Connect with us

Investasi

Sumberdaya Alam Melimpah, Sultra Masa Depan Indonesia

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id  – Komite Tetap Sumberdaya Alam dan Jasa  Kamar (Komtap) Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Arie Polopadang, menyambut baik Kendari ditunjuk sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, akhir Juni 2021 mendatang.

“Kita patut bersyukur dan bangga atas terpilihnya Sultra sebagai tuan rumah Munas Kadin Indonesia ke VIII,” kata Arie, Rabu 3 Juni 2021.

Saat ini Sultra menjadi tujuan investasi, karena berbagai macam potensi sumber daya alam terdapat di bumi anoa.  Seperti hasil sektor pertambangan, yakni aspal, cromit, mangan, kapur, nikel, silika dan pasir batu yang menjadi kebutuhan utama pemurnian.

Demikian pula di sektor kelautan dan perikanan, terdapat ikan tuna, ikan cakalang, lobster dan rumput laut.

Disektor pariwisata, Sultra memiliki potensi pariwisata yang sudah mendunia. Ini bisa dilihat Wakatobi yang terkenal dengan jargon Surga Bawah Laut. Bahkan masih banyak potensi pariwisata lainnya yang dapat dikembangkan, baik obyek wisata panorama alam maupaun seni dan budaya.

Dengan melihat banyaknyab potensi SDA yang dimilik, maka Sultra dapat dikatakan masa depan Indonesia, khususnya kebutuhan bahan baku industry baterey.

Kembali soal Munas Kadin, Arie Polopadang memberikan apresiasi kepada Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang. Diusia kepengurusan yang baru seumur jagung, Ketum Kadin Sultra sudah mampu melakukan gebrakan yang luar biasa dengan meyakinkan para pengusaha nasional pemerintah pusat, untuk menjadikan Sultra sebagai tuan rumah Munas.

“Momentum ini  merupakan harapan besar bagi para pengusaha, khususnya UMKM yang berada di Sultra untuk mempromosikan berbagai potensi lokal, agar bisa dilirik para pengusaha nasional bahkan mancanegara,” tutupnya.

 

Laporan : Rustam

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

PMKRI Dukung PT Tiran Bangun Smelter di Konawe Utara

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Rencana pembangunan pabrik pemurnian nickel (smelter) PT Tiran di Konawe Utara, terus mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat dan mahasiswa.

Terbaru, perusahaan yang fokus pada  pemanfaatan sumberdaya lokal ini mendapat apresiasi dari Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PP PMKRI).

Pembangunan smelter dipercaya akan membuka lapangan kerja seluas- luasnya bagi tenaga kerja lokal.  Hal ini akan mengurangi angka pengangguran yang terus meningkat.

“Prinsipnya selama untuk kepentingan masyarakat lokal dan tujuannya baik, kita akan dukung langkah yang dilakukan oleh PT Tiran,” ujar Karlianus Poasa Ketua Lembaga Energi  dan Sumberdaya  Alam PP PMKRI pada  Sabtu 10 Juli 2021.

Secara tegas, Alumni Fakultas Hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ini meminta kepada PT Tiran untuk lebih fokus pada pemberdayaan tenaga lokal.

“Kita menolak jika tenaga kerja asing yang diutamakan atau diistimewakan. Sudah waktunya masyarakat pribumi menjadi tuan di negaranya sendiri, kita yang punya sumberdaya alamnya, dan kita percaya masyarakat kita punya kemampuan yang tidak kalah dengan tenaga kerja asing,”  tegasnya.

Mantan Ketua PMKRI Kendari ini, selaku Tokah Pemuda yang berasal dari Sulawesi Tenggara yang saat ini berkiprah ditingkat nasional, mengatakan jika hal tersebut terlaksana maka pasti akan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah.

“PT Tiran harus menjadi pembeda, dan kami yakin semua pihak akan menyambut baik rencana yang baik untuk mendirikan pabrik ini,” lanjut pria yang disapa Charli ini.

Terkait izin pembangunan pabrik ini sendiri telah dilengkapi dan tertuangbahwa izin PT.Tiran lengkap dan tertuang dalam  IPPKH No SK.301/KLHK/Setjen/PLA.0/6/2021. Dan izin IUP P No. 255/I/IUP/2021.

Demikian dibenarkan oleh Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas ESDM Sultra menegaskan bila kelengkapan izin PT. Tiran Mineral sudah ada dan lengkap.

Sebagai informasi Tiran Grup telah melakukan investasi besar-besaran dalam suatu Kawasan Industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini telah menandatangani kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp 4,9 Triliun, antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd asal China.

 

Laporan : Leesya

Continue Reading

Investasi

Ketua IMM Sultra, Marsono : Investasi Smelter PT Tiran Group Perlu Diapresiasi

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendukung rencana pembangunan smelter yang dilakukan PT Tiran Group di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra.   Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum DPD IMM Sultra, Marsono.

“Pembangunan smelter adalah langkah strategis untuk meningkatkan nilai guna dari sumber daya alam yang kita miliki, sebab selama ini cadangan nikel kita yang melimpah hanya dikeruk sampai habis,  lalu dijual mentah dengan nilai yang sangat murah ke luar daerah,” ujar  Marsono, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, ini sama saja menggali lubang raksasa untuk mengubur hidup – hidup masyarakat sekitar.  “Seharusnya ada perusahaan yang berpikir bagaimana membangun smelter agar nilai jual nikel kita semakin meningkat di pasaran. Dan langkah yang dilakukan Tiran Group, ini sudah menjawab keresahan sebagian besar masyarakat Sultra yang menginginkan nikel Sultra dapat melalui tahap pemurnian dengan hadirnya pabrik yang memiliki smelter,” terangnya.

