Connect with us

Investasi

Tingkatkan Kerjasama Investasi, Kadin Sultra MoU Dengan Kadin Wilayah Sumatera

Published

on

Penandatanganan MoU

JAKARTA, bursabisnis.id- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Wilayah Sumatera bersama dengan Kadin Provinsi wilayah Sulawesi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat, 4 November 2022.

Kerjasama ini dilakukan untuk  mendukung kemajuan daerah di berbagai sektor, terutama dalam hal perdagangan dan investasi.

Penandatanganan nota kesepahaman yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, diikuti 6 Ketua Umum yang berada di Pulau Sulawesi.

Adanya Mou antar provinsi ini, untuk meningkatkan misi dagang,  baik di bidang bisnis, perdagangan, investasi, pariwisata, dan infrastruktur.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, mengatakan bahwa kerjasama dapat diimplementasikan kedepannya, secara sungguh-sungguh, terutama dalam hal misi dagang.

“Indonesia sebagai negara maritim memiliki kekayaan berlimpah pada sektor kelautan. Untuk itu, Kadin Indonesia wilayah Sumatera bersama dengan Kadin Provinsi wilayah Sulawesi melakukan penandatanganan kerjasama di bidang bisnis, perdagangan, investasi, pariwisata, serta infrastruktur,” ungkapnya.

Terlebih lagi, Sumber Daya Alam (SDA) serta industri pariwisata memiliki potensi yang besar, apabila diolah dan dikembangkan secara benar.

“Hasil yang didapati adalah menjalin kerja sama antar tiap daerah untuk memajukan serta meningkatkan perdagangan, investasi, dan ekonomi,” tambahnya.

Lebih lanjut, dengan terjalinnya konektivitas antara pengurus Kadin provinsi, kegiatan misi dagang dan investasi ini, diharapkan dapat berkelanjutan sebagai misi strategis untuk Indonesia.

“Hal ini dilakukan dengan adanya pertukaran data, informasi, serta bantuan partisipasi dalam hal perdagangan. Selain itu, diharapkan pula adanya insiatif promosi dalam sektor pariwisata,” lanjutnya.

Untuk diketahui, penandatanganan nota kesepahaman diikuti, Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, Ketua Umum Kadin Gorontalo Muhalim Djafar Litty.

Kemudian Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara, Rio Dondokambey, Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah, H.M Nur DG. Rahmatu, Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan, H. Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua Umum Kadin Sulawesi Barat, H. Muh. Taslim Tammauni.

Sementara Wakil Ketua Umum 1 Bidang Organisasi Hukum dan Komunikasi Wilayah Sulawesi Kadin Indonesia, Kukrit Suryo Wicaksono, turut hadir untuk memimpin jalannya penandatanganan MoU tersebut.

Laporan : Rustam

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

Perusahaan Gotion High Tech Co. Ltd Asal China Kerjasama Kadin Sultra Bangun Pabrik Baterai

Published

on

By

Penandatanganan MoU investasi bangun pabrik baterai di Konawe Utara

KENDARI, bursabisnis.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penandatanganan kesepakatan rencana pembangunan pabrik baterai oleh perusahaan asal China, Gotion High Tech Co. Ltd yang berlokasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe pada tahun 2023 mendatang.

ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan,  pihaknya sangat mendukung dengan masuknya investor di wilayah Sultra yang dapat mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah.

Sebagai Ketua Satgas Investasi, Anton Timbang akan terus memantau dan mengawal proses perizinan sehingga apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan investor dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman.

“Jadi intinya, apa yang direncanakan oleh PT Gotion High tech Co. Ltd , yang mau berinvestasi pembangunan pabrik baterai di Sultra, Kadin sangat mendukung. Saya yakinkan bahwa kami akan mengawal ini agar mereka dapat berinvestasi dengan nyaman,” ujar Anton pada Selasa, 22 November  2022.

Anton berharap, pembangunan pabrik baterai ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Harapan kami, dengan perencanaan yang ada tadi betul-betul mereka berinvestasi di Sultra. Mereka ini adalah salah satu perusahaan baterai terbesar di dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik baterai ini membawa dampak baik bagi perekonomian daerah dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

“Ini mampu menampung 20 ribu tenaga kerja. Mulai tahun depan mereka supervisi, rencana 2023,” ujarnya.

Lukman berharap dengan masuknya investor dari negara luar,  masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di daerah agar inverstor lain dapat ikut masuk untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Provider

Terkait PHK, Perusahaan Starup Harus Ikuti Perundang-undangan

Published

on

By

Anggota Komisi IX DPR RI Charles Honoris

JAKARTA, bursabisnis.id – Anggota Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengingatkan perusahaan rintisan (startup) di tanah air agar mengikuti aturan perundang-undangan saat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.

Hal itu disampaikan Charles dalam menanggapi badai PHK yang melanda sejumlah perusahaan rintisan baru-baru ini.

Di sisi lain, ia pun memahami bahwa perusahaan-perusahaan startup tersebut sudah melakukan segala upaya. Sehingga, PHK adalah opsi terakhir. “Meski begitu, kami mendesak agar proses PHK yang dijalankan mengikuti seluruh aturan hukum yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait dengan hak-hak pekerja,” kata Charles sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id pada Senin, 21 November 2022.

