Connect with us

METRO KENDARI

Pemkot Kendari Buktikan Komitmennya  Tekan Laju Inflasi Melalui Gerakan Pangan Murah Bersama Pemprov Sultra di GOR Apriyani

Published

on

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melihat kebutuhan bahan pokok yang dijual dalam area Gerakan Pangan Murah di GOR Apriyani. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari  bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan GPM digelar secara serentak secara terpisah dengan 8 pemerintah kabupaten (Pemkab) lainnya di Sultra pada Jumat, 5 September 2025.

Untuk GPM yang digelar Pemkot Kendari bersama Pemprov Sultra dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Apriyani yang terletak di Jalan Sao-sao, Kelurahan Korumba, Kecamatan Kadia.

Dengan digelarnya GPM ini, masyarakat Kota Kendari kembali merasakan manfaat nyata dari langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

Dari hasil pantauan, GOR Apriyani dipadati warga yang antusias membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka memberikan keterangan pers. -foto:ist-

Tidak hanya menjadi ajang distribusi pangan murah, kegiatan ini juga menjadi bukti bagaimana sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan berbagai pihak mampu menghadirkan solusi nyata di tengah dinamika harga pangan yang kerap memengaruhi daya beli masyarakat.

Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa capaian inflasi Kota Kendari saat ini merupakan yang terendah di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, pencapaian itu adalah hasil kerja bersama, terutama lewat keberlanjutan GPM yang sudah menjadi program rutin Pemkot Kendari.

“Untuk inflasi month to month, Kota Kendari berada di angka minus 0,22%, terendah di Sultra. Sementara year on year, kita mencatat 2,89%, juga yang paling rendah di wilayah ini,” jelasnya.

Siska menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Kendari demi menjaga stabilitas harga. Sepanjang Februari hingga September 2025, pemerintah kota sudah menggelar 66 kali GPM di seluruh kecamatan.

Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di GOR Apriyani. -foto:ist-

Selain itu, Pemkot juga menghadirkan 111 kios pangan digital di tingkat kelurahan yang berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pokok murah.

“Alhamdulillah, kondisi harga pangan di Kendari relatif stabil. Hanya ada kenaikan pada ikan dan udang sekitar Rp5.000 per kilogram. Untuk komoditas lain masih normal,” tambahnya.

Langkah-langkah ini menjadi faktor penting mengapa inflasi di Kendari tetap terkendali. GPM bukan sekadar operasi pasar biasa, tetapi juga instrumen strategis dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga wajar.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka saat membuka GPM menegaskan pentingnya memperluas jangkauan GPM ke seluruh lapisan masyarakat.

“Kita tahu tantangan inflasi bisa berdampak pada daya beli masyarakat. Karena itu, gerakan pangan murah harus terus diperluas, bukan hanya di kabupaten, tetapi juga menjangkau desa dan kecamatan,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa stok pangan di Sultra masih cukup aman, termasuk cadangan beras SPHP dari Bulog yang mencapai 1,3 juta ton dan siap disalurkan kepada masyarakat.

 

Gerakan Pangan Murah mendapatkan harga kebutuhan pokok yang lebih murah. -foto:ist-

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting agar harga tetap stabil dan akses pangan terjamin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menjelaskan tiga tujuan utama dari pelaksanaan GPM.

“Pertama, menyediakan bahan pangan pokok dengan harga lebih murah dari pasar. Kedua, menjembatani produsen langsung ke konsumen. Ketiga, menekan laju inflasi daerah akibat fluktuasi harga pangan,” jelas Ari.

Selain di Kendari, kegiatan GPM kali ini juga digelar di Kolaka, Bombana, Konawe Selatan, Muna, Buton Utara, Buton Selatan, dan Wakatobi.

Di Kendari sendiri, pelaksanaan GPM melibatkan berbagai dinas terkait seperti Disperindag, Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan. Tidak ketinggalan, ada 15 pelaku usaha dan distributor pangan yang ikut berpartisipasi.

Keberhasilan Kendari dalam menjaga inflasi terendah di Sulawesi Tenggara sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana peran aktif pemerintah kota mampu menghadirkan solusi di tengah gejolak harga pangan. Lebih dari sekadar angka statistik, capaian ini menunjukkan komitmen Pemkot Kendari dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Program GPM dan kios pangan digital bukan hanya instrumen ekonomi, melainkan juga wujud keberpihakan Pemkot Kendari terhadap kesejahteraan warga. Dengan kerja sama yang terus diperkuat, Kendari diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai kota dengan inflasi paling terkendali di Sulawesi Tenggara.

Dalam area GPM, harga beras SPHP Rp58 ribu per 5 Kg, Minyak Kita Rp15 ribu per liter, gula pasir Rp17. 500 per kilogram, cabe rawit Rp25 ribu per kilogram,  tomat Rp9 ribu per kilogram. Kemudian telur ayam Rp50 ribu per rak.

