Connect with us

KOMODITI

Tahun 2022, Ekspor Indonesia Tumbuh 29,4 Persen

Published

on

Menko Ekonomi Airlangga Hartarto

JAKARTA, bursabisnis.id – Nilai perdagangan ekspor Indonesia pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai ekspor yaitu USD268 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, berbagai komoditas utama seperti besi baja, bahan bakar fosil, dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) berkontribusi dalam peningkatan tersebut.

“Batu bara bisa mengompensasi impor daripada minyak sehingga kita di bidang energi ini positif sebesar hampir 6,8 billion secara year to date, sedangkan iron and steel 29 billion, dan CPO sekitar 30 billion. Sehingga tentu ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia relatif kuat,” ujar Airlangga sebagaimana dilansir dari laman setneg.go.id pada Senin, 16 Januari 2023.

Sementara itu, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekspor pada tahun ini akan tetap tumbuh positif meski lebih melambat daripada tahun lalu. Airlangga menuturkan, pemerintah memproyeksikan nilai ekspor naik di 12,8 persen dan nilai impor di 14,9 persen.

“Tahun 2022 ekspor kita tumbuh 29,4 persen, impor tumbuh 25,37 persen. Tahun depan (2023) diproyeksikan, karena kita basisnya sudah tinggi, ekspornya naik di 12,8 (persen), impornya 14,9 persen,” tambahnya.

Airlangga menambahkan, dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi memberikan arahan kepada jajarannya agar pertumbuhan nilai ekspor yang positif ini juga diikuti dengan peningkatan cadangan devisa. Presiden juga meminta agar Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam dapat diperbaiki.

“Saat ini hanya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang diwajibkan masuk dalam negeri. Nah ini kita akan masukkan juga beberapa sektor termasuk sektor manufaktur,” kata Airlangga. “Kita akan melakukan revisi (PP Nomor 1 Tahun 2019), sehingga tentu kita berharap peningkatan ekspor dan juga surplus neraca perdagangan akan sejalan dengan peningkatan dari cadangan devisa,” lanjutnya.

Terkait negara tujuan ekspor, menurut Airlangga, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masih menjadi negara dengan pangsa pasar yang tertinggi. Sementara itu, perdagangan antarnegara anggota ASEAN (Intra-ASEAN Trade) juga masih cukup tinggi.

“Ini menjadi potensi bagi Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar Indonesia di negara ASEAN dan berketetapan dengan Bapak Presiden memegang keketuaan ASEAN. Jadi ini menjadi prioritas yang diarahkan Bapak Presiden,” imbuhnya.

 

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi Mikro

3 Kelompok Komoditas Penyumbang Inflasi Sultra Triwulan III 2022

Published

on

By

Kendari, bursabisnis.id-Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Adik Afrinaldi mengatakan, pada triwulan III 2022, perekonomian Sultra secara tahunan( year of year/yoy), tumbuh sebesar 5,40 persen, lebih rendah dari inflasi yang tercatat di tahun sebelumnya yakni 6,09 persen, atau lebih rencah secara nasional nasional yang tercatat sebesar 5,72 persen.

Adapun 3 kelompok komoditas penyumbang inflasi triwulan III 2022 meliputi:

1. iInflasi perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

-Kenaikan harga LPG non subsidi 5,5KG dan 12KG sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia dan kebijakan Pertamina
-Kenaikan harga bahan bakar minyak tanah akibat keterbatasan pasokan, terutama di wilayah Buton, Bau-bau, dan sekitarnya.

2. Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau
-Kenaikan harga minyak goreng, cabai merah, bawang merah, beras akibat keterbatasan pasokan nasional
-Kenaikan harga telur ayam akibat kenaikan permintaan, terutama pada penyaluran bansos pemerintah.
-Kenaikan harga daging ayam akibat kenaikan permintaan seiring dengan peralihan pola konsumsi masyarakat dan banyaknya kegiatan di Sultra
-Kenaikan tarif cukai rokok pada awal 2022 dan 2023 (transmisi peningkatan tarif cukai rokok 2023 dilakukan pada Nov – Des 2022)
-Penurunan harga ikan seiring dengan membaiknya cuaca.

