Connect with us

KOMUNITAS

Semarak Ramadan, LPMQ Kemenag Hadirkan Program Kajian Surah dan Tadarus Al-Quran Isyarat

Published

on

JAKARTA, Bursabisnis.id – Sambut Ramadan 1446 H/2025 M, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag menghadirkan dua program unggulan sebagai pengembangan hasil kajian Al-Qur’an.

Dua program tersebut adalah Mesra (Mengenal Kajian Surah Al-Qur’an Selama Bulan Ramadan) dan TAQI (Tadarus Al-Qur’an Isyarat).

Kedua program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kandungan Al-Qur’an: baik untuk kalangan umum atau penyandang disabilitas.

Mesra merupakan program dalam bentuk video berdurasi 5-7 menit yang membahas nama-nama surah dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI).

Dalam tayangan ini, seorang talent akan menguraikan secara ringkas latar belakang penamaan surah, dasar penetapannya beserta dalil, serta nama-nama lain yang mungkin dimiliki surah tersebut.

“Insya Allah, Mesra akan mulai tayang pada malam pertama Ramadan, pukul 20:00 WIB. Video ini akan kami unggah di berbagai platform media sosial resmi LPMQ, seperti TikTok Lajnah Kemenag RI, Instagram lpmq_kemenag-ri, Facebook Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, serta YouTube @LajnahKemenag,” ujar Syahrul, Humas LPMQ di Jakarta sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

“Program ini diharapkan dapat menjadi tambahan informasi bagi masyarakat dalam mengenal nama-nama surah dalam Al-Qur’an secara lebih mendalam selama bulan Ramadan,” sambungnya.

Selain Mesra, LPMQ juga menghadirkan program TAQI (Tadarus Al-Qur’an Isyarat). Program ini ditujukan bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Program ini akan melibatkan Juru Bahasa Isyarat, Praktisi Pendidikan PDSRW, serta Tim Kajian Al-Qur’an Isyarat LPMQ dalam sesi tadarus yang interaktif.

TAQI akan dilaksanakan setiap hari melalui platform Zoom Meeting, mulai 3 Maret 2025 pukul 09:00 WIB. Program ini akan dibuka oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani.

“Selama Ramadan ini, kami ingin tadarus dan mengkaji Al-Qur’an bersama saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Oleh karena itu, TAQI menjadi salah satu wadah kami untuk merealisasikan hal itu,” ungkap Abdul Aziz Sidqi, Kepala LPMQ.

Dua program ini tidak hanya bertujuan untuk menyemarakkan Ramadan, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi hasil kajian Al-Qur’an yang telah dikembangkan oleh LPMQ. Dengan inovasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses dan memahami Al-Qur’an melalui platform media sosial resmi yang dikelola LPMQ.

“Harapan kami, program-program ini bisa menjadi jembatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal Al-Qur’an, baik masyrakat umum atau untuk sauadara-saudara kita penyandang disabilitas. Ramadan ini adalah momen yang tepat untuk memperkuat interaksi kita dengan Al-Qur’an,” tandas Abdul Aziz Sidqi.

Dengan hadirnya Mesra dan TAQI, LPMQ berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyebarluaskan pemahaman Al-Qur’an kepada masyarakat luas, sehingga semangat Ramadan tahun ini semakin bermakna bagi semua kalangan.

Sumber : kemenag.go.id
Laporan : Icha

Continue Reading

KOMUNITAS

Asmo Sulsel Gelar Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMAN 4 Kendari

Published

on

By

Edukasi safety riding di SMAN 4 Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara melalui kegiatan edukasi safety riding yang digelar di SMAN 4 Kendari pada Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutannya dalam menanamkan budaya berkendara aman sejak usia pelajar.

Edukasi safety riding ini dipandu langsung oleh Wanny, instruktur safety riding Asmo Sulsel, sebagai main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Ambon.

Melalui sesi edukasi ini, para siswa dibekali pemahaman dasar mengenai keselamatan berkendara yang relevan dengan kondisi lalu lintas sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari tips berkendara aman, pengenalan faktor-faktor yang kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, hingga pentingnya menjaga fokus saat berada di jalan. Wanny juga menekankan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga oleh sikap dan kesadaran pengendara terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap dan sesuai standar, seperti helm, jaket, sarung tangan, serta sepatu.

Perlengkapan ini berperan sebagai perlindungan dasar yang dapat mengurangi risiko cedera apabila terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan raya.

Sebanyak kurang lebih 60 siswa SMAN 4 Kendari mengikuti edukasi ini dengan antusias.

Hal tersebut terlihat dari perhatian peserta selama sesi berlangsung, serta berbagai pertanyaan yang diajukan terkait praktik berkendara aman dan situasi lalu lintas yang sering mereka temui dalam keseharian.

Wanny menyampaikan bahwa edukasi keselamatan berkendara sejak dini memiliki peran penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi oleh usia muda.

“Melalui edukasi safety riding ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa berkendara aman adalah tanggung jawab setiap individu.

