METRO KENDARI
Sistem Pengelolaan Keuangan Baik, Pemkot Kendari Raih Opini WTP dari BPK
KENDARI, Bursabisnis.id — Pemerintah Kota Kendari dibawah kepemimpinan Siska Karina Imran dan Sudirman saat ini berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Opini WTP tersebut diberikan BPK RI perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.
Penyerahan LKPD itu dilakukan Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Tenggara Dadek Nandemar SE MIT Ak CSFA CA CFE kepada Siska Karina Imran Wali Kota Kendari di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Sultra yang berada di bilangan Sao-sao Kendari pada Senin, 26 Mei 2025.
Adalah Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran yang menerima langsung dokumen laporan hasil tersebut bersama bersama Bupati Muna dan Kolaka.
Penyerahan dokumen diawali dengan penandatanganan berita acara oleh Ketua DPRD Kota Kendari, Ketua DPRD Kabupaten Muna dan Ketua DPRD Kabupaten Kolaka.
“Kami sangat menghargai hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Sultra, yang telah memberikan banyak masukan untuk perbaikan. Ini menjadi acuan penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” kata Siska.
Menurutnya, ini bukan hanya soal menerima laporan dari BPK bahwa Kota Kendari memperoleh opini WTP, tapi lebih penting bahwa Pemkot Kendari mempunyai komitmen untuk melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait.
Tujuannya, kata Siska, adalah untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK, agar menjadi dasar evaluasi dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan ke depan.
“Rekomendasi BPK akan menjadi prioritas utama kami, agar pengelolaan keuangan lebih transparan dan akuntabel. Ini penting tidak hanya untuk Kota Kendari, ” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dadek Nandemar memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Kendari.
Dadek mengungkapkan bahwa Kota Kendari mencatatkan tindak lanjut tertinggi atas temuan pemeriksaan, yakni sebesar 91,79 persen.
“Ini menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab tinggi dari Pemerintah Kota Kendari dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan. Capaian ini patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Dadek.
Untuk diketahui, dalam kegiatan ini ,Wali kota Kendari di dampingi oleh Pj Sekda Kota Kendari, Kepala BKAD Kota Kendari, dan Inspektur Kota Kendari.
Laporan : Rik
Editor : Tiar
METRO KENDARI
Puncak World Book Day BI Sultra 2026: Bedah Buku “Prinsipil Ekonomi” Akselerasi Literasi yang Inklusif dan Relevan untuk Semua Kalangan
KENDARI, Bursabisnis. Id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Prinsipil Ekonomi” karya Ferry Irwandi sebagai puncak rangkaian peringatan World Book Day 2026.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia Provinsi Sultra dalam mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat, khususnya literasi ekonomi, sebagai fondasi penting dalam memperkuat efektivitas implementasi kebijakan Bank Indonesia di daerah.
Kegiatan ini bersinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Sultra dan Dinas Perpustakaan Provinsi Sultra yang melibatkan kolaborasi aktif dari komunitas, penggiat literasi, mahasiswa, dan masyarakat umum di Sultra.
Penguatan literasi di Sultra saat ini masih menjadi agenda penting.
Berdasarkan data BPS Provinsi Sultra, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sultra pada tahun 2025 tercatat sebesar 58,64.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sultra pada Februari 2026 berada di angka 29,24 dan masih dalam kategori rendah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem literasi perlu terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kontribusi tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sultra menyediakan fasilitas perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat umum pada hari dan jam operasional kantor, yakni Senin sampai dengan Jumat pukul 08.00–17.00 WITA.
Selain layanan perpustakaan fisik, Bank Indonesia juga menyediakan layanan perpustakaan digital gratis melalui aplikasi iBi Library. Hingga semester I 2026, Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyediakan sebanyak 7.052 koleksi cetak dan elektronik yang dapat diakses masyarakat.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperluas akses pengetahuan dan memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyampaikan dalam sambutannya bahwa “pemahaman ilmu ekonomi saat ini bukan lagi hanya menjadi kebutuhan mahasiswa ekonomi, tetapi telah menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah dinamika global dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat, literasi ekonomi menjadi bekal penting agar masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami berbagai fenomena ekonomi secara lebih jernih, serta mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan hal tersebut, buku “Prinsipil Ekonomi” dipilih sebagai bahan utama dalam kegiatan bedah buku karena dinilai relevan dengan kebutuhan literasi masa kini, membahas fondasi logika ekonomi dalam pengambilan keputusan sehari-hari, serta dikemas dengan gaya bahasa yang sederhana dan dekat dengan generasi muda.
Selain kegiatan bedah buku, rangkaian World Book Day BI Sultra 2026 juga diisi dengan berbagai aktivitas literasi yang kreatif dan inspiratif, antara lain Lomba Musikalisasi Puisi dan Lomba Reels Resensi Buku.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda dan komunitas literasi untuk mengekspresikan minat baca melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat semangat literasi di tengah masyarakat.
Dalam rangka memperkuat sinergi program literasi di Sulawesi Tenggara, pada kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Komitmen Sinergi Program Penguatan Literasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.
Komitmen ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam menghadirkan program-program literasi yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Selanjutnya, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara juga memperkuat sinergi program edukasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dengan 5 (lima) perguruan tinggi, yaitu Universitas Halu Oleo, IAIN Kendari, STIE 66 Kendari, Universitas Sembilanbelas November, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin.
Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh perwakilan Rektor dan Pimpinan masing-masing perguruan tinggi dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia dalam mencetak generasi muda yang menjadi frontliner kebijakan Bank Indonesia, agen perubahan, dan pemimpin masa depan melalui wadah komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Pada tahun 2026, total penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dari Bank Indonesia mencapai 330 mahasiswa atau meningkat 32% dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 250 mahasiswa.
