Connect with us

Rupa-rupa

Penetapan Status Tersangka Terhadap Toro Dinilai Kriminalisasi Pers

Published

on

RIAU – Penetapan pemilik media harianberantas.co.id, Toro Laia sebagai tersangka atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dinilai bagian dari tindakan kriminalisasi pers dan upaya membungkam suara pers, dalam peranya mengungkap tindak pidana korupsi (Tipikor) di Provinsi Riau. Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum terlapor, Jusman SH.,MH pada saat persiapan persidangan klienya, di Pengadilan Negeri Pekanbaru baru-baru ini.

 

Pada awak media, Jusman menerangkan, bahwa semestinya pihak kepolisian tidak boleh langsung memproses kasus sengketa pers ke pidana, tanpa merujuk dari pendapat Dewan Pers, maupun UU RI Nomor 40 tahun 1999 tentang pers dan Mou Kapolri bersama Dewan Pers.

“Ini agak aneh bagi kami, dimana kasus sengketa pers atas pemberitaan seorang pejabat yang diduga terlibat korupsi langsung di pidana ke UU ITE, tanpa merujuk dari UU Pers dan MoU Kapolri bersama Dewan Pers serta pendapat Dewan Pers,” kata Jusman menjawab pertanyaan sejumlah media.

Menurut dia, jika ada pihak manapun yang merasa dirugikan oleh pemberitaan media klienya, seharusnya menempuh jalur yang telah ditentukan oleh negara melalui mekanisme hukum yang telah ditetapkan dengan jelas.

“Ini kan jelas perkara pers, yang terkait dengan pemberitaan di media, yang saya ketahui dari klien saya, bahwa harianberantas.co.id adalah perusahaan pers karena berbadan hukum, dan terdaftar di Dewan Pers, lantas mengapa langsung di pidanakan? apakah semua ketentuan tadi ditiadakan,” bebernya.

Apalagi, setelah sejumlah insan pers melakukan konfirmasi ke Dewan Pers atas kasus yang dialami oleh Toro Laia tersebut, lembaga pers itu membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan PPR, agar perkara ini diselesaikan dengan mekanisme Hak Jawab dan hak tolak sebagaimana diatur dalam UU Pers.

Bahkan, hal yang mengagetkan semua pihak pada persidangan ke 16 di PN Pekanbaru, saat saksi ahli pers dari Dewan Pers mengatakan terkait kasus yang membelit Toro Laia murni kasus sengketa pers, bukan pidana sebagaimana disangkakan kepada Toro Laia.

Ahli Pers tersebut juga menjelaskan, Dewan Pers telah mengeluarkan PPR yang kedua, agar kedua belah pihak menyelesaikan melalui mekanisme UU Pers, namun pada kenyataanya tetap dipaksakan ke pidana, akhirnya membuat saksi ahli merasa heran.

Ketua Perkumpulan Wartawan Republik Indonesia Bersatu DPD Riau (PWRIB), Yosman Matondang mengungkapkan, hendaknya peran media itu harus dapat mengangkat semua informasi yang didapat dan didengar sebagaimana amanat UU Pers, tanpa kecuali (di luar informasi pertahanan negara) karena menurut Yosman, hal itu sudah menjadi tugas dan fungsi pers.

“Yang jelas tugas pers itu memberitakan informasi kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam UU pokok pers, tanpa ada hambatan, merdeka dan bebas dalam menyampaikan informasi tentang apa saja yang diperoleh wartawan,” tegasnya.

Menurut Yosman, jika ada pihak yang merasa dirinya dirugikan oleh pemberitaan di media, silakan menempuh jalur hukum yang telah ditentukan, itu hak semua warga negara, tidak ada yang kebal hukum, namun harus dengan cara-cara yang telah diatur dalam ketentuan yang ada, sebagaimana disebutkan dalam UU Pers tentang hak tolak dan hak jawab, bukan langsung dipidana.

“Jika pemberitaan di media oleh pers boleh langsung di pidana dengan alasan apapun, maka tidak akan pernah ada lagi pers yang memberitakan informasi penting kepada masyarakat, khususnya terkait korupsi yang konon merupakan kasus ekstra ordinary crime (kasus luar biasa), jadi mau dibawa kemana negara ini?,” imbuhnya seraya menampakan wajah keheranannya.

Yosman bahkan menduga kuat perkara ini seperti sengaja dibesar-besarkan oleh oknum-oknum tertentu, untuk menciptakan suasana yang tidak kondusif diantara insan pers.

“Perkara seperti ini sebenarnya mudah diselesaikan oleh kedua belah pihak, jika saja ini diselesaikan dengan ketentuan yang telah di atur dalam UU Pers. Namun kita sayangkan, ini bisa berakhir ke pengadilan, ini layak untuk diselidiki,” pungkas Yosman. (Ris/JNN/red)

Continue Reading
Advertisement

PERTAMBANGAN

PT IAM Wujudkan Dukungan Pendidikan melalui Beasiswa untuk Pemuda Morombo

Published

on

By

KONAWE UTARA : bursabisnis.id – PT Indonusa Arta Mulya (IAM) menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Marombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan dan Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) dengan menyerahkan bantuan dana pendidikan (beasiswa) kepada Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morombo (HIPPMAMOR), Selasa 16 Juli 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan, yang bertujuan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut.

Acara penyerahan beasiswa ini berlangsung di rumah Kepala Desa Morombo Pantai dan dihadiri oleh Ketua Umum HIPPMAMOR, sekretaris organisasi, beberapa aparat desa, serta perwakilan dari PT IAM.

Penyerahan beasiswa ini tidak hanya menjadi bukti nyata kepedulian PT IAM terhadap pendidikan, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung kemajuan masyarakat setempat.

