ADVETORIAL/PARIWARA
Sungai Konaweha dan Lasolo, Potensial Dijadikan Sumber Energi di Sulawesi Tenggara
KENDARI, Bursabisnis.id – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Parinringi SE,M.Si, menjelaskan bahwa Sultra sangat layak dijadikan tempat atau lokasi untuk investasi bagi para investor regional, nasional maupun internasional.
Kelayakan investasi itu dapat dilihat dari sisi kondisi topografi, geologi, hidrologi dan klimatologi Sultra.
“Khusus untuk investasi sektor pertanian dalam arti luas, wilayah Sulawesi Tenggara sangat layak dijadikan lokasi investasi bagi para investor,” kata Parinringi yang juga menjabat Pj Bupati Buton Selatan (Busel) saat ini.
Topografi
Mantan Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) ini kemudian menjelaskan mengenai keadaan topografi Sultra. Menurutnya, topografi Sultra terdiri dari tanah berbukit hingga bergunung, yaitu ± 74 persen, sedang selebihnya datar sampai berombak ± 26 persen.
Secara umum topografi Sultra bergelombang, bergunung dan berbukit. Pada beberapa tempat terdapat dataran aluvial seperti Mowewe, Lainea, Ladongi dan lain-lain.
Berdasarkan kelas kemiringan lahan, maka kondisi topografi di Sultra dapat dibedakan sebagai berikut:
a). Dataran Konaweha-Lahumbuti dengan luas kurang lebih 87.500 Ha
b). Dataran Rate-rate-Lambandia dengan luas kurang lebih 25.000 Ha
c). Dataran Waworamo-Punggaluku dengan luas kurang lebih 18.000 Ha
d). Dataran Tinanggea-Lakara dengan luas kurang lebih 17.000 Ha
e). Dataran Lalindu-Lasolo dengan luas kurang lebih 17.000 Ha
f). Dataran Konda dengan luas kurang lebih 14.000 Ha
g). Dataran Sampara dengan luas kurang lebih 14.000 Ha
h). Dataran Roraya dengan luas kurang lebih 10.000 Ha
i). Dataran Kolono dengan luas kurang lebih 4.000 Ha
j). Dataran Oko-oko-Tawai dengan luas kurang lebih 13.500 Ha
k). Dataran Kolaka-Pomalaa dengan luas kurang lebih 12.000 Ha
l). Dataran Watuputih dengan luas kurang lebih 7.000 Ha
Diantara gunung dan bukit-bukit, terbentang dataran-dataran yang merupakan daerah potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Permukaan tanah pegunungan telah banyak digunakan untuk usaha.
Tanah ini sebagian besar berada pada ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut dan pada kemiringan tanah yang mencapai 40°.
Geologi
Secara geologis Provinsi Sultra terbentuk akibat tumbukan (collition) dua buah lempeng besar yaitu lempeng benua yang berasal dari Australia dan lempeng samudera yang berasal dari Pacific.

