Connect with us

Ekonomi Makro

Realisasi Anggaran Dekonsentrasi 2023, Provinsi Sultra Tertinggi Capai 65,06 Persen

Published

on

Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pengembangan IKM Tahun 2024. -foto :kemenperin.go.id-

JAKARTA, Bursabisnis.id – Kementerian Perindustrian secara konsisten mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategisnya adalah bersinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan daya saing sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang baik antara Kemenperin dan satuan kerja yang menangani perindustrian di tingkat daerah. Semoga upaya ini dapat ditingkatkan dalam menumbuhkan sektor IKM yang selama ini menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional, sekaligus turut menopang kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id pada Selasa, 30 Mei 2023.

Menperin mengemukakan, IKM memegang peranan yang strategis dalam perekonomian nasional, terutama dalam penyediaan lapangan kerja. Sepanjang tahun 2022, jumlah IKM tercatat sebanyak 4,4 juta unit usaha atau sebagai mayoritas yang mencapai 99,7 persen dari total unit usaha industri di Indonesia.

“Sektor IKM telah menyerap tenaga kerja hingga 12,39 juta orang atau 66,25 persen dari total tenaga kerja di sektor industri,” ungkapnya.

Pada Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pengembangan IKM Tahun 2024 di Kota Banjarmasin, beberapa waktu lalu,Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menjelaskan, dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2022 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, salah satu tujuannya adalah untuk menghilangkan tumpang tindih terkait pengelolaan desentralisasi.

“Kegiatan Dekonsentrasi yang selama ini telah dilaksanakan akan disesuaikan menjadi Tugas Pembantuan pada tahun 2024. Dengan demikian, sasaran utama penyerapan realisasi anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan dapat lebih fokus ditujukan untuk masyarakat, terutama bagi pelaku industri,” papar Reni.

Menurutnya, Program Tugas Pembantuan Ditjen IKMA pada tahun 2024 akan difokuskan pada tiga hal, yakni percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem, pendataan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan fasilitasi pendaftaran sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri Industri Kecil (TKDN IK), serta pembinaan IKM dan Sentra IKM melalui kegiatan One Village One Product (OVOP).

“Selama ini, Ditjen IKMA konsisten menjalankan dua program, yaitu penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru (WUB) serta peningkatan nilai tambah dan daya saing IKM atau Sentra IKM. Dalam melaksanakan dua program tersebut, Ditjen IKMA didukung oleh tiga direktorat di pusat dan Satker Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI),” terangnya.

Adapun program penumbuhan dan pengembangan WUB, lebih diarahkan untuk mendorong jumlah pelaku wirausaha baru melalui pelatihan, fasilitasi mesin peralatan hingga pengurusan izin usaha yang dibutuhkan oleh pelaku industri kecil. Dalam program ini juga terdapat suatu skema akselerasi pengembangan wirausaha industri kecil yang sudah mulai melaksanakan proses bisnisnya berdasarkan keunikan dan dukungan implementasi teknologi tertentu.

“Metodenya dilakukan melalui pendampingan manajemen usaha, dukungan fasilitasi teknologi dan temu bisnis,” ucap Reni.

Sementara itu, beberapa kegiatan yang dijalankan oleh direktorat dan satker di bawah Ditjen IKMA antara lain, Indonesia Food Inovation (IFI) untuk komoditas pangan, Bali Creative Industry Center (BCIC) untuk komoditi fashion dan craft, Startup4Industry untuk bidang teknologi dan permesinan, serta Inkubator Bisnis Teknologi Alas Kaki untuk komoditas alas kaki.

Tak hanya itu, lanjut Reni, Ditjen IKMA juga terus memperkuat nilai tambah dan daya saing industri kecil dan menengah melalui program restrukturisasi mesin peralatan, pengembangan Sentra IKM, penguatan akses bahan baku, fasilitasi pengembangan dan sertifikasi produk, digitalisasi dan penerapan industri 4.0, serta peningkatan akses pasar dan promosi.

“Dalam rangka menyiapkan sektor industri nasional memasuki era industri 4.0, kami terus mendorong dan melakukan pendampingan untuk mendekatkan IKM dengan transformasi ekonomi digital termasuk dalam pemanfaatan aset digital, e-commerce,serta teknologi dalam mendukung proses bisnis IKM mulai dari proses untuk memperoleh bahan baku, produksi hingga pemasaran,” tandasnya.

 

Percepatan Realisasi

Reni mengungkapkan, serapan realisasi anggaran Dekonsentrasi tahun 2023 hingga 18 Mei 2023 tercatat mencapai 22,97 persen. Sebanyak 11 provinsi telah berhasil mencapai realisasi di atas 30 persen.

“Provinsi dengan capaian realisasi tertinggi yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara (65,06 persen), Sumatera Selatan (48,04 persen) dan Kalimantan Utara (36,54persen),” ungkap Reni.