Sementara itu, Ny Aryani warga asal Kelurahan Bende mengaku sangat bersyukur bisa membeli kebutuhan keluarga dengan harga yang sangat terjangkau.

“Alhamdulillah, pemerintah bisa memfasilitasi kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah, ” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ibu Wahyuni dari Kecamatan Mandonga. ” Sangat senang sekali ada pasar murah semacam ini. Sebagai masyarakat kecil, kami sangat terbantu, ” kata Wahyuni. (Adv)

 

Continue Reading

METRO KENDARI

Warga Tunggala Menangkan Sengketa Tanah Berdasarkan Putusan PN Kendari

Published

on

By

Lokasi tanah yang disengketakan. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Perkara sengketa tanah yang melibatkan warga Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, yang terletak di Kecamatan Wuawua, Kota Kendari akhirnya menemui titik terang, setelah Pengadilan Negeri (PN) Kendari mengeluarkan putusan.

Berdasarkan putusan PN Kendari pada Kamis tanggal 23 Juli dengan nomor 12/Pdt.G/2026/PN Kdi, pokok perkara menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard).

Dalam proses penyelesaian perkara tersebut, warga Tunggala Dalam mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum dari Ketua LBH HAMI Sultra Andre Darmawan dan Tim, yang turut membantu memperjuangkan hak warga melalui jalur hukum.

Putusan PN Kendari menjadi dasar penting bagi warga dalam memperjuangkan hak atas tanah yang disengketakan.

Atas putusan tersebut, Erik Lerihardika warga Tunggala menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Tim Penasihat Hukum Andre Darmawan yang telah membantu mereka dalam memperjuangkan hak atas tanah yang di klaim.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil putusan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andre Darmawan dan Tim yang sudah membantu dan mendampingi kami dalam memperjuangkan hak kami,” ungkapnya.

Kata Erik, bantuan yang diberikan Andre Darmawan dan Tim memberikan semangat dan keyakinan bagi mereka untuk tetap memperjuangkan hak melalui jalur hukum.

Untuk itu, dia berharap putusan PN Kendari dapat menjadi dasar kepastian hukum atas tanah yang selama ini menjadi objek sengketa.

“Kami tidak bisa membalas apa yang sudah beliau lakukan. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga kebaikan beliau dibalas dengan kebaikan yang lebih besar,” tambahnya.

Warga berharap seluruh pihak dapat menghormati dan menjalankan putusan Pengadilan Negeri Kendari sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka juga berharap kemenangan tersebut menjadi akhir dari persoalan sengketa tanah yang telah mereka hadapi.

Perlu diketahui, Kasus dugaan penyerobotan tanah kembali di lorong Tunggala Dalam (Baito), kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua Kota Kendari, telah berlangsung sejak lama.

Ada sebanyak 8 rumah mendapati tanah miliknya tiba-tiba telah beralih kepemilikan menjadi atas nama orang lain, bahkan telah bersertifikat resmi.

Sebagian warga mengaku, telah membeli tanah tersebut sejak Tahun 2013 kepada bapak Herman/Suharto (Pemilik Tanah Pertama). Kemudian heran tiba-tiba tanah tersebut di serobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan anehnya tanah tersebut telah bersertifikat.

Padahal warga memiliki bukti yang sangat kuat atas tanah tersebut, yang dimana dia mempunyai alas hak, bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan bukti lainnya.

Bahkan sempat melakukan pertemuan antara warga dan pihak penggugat di Kantor Lurah Wuawua untuk mempertanyakan sertifikat tanah yang baru di keluarkan oleh BPN. Tetapi pihak penggugat enggan memberikan bukti dan justru melaporkan hal ini ke Polda hingga ke di PN Kendari.

Warga tersebut tak tinggal diam dan kini tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan penyerobotan tanah tersebut.

Hingga akhirnya, warga Tunggala Dalam mendapatkan kepastian hukum dan memenangkan tanah yang digugat oleh pihak terduga mafia tanah.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Kadin Sultra dan IAI Rawa Aopa Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM

Published

on

By

Pertemuan pengurus Kadin Sultra dan IAI Rawa Appa

KENDARI, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) jajaki kerjasama dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa.

Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra, agar lebih berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta industri.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan bersama yang dihadiri pengurus Kadin Sultra, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, dan pihak Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Kadin Sultra, Dr. H. Supriadi, menyatakan bahwa Kadin Sultra berkomitmen mendukung lembaga pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan sektor usaha dan industri.

“Kadin Sultra siap menjadi jembatan antara dunia kampus, dunia usaha, dan pemerintah. Sinergi ini bertujuan mencetak lulusan yang siap kerja, mendorong lahirnya wirausaha muda, menghasilkan riset yang dapat diterapkan di industri, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Sultra,” kata dia Supriadi saat ditemui disela-sela pertemuan dengan IAI Rawa Aopa pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dimana dengan kerjasama ini juga, Kadin
Sultra membuka akses magang mahasiswa di perusahaan yang tergabung di Kadin Sultra, sehingga memperoleh pengalaman kerja sebelum lulus.