Parinringi SE,M.Si
Akibat tumbukan tersebut, menurut Parinringi, maka wilayah Sulawesi Tenggara terdiri dari 3 grup utama batuan penyusunnya, yaitu:
a. Kompleks batuan malihan di Sulawesi Tenggara terdiri dari sekis, kuarsit, sabak dan marmer yang melampar dari Kolaka Utara hingga ke selatan membentuk pegunungan Tangkelemboke,Mendoke dan Pegunungan Rumbia.
b. Kompleks ofiolit dan sedimen pelagic. Kompleks ofiolit Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari lajur ofiolit Sulawesi Timur dimana diatasnya ditutupi oleh sedimen pelagic.
Kompleks ofiolit Sulawesi Tenggara didominasi oleh batuan ultramafik dan mafik yang terdiri dari harzburgit, dunit, werlit, lerzolit, websterit, serpentinit, dan piroksinit.
Sedangkan untuk batuan mafik terdiri atas gabro, basalt, dolerite, mikrogabro, dan amfibolit. Untuk batuan sedimen pelagic tersusun oleh batu gamping laut dalam dan sisipan rijang
c. Molasa Sulawesi tersebar luas dan umumnya menempati bagian selatan dari jazirah Sulawesi bagian tenggara. Molasa Sulawesi yang berada di Sulawesi Tenggara terdiri atas sedimen klastik dan sedimen karbonatan.
Sedimen klastik dari molasa Sulawesi terdiri atas Formasi Langkowala dan Formasi Boepinang. Sedangkan sedimen karbonat yang berasosiasi dengan batupasir adalah formasi eomoiko.
Hidrologi
Sumber Daya Alam Daerah (SDA) Aliran Sungai (DAS) menyediakan berbagai kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber kehidupan yang tersedia mulai dari kebutuhan bahan makanan, air bersih, kayu dan berbagai jasa lingkungan yang mempunyai nilai melebihi nilai ekonomi Sumber daya alam tersebut.
Menurut Parinringi mantan Wakil Bupati Konawe ini, DAS Wanggu merupakan salah satu DAS prioritas di Sulawesi Tenggara., karena memiliki fungsi hidrologis.
Secara administrasi DAS Wanggu dibagi atas dua daerah otonom yaitu Kota Kendari (26,38 persen) dan Kabupaten Konawe Selatan (73,62 persen) dengan total luas 33.208 hektar (BPDAS Sampara, 2003).
Bagian hilir DAS Wanggu merupakan wilayah Kota Kendari, sedangkan hulunya merupakan Kabupaten Konawe Selatan.
Diluar penjelasan DAS, Parinringi juga mengungkapkan Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa sungai yang melintasi hampir seluruh kabupaten/kota.
Sungai-sungai tersebut pada umumnya potensial untuk dijadikan sebagai sumber energi, untuk kebutuhan industri, rumah tangga dan irigasi.
Daerah aliran sungai, seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha, DAS tersebut seluas 7.150,68 km2 dengan debit air rata-rata 200 m3/detik.
Terdapat tiga kabupaten dan satu kota yang mencangkup DAS ini yaitu Kabupaten Kolaka Timur. (Koltim), Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kabupaten Konawe, dan Kota Kendari.
Hulu sungai ini berupa pegunungan dengan kemiringan terjal. Sedangkan bagian tengah berupa dataran rendah berawa-rawa sehingga alur sungai berkelak-kelok dan berubah-ubah. Anak sungainya meliputi:
1. Sungai Aopa
2. Sungai Lahumbuti
3. Sungai Ameroro
4. Sungai Ambekairi
5. Sungai Anggalo
6. Sungai Ahilulu
7. Sungai Andolaki
8. Sungai Mokoseo
Bendungan Wawotobi yang menampung aliran sungai tersebut, mampu mengairi persawahan di daerah Kabupaten Konawe seluas 18.000 Ha.
Selain itu, masih dapat dijumpai banyak aliran sungai di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan debit air yang besar sehingga berpotensi untuk pembangunan dan pengembangan irigasi, seperti: Sungai Lasolo di Kabupaten Konawe, Sungai Roraya di Kabupaten Bombana (Kecamatan Rumbia dan Poleang), Sungai Wandasa dan Sungai Kabangka Balano di Kabupaten Muna, Sungai Laeya di Kabupaten Kolaka dan Sungai Sampolawa di Kabupaten Buton.
Di samping sungai-sungai tersebut terdapat pula 2 (dua) rawa yang cukup besar, yaitu Rawa Aopa yang terdapat di Kabupaten Konawe Selatan dan Rawa Tinondo yang terdapat di Kabupaten Kolaka.
Klimatologi

Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson tipe iklim di Provinsi Sulawesi Tenggara dapatdi bedakan ke dalam 5 (lima) klasifikasi iklim, yaitu:
1. Tipe iklim B meliputi wilayah :
– Sekitar wilayah Kec. Asera (Kab. Konawe Utara)
– Sekitar wilayah Kec. Lainea (Kab. Konsel)
– Sekitar wilayah Kec. Pakue dan Lasusua (Kab. Kolaka Utara)
– Sekitar wilayah Kecamatan Kabawo (Kab. Muna)
2. Tipe iklim C meliputi wilayah :
– Sekitar wilayah Kec. Lambuya, Wawotobi dan Sampara (Kab. Konawe)
– Sekitar Kec. Lainea, Tinanggea dan Konda (Kab. Konsel)
– Sekitar wilayah Kec. Wolo, Kolaka, Wundulako dan Mowewe (Kab. Kolaka)
– Sekitar Kec. Pasar Wajo (Kab. Buton)
– Kec. Rarowatu, Kabaena Timur dan Rumbia (Kab. Bombana)
– Sekitar Kec. Wolio (Kota Baubau)
– Sekitar Kecamatan Kulisusu (Kab. Buton Utara)
3. Tipe iklim D meliputi wilayah :
– Sekitar wilayah Kec. Pondidaha, Abuki (Kabupaten Konawe)
– Sekitar wilayah Kec. Moramo, Tinanggea, Landono, Angata (Kab. Konsel)
– Sekitar wilayah Kecamatan Watubangga, Tirawuta dan Ladongi (Kabupaten Kolaka Timur)
– Sekitar wilayah Kecamatan Batauga, Sampolawa, Kapontori, Lasalimu, Gu (Kabupaten Buton dan
Kabupaten Buton Selatan)
– Sekitar wilayah Kecamatan, Kabaena dan Poleang Timur (Kab. Bombana)
– Sekitar wilayah Kec. Bungi (Kota Baubau)
– Sekitar Kota Kendari
– Sekitar Kec. Tiworo dan Lawa (Kab. Muna Barat)
4. Tipe iklim E meliputi wilayah :
– Sekitar Wilayah Kecamatan Mawasangka (Kab. Buton)
– Sekitar Wilayah Kec. Kaledupa (Kab. Wakatobi)
5. Tipe iklim G meliputi wilayah :
– Sekitar Kec. Tomia (Kab. Wakatobi)
Advetorial/Pariwara
ADVETORIAL/PARIWARA
Hari Amal Bhakti ke-79 Kemenag, DPRD Konawe Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Umat Beragama
Konawe, Bursabisnis.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan pentingnya harmonisasi dan toleransi antarumat beragama.
Penegasan ini disampaikan I Made Asmaya saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Jumat, 3 Januari 2025.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Kemenag Konawe ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Konawe, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat dan pegawai lingkup Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Peringatan HAB ke-79 tahun 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
I Made Asmaya mengungkapkan bahwa HAB ke-79 ini menandai momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Oplus_131072
Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
“Kementerian Agama telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membimbing umat dan menjaga moderasi beragama. Kami dari legislatif sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini,” kata I Made Asmaya.
I Made Asmaya berharap, momentum Hari Amal Bhakti ini menjadi titik balik semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, sejalan dengan misi transformasi layanan yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Semoga di usia ke-79 ini, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin inovatif dan dicintai masyarakat dalam memberikan pelayanan di bidang keagamaan,” ujar I Made Asmaya.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
HUT Konawe ke-65: Harmoni Ritual Mosehe Wonua dan Gemerlap Pawai Budaya Memukau Ribuan Warga
Konawe, Bursabisnis.id-Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-65 diwarnai pawai budaya, tarian tradisional Tolaki, hingga ritual adat Mosehe Wonua. Ritual sakral dan pawai budaya ini membawa suasana khidmat, menghipnotis ribuan pasang mata.
HUT kali ini mengusung tema “Menjaga Kearifan Lokal Menuju Konawe Bersahaja”, dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025,
Rute yang membentang dari Inolobunggadue Central Park (ICP) hingga Laika Mbu’u seolah menjadi panggung terbuka bagi kekayaan budaya Tolaki. Masyarakat mengular memadati jalanan demi menyaksikan barisan demi barisan yang memamerkan keindahan busana adat serta ritual-ritual yang sarat akan makna filosofis.