Dirjen IKMA mengimbau agar perangkat daerah penyelenggara Dekonsentrasi dapat segera mempercepat realisasi pagu sehingga tercapai realisasi semester I minimal 60 persen. “Jika terdapat kendala yang dihadapi, penyelenggara daerah dapat berkoordinasi dengan satker terkait termasuk tim program Ditjen IKMA,” tambahnya.

Reni juga berpesan agar seluruh rencana program dan kegiatan tahun 2024 dapat dirumuskan dengan baik sehingga diperoleh suatu perencanaan yang baik untuk mencapai target sesuai dengan RPJMN dan Renstra 2020-2024 dan memperhatikan prinsip akuntabilitas.

“Dengan pendampingan Tim Inspektorat Jenderal Kemenperin, kami berharap kegiatan kita dapat dilaksanakan lebih baik lagi sehingga lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya pelaku IKM,” tutur Reni.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Perbankan

BRI Kendari By Pass Gelar Upacara HUT RI ke-81: Perkuat Semangat Persatuan Berkontribusi Untuk Negeri

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id-BRI Kantor Cabang Kendari By Pass menggelar upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin, 17 Agustus 2026. Mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh Insan BRILiaN untuk terus memperkuat kebersamaan, bekerja dengan integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.

Peringatan kemerdekaan tahun ini berlangsung di tengah duka akibat gempa bumi 7,7 SR di NTT. Dalam amanat yang dibacakan Dennis Tubalawony selaku perwakilan Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud, keluarga besar BRI berbelasungkawa atas musibah ini. Empati yang dalam disampaikan kepada para korban atau penyintas bencana, tak terkecuali Insan BRILiaN yang terdampak.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga tercermin melalui kepedulian dan kebersamaan, terutama dalam memberikan dukungan kepada sesama ketika menghadapi musibah.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dennis Tubalawony selaku perwakilan Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud, bahwa makna 81 tahun setelah proklamasi kemerdekaan, perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata unuk masyarakat.

“Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan, tugas kita bukan lagi memproklamasikan kemerdekaan. Tugas kita adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Dennis, Tubalawony, menyampaikan amanat Irsan Junud.

Menurutnya, semangat persatuan menjadi fondasi penting dalam mengisi kemerdekaan. Bagi Insan BRILiaN, semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama, integritas, kepedulian, dan komitmen untuk memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Kemerdekaan adalah ketika masyarakat memiliki akses terhadap modal dan pasar, pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk tumbuh, serta setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan peran BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi desa, serta perluasan akses keuangan. Hingga Triwulan II 2026, BRI telah memperluas pembiayaan UMKM hingga mencapai Rp1.235 triliun atau 75,2% dari total portofolio kredit. BRI juga telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun sepanjang 2026, dengan 42,68% diantaranya mengalir ke sektor pertanian.

Di sisi inklusi keuangan, hingga Juni 2026 BRI memiliki 1,13 juta Agen BRILink dan lebih dari 7.000 jaringan kantor. Sementara itu, BRImo telah diakses oleh 49,7 juta pengguna. BRI juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui pemberdayaan lebih dari 43 ribu Klaster Usaha dan lebih dari 5 ribu Desa BRILiaN.

BRI turut mendukung berbagai program pemerintah, termasuk KDKMP dan Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui pendampingan usaha dan akses terhadap layanan keuangan. Dukungan BRI juga mencakup 1,4 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai Pahlawan Devisa hingga Juni 2026.

Lebih lanjut, Dennis mengungkapkan bahwa berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang semakin luas sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Selama masih ada yang belum memiliki kesempatan untuk tumbuh, pekerjaan kita belum selesai. Untuk itu, saya mengajak seluruh Insan BRILiaN untuk terus berkarya bagi BRI sebagai bentuk bakti untuk negeri. Jadikan setiap langkah dan setiap kontribusi kita sebagai bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh Insan BRILiaN untuk memperkuat semangat persatuan dan kolaborasi dalam menjalankan tugas. Tim yang solid dan mampu bekerja bersama menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

“Bersama, kita perkuat BRI sebagai Satu Bank untuk Semua, melayani dari desa hingga kota, menggerakkan ekonomi rakyat, serta memberikan kontribusi terbaik untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera dan Indonesia yang semakin maju,” kata Dennis.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BRI Kendari By Pass berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, kepedulian, integritas, dan kolaborasi sebagai bagian dari kontribusi Insan BRILiaN dalam mengisi kemerdekaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.***

Continue Reading

Perbankan

BRI Kendari By Pass Gelar Brilian Culture Fest, Perkuat Kolaborasi dan Kekompakan Tim

Published

on

By

Kendari, Bursabisnis.id-BRI Kantor Cabang Kendari By Pass menggelar Brilian Culture Fest (BCF), Minggu 16 Agustus 2026, di Ballroom Hotel Zahid Azizah Syariah, Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, menciptakan pengalaman bermakna, serta membangun kekompakan dan soliditas tim dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.

Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud, mengatakan bahwa Brilian Culture Fest tidak hanya menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan kerja.

