Connect with us

INDUSTRI

Tambah Daya, PLN Berikan Diskon Rp 202.100

Published

on

JAKARTA, bursabisnis.id – T PLN (Persero) memberikan diskon tambah daya listrik bagi konsumen tegangan rendah satu phasa daya 450 VA dan 900 VA dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia melalui program Super Merdeka Listrik. 

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan bahwa untuk semua golongan tarif yang mengajukan permohonan penambahan daya akhir, mulai daya 900 VA hingga daya 5.500 VA harga yang dikenakan tarif sebesar Rp202.100 untuk setiap pelanggan.

“Kami perkirakan sektor residensial akan mengalami pertumbuhan, karena kegiatan yang seharusnya berada di sektor publik atau sektor bisnis akan kembali ke rumah, baik untuk melakukan kegiatan work from home, study from home atau kegiatan lainnya dari rumah” ujar Bob Saril dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/7/2021) sebagaimana dikutip dari laman Bisnis.com.

Menurut dia, program terbaru PLN itu dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang karena pandemi harus banyak melakukan kegiatan dari rumah. Diskon yang diberikan perseroan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pelanggan.

Dia menambahkan, program Super Merdeka Listrik tidak semata hanya untuk kepentingan rumah tangga, namun untuk kegiatan industri yang terkait dengan golongan tarif dalam program tersebut. “Agar industri yang mengalami dorongan untuk meningkatkan produksinya, kami beri kesempatan untuk lebih berkembang lagi,” ujar Bob.

Program diskon itu sendiri berlaku bagi pendaftar yang sudah melakukan pembayaran sejak 14 Juli 2021 hingga 31 Agustus 2021. Keringanan biaya tambah daya diberikan bagi pelanggan yang memiliki aplikasi PLN Mobile. “Layanan itu hanya kami lakukan melalui PLN Mobile, tidak dibuka pada channel lain,” ungkap Bob.

Dia juga mengingatkan pelanggan agar tidak perlu khawatir terhadap peningkatan tariff, karena tarif listrik daya 900 VA nonsubsidi sebesar Rp1.352 per kWh, sedangkan tarif 1.300 VA hingga 5.500 VA berlaku sama sebesar Rp1.444,70 per kWh.

Laporan : Leesya

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INDUSTRI

Konsumsi Semen di Pulau Sulawesi Mengalami Pertumbuhan

Published

on

By

JAKARTA, Bursabisnis.id – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat setidaknya ada dua hal yang mendorong pertumbuhan produksi semen nasional berakselerasi pada akhir kuartal I/2021. Kedua faktor tersebut adalah kegiatan infrastruktur yang mulai bergerak dan akselerasi ekspor semen.

ASI mendata ekspor semen per Maret 2021 mencapai 1,28 juta ton atau tumbuh 120 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi Februari 2021 yakni sekitar 1,1 juta ton.

“Diharapkan volume ekspor semen ini bisa dipertahankan di atas 1 juta setiap bulannya. Sudah terbukti realisasi total ekspor kuartal I/2021 sebesar 3,3 juta ton atau naik 130 persen secara tahunan,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (13/4/2021).

Sementara itu, Widodo mencatat konsumsi semen di hampir seluruh wilayah tumbuh dua digit. Adapun, pertumbuhan konsumsi semen yang masih negatif berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, atau minus 2,1 persen menjadi sekitar 289.000 ton.

Pertumbuhan terbesar terjadi di Pulau Sulawesi atau sebesar 14,8 persen secara tahunan menjadi sekitar 515.000 ton. Adapun, pertumbuhan sebesar 14 persen terjadi di Pulau Kalimantan dan wilayah Maluku dan Papua.

Walakin, volume konsumsi terbesar masih terpusat di Sumatra dan Jawa yang mencapai 54,16 persen konsumsi semen nasional.

Adapun, konsumsi semen di Jawa naik 11,4 persen menjadi 2,82 juta ton, sedangkan di Sumatra tumbuh 13,1 persen menjadi 1,79 juta ton. Alhasil, konsumsi semen nasional per Maret 2021 mencapai 5,33 juta ton atau tumbuh 11,4 persen secara tahunan. Adapun, produksi semen pada akhir kuartal I/2021 tumbuh 23 persen menjadi 6,62 juta ton.