Diantara barisan peserta, kehadiran perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi sorotan utama. Mereka dengan anggun mempersembahkan tarian Wulele Sanggula, sebuah representasi visual yang menggambarkan keelokan perempuan Tolaki di Bumi Konawe.
Gerakan lemah gemulai para penari yang berpadu dengan busana adat tradisional menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya dalam menampilkan tarian legendaris ini merupakan wujud nyata kepedulian untuk menjaga warisan leluhur.
“Budaya adalah identitas kita. Kita wajib menjaga dan merawatnya agar tidak lekang tergerus arus digitalisasi yang semakin pesat,” tegas Sumanti.
Tidak hanya tarian, barisan Sekretariat DPRD Konawe juga membawa spanduk Kalosara, simbol pemersatu yang paling luhur di tanah Tolaki. Kehadiran simbol ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman yang ada di DPRD Konawe. Meskipun berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, seluruh elemen bersatu di bawah filosofi “Medulu Mepokoaso”.

“Semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Kalosara inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Konawe yang lebih baik,” kata Sumanti.
Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa dibalik kemajuan zaman, kekuatan identitas lokal tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Konawe yang Bersahaja.(Adv)
ADVETORIAL/PARIWARA
Kawal Aspirasi Hingga ke Jawa Tengah, DPRD Konawe Tuntaskan Sengkarut Lahan Bendungan Ameroro
Konawe, Bursabisnis.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali menunjukkan dedikasi nyata mengawal hak-hak masyarakat. Setelah melalui proses panjang, perjuangan untuk menyelesaikan dampak sosial pembangunan Bendungan Ameroro akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, pada Selasa, 6 Mei 2025. Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa segala kendala yang sebelumnya menghambat proses ganti rugi, terutama terkait penilaian tanaman tumbuh, telah dituntaskan.
“Penyelesaian permasalahan dampak sosial Bendungan Ameroro clear,” kata Made Asmaya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian tim appraisal mengenai ganti rugi tanaman tumbuh di area proyek. Namun, melalui serangkaian pertemuan konstruktif yang diinisiasi oleh lembaga legislatif, masyarakat kini menyatakan kesediaan untuk menerima hasil perhitungan yang telah ditetapkan.

Proses mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi kunci tercapainya titik temu yang adil bagi warga terdampak.
“Sekarang perwakilan masyarakat sudah menerima setelah rapat bersama DPRD Konawe, Pabung 1417 Kendari, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, dan tim appraisal,” ujarnya.
Kesepakatan krusial ini lahir dari rapat penting yang digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan dewan, termasuk Ketua DPRD I Made Asmaya dan Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH, beserta anggota DPRD lainnya, menjadi bukti kuat komitmen parlemen dalam mengawal langsung aspirasi rakyat hingga ke tingkat teknis.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran Perwira Penghubung (Pabung) 1417 Kendari, Letkol Inf. Azwar Dinata, SH.
Dengan berakhirnya silang pendapat mengenai dampak sosial ini, DPRD Konawe berharap proses pembangunan Bendungan Ameroro dapat berjalan lancar tanpa ganjalan sosial di masa mendatang.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan transparan sesuai regulasi yang berlaku.(Adv)
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa6 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus6 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus10 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE6 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN6 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
