Connect with us

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Akan Terbitkan POJK Tentang Akses Pembiayaan UMKM

Published

on

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. -foto:dok.ojk-

KENDARI, Bursabisnis.id – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, optimis terhadap perekonomian Indonesia dan kondisi perbankan ke depan lebih maju.

Hal ini didukung kesepakatan tarif impor AS terhadap produk Indonesia, penurunan BI Rate, percepatan belanja pemerintah, serta beberapa program pemerintah yang diyakini akan mendorong penyaluran kredit, menjaga stabilitas pangan, dan membantu daya beli masyarakat.

Menurut Dian, pelaksanaan beberapa program pemerintah yang telah dicanangkan antara lain program Koperasi Merah Putih (KMP) yang didukung oleh dana pemerintah, tiga juta perumahan, serta Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan pengembangan usaha termasuk dalam rangka pertumbuhan kredit/pembiayaan.

“Sebagai upaya dalam mendorong kinerja industri perbankan, OJK akan segera menerbitkan POJK tentang Akses Pembiayaan UMKM yang diharapkan dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dian.

Di tengah dinamika global maupun domestik yang tidak menentu, OJK mendorong bank untuk tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan operasionalnya. Meski melambat, namun kredit perbankan masih tetap tumbuh. Selain itu, nominal kredit bermasalah mampu ditekan yang mendorong penurunan NPL gross.

Hingga 8 Juli 2025, kinerja bank-bank kecil pada kelompok KBMI 1 dan KBMI 2 masih tercatat baik. Pertumbuhan kredit tertinggi (yoy) justru dialami oleh bank-bank pada KBMI 1, utamanya bank yang terafiliasi platform digital. Mitigasi risiko kredit juga telah dilakukan yang tecermin dari coverage Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) NPL yang cukup tinggi.

Dari sisi likuiditas, bank pada kelompok KBMI 1 dan KBMI 2 berada pada kondisi yang cukup ample yang ditunjukkan oleh rasio Alat Likuid terhadap Kewajiban yang Ditetapkan (AL/NCD) dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) posisi Juni 2025 yang tumbuh secara yoy dan masing-masing berada jauh di atas threshold (KBMI 1: 177,13 persen & 34,38 persen; KBMI 2: 206,56 persen & 40,80 persen). Risiko kredit kedua kelompok bank tersebut juga masih terjaga yang ditunjukkan oleh NPL yang terjaga di bawah threshold (KBMI 1: 2,61 persen; KBMI 2: 2,57 persen).

Selain itu, ketahanan bank pada kelompok KBMI 1 dan KBMI 2 masih cukup kuat dengan rasio CAR yang jauh di atas threshold yaitu 30,75 persen dan 36,56 persen (Juni 2025) yang diharapkan mampu menjadi buffer dalam menyerap potensi risiko.

Untuk mengukur ketahanan bank dalam menghadapi berbagai potensi shocks makro ekonomi, OJK secara rutin melakukan stress test untuk mengevaluasi ketahanan perbankan Indonesia. Di sisi lain masing-masing bank juga melakukan stress test secara mandiri menggunakan skenario dan asumsi yang disiapkan oleh otoritas (OJK & BI).

“Baik hasil stress test OJK maupun hasil stress test mandiri oleh perbankan menunjukkan bahwa tingkat permodalan perbankan saat ini masih sangat memadai untuk menghadapi risiko yang disebabkan oleh perubahan signifikan dalam kondisi makro ekonomi Indonesia,” kata Dian.

Dengan proyeksi ekonomi nasional yang diperkirakan tetap tumbuh di tengah kondisi ketidakpastian global, perbankan tetap dapat mengambil peluang bisnis yang ada dalam meningkatkan kontribusinya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut dilakukan dengan tetap memperkuat kerangka manajemen risiko dan tata kelola yang lebih responsif dan adaptif terhadap ketidakpastian. Pendekatan proaktif menjadi kunci untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dan keberlanjutan bisnis di tengah kondisi yang terus berubah.

Bagi seorang pelaku usaha mikro, kredit bukanlah sekadar angka di laporan keuangan bank. Ia adalah nyawa yang memungkinkan mereka membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, berinovasi di era digital, dan akhirnya bertahan di tengah persaingan yang makin ketat.

Dalam perspektif yang lebih luas, kesehatan sektor UMKM adalah penopang utama ketahanan ekonomi nasional, yang menyerap lebih dari 60 persen tenaga kerja Indonesia.

Kolaborasi antara otoritas, perbankan, dan pemerintah menjadi kunci untuk membuka kran akses kredit UMKM. Diperlukan pendekatan yang tidak hanya memastikan stabilitas melalui prinsip kehati-hatian, tetapi juga keberpihakan yang nyata melalui kebijakan yang memberdayakan.

Karena pada akhirnya, memastikan aliran kredit kepada UMKM sama dengan mengamankan masa depan perekonomian bangsa yang lebih tangguh dan inklusif.

Sumber : Indonesia.go.id
Laporan : Ibi
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Dorong Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan UMKM

Published

on

By

OJK Sultra literasi keuangan di kalangan UMKM. -foto:ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal secara optimal dan bertanggung jawab.

Edukasi keuangan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Jajanan Kuliner memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Konawe, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Bank Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan masyarakat umum yang menghadiri festival kuliner tersebut.