Kinerja positif tersebut membuat konsumsi semen nasional pada kuartal I/2021 tumbuh 2,2 persen menjadi 14,87 juta ton. Dengan demikian, produksi semen nasional selama 3 bulan pertama 2021 tumbuh 14,1 persen menjadi 18,19 persen. “Semoga perkembangan positif ini bisa berlanjut sampai dengan akhir 2021 sehingga utilisasi industri semen tidak terpuruk seperti 2020,” katanya.

Laporan : Rus

Continue Reading

INDUSTRI

Kemenperin dan BPOM Jalin Program Pengawasan Pangan Olahan Sektor IKM

Published

on

By

JAKARTA, BursaBisnis.id – Industri pangan menjadi salah satu sektor andalan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga ditetapkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

“Jaminan keamanan, perlindungan konsumen, dan peningkatan daya saing produk agro merupakan isu penting Terkait industri makanan dan minuman yang perlu didukung dengan standarisasi bahan baku, produk, dan proses,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id.

Untuk itu, keberadaan laboratorium pengujian memiliki peran yang strategis sebagai infrastruktur mutu penunjang standarisasi dan pengawasan keamanan pangan. Selain dilengkapi dengaan fasilitas yang memadai dan personil yang kompeten, laboratorium pengujian juga perlu diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sehingga hasil ujinya dapat diakui di tingkat nasional maupun regional.

“Kami memiliki Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor, yakni satuan kerja yang berada di bawah BSKJI Kemenperin, yang telah ditetapkan sebagai Laboratorium Rujukan Produk Pangan,” ungkap Doddy.

BBIA diharapkan dapat lebih berperan aktif sebagai penghubung antar institusi nasional dalam membantu penyelesaian permasalahan teknis dan transfer ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pengujian pangan di Indonesia, serta membentuk jejaring dengan laboratorium-laboratorium rujukan regional dan internasional.

“BBIA telah ditetapkan oleh Keputusan Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI) Nomor 1 tahun 2018 sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Mikotoksin Dalam Bahan Baku dan Bahan Antara Pangan dan sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Cemaran Logam Dalam Bahan Baku dan Bahan Antara Pangan,” papar Doddy.

Peran BBIA dalam bidang pengujian dan jaminan keamanan pangan diperkuat dengan kolaborasi dengan pemangku kepentingan pelaksana jaminan mutu pangan olahan di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengadaan melalui swakelola antara BBIA dengan BPOM pada 8 Februari 2021.

“BBIA menyambut baik dan mendukung BPOM dengan menyediakan infrastruktur laboratorium pengujian yang diakreditasi oleh KAN sehingga hasil ujinya dapat diakui di tingkat nasional maupun regional,” imbuhnya. Di samping itu, dengan dilengkapi personel yang kompeten serta inovasinya dalam pengembangan metode uji, Kemenperin yakin BBIA dapat mendukung regulasi yang dikeluarkan BPOM terkait jaminan pangan produk pangan yang dihasilkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kolaborasi ini sejalan dengan program Kemenperin dalam mengakselerasi peningkatan daya saing industri kecil menengah (IKM) pangan di tanah air, khususnya terkait jaminan keamanan pangan,” jelas Doddy. Selanjutnya, BBIA ditugaskan untuk aktif menjadi unit kerja penyedia layanan standardisasi dan jasa industri yang unggul di bidang pangan, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Industri pangan merupakan sektor yang diharapkan terus tumbuh positif dan secara sinergis harus mampu mempertahankan kinerja sektor IKM dan UMKM pangan melalui berbagai program dan layanan teknis,” tegas Doddy.

Kepala BBIA Siti Rohmah Siregar menyampaikan, pihaknya siap dalam mendukung berbagai program Kemenperin dalam memperkuat daya saing IKM pangan nasional. “Tahun ini, bersama dengan BPOM, kami akan bekerjasama dalam hal pengujian pangan olahan yang diproduksi UMKM, yaitu untuk sekitar 260 produk dari tiga jenis produk, yaitu pangan olahan, minuman teh, dan makanan pengganti air susu ibu (MPASI),” tuturnya.