“Brilian Culture Fest menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kolaborasi dan menciptakan pengalaman yang bermakna bagi seluruh pekerja. Dengan kebersamaan yang semakin kuat, kami berharap tim dapat semakin solid, saling mendukung, dan mampu berkolaborasi dengan lebih baik dalam menjalankan pekerjaan maupun memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” ujar Irsan Junud.

Menurut Irsan, kekuatan sebuah tim tidak hanya dibangun melalui aktivitas pekerjaan, tetapi juga melalui interaksi, kebersamaan, dan pengalaman positif yang dapat mempererat hubungan antarpersonel.

Melalui kegiatan ini, pekerja BRI Kendari By Pass mendapatkan kesempatan untuk membangun komunikasi dan interaksi dengan atmosfer lebih erat dan kolaboratif. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang semakin solid, harmonis, dan mendukung pencapaian kinerja bersama.

Selain Pemimpin Cabang BRI Kendari By Pass, Irsan Junud dan manajemen, event ini juga dihadiri Area Head BRI Wisnu Aji Wibowo. Kehadiran jajaran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan budaya perusahaan serta kolaborasi di lingkungan kerja BRI.

Irsan menambahkan, tim yang solid merupakan salah satu fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Dengan semangat kolaborasi dan rasa kebersamaan yang terbangun, setiap pekerja diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai peran masing-masing.

“Kami ingin pengalaman yang tercipta melalui kegiatan ini dapat membawa energi positif ke dalam pekerjaan sehari-hari. Ketika komunikasi, kolaborasi, dan rasa saling mendukung semakin kuat, kami percaya tim akan menjadi semakin solid dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi BRI serta nasabah,” kata Irsan.

BRI Kendari By Pass berkomitmen untuk terus membangun lingkungan kerja yang positif dengan memperkuat budaya kolaborasi, kebersamaan, dan engagement pekerja sebagai bagian dari upaya menciptakan tim yang solid serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah.***

Continue Reading

Ekonomi Makro

Di Istana, Anton Timbang Usul ke Presiden Prabowo Agar Aspal Buton Masuk PSN

Published

on

By

Pengurus Kadin seIndonesia bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. -foto:ist-

JAKARTA, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Anton Timbang terus memperjuangkan potensi ekonomi daerah di tingkat nasional.

Hal ini mengemuka saat pertemuan jajaran pengurus Kadin se-Indonesia bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam kesempatan strategis tersebut, Kadin secara khusus menyampaikan usulan percepatan hilirisasi Aspal Buton.

Dalam pertemuan bergengsi tersebut, setiap provinsi diwakili oleh tiga orang pengurus. Kadin Sultra sendiri diwakili secara langsung oleh tiga jajaran pimpinan terbaiknya, yaitu: Anton Timbang (Ketua Kadin Sultra) Fatmayani Harli Tombili dan Vebrianti Safruddin.

Kehadiran jajaran pimpinan Kadin Sultra ini bergabung bersama sekitar 150 pengusaha Kadin pusat, daerah dari 38 provinsi, serta perwakilan asosiasi bisnis se-Indonesia.

Rapat penting tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat kunci Kabinet Merah Putih bentukan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, serta COO Danantara Doni Oskaria.

Dorong Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)

Sebagai poin utama usulan, Kadin memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mempercepat realisasi hilirisasi industri Aspal Buton dengan memasukkannya ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Buton.

Langkah ini krusial untuk mengoptimalkan deposit aspal alami terbesar di dunia yang ada di Sulawesi Tenggara sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru daerah maupun nasional.

Upaya hilirisasi ini semakin terakselerasi dengan alokasi investasi senilai Rp1,4 triliun dari Danantara untuk pengembangan industri Aspal Buton.

Dukungan Perpres BUPABO dan Pengawasan Kadin

Kadin juga menyambut baik rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Investasi dan Pengembangan Industri Pengolahan Aspal Buton.

Perpres tersebut mengamanatkan pembentukan Badan Usaha Pengembang Aspal Buton Olahan (BUPABO) untuk merencanakan, membangun, hingga mengoperasikan pengolahan aspal di daerah.

Kadin berharap Presiden berkenan menunjuk Kadin Indonesia beserta jajarannya di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk masuk dalam BUPABO.

Hal ini penting agar Kadin dapat memantau secara langsung (monitoring) penyerapan serta penerapan spesifikasi Asbuton olahan dan pengembangan industrinya agar berjalan optimal di lapangan.

Satu Visi Menguatkan Ekonomi dan Ketahanan Nasional

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dengan mengusung empat program quick win, meliputi Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pelatihan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan renovasi rumah tidak layak huni.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi tinggi kolaborasi Kadin dan menekankan pentingnya sinergi antara elit politik dan ekonomi demi menjaga ketahanan pangan, energi, serta ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh gejolak.

Melalui pengawalan dan kehadiran langsung Anton Timbang bersama delegasi Sultra di Istana Negara, Kadin Sultra optimistis potensi Aspal Buton akan segera terwujud sebagai pilar kemandirian industri aspal nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Laporan : Tam

Continue Reading

Trending