Connect with us

METRO KENDARI

Tampil Beda di Jalanan, Toyota Raize Jadi Pilihan Utama Gen Z dan Milenial

Published

on

KENDARI, Bursabisnis. Id – Kalla Toyota kembali mencatatkan prestasi gemilang di awal tahun 2026 melalui salah satu model unggulannya, Toyota Raize.

SUV compact ini berhasil memperkokoh posisinya sebagai pemimpin pasar dengan performa penjualan yang signifikan dan dominasi pangsa pasar yang impresif.

Memasuki kuartal pertama (Q1) tahun 2026, Toyota Raize mencatatkan kenaikan penjualan hingga 30% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Tren positif ini menunjukkan
kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap reliabilitas dan efisiensi yang ditawarkan oleh Raize di tengah dinamika industri otomotif nasional.

“Pencapaian di Q1 2026 ini merupakan bukti bahwa pembaruan yang kami lakukan pada Februari lalu menjawab kebutuhan konsumen akan SUV compact yang tidak hanya fungsional, tetapi juga
mencerminkan gaya hidup modern yang dinamis,” ujar perwakilan Suliadin selaku Marketing General Manager Kalla Toyota.

Hingga data terakhir pada Maret 2026, Toyota Raize sukses menguasai pangsa pasar di segmen SUVcompact sebesar 43%.

Angka ini menegaskan dominasi mutlak Raize sebagai pilihan utama masyarakat Indonesia yang menginginkan kendaraan lincah dengan teknologi terkini.

Pelanggan yang melakukan upgrade kendaraan lama mereka akan dimudahkan dengan program Smart Upgrade 2.0.

Program ini menawarkan berbagai benefit eksklusif berupa cicilan uang muka
(DP) dapat dibayar sebanyak 2 kali dan keuntungan tambahan berupa bebas angsuran hingga 5 kali.

Ada pula benefit tambahan berupa gratis asuransi hingga 2 tahun.

Toyota Raize adalah compact SUV yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dengan efisiensi bahan bakar yang optimal. Dilengkapi dengan teknologi keselamatan tercanggih dan desain yang modern, Raize terus menjadi tulang punggung penjualan Toyota di segmen SUV compact Indonesia.

Laporan : Kas

Continue Reading

METRO KENDARI

TPID Kota Kendari Bersama Bank Indonesia Sultra Launching Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026

Published

on

By

Launching Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026 . -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan dalam upaya akselerasi program pengendalian inflasi.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026 yang merupakan strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Gerakan ini ditempuh sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, antara lain risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.

Pendekatan inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan diperkuat, tidak semata berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pangan secara struktural dan perubahan budaya masyarakat jangka panjang dengan melibatkan dukungan dari berbagai unsur stakeholder.

Kegiatan Rakor Pangan Kota Kendari 2026 dibuka secara langsung oleh Walikota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, Wakil Walikota Kendari, Sudirman, jajaran FORKOMPIMDA Kota Kendari, pimpinan OPD anggota TPID, Perwakilan Pemda Mitra KAD, dan stakeholder mitra strategis di luar TPID diantaranya Kepala BPMP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Ketua PKK Kota Kendari, dan akademika.

Selain itu, kegiatan dihadiri oleh 161 perwakilan pelaku kios pangan digital Kota Kendari yang akan menerima sosialisasi peningkatan kompetensi manajemen distribusi komoditas serta pengelolaan pangan.

Perkembangan inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33% mtm, 2,95% yoy, dan 1,16% ytd. Inflasi ini utamanya didorong oleh komoditas seperti bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, dan ikan kembung, dengan tekanan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Ini menunjukkan bahwa pangan tetap menjadi komponen yang sangat menentukan dalam pembentukan inflasi daerah.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi menyampaikan dalam sambutannya bahwa Rakor Pangan tahun ini menegaskan tiga arah strategis utama, yaitu optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi.

” Dari ketiga fokus tersebut, saya ingin menekankan bahwa kata kuncinya adalah sinergi. Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan sinergi, program yang sama dapat menjadi jauh lebih luas dampaknya, lebih cepat implementasinya, dan lebih kuat keberlanjutannya, ” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Walikota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M, menegaskan dalam arahannya bahwa Rakor Pangan 2026 bertujuan untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan stabil melaui program yang inovatif serta inklusif.

Hal tersebut yang menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang berkelanjutan melalui sinergi pengendalian inflasi yang semakin inklusif melibatkan berbagai stakeholder di luar anggota TPID.

Rakor Pangan 2026 menghasilkan beberapa output program pengendalian inflasi meliputi:

1.Akselerasi intervensi harga dilakukan melalui penambahan 70 Kios Pangan Digital baru dan 5 Kerjasama Antardaerah Business to Business (B2B) guna memperkuat distribusi serta menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis.

Langkah ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi, dan menahan gejolak harga sehingga mendukung pengendalian inflasi daerah.

2.Launching program sinergi PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) melibatkan 11 PKK Kecamatan di Kota Kendari, merupakan upaya pengendalian inflasi dari unit terkecil di masyarakat yaitu keluarga, harapannya melalui program ini keluarga akan terus menerapkan belanja bijak dan konsumsi masyarakat akan lebih beragam sehingga harga komoditas di masyarakat lebih terkendali.