Mulai dari mempersiapkan diri, menggunakan perlengkapan yang tepat, hingga memahami risiko di jalan, semuanya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Wanny.

Ia menambahkan, Asmo Sulsel akan terus menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, untuk menyebarkan semangat #Cari_Aman dalam berkendara.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

KOMUNITAS

Wayan Ardi Adnyana Alumni Universitas Lakidende Deklarasikan Diri Maju Bakal Calon Ketua Umum PP KMHDI

Published

on

By

Wayan Ardi Adnyana

KENDARI, Bursabisnis. Id — Dengan mengusung semangat TumbuhBareng, Wayan Ardi Adnyana secara resmi menyatakan sikap untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) pada perhelatan nasional Mahasabha XIV KMHDI di Provinsi Lampung bulan Maret 2026 mendatang.

Deklarasi ini sekaligus menjadi penegasan gagasan besar “Transformasi KMHDI untuk Indonesia”, sebuah ikhtiar pembaruan organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran strategis KMHDI bagi umat, bangsa, dan negara.

Wayan Ardi Adnyana menyampaikan bahwa KMHDI sebagai rumah juang mahasiswa Hindu harus menjadi ruang yang membebaskan setiap anggotanya untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, semangat #TumbuhBareng diletakkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gagasan transformasi organisasi yang ia tawarkan.

“KMHDI adalah rumah juang kita bersama. Di rumah inilah seluruh kader seharusnya bisa bertumbuh, belajar, dan berkembang tanpa sekat. Karena itu, semangat #TumbuhBareng menjadi roh dari gagasan Transformasi KMHDI untuk Indonesia yang saya bawa,” tegas Wayan Ardi Adnyana.

Ia menekankan bahwa transformasi KMHDI bukan sekadar perubahan struktural, melainkan pembaruan cara berpikir, cara bergerak, dan cara organisasi hadir di tengah persoalan umat dan bangsa.

Dalam pandangannya, KMHDI harus tetap kokoh menjaga keseimbangan antara dharma agama dan dharma negara, sekaligus adaptif terhadap dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang terus berkembang.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ardi yang sekaligus saat ini menjabat sebagai ketua Departemen Sosmas PP KMHDI menyoroti pentingnya penguatan sistem kaderisasi yang berkelanjutan, merata, dan berorientasi pada kualitas. Menurutnya, transformasi KMHDI harus melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, kepekaan sosial, dan keberanian moral dalam memperjuangkan kepentingan umat dan rakyat.

Dalam momentum deklarasi tersebut, ia juga mengajak seluruh kader KMHDI di tingkat cabang, daerah, hingga nasional untuk menjaga marwah organisasi dan membangun kultur dialog yang sehat menjelang proses suksesi kepemimpinan. Ia berharap dinamika kontestasi dapat berlangsung secara dewasa, bermartabat, dan memperkuat persaudaraan.

“Kontestasi ini bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama memperkuat organisasi. Transformasi KMHDI hanya bisa terwujud jika kita berjalan bersama, saling menguatkan, dan menjadikan perbedaan sebagai energi kolektif,” ujarnya.

Deklarasi ini menegaskan komitmen Wayan Ardi Adnyana untuk menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, inklusif, dan berpihak pada penguatan kader serta pengabdian sosial. Dengan semangat #TumbuhBareng sebagai fondasi, gagasan Transformasi KMHDI untuk Indonesia diharapkan mampu membawa KMHDI menjadi organisasi kaderisasi yang semakin relevan, berdampak, dan berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia.

Profil Singkat

Wayan Ardi Adnyana merupakan kader KMHDI yang aktif dalam proses kaderisasi dan kepemimpinan organisasi sejak tingkat cabang.

Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PC KMHDI Konawe (2019–2021), Ketua PC KMHDI Konawe (2021–2023), serta Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan Pimpinan Pusat KMHDI (2023–2025).

Selain aktif berorganisasi, ia memiliki latar belakang akademik di bidang agribisnis, lulusan Universitas Lakidende (S1 Agribisnis) dan IPB University (S2 Agribisnis).

Wayan Ardi Adnyana dikenal konsisten mendorong penguatan kaderisasi, gerakan sosial, serta peran aktif KMHDI dalam isu-isu keumatan, kebangsaan, dan lingkungan.

Laporan : Tam

Continue Reading

KOMUNITAS

Barisan BOM Desak Polda dan Kejati Usut Alih Fungsi Lahan Mangrove Untuk Rumah Pribadi ASR

Published

on

By

Aksi demo Barisan BOM. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Barisan Badan Oposisi Mahasiswa (BOM) Sultra desak Polda Sultra dan Kejati Sultra usut tuntas alih fungsi lahan mangrove untuk rumah pribadi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangeruka (ASR).

‎Sekadar informasi bahwa organ gerakan ini lahir lebih terfokus pada isu-isu spesifik tentang sosial, politik, ekonomi, kebijakan serta SDM dan SDA yang semakin tergerus oleh kepentingan segelintir pihak.

‎Tak hanya itu, organ ini juga sebagai antitesis atas gerakan di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari selama ini. Organ ini adalah bom waktu yang kapan saja bisa meledak, mendobrak kebekuan pergerakan mahasiswa di abad 21.

