. -foto: ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Suasana Ramadan di wilayah lingkar tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terasa lebih hangat tahun ini.

Melalui program Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, perwakilan PT SCM menyambangi sejumlah desa dan kelurahan di wilayah lingkar tambang PT SCM di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Acara silaturahmi ini juga dirangkaikan dengan penyaluran ratusan bingkisan untuk warga yang membutuhkan.

Safari Ramadan PT SCM digelar di desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Routa Kabupaten Konawe dan Desa Pondoa yang berada di Kabupaten Konawe Utara.

Safari Ramadan PT SCM tahun ini diawali dari Desa Lalomerui, desa yang paling dekat dengan area operasional perusahaan.

Antusiasme warga tampak sejak sore hari, saat mereka berkumpul menyambut kehadiran rombongan Safari Ramadan.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah agama, buka puasa bersama, kuis Anak Saleh, hingga makan malam bersama warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.

Perwakilan manajemen PT SCM, mitra kontraktor, hingga Kepala Teknik Tambang (KTT) turut hadir langsung di setiap lokasi.

Momen tersebut terasa istimewa dengan peresmian Masjid Al-Qautsar, satu-satunya sarana ibadah di Desa Lalomerui yang baru saja selesai direnovasi secara total berkat dukungan PT SCM. Masjid itu kini menjadi pusat kegiatan ibadah warga, khususnya selama Ramadan.

Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Dengan selesainya renovasi masjid ini, kami berharap warga dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.

Tak hanya sarat nuansa religius, Safari Ramadan PT SCM juga menghadirkan keceriaan.

Salah satunya melalui kuis edukatif Anak Saleh yang melibatkan anak-anak desa. Pertanyaan ringan seputar agama Islam dijawab polos oleh peserta cilik, memancing tawa sekaligus kehangatan di tengah acara.

Sesi kuis juga diberikan kepada kaum ibu sebagai bentuk apresiasi atas peran dan partisipasi mereka dalam kegiatan Safari Ramadan.

Setelah Desa Lalomerui, Safari Ramadan juga menyambangi Desa Walandawe, Kecamatan Routa.

Kepala Desa Walandawe, Guslan, menilai Safari Ramadan menjadi ruang penting untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat.

“Dengan kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan bisa tetap menjaga silaturahmi antara masyarakat dan perusahaan,” katanya.

Selain Safari Ramadan, PT SCM bersama mitra kontraktor juga menyalurkan Bingkisan Ramadan kepada warga prasejahtera di wilayah lingkar tambang.

Total hampir 400 paket bingkisan berisi sembako dibagikan kepada warga di wilayah lingkar tambang. paket diserahkan secara simbolis kepada pemerintah desa untuk kemudian didistribusikan langsung kepada warga yang berhak.

Tokoh adat masyarakat Routa, Sarmada, mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan untuk merekatkan silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.

“Di bulan Ramadan ini seharusnya tidak memutus silaturahmi, karena tidak akan diterima amal ibadahnya,” ujarnya.

Bagi PT SCM, Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang berbagi, mempererat kebersamaan, dan menanam kebaikan yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat dan perusahaan.

Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, menegaskan bahwa Safari Ramadan dan pembagian bingkisan merupakan wujud komitmen sosial perusahaan di wilayah lingkar tambang.

“Melalui Safari Ramadan dan penyaluran bingkisan ini, PT SCM berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi. Kehadiran langsung dan interaksi positif ini menjadi fondasi dalam membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar agenda keagamaan, Safari Ramadan PT SCM mencerminkan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui pendekatan langsung, dialog, serta aksi berbagi yang nyata, perusahaan berupaya hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra sosial yang tumbuh bersama masyarakat.

Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan, menciptakan keharmonisan, dan mendukung pembangunan sosial yang inklusif di wilayah lingkar tambang.