3.Launching program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) di 24 SMPN di Kota Kendari, merupakan upaya edukasi pengendalian inflasi jangka panjang kepada anak usia dini.

Melalui kegiatan ini sekolah diharapkan menjadi laboratorium hijau yang produktif, siswa dapat belajar bagaimana berkebun, mengenal apa itu inflasi lebih dini, hingga mendorong pembentukan karakter siswa melalui pendidikan project case.

Melalui sinergi yang optimal dan semakin kuat antara Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program yang telah diluncurkan dan dicapai dalam Rakor Pangan 2026 dapat diimplementasikan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Prov. Sulawesi Tenggara terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dari hulu ke hilir melalui baik melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, intervensi harga, maupun edukasi perubahan perilaku konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang kuat serta berkelanjutan.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Pemkab Kudus Kunker di Kendari, Studi Komparasi Peningkatan IPM

Published

on

By

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. -foto:kominfo kendari-

KENDARI, Bursabisnis. Id — Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kota Kendari pada Selasa, 14 April 2026.

Kunker tersebut dipimpin langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kunker ini diterima Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama sejumlah pejabat Pemkot lainnya.

Kunker Pemkab Kudu ini dilakukan dalam rangka studi komparasi peningkatan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam kesempatan tersebut, Siska memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan IPM Kota Kendari.

Fokus utama yang disampaikan meliputi :

Program pendidikan wajib belajar

Peningkatan kualitas layanan kesehatan

Penguatan pembangunan sumber daya manusia

Stabilitas ekonomi daerah.

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Wali Kota juga menjelaskan langkah Pemerintah Kota Kendari dalam menjaga pengendalian inflasi daerah melalui koordinasi lintas sektor serta identifikasi program prioritas pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Paparan tersebut sekaligus memperkenalkan kesiapan Kota Kendari sebagai tuan rumah agenda internasional UCLG ASPAC tahun 2026, yang diharapkan menjadi momentum peningkatan daya saing kota serta promosi pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Kunjungan kerja ini menjadi ruang pertukaran pengalaman antar daerah dalam memperkuat kebijakan pembangunan berbasis indikator IPM, termasuk strategi peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan modern.

Pemerintah Kabupaten Kudus berharap hasil studi komparasi tersebut dapat menjadi referensi dalam mempercepat peningkatan kualitas pembangunan manusia di daerahnya.

Kegiatan berlangsung dengan sesi diskusi dan pemaparan materi antar perangkat daerah, sebagai bentuk kolaborasi dan pembelajaran bersama antar pemerintah daerah di Indonesia.

Laporan : Tam

Continue Reading

METRO KENDARI

Kota Kendari Didorong Jadi Kota Event Strategis di Kawasan Timur Indonesia

Published

on

By

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memimpin rapat. -foto:kominfo kendari-

KENDARI, Bursabisnis. Id — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mendorong transformasi Kendari sebagai kota event strategis di kawasan Indonesia Timur (KTI).

Tahun 2026 ini menjadi momentum penting, setelah Kendari dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah forum pemerintahan berskala nasional hingga internasional.

Salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan adalah Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 mendatang.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas langsung oleh Wali Kota Kendari dalam rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah kota dan Sekretariat pada Senin, 13 April 2026.

Dalam arahannya, Siska menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga citra kota sebagai tuan rumah yang profesional dan representatif bagi delegasi daerah.

Menurutnya, kepercayaan menjadikan Kendari sebagai tuan rumah merupakan peluang strategis memperkenalkan wajah kota, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antar pemerintah kota di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Raker Komwil VI APEKSI akan diikuti 17 kota anggota yang masing-masing mengirimkan wali kota, kepala dinas kebersihan, serta pejabat teknis pendukung. Forum tersebut akan membahas isu strategis perkotaan, khususnya pengelolaan sampah, sekaligus merumuskan rekomendasi program kerja pemerintah kota untuk tahun 2027.

Manajer Sekretariat Komwil VI APEKSI, Talib Mustafa, menyampaikan bahwa kegiatan tidak hanya berupa rapat kerja, tetapi juga agenda peningkatan kapasitas pemerintah kota dalam tata kelola lingkungan dan pelayanan perkotaan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Kendari sendiri memastikan kesiapan pelaksanaan telah memasuki tahap akhir, mulai dari pembentukan panitia, penyiapan Liaison Officer (LO), akomodasi delegasi, hingga rangkaian kegiatan pendukung.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota, Kendari tidak hanya fokus pada agenda nasional. Kota ini juga akan menjadi tuan rumah forum internasional pemerintah kota se-Asia Pasifik pada Mei mendatang yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-195 Kota Kendari.

Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan arah pembangunan kota yang menempatkan Kendari sebagai pusat pertemuan, kolaborasi, sekaligus etalase kemajuan daerah di Kawasan Timur Indonesia.

Laporan : Tam

Continue Reading

Trending