3. Inflasi kelompok transportasi
-Kenaikan tarif angkutan udara seiring kenaikan harga avtur, biaya MRO (maintenance, repair, and operational), di tengah peningkatan permintaan: (1) perayaan HBKN Idul Fitri, (2) adanya tenaga kerja proyek dari luar daerah, (3) pelaksanaan berbagai perayaan di Sultra dan masih terbatasnya rute yang dibuka (terutama Kendari – Baubau), dan (4) perayaan HBKN Nataru.
-Kenaikan harga BBM subsidi pada September 2022, yang berdampak langsung pada peningkatan tarif komoditas bensin dan berbagai angkutan penumpang.

Langkah solutif yang ditempuh BI Sultra agar stabilisasi perekonoman tetap terjaga di tengah recovery pandemi adalah menjalin kerjasama antardaerah (KAD), berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah melalui instrumen Tim Pengendali Inflasi Daerah, melibatkan kelompok masyarakat dalam menggalang gerakan pengendali inflasi seperti program Tanam Cabe Kendalikan Inlflasi (Tabe Di), dan sederet program strategis lainnya.

“Intinya adalah penekanan pasokan itu sudah jelas kita akan lakukan, lalu juga nanti ada bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi,”ujarnya.

 

 

Penulis: Merry Oktavia

Continue Reading

Fokus

Hadapi Ancaman Resesi Global, Kemenkop UKM Fokus Tiga Program Utama

Published

on

By

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan M. Riza Damanik

MALANG, bursabisnis.id – Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan M. Riza Damanik mengungkapkan, tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) fokus pada 3 program utama untuk perkuat koperasi dan UMKM menghadapi ancaman resesi global, yakni mendorong pengembangan koperasi dan UMKM di sektor riil, mengembangkan kemitraan strategis, dan memperkuat hilirisasi.

“KUMKM sektor riil, khususnya sektor pangan, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan menjadi unggulan domestik kita ke depan. Terbukti di tengah pandemi punya daya tahan dan mampu menyerap lapangan kerja lebih luas. Optimalisasi pasar domestik menjadi kunci,” kata Riza saat mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Seminar Nasional Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Ancaman Resesi Global di Kabupaten Malang, Jawa Timur sebagaimana dilansir dari laman kemenkopukm.go.id pada Selasa, 24 Januari 2023.

Di acara yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Riza menyebutkan fokus kedua adalah penguatan ekosistem kemitraan usaha.

“Kemitraan akan terus kami kembangkan, diantaranya menghubungkan para pelaku UMKM, petani atau nelayan misalnya, dengan akses tehadap input produksi, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan maupun pasar,” ucap Riza.

Ketiga, memperkuat hilirisasi dari produk-produk UMKM yang berbasis pada bahan baku keunggulan daerah. “Salah satunya melalui pembangunan Rumah Produksi Bersama di beberapa daerah,” kata Riza.

Di Sulawesi Utara, misalnya, tahun lalu mulai dibangun Rumah Produksi Bersama untuk hilirisasi komoditi kelapa, agar para petani tidak hanya menjual kelapa utuh ke pasar. Tapi, bisa mengolahnya sehingga mendapat nilai yang lebih baik.

“Sabut kelapa, tempurungnya, daging kelapa, hingga air kelapa, semua memiliki nilai tinggi. Model bisnisnya juga kita lengkapi dengan kemitraan rantai pasok untuk memastikan tiap-tiap produk turunan tersebut terserap,” kata Riza.

Contoh lain, kata Riza, di Sumut ada Rumah Produksi Bersama untuk pengolahan cabai, di NTT untuk pengolahan sapi, serta di Garut untuk pengolahan produk kulit.

“Kami optimistis, UMKM kita akan jauh lebih siap dalam menghadapi ancaman isu resesi ekonomi tahun ini ketimbang di awal pandemi,” ujar Riza.

Laporan : Rustam

Continue Reading

KOMODITI

Kadin Sultra Bersama Kadin Kolaka Kirim Beras ke Toko Alfamidi

Published

on

By

Pengiriman perdana beras 47 ton ke Toko Alfamidi

KENDARI, bursabisnis.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kadin Kolaka, mengirin  beras sebanyak 47 ton ke Toko Alfamidi yang ada di wilayah Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sumber beras yang masuk ke Alfamidi ini merupakan  beras lokal hasil pertanian Kabupaten Kolaka.

Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menjelaskan pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di Pulau Sulawesi.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi. Beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya,” ungkapnya pada Jumat, 18 November 2022.

Hal tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton.

“Ini adalah salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke retail marketing,” jelasnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

“Pengiriman beras lokal ini akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Laporan : Rustam 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.