Kadin Sultra akan memfasilitasi dan melakukan pembinaan terhadap mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk menjadi wirausaha berbasis potensi lokal seperti hilirisasi nikel, kakao, rumput laut, dan perikanan.

Ia berharap, selain pengembangan SDM mahasiswa IAI Rawa Aopa, hasil penelitian dosen diarahkan menjadi solusi nyata bagi industri di Sultra, bukan hanya publikasi ilmiah.

“Kadin dan universitas bersama-sama mempromosikan peluang investasi Sultra melalui seminar, business matching, dan kajian ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Ia menilai hadirnya Kadin Sultra akan memberikan nilai tambah bagi para mahasiswa dan civitas akademika dalam mengakses peluang magang, pelatihan vokasi, hingga penyaluran tenaga kerja.

“Kerjasama ini banyak hal, salah satunya mahasiswa kami bisa diberi ruang berkaitan dengan magang dan pelatihan wirasausaha agar bukan hanya teori yang dikuasai tetapi dibarengi dengan praktek, dan tentunya Integrasi antara kurikulum akademik dengan dinamika dunia usaha dari Kadin akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di IAI Rawa Aopa,” katanya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan. Pihak yayasan siap memfasilitasi penguatan kelembagaan dan sarana penunjang guna menyukseskan implementasi kerja sama tersebut.

“Kita berharap dengan kerjasama ini, bisa memberikan dampak yang luas, khususnya peningkatan sarana prasana dan fasilitas demi menunjang program ekonomi kreatif yang kami bangun seperti tapak ikan Air tawar, perhotelan dan pemanfaatan lahan pertanian,” tukasnya.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Antri BBM Solar di Bahu Jalan, Dimintai Retribusi

Published

on

By

Retribusi parkir pengantin BBM

​KENDARI, Bursabisnis. Id — Para sopir pengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) di bahu jalan di sekitar SPBU yang terletak di By Pass Kemaraya Kota Kendari, mengeluh karena mereka dikenai retribusi.

Penerapan retribusi di bahu jalan tersebut dinilai tidak adil serta terkesan memanfaatkan situasi kelangkaan BBM yang saat ini dialami para pengemudi.

​Pungutan tersebut memberlakukan tarif berbeda berdasarkan ukuran kendaraan, yakni sebesar Rp5.000 untuk mobil kecil dan Rp10.000 untuk mobil berukuran besar.

​Salah seorang pengantri solar di SPBU, Rudi, mengungkapkan rasa keberatannya atas penarikan retribusi yang dinilai tebang pilih.

Ia mempertanyakan alasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari yang hanya menyasar pengantri solar, sementara kendaraan pengantri BBM jenis Pertalite yang juga menggunakan bahu jalan tidak dikenakan pungutan serupa.

​”Kami tidak mempermasalahkan jika memang itu untuk pendapatan Pemda, tapi kenapa hanya pengantri solar yang dikenai tarif biaya retribusi sementara pengantri Pertalite baik motor dan mobil tidak dikenakan biaya retribusi,” Ujar Rudi saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon WhatsApp.

“Kami justru mendukung kalau itu memang untuk pemda, tapi ini kan kita sedang mengantri BBM bukan menitipkan kendaraan, kalau seperti di Swalayan kan wajar retribusinya jelas untuk jasa menitipkan kendaraan sementara di SPBU itu kita mengantri,” Jalas Rudi.

​Rudi menambahkan bahwa keberadaan para sopir yang mengular hingga ke bahu jalan di sekitar SPBU murni disebabkan oleh keterbatasan pasokan solar, bukan karena kesengajaan para pengemudi untuk memarkirkan kendaraan mereka.

​”Dan mengantri BBM juga ini bukan kemauan kami, kami mengantri karena kelangkaan BBM itu sendiri. Kalau memang harus dikenakan tarif retribusi, pihak Dishub harus adil artinya pengantri pertalite juga yang keluar di bahu Jalan harus dikenakan retribusi,” tegasnya.

​Sorotan masyarakat ini menyasar pada efektivitas serta keadilan regulasi penarikan retribusi daerah di lapangan. Penarikan biaya di tengah situasi kelangkaan bahan bakar dinilai kian menambah beban para sopir yang sudah harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan solar.

​Guna berimbangnya pemberitaan, media ini melakukan upaya konfirmasi kepada pihak dinas terlait. Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Paminuddin, meminta media ini untuk menemuinya secara langsung di kantor guna memberikan konfirmasi terkait keluhan para sopir tersebut.

​”Nanti besok ya. Konfirmasi dikator, selesai saya kerja bakti,” ujar Paminuddin singkat.

Laporan : Man
Editor : Tam

Continue Reading

Trending