Laporan : Tam

Continue Reading

KEUANGAN

Perkuat JKN, Menkeu Anggarkan Rp 247,3 Triliun pada APBN 2026

Published

on

By

Rapat Konsultasi Pemerintah dengan DPR RI terkait Perbaikan Ekosistem Tata Kelola Jaminan Sosial Kesehatan Terintegrasi. -foto:dok.kemenkeu-

JAKARTA, Bursabisnis. Id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN 2026 didesain tetap ekspansif dan berkelanjutan untuk mendukung agenda prioritas nasional, termasuk peningkatan layanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau kita lihat total biayanya mencapai Rp247,3 triliun, meningkat 13,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Jadi pemerintah betul-betul serius memperbaiki kesehatan masyarakat,” ungkap Menkeu pada Rapat Konsultasi Pemerintah dengan DPR RI terkait Perbaikan Ekosistem Tata Kelola Jaminan Sosial Kesehatan Terintegrasi sebagaimana dilansir di laman kemenkeu. go.id.

Selain anggaran kesehatan, keberpihakan APBN terhadap masyarakat juga tercermin dari total belanja sebesar Rp897,6 triliun yang manfaatnya akan diterima langsung oleh masyarakat. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi dan kompensasi energi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta berbagai program bantuan sosial, termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN bagi 96,8 juta orang.

“Pemerintah secara konsisten mewujudkan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.

Menkeu menjelaskan, komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan JKN juga diwujudkan melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk penutupan defisit JKN yang sejak 2014-2019 mengalami tren peningkatan akibat kesenjangan antara iuran dan manfaat.

Pemerintah telah melakukan intervensi kebijakan, antara lain melalui penyesuaian regulasi, pembayaran iuran bagi ASN, TNI, Polri, pensiunan, dan veteran, serta dukungan reformasi JKN melalui skema Program-for-Result (PforR).

“Saat ini pemerintah dalam proses penyusunan rancangan peraturan Presiden tentang penghapusan piutang dan denda iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBPU dan BP kelas 3. Kebijakan ini bertujuan untuk menghapus tunggakan iuran yang selama ini menjadi beban peserta, sekaligus mendorong peningkatan kepesertaan aktif dan keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional,” kata Menkeu.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu juga menyoroti polemik terkait penonaktifan peserta PBI JKN sekitar 11 juta orang yang memicu keresahan di masyarakat pada Februari 2026. Menkeu menilai, perubahan data yang dilakukan secara drastis tanpa sosialisasi memadai menjadi penyebab utama munculnya gejolak.

Untuk itu, Menkeu mendorong agar pemutakhiran data PBI-JKN dilakukan secara lebih hati-hati, bertahap, dan disertai sosialisasi yang lebih memadai. Ia mengusulkan adanya masa transisi 2–3 bulan sebelum penonaktifan berlaku, agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dan tidak kehilangan akses layanan kesehatan secara mendadak.

“APBN 2026 didesain untuk mendorong efektivitas program JKN dalam rangka mewujudkan SDM unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing untuk menghadirkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.

Laporan : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

PERTAMBANGAN

PT SCM Bangun Jalan Penghubung Antar Desa di Lingkar Tambang Routa

Published

on

By

PT SCM membangun jalan penghubung antar desa di Routa Kabupaten Konawe. -foto:ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Jalan penghubung antardesa merupakan urat nadi perkembangan suatu wilayah. Komitmen itulah yang dikembangkan PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM), salah satu anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) yang juga merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA), dalam mendukung pengembangan infrastruktur jalan penghubung antar desa di wilayah lingkar tambang PT SCM, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selain perbaikan rutin jalur penghubung dari Kabupaten Konawe Utara menuju wilayah operasi PT SCM di Kecamatan Routa, Konawe, ,pengembangan jalan antardesa di wilayah tersebut juga terus dilakukan.

Salah satu realisasinya adalah dengan selesainya pembangunan jalan penghubung antara Desa Puuwiwirano dan Tanggola, di Kecamatan Routa, yang kini telah difungsikan.

Proyek yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) tahun 2025 ini resmi diserahterimakan pada akhir tahun lalu.