Desa Morombo dikenal sebagai salah satu wilayah dengan cadangan bijih nikel terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menarik perhatian banyak investor, baik legal maupun ilegal.

Kehadiran para investor diharapkan mampu meningkatkan pembangunan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur desa, sesuai dengan amanat UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 3.

Wawan, seorang tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi langkah PT Indo Arta Mulya yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

“Tidak banyak perusahaan di lingkar Morombo seperti PT IAM, yang meski baru beroperasi sudah mampu merealisasikan kesejahteraan masyarakat melalui program-programnya yang sangat membantu dan transparan dalam menunaikan PPM sesuai SOP,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Bantuan dana pendidikan yang diberikan oleh PT IAM ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan pelajar di Desa Morombo untuk terus mengembangkan potensi mereka. Ketua Umum HIPPMAMOR juga menyampaikan terima kasih kepada PT IAM atas kepeduliannya terhadap pendidikan di desa mereka.

“Kami sangat mengapresiasi PT IAM dan akan memberikan feedback positif kepada perusahaan. Melihat program kerja kami untuk kemajuan daerah dan SDM rakyat Desa Morombo, kami menilai PT IAM sebagai kolaborator yang tepat untuk mengaktualisasikan program HIPPMAMOR, yaitu Morombo dalam narasi pembangunan,” lanjut Wawan.

Dengan langkah nyata yang diambil oleh PT Indonusa Arta Mulya, masyarakat Desa Morombo kini semakin optimis menatap masa depan yang lebih baik. Kehadiran perusahaan ini membawa harapan baru bagi pendidikan dan kesejahteraan generasi muda di daerah tersebut.

Penyerahan beasiswa ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di sekitar Desa Morombo, untuk lebih peduli dan aktif dalam melaksanakan tanggung jawab sosial mereka.

Kesadaran PT IAM akan tanggung jawabnya kepada masyarakat dan mahasiswa lokal membangkitkan semangat juang masyarakat dan mahasiswa lokal untuk terus menuntut perusahaan lain yang mengabaikan tanggung jawab sosialnya.

Langkah ini menegaskan bahwa PT Indonusa Arta Mulya tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis semata, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Continue Reading

Rupa-rupa

Anugerah Jurnalistik dan Pameran Foto Koordinatoriat Wartawan Parlemen

Published

on

By

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Indra Pahlevi

JAKARTA, Bursabisnis.id – Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI bekerja sama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menggelar Anugerah Jurnalistik (AJ) IV KWP 2024 dan Pameran Foto Warna-Warni Parlemen XIV dengan tema menyongsong DPR Periode Baru 2024-2029.

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Indra Pahlevi menilai kegiatan ini bisa menjadi momentum flashback perjalanan DPR satu tahun terakhir, sekaligus juga penyampaian harapan untuk Anggota DPR periode 2024-2029 yang akan datang.

“Ini tentu momentum juga bagi kita semua untuk melihat bagaimana perjalanan DPR minimal setahun terakhir dan juga tentu akan menjadi kenangan untuk periode 2019-2024. Sehingga harapan kita di DPR periode 2024-2029 dengan semangat baru, tentu terobosannya juga baru dan akan semakin dicintai oleh rakyat,” kata Indra Pahlevi sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id pada Sabtu, 13 Juli 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Indra juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada KWP yang dengan rutin mengadakan kegiatan tersebut, sebagai fungsinya mengabarkan pada masyarakat terkait kerja-kerja DPR.

“Terima kasih kepada segenap pengurus KWP, di bawah kepemimpinan Mas Ariawan dan juga seluruh panitia yang secara reguler, secara periodik melakukan kegiatan ini. Sehingga membantu DPR secara keseluruhan untuk bisa mengabarkan kepada masyarakat apa yang dilakukan oleh DPR tentang tugas, fungsi, dan kinerjanya kepada Masyarakat. Terima kasih sekali lagi Semoga kedepannya KWP semakin sukses dan juga DPR juga semakin dicintai oleh rakyatnya,” pungkasnya.

Sumber : dpr.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

 

Continue Reading

Rupa-rupa

Politisi PDIP Nirna Lachmuddin Hadiri Jalan Santai Gemoynya Kendari

Published

on

By

KENDARI, Bursabisnis.id – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nirna Lachmuddin menghadiri jalan santai Gemoynya Kendari, di pelataran eks MTQ Kendari, Sabtu 6 Juli 2024.

Pantauan media ini, kebersamaan Yudhianto Mahardika dan Nirna Lachmuddin berlangsung hingga jalan santai tersebut berakhir.

Kehadiran Nirna Lachmuddin di kegiatan tersebut menunjukkan sinyal politik akan bersama di Pilwali Kendari, yang akan digelar pada November 2024 mendatang.

Dalam sambutannya, Nirna Lachmuddin mengatakan, bahwa kehadiran dirinya di kegiatan Gemoynya Kendari tentu akan menimbulkan pertanyaan publik.

“Pasti banyak yang bertanya, kenapa saya hadir di kegiatan ini. Tentu menghadiri undangan Bapak Anton Timbang dan Yudhianto Mahardika, ujar istri Ishak Ismail itu.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara itu menyebutkan, bahwa kehadiran dirinya didampingi oleh suaminya yang merupakan Ketua DPC PDIP Kota Kendari, bersama sejumlah politisi PDIP.

“Ada juga mantan pacar saya (Ishak Ismail, red),” katanya, disambut meriah peserta jalan santai.

Nirna Lachmuddin menambahkan, kebersamaan dirinya dan Yudhianto Mahardika akan terus berlanjut untuk masyarakat Kota Kendari.

“Sabar ya. Tunggu saja kabar baiknya,” tambahnya.

Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.