Dalam pelaksanaannya, perwakilan OJK Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan
materi edukasi keuangan yang mencakup pengenalan tugas dan fungsi OJK,
pemahaman mengenai industri jasa keuangan, pengelolaan keuangan usaha, serta peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk kejahatan berbasis social engineering.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, khususnya
terkait maraknya penawaran investasi ilegal, pemanfaatan layanan SLIK, serta peran OJK dalam meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara kembali
menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memastikan bahwa lembaga dan
produk jasa keuangan yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kanal layanan dan pengaduan resmi, antara lain
melalui Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta
Indonesia Anti-Scam Center (IASC).
Selain itu, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan, berani menolak tawaran investasi ilegal, serta senantiasa berhati-hati dalam menyikapi informasi atau penawaran yang berpotensi
merugikan.

OJK akan terus memperluas jangkauan program edukasi keuangan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing.

Melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan ini, OJK berharap masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara semakin memahami peran OJK dan produk jasa keuangan, serta konsisten menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dalam memilih produk dan layanan keuangan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM serta mendorong peningkatan tingkat inklusi keuangan, khususnya di wilayah Kabupaten Konawe.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Sultra Gelar Gerak Syariah 2026

Published

on

By

OJK Sultra gelar kegiatan Gerak Syariah 2026 di Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menyelenggarakan kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Mengusung tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mengoptimalkan momentum Ramadan dalam meningkatkan pemahaman dan akses
masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan syariah.

Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha,
menyampaikan bahwa GERAK Syariah bertujuan untuk meningkatkan awareness
masyarakat secara masif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku
kepentingan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah menjadi penting agar
masyarakat dapat memahami manfaat serta karakteristik produk dan layanan
keuangan syariah, sehingga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus KDEKS Sultra, Dr. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D menyampaikan bahwa melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan Syariah, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan Syariah tetapi juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, KDEKS Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Sulawesi Tenggara atas berbagai inisiatif dan program yang telah dilaksanakan dalam mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan Syariah di Wilayah Sulawesi Tenggara. Berbagai program edukasi keuangan Syariah yang dilakukan OJK telah memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan Syariah.

Pelaksanaan GERAK Syariah di Kota Kendari dipusatkan di Area Bakul Ramadan Pelataran Hotel Claro Kendari pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat umum, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, perempuan, serta kelompok masyarakat lainnyadengan total peserta kurang lebih 250 orang.

Salah satu kegiatan utama adalah Lomba Cerdas Cermat Keuangan Syariah yang
diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kendari, antara lain Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, IAIN Kendari, dan STIE 66 Kendari.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai konsep dasar serta praktik keuangan syariah.
Selain itu, diselenggarakan pula kegiatan KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) yang dikemas dalam format podcast edukatif melalui kolaborasi bersama Radio Republik Indonesia Kendari, Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Tenggara (KDEKS Sultra) serta PUJK Syariah yang ada di Kendari.

Kegiatan ini membahas berbagai isu terkait literasi keuangan syariah serta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Untuk memperkuat pemahaman masyarakat dari perspektif nilai keagamaan,
kegiatan ini juga menghadirkan Dakwah Keuangan Syariah yang disampaikan oleh
Ust. Jahada Sahabuddin, S.Ag., M.Pdi, yang mengajak masyarakat untuk
menerapkan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

Perkuat Pengembangan SDM dan Literasi Keuangan Indonesia Timur, OJK Resmikan Learning Center di Makassar

Published

on

By

Peresmian Learning Center OJK di Makassar. foto:ist-

MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara meresmikan Learning Center OJK yang berlokasi di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) di Makassar.

Peresmian ini merupakan bagian dari upaya strategis OJK dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor jasa keuangan serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di Indonesia bagian Timur.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan SDM dan infrastruktur merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan dan daya saing sektor jasa keuangan nasional.

OJK telah menyusun berbagai kerangka strategis, antara lain Blueprint Pengembangan SDM Industri Jasa Keuangan, Blueprint Pengembangan SDM OJK, serta Roadmap Infrastruktur Kelogistikan, guna memastikan kesiapan regulator dan industri dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Perhatian yang lebih intensif terhadap pengembangan SDM di Kantor OJK Daerah menjadi kunci untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan industri, regulator, dan dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang,” ujar Mirza.

Learning Center OJK dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pelatihan internal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran terbuka yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan pemahaman terhadap regulasi dan isu-isu strategis di sektor jasa keuangan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran nasional, OJK telah menetapkan tiga Kantor OJK Daerah sebagai Hub Learning Center, yaitu Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar, Kantor OJK Provinsi Jawa Timur di Surabaya, serta Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan di Palembang.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mochammad Muchlasin menyampaikan bahwa Learning Center OJK di Makassar dirancang sebagai ruang pembelajaran yang mendukung berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, diskusi tematik, serta program pengembangan lainnya bagi SDM sektor jasa keuangan.

Di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terdapat 80 perbankan, 17 perusahaan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon (PMDK), 89 perusahaan dari sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP), serta 71 perusahaan sektor pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) yang seluruhnya membutuhkan penguatan kapasitas SDM agar selaras dengan regulasi dan isu-isu terkini industri jasa keuangan.

Peresmian Learning Center OJK ini menegaskan komitmen OJK untuk terus memperkuat peran dalam mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan edukasi kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Trending