Jalan sepanjang 2,873 meter dengan nilai investasi sebesar Rp 2,1 miliar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur dasar bagi masyarakat desa di Kecamatan Routa yang berjarak lebih dari 300 kilometer dari ibu kota Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Proses Pembangunan dan Partisipasi Masyarakat

Pengerjaan jalan ini melibatkan masyarakat lokal secara langsung, mulai dari penyediaan sebagian besar material proyek melalui Koperasi Desa Merah Putih Tanggola, pemanfaatan alat berat milik warga seperti excavator dan truk, hingga keterlibatan warga dalam proses konstruksi sebagai sopir truk dan pengawas lapangan.

Keterlibatan masyarakat ini adalah bukti bahwa proyek ini selain bermanfaat secara infrastruktur, juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga desa.

Seiring dengan pelibatan masyarakat tersebut, pembangunan jalan juga dilaksanakan dengan memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan, meskipun medan yang dilalui berupa punggung bukit dan lembah yang tergolong menantang.

Proyek perbaikan jalan dimulai dengan asesmen teknis yang menyeluruh, mencakup pembukaan lahan, pembuatan jembatan, tanggul jalan, serta penguatan struktur jalan agar layak dilalui kendaraan.

Jalan yang dibangun memiliki lebar rata-rata lima meter dengan menggunakan material agregat-quarry dengan kedalaman mencapai 60 cm dan dipadatkan menggunakan alat berat compactor. Selain itu, sistem drainase juga dirancang dengan menggali jalur limpasan air hujan ke arah sungai atau jurang, untuk menghindari genangan yang dapat merusak jalan.

Tantangan Infrastruktur yang Dihadapi Masyarakat Desa

Desa Puuwiwirano dan Tanggola, Kecamatan Routa yang dihuni oleh lebih dari 800 jiwa, sebagian besar mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama.

Namun, akses yang terbatas dan kondisi jalan yang buruk membuat pergerakan ekonomi lokal terhambat. Situasi tersebut semakin sulit pada musim hujan, saat medan terjal kerap tertutup longsoran tanah.

Terlebih, kondisi ini berdampak pada sulitnya mobilitas warga dalam mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Pembangunan jalan penghubung ini tidak hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga upaya nyata untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya jalan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat mengakses pasar lebih mudah, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan menjangkau fasilitas penting seperti sekolah dan rumah sakit.

Pembangunan infastruktur jalan oleh PT SCM tidak berhenti sampai di proyek jalur Puurwirano – Tanggola saja.

Selanjutnya, pembangunan akan dilakukan dilanjutkan jalur Walandawe -Puuwiwirano.

Jalur ini memiliki tingkat tantangan yang lebih tinggi karena harus melintasi tiga aliran sungai, sehingga memerlukan pembangunan jembatan yang layak beserta fasilitas pendukung lainnya.

Kepala Desa Tanggola, Supardi, menyampaikan harapannya terhadap perkembangan proyek ini.

“Setelah pengembangan jalan ini, kami berharap ada pengembangan akses berupa jembatan yang lebih layak ke arah desa lainnya sehingga dapat lebih memudahkan aktifitas warga desa,” harap Supardi.

Sembari proyek penghubung antar Desa Tanggola dan Puuwiwirano tersebut berjalan, proyek perbaikan jalan desa dengan menggunakan lapisan aspal kini mulai dirintis di Desa Lalomerui, wilayah desa di Kecamatan Routa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Konawe Utara.

Proyek pengaspalan jalan ini menjadi yang pertama di wilayah lingkar tambang PT SCM di Kecamatan Routa.

Proyek ini terbilang lebih menantang. Selain menjadi proyek pengaspalan jalan perdana, akses dan mobilisasi alat pendukung proyek menjadi tantangan tersendiri.

Komitmen PT SCM untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Program pengembangan jalan penghubung ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat konektivitas antardesa sekaligus membuka peluang ekonomi di masa depan.

“Kami berkomitmen mendukung pengembangan wilayah sekitar tambang melalui program PPM yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Didik Fotunadi, Kepala Teknik Tambang PT SCM.

Melalui keberhasilan pembangunan jalan penghubung di sejumlah wilayah lingkar tambang, PT SCM berharap peningkatan aksesibilitas dapat mendorong interaksi sosial antardesa, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Continue Reading

Trending