Hadirnya smelter yang akan dibangun PT Tiran Group, menurut  Marsono, ini dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengupgrade nilai ekonomi, utamanya pendapatan masyarakat sekitar yang sudah barang pasti akan ada penyerapan tenaga kerja lokal ribuan, bahkan belasan ribu.

“Rencana investasi membangun  smelter oleh Tiran Group pasti bakal membawa dampak ekonomi yang masif bagi masyarakat di lingkar tambang secara khusus, maupun Masyarakat Sultra pada umumnya. Sebab akan ada penyerapan tenaga kerja lokal secara terbuka oleh Tiran Group, dan ini semestinya dimanfaatkan dengan serius oleh masyarakat lingkar tambang serta masyarakat lokal pada umumnya.” tambahnya.

Lanjut Marsono, sebagai putra asli Sultra, kita mesti mensyukuri dan berbangga terhadap daerah ini yang melimpah akan potensi sumber daya alamnya. Sehingga jika ada niat seperti yang dilakukan Tiran Group ini, maka perlu kita apresiasi dan dukung secara penuh agar roda ekonomi di Sultra bisa laju dan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM di Sultra.

“Selama proses pembangunan smelter Tiran Group di Konawe Utara, kami akan terus melihat dan mengawasi segala prosesnya apakah berjalan dengan lancar atau ada banyak benturan yang dihadapi dari pihak – pihak luar. Yang pasti, selama Tiran Group serius dan tulus membangun smelter dengan tujuan memberdayakan masyarakat, dan menaikkan nilai guna sumber daya alam kita di Konawe Utara maka hal tersebut wajib kita support,” tutup Marsono.

 

Laporan : Ibi

Continue Reading

Investasi

Izin PT Tiran Mineral Sudah Lengkap

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – PT. Tiran Mineral telah memiliki izin yang lengkap sebagaimana release yang sudah disampaikan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Wakapolda Sultra berdasarkan hasil investigasi dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.

Wakapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Waris Agono menegaskan bahwa izin PT Tiran Mineral lengkap.

Dia mengakui telah memerintahkan personil untuk melakukan pengecekan dikawasan tersebut. Dari sisi UU Kehutanan ( P3H) sudah aman dari dugaan menambang dalam kawasan hutan. Artinya Perusahaan telah memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Dari sisi UU minerba sudah aman dari dugaan menambang tanpa IUP,” tegasnya.

Dia menyebutkan dalam lokasi PT Tiran Mineral, tidak terjadi penambangan namun kegiatan pematangan lahan untuk pembangunan kawasan industri smelter.

“Sudah saya cek ke team, hasilnya juga mengenai penjualan ore nikel telah memiliki izin penjualan dari menteri,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara (Sultra) juga meluruskan mengenai isu penambangan Ilegall yang menimpa PT Tiran Mineral. Aktivitas penambangan dalam Desa Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut), telah mendapat persetujuan dari Menteri dan rekomendasi Gubernur Sultra.

Kabid Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Beni Rahardjo mengatakan izin IPPKH dalam penggunaan kawasan PT Tiran Mineral sudah tuntas dan tak ada persoalan.

“Sudah lengkap kok izinnya kalau di Kehutanan Sultra. Ini sudah melalui analisis Fungsi dari Balai Kawasan Hutan, dan Biro Hukum dan ini mendapat rekomendasi dari Gubernur lalu izinnya ke Menteri. Jadi ini sudah prosedural,” katanya.

Beni mengungkapkan bahwa PT Tiran Mineral memang sedang menggarap Smelter pabrik industri. Berkaitan dengan izin di Kehutanan sudah tuntas. Dia juga telah mendengar kabar bahwa izin-izin lain sudah juga diselesaikan. Karena tak mungkin izin lainnya tak keluar, dan kemudian akan mendapat IPPKH.

“Saya pikir memang sudah resmi PT Tiran Mineral ini. Karena disana kan akan dibangun Smelter,” ujarnya. Dilain pihak Kadis Kehutanan Sultra mengatakan hal serupa bahwa izin PT.Tiran lengkap.

Hal ini juga dibenarkan oleh Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas ESDM Sultra menegaskan bila kelengkapan izin PT. Tiran Mineral sudah ada dan lengkap.

Izin operasi PT. Tiran Mineral tertuang dalam IPPKH No SK.301/KLHK/Setjen/PLA.0/6/2021. Dan izin IUP P No. 255/I/IUP/2021.

“Perlu dijelaskan bahwa sesuai regulasi yang ada adalah menambang di areal tambang biasa, seperti wilayah kawasan hutan maupun Apl, maka nama izinnya adalah IUP, sedangkan kalau penambangan mineral di areal kawasan industri maka nama izinnya adalah IUP P,” tutup Andi Asis

Sebagai informasi Tiran Grup telah melakukan investasi besar-besaran dalam suatu Kawasan Industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini telah menandatangani

kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp4,9 triliun antara PT Andi Nurhadi Mandiri (PT.Tiran Group ) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd asal China.

Laporan : Leesya

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.