Charles mengingatkan hal tersebut, menyusul adanya laporan dari mantan karyawan salah satu platform pendidikan pembelajaran daring, yang mengaku mendapat informasi terkena PHK secara dadakan dari pihak perusahaan. Karena itu, ia memastikan Komisi IX DPR RI akan mengawal pencairan dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan yang mengalami PHK. Di samping itu, dalam Undang-Undang Cipta Kerja disebutkan pula bahwa pengusaha wajib memberikan pesangon kepada karyawan yang terkena PHK.

“Bayangkan dalam kondisi seperti ini tiba-tiba di-PHK. Karyawan juga pasti akan kesulitan. Perusahaan harus memberi waktu persiapan bagi karyawan, sesuai dengan aturan yang ada, termasuk memberikan pesangon. Komisi IX akan memastikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan serta hak-hak pekerja lainnya bagi pekerja yang terkena dampak PHK,” kata politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Disampaikan Charles, Komisi IX DPR RI juga meminta Pemerintah bersiap dengan segala kemungkinan dunia yang diprediksi akan memasuki resesi pada tahun 2023, serta melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi gelombang PHK yang dikhawatirkan akan terus berlanjut. Hal tersebut termasuk memberikan solusi agar pekerja yang terkena PHK bisa mendapat kepastian untuk keberlangsungan hidupnya selama belum mendapatkan pekerjaan lagi.

“Dukungan dari Pemerintah bisa dalam bentuk bantuan dan juga pelatihan agar pekerja yang terkena PHK bisa siap untuk kembali menghadapi situasi di bursa kerja,” ujar legislator dapil DKI Jakarta III tersebut.

Dengan demikian, Charles menegaskan bahwa DPR akan ikut berpartisipasi bersama Pemerintah dalam menyiapkan solusi terhadap badai PHK yang melanda Indonesia, agar tidak berdampak terhadap ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Charles juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi badai PHK yang melanda sejumlah startup tanah air. Termasuk, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) yang melakukan perampingan karyawan sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap.

Laporan : Rustam

Continue Reading

FINANCE

Pandemic Fund Langkah Konkret Anggota G20 yang Berdampak Global

Published

on

By

Menkeu Sri Mulyani

JAKARTA, bursabisnis.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut peluncuran dana pandemi atau pandemic fund yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo merupakan langkah konkret dari pertemuan negara-negara G20.

“Dengan diluncurkannya dana pandemi ini yang merupakan tonggak sangat penting, ini akan memberikan titik awal bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa G20 mampu menghasilkan tindakan nyata yang dapat memiliki dampak global,” ujar Menkeu dalam Launching Pandemic Fund di Nusa Dua, Bali sebagaimana dilansir dari laman kemenkeu.go.id.

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan G20 Joint Finance Health Task Force dengan dukungan dari Sekretariat, Bank Dunia, dan World Health Organization (WHO) telah berperan dalam menyelesaikan mandat dari para pemimpin untuk pembentukan pandemic fund.

“Melalui task force, G20 telah memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan dan desain pandemic fund. Kami memiliki keyakinan bahwa G20 juga akan memberikan banyak hasil konkret lainnya, mengingat risiko dari situasi ekonomi global yang terus menuntut perhatian kita,” kata Menkeu.

Adapun pembentukan pandemic fund menggarisbawahi pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang perlu dipertahankan bagi seluruh negara anggota G20.

“Terlepas dari perbedaan dan bagaimana kita harus dapat melihat dan menyepakati apa yang paling penting dalam mempersiapkan dunia untuk serangan pandemi berikutnya,” ujar Menkeu.

Sejauh ini, pandemic fund telah berhasil mengumpulkan dana sebesar USD1,4 miliar yang berasal dari 20 kontributor, yaitu anggota G20, negara non G20, dan tiga lembaga filantropis dunia. Menkeu optimis jumlah tersebut dapat terus bertambah.

“Kami mendengar beberapa negara baru yang mereka menjanjikan kontribusi mereka untuk pandemic fund ini. Jadi, kami sebenarnya sangat semangat melihat perkembangan ini,” kata Menkeu.

Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, perkiraan kebutuhan pandemic fund mencapai USD31,1 miliar. Menkeu mengungkapkan pandemic fund tersebut bukan satu-satunya instrumen yang digunakan untuk kesiapsiagaan sistem kesehatan.

“Dana ini pasti akan bekerja sama dengan instrumen lain agar kita bisa mengembangkan kemampuan kita untuk bersiap menghadapi pandemi dengan lebih baik. Oleh karena itu, pandemic fund menjadi dana katalis untuk dukungan jangka panjang dari semua lembaga bilateral maupun multilateral. Kami juga berharap partisipasi dari filantropis, serta sektor swasta dapat terus didorong,” ujar Menkeu.

Menkeu menegaskan pandemic fund bukan hanya inisiatif G20, tetapi juga menjadi perhatian global. Maka dari itu, Menkeu menyambut baik kontribusi negara-negara di luar G20 untuk pandemic fund.

“Kami harus terus membangun tata kelola yang inklusif dan juga memperkuat arsitektur kesehatan internasional,” kata Menkeu.

Menkeu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota G20, negara-negara undangan, organisasi-organisasi internasional, terutama WHO dan Bank Dunia, yang telah mendukung pembentukan pandemic fund.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas semua dukungan Anda yang tanpa lelah bekerja sama untuk dapat membentuk pandemic fund ini. Terima kasih banyak,” ujar Menkeu.

Laporan : Rustam

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.