‎Ia hadir sebagai jawaban, menjemput momentum, peluang dan kesempatan strategis, sebagai pemuda tidak mungkin hanya ingin menjadi penonton, ia adalah pelopor, pelaku pembangunan dengan modal ketekunan, semangat, jiwa militansi, konsistensi dan solidaritas yang terus-menerus di pupuk.

‎Gerakan yang di lakukan ini sebagai bentuk akumulasi kekecewaan dan krisisnya kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik, khususnya Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangeruka.

‎Isu yang diangkat mengerucut pada hal yang paling fundamental bagi masa depan Sulawesi Tenggara: arah pembangunan daerah yang berpijak pada kekuatan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

‎Dua hal yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah, namun juga menjadi sumber persoalan ketimpangan yang tak pernah selesai.

‎Koordinator Barisan Badan Oposisi Mahasiswa (BOM) Sultra, Rasmin Jaya berbicara lugas dan apa adanya.

Ia menilai bahwa tanah, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sejatinya milik rakyat. Namun realitas hari ini, katanya, justru menunjukkan sebaliknya.

‎Pemimpin justru menunjukkan arogansi kekuasaannya dengan melakukan akumulasi wilayah yang harusnya jadi penopang.

Isu sebesar ini tidak bisa dianggap remeh, karena mangrove merupakan benteng ekologis yang melindungi pesisir Kota Kendari dari abrasi, kerusakan habitat, dan pencemaran kawasan teluk.

‎”Kami menduga bahwa tindakan penggusuran mangrove untuk kepentingan pribadi rumah ASR tersebut tidak memiliki dasar hukum, tidak melalui mekanisme perizinan yang diatur dalam regulasi lingkungan, dan berpotensi melanggar ketentuan seperti izin lingkungan, dokumen UKL-UPL, dan prosedur persetujuan pemanfaatan ruang pesisir,” tegasnya.

‎Ia mendesak agar Polda Sulawesi Tenggara dan Kejaksaan mengusut alih fungsi lahan hutan mangrove untuk rumah pribadi gubernur Sulawesi Tenggara.

‎Ia jauh menyorot soal kondisi potensi SDA yang ada di Sultra bahwa kekayaan itu hanya dikuasai oleh segelintir orang untuk kepentingan kelompok dan diri sendiri. Masyarakat lokal, di tanah yang kaya ini, seringkali hanya menjadi penonton yang menerima sisa-sisa hasil tambang dan pembangunan.

‎“Sebagai putra daerah kami cukup prihatin melihat keadaan ini. Kami tidak ingin rakyat terus menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Rasmin.

‎Ia menegaskan, gerakan mahasiswa tak boleh hanya menjadi ruang diskusi yang hampa tindakan, tapi harus kembali pada napas perjuangan kerakyatan yang menjadi jantung fungsi dan tanggung jawab yang di embannya sejak kelahirannya.

‎Gerakan yang di lakukan juga untuk melihat perspektif publik serta membedah arah pembangunan Sultra dari perspektif politik, ekonomi, dan sosial, dengan harapan bisa membuka jalan baru bagi sinergi ide dan tindakan.

‎Rasmin menyebut aksi ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan dan mengevaluasi kinerja pemerintah yang berjalan saat ini sebagai bentuk evaluasi dan refleksi. Tantangan zaman menuntut pemimpin bertransformasi tanpa kehilangan arah yang harus menjadikan rakyat sebagai orientasi utama.

‎”Kita butuh pemimpin yang berintegritas, konsisten menjaga kemurnian harapan, impian dan cita-cita rakyat yang luhur dan mampu menghadirkan inovasi sesuai perkembangan zaman serta menghadirkan terobosan baru,” Tegasnya.

‎Terakhir, ia juga mengkonsolidasikan kepada elemen gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk bergerak bersama menuntut janji Gubernur Sulawesi Tenggara pada Pilgub 2024 kemarin tentang berbagai program yang sempat di canangkan.

‎”Kita sebagai masyarakat sipil mempunyai hak untuk menuntut janji Gubernur Sulawesi Tenggara ASR, baginya rakyat bukan hanya objek untuk jadi korban janji politik, tetapi janji dan program tersebut harus betul-betul terlaksana dan di rasakan manfaatnya,” tegasnya.

‎Adapun program yang sebelumnya telah di sampaikan pada Pilgub 2024 lalu. Program Unggulan ASR-Hugua yang di antaranya :

‎1. Satu Triliun Anggaran Untuk Kepulauan

‎2. Seratus Juta Asuransi untuk Petani Sultra

‎3. Sport Center tiap Kabupaten/Kota

‎4.  Jalan Mulus Antar Wilayah

‎5. Modal Usaha Untuk Ibu-ibu

‎6. Semua Mudah Dapat Kerja

‎7. Layanan Ambulan Darat dan Laut Gratis

‎8. Perlengkapan Seragam dan Sekolah Gratis

‎Laporan : Tam

Continue Reading

Trending