Siti menjelaskan, sebagai tindaklanjut Nota Kesepahaman dengan BPOM, BBIA telah menandatangani kontrak swakelola untuk melaksanakan jasa pengujian pangan olahan dalam rangka penyusunan dan revisi peraturan, standar, pedoman dan code of practice di bidang pangan olahan tertentu.

“Ke depannya, BBIA akan terus berbenah meningkatkan kompetensi sebagai pusat standarisasi dan jaminan keamanan pangan dan juga penyedia jasa teknis unggulan untuk industri mamin seperti pengujian bromat, pengujian nutrisi dan kontaminan, uji profisiensi, dan pendugaan umur simpan produk agro,” sebut Siti. Saat ini, BBIA telah mendapatkan akreditasi jasa layanan berbasis ISO 17025, ISO 17065, ISO 17043, ISO 17021, dan ISO 17020 dari KAN.

Laporan : Rustam

Continue Reading

INDUSTRI

Nonton Yuk, Film Horor Kendari “Bekas Rumah Sakit”  

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id– Sebuah film horor yang diangkat dari kisah nyata “Urban Legend” di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal segera menyapa pecinta film nasional.

Kisah nyata yang dimaksud disini adalah fenomenanya saat itu, saat media ramai-ramai memuat beritanya, tapi filmnya sendiri tidak membenarkan apakah cerita tentang ibu dan anak itu benar-benar nyata atau hanya isu belaka. Fenomena pro dan kontra inilah yang difilmkan.

Karena kondisi pandemic Covid-19 saat ini, maka pemutaran film berjudul “Bekas Rumah Sakit” ini akan dimulai dari Kota Kendari, pada 6 Agustus mendatang.

Film berdurasi 80 menit ini digarap oleh Irham Acho Bahtiar, yang juga menyutradarai film Molulo.

Irham Acho Bahtiar mengungkapkan, bahwa proses syuting film tersebut dilakukan sejak 2017 lalu, namun baru akan diputar tahun ini.

Lebih lanjut, Acho menjelaskan, bahwa film garapannya itu diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada 2013 lalu. Dan kisah tersebut merupakan fenomena horor yang paling populer di Kendari.

“Teman-teman di Kendari saat itu kasi ide. Yah, saya bilang bagus ini, karena waktu kejadian itu pada 2013 lalu, kebetulan saya ada di sana. Fenomenanya itu sampai d TV,” jelasnya.

Hanya saja, kata Acho, ketika hendak dilakukan shooting, ternyata bangunan RSUD Provinsi itu sudah tidak ada lagi, karena sudah dihancurkan, sehingga tim mencari rumah sakit pengganti.

Alhasil, ditemukan sebuah rumah sakit yang ternyata suasana angkernya juga tak kalah dengan bekas RSUD Provinsi.

Selain dari kisah nyata yang populer itu, Acho juga terinspirasi dari salah satu karakter lokal yang juga nyata, kemudian diangkat dalam cerita film tersebut.

“Jadi, ada salah satu karakter youtuber yang diperankan Ayoel. Dia ingin poluler, sehingga dia memutuskan untuk menghadirkan hantu dalam kontennya, dan dia berfikir itu pasti akan banyak yang nonton. Dari situlah kisah-kisah horor itu berlanjut,” cerita Acho.

Dia juga menambahkan, proses shooting dilalukan selama 20 hari lebih. Diakuinya, selama poses pengambilan gambar itu dilakukan, tim dan para pemeran dalam film tersebut banyak mengalami hal-hal aneh.

Ditanya soal konteks horor yang dikemas dalam film garapannya itu, Acho enggan menjelaskan secara detail. Dia hanya memastikan, bahwa akan banyak kejutan-kejutan horornya.

“Suasananya nanti akan membawa penonton seperti benar-benar berada di rumah sakit itu,” pungkasnya sembari mengajak masyarakat Sultra untuk menonton film tersebut.

 

Laporan : Rustam Dj

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.