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program literasi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat literasi masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Laporan : Kas
Editor : Tam
METRO KENDARI
TPID Kota Kendari Bersama Bank Indonesia Sultra Launching Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026
KENDARI, Bursabisnis.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan dalam upaya akselerasi program pengendalian inflasi.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026 yang merupakan strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Gerakan ini ditempuh sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, antara lain risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.
Pendekatan inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan diperkuat, tidak semata berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pangan secara struktural dan perubahan budaya masyarakat jangka panjang dengan melibatkan dukungan dari berbagai unsur stakeholder.
Kegiatan Rakor Pangan Kota Kendari 2026 dibuka secara langsung oleh Walikota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, Wakil Walikota Kendari, Sudirman, jajaran FORKOMPIMDA Kota Kendari, pimpinan OPD anggota TPID, Perwakilan Pemda Mitra KAD, dan stakeholder mitra strategis di luar TPID diantaranya Kepala BPMP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Ketua PKK Kota Kendari, dan akademika.
Selain itu, kegiatan dihadiri oleh 161 perwakilan pelaku kios pangan digital Kota Kendari yang akan menerima sosialisasi peningkatan kompetensi manajemen distribusi komoditas serta pengelolaan pangan.
Perkembangan inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33% mtm, 2,95% yoy, dan 1,16% ytd. Inflasi ini utamanya didorong oleh komoditas seperti bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, dan ikan kembung, dengan tekanan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Ini menunjukkan bahwa pangan tetap menjadi komponen yang sangat menentukan dalam pembentukan inflasi daerah.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi menyampaikan dalam sambutannya bahwa Rakor Pangan tahun ini menegaskan tiga arah strategis utama, yaitu optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi.
” Dari ketiga fokus tersebut, saya ingin menekankan bahwa kata kuncinya adalah sinergi. Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan sinergi, program yang sama dapat menjadi jauh lebih luas dampaknya, lebih cepat implementasinya, dan lebih kuat keberlanjutannya, ” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Walikota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M, menegaskan dalam arahannya bahwa Rakor Pangan 2026 bertujuan untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan stabil melaui program yang inovatif serta inklusif.
Hal tersebut yang menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang berkelanjutan melalui sinergi pengendalian inflasi yang semakin inklusif melibatkan berbagai stakeholder di luar anggota TPID.
Rakor Pangan 2026 menghasilkan beberapa output program pengendalian inflasi meliputi:
1.Akselerasi intervensi harga dilakukan melalui penambahan 70 Kios Pangan Digital baru dan 5 Kerjasama Antardaerah Business to Business (B2B) guna memperkuat distribusi serta menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis.
Langkah ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi, dan menahan gejolak harga sehingga mendukung pengendalian inflasi daerah.
2.Launching program sinergi PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) melibatkan 11 PKK Kecamatan di Kota Kendari, merupakan upaya pengendalian inflasi dari unit terkecil di masyarakat yaitu keluarga, harapannya melalui program ini keluarga akan terus menerapkan belanja bijak dan konsumsi masyarakat akan lebih beragam sehingga harga komoditas di masyarakat lebih terkendali.
3.Launching program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) di 24 SMPN di Kota Kendari, merupakan upaya edukasi pengendalian inflasi jangka panjang kepada anak usia dini.
Melalui kegiatan ini sekolah diharapkan menjadi laboratorium hijau yang produktif, siswa dapat belajar bagaimana berkebun, mengenal apa itu inflasi lebih dini, hingga mendorong pembentukan karakter siswa melalui pendidikan project case.
Melalui sinergi yang optimal dan semakin kuat antara Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program yang telah diluncurkan dan dicapai dalam Rakor Pangan 2026 dapat diimplementasikan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Prov. Sulawesi Tenggara terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dari hulu ke hilir melalui baik melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, intervensi harga, maupun edukasi perubahan perilaku konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang kuat serta berkelanjutan.
Laporan : Kas
Editor : Tam
METRO KENDARI
Pemkab Kudus Kunker di Kendari, Studi Komparasi Peningkatan IPM
KENDARI, Bursabisnis. Id — Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kota Kendari pada Selasa, 14 April 2026.
Kunker tersebut dipimpin langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kunker ini diterima Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama sejumlah pejabat Pemkot lainnya.
Kunker Pemkab Kudu ini dilakukan dalam rangka studi komparasi peningkatan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dalam kesempatan tersebut, Siska memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan IPM Kota Kendari.
Fokus utama yang disampaikan meliputi :
Program pendidikan wajib belajar
Peningkatan kualitas layanan kesehatan
Penguatan pembangunan sumber daya manusia
Stabilitas ekonomi daerah.
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Wali Kota juga menjelaskan langkah Pemerintah Kota Kendari dalam menjaga pengendalian inflasi daerah melalui koordinasi lintas sektor serta identifikasi program prioritas pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Paparan tersebut sekaligus memperkenalkan kesiapan Kota Kendari sebagai tuan rumah agenda internasional UCLG ASPAC tahun 2026, yang diharapkan menjadi momentum peningkatan daya saing kota serta promosi pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Kunjungan kerja ini menjadi ruang pertukaran pengalaman antar daerah dalam memperkuat kebijakan pembangunan berbasis indikator IPM, termasuk strategi peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan modern.
Pemerintah Kabupaten Kudus berharap hasil studi komparasi tersebut dapat menjadi referensi dalam mempercepat peningkatan kualitas pembangunan manusia di daerahnya.
Kegiatan berlangsung dengan sesi diskusi dan pemaparan materi antar perangkat daerah, sebagai bentuk kolaborasi dan pembelajaran bersama antar pemerintah daerah di Indonesia.
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa6 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus6 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE6 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
