UKM
UMKM Sering Terkendala Pemasaran, SMESCO Bantu Lewat Pelatihan Digital Marketing
JAKARTA, Bursabisnis.id – Era digital menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku konsumen dalam menyerap informasi pasar yang menuntut para pelaku UMKM agar beradaptasi di tengah banyaknya persaingan.
Menyadari pentingnya kebutuhan UMKM tersebut, Smesco Indonesia menggelar Pelatihan Digital Marketing Eksklusif bagi UMKM.
Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada, mengatakan pelatihan ini dapat membantu UMKM memahami cara bersaing secara efektif dalam lingkungan digital yang terus berkembang.
Selain itu, melalui pelatihan ini bisa membantu UMKM dalam memahami cara kerja algoritma untuk meningkatkan visibilitas online berdasarkan jenis platform digitalnya.
“Smesco memberikan banyak pelatihan di tahun ini, ketika ada keluhan dari UMKM yang masuk ke pusat layanan UKM, kemudian kami kumpulkan. Keluhan yang tertinggi, akan kami berikan saran perbaikan melalui webinar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, jika kurang cukup, Smesco akan memberikan layanan pelatihan sampai tuntas seperti pelatihan eksklusif ini,” ujar Wientor sebagaimana dilansir dari laman kemenkopukm.go.id pada Sabtu, 16 Maret 2024.
Wientor menjelaskan, konsep pelatihan yang diterapkan adalah product market fit yakni analisis produk yang paling diminati dan paling laku di marketplace.
”Permasalahan terbesar UMKM adalah menyusun narasi agar konsumen mau membeli produknya, untuk itu konsep ini sangat efektif,” katanya.
Mengenai manfaat yang didapatkan UMKM mengikuti pelatihan eksklusif tersebut, Wientor mengatakan, pelatihan ini cenderung menawarkan konten yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan khusus yang dihadapi oleh UMKM.
Pelatihan eksklusif menawarkan tingkat keterlibatan yang lebih intensif melalui sesi tanya jawab langsung dengan instruktur atau konsultasi pribadi.
“Ini bisa mencakup studi kasus yang lebih relevan, strategi pemasaran yang lebih terfokus dan solusi lebih spesifik untuk masalah yang dihadapi oleh UMKM. Sehingga dapat membantu UMKM untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dalam konteks bisnis mereka sendiri,” kata Wientor.
Pada kesempatan yang sama, Ahli Digital Marketer dari komunitas digital Dimensi Susanto, menambahkan, UMKM seringkali terkendala dalam hal pemasaran.
Hal itu terjadi karena tidak ada kolaborasi yang mengakibatkan tidak update dan masih menggunakan pola pemasaran yang lama. “Misalnya tren live shopping yang mampu menjaring konsumen lebih luas, jadi trennya sudah bergeser bukan lagi konten video editing based lagi,” ujarnya.
Susanto menambahkan, salah satu poin penting di dunia digital marketing adalah meninggalkan jejak digital promosi sebanyak-banyaknya, agar lebih sering ditemui berdasarkan kata kunci produk yang dibutuhkan konsumen.
Ditambahkannya, pelatihan ini juga memberikan keahlian bagi UMKM dalam mengembangkan analisis pasar dan pengukuran kinerja. Mengajarkan cara menganalisis dan mengukur efektivitas kampanye digital untuk memahami ROI (return of investment) dan membuat perubahan yang diperlukan.
“Peserta akan dilatih untuk berpromosi berdasarkan kata kunci yang akan ditempatkan pada akun-akun seperti Google, Google Map, Facebook, dan Instagram secara organik atau minim biaya,” ucapnya.
Agung (45) pelaku UMKM dengan brand Cetak Cup mengatakan, meski pelatihan kali ini berbayar, dirinya merasa apa yang didapatkannya sepadan dengan investasi sebesar 300 ribu yang dikeluarkannya.
“Di era digital ini teknologi berkembang terus, saya belajar ini excited, saya semangat, untuk maju mengejar ilmu dan informasi terbaru”, katanya.
Sementara, Rayhan (27) pemilik brand Osborn, mengungkapkan, pelatihan digital marketing pada platform YouTube yang diikutinya, memberinya peluang untuk mendapatkan trik dan tips terkait kendala yang dihadapi.
Rayhan menjelaskan hal terberat adalah membuat skrip atau menulis deskripsi promosi pada video. “Dalam pelatihan ini dijelaskan cara mudahnya yaitu dengan bantuan AI. Kita tulis detail, profil usaha, kemudian data tersebut akan disimpan dan diolah langsung oleh AI,” katanya.
Ia berharap melalui pelatihan ini dapat lebih diperbanyak jenis tekniknya dan membuat kelas bagi kelompok usaha UMKM yang sebidang. “Sehingga usai telaksananya pelatihan akan tercipta komunitas UMKM yang saling terkoneksi untuk berbagi informasi pasar dan keilmuan,” ucapnya.
Sumber : kemenkopukm.go.id
Penulis : Mery
Editor : Rustam
UKM
Kopi Senja, Kopi Untuk Semua Kalangan
KENDARI, Bursabisnis. Id – Industri Rumah Tangga (IRT) Kopi Senja yang beralamat di Lingkungan RW 07 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, telah merambah pasar dalam Kota Kendari.
Pelanggannya tersebar di mana-mana, mulai kalangan bawah, menengah bahkan elitpun menyukai cita rasa Kopi Senja yang diracik untuk menghilangkan rasa dahaga dengan tetap mempertahankan aroma kopi.
Kopi Senja yang dijual dengan sistem keliling Kota Kendari, memakai sepeda listrik dengan didesain khusus, menjadi perhatian banyak orang.
Kopi Senja dipastikan berada di beberapa titik pusat keramaian, baik di seputaran alun-alun eks MTQ ataupun di sudut-sudut jalan lainnya.
Kopi Senja ini diproduksi secara rumahan yang dikelola oleh Al Malik.
“Terima kasih kepada semua pelanggan setia Kopi Senja. Kami akan selalu memberikan yang terbaik, ” katanya.
Salah satu perusahaan yang suka berbagi Kopi Senja adalah PT. Ayuspin Jaya Perkasa.
Perusahaan ini sering membeli produk Kopi Senja dalam partai besar, lalu membagikan jamaah mesjid usai sholat Jumat.
” Jumat Berkah, PT Ayuspin Jaya Perkasa paling sering berbagi Kopi Senja. Terima kasih sudah mempercayakan kepada kami untuk berbagi, ” ujarnya.
Mengapa Kopi Senja banyak penikmatnya? Tentu saja karena racikan kopinya terasa segar di tenggorokan. Terasa dingin dengan tetap cita rasa dan aroma kopinya masih dominan.
Soal harga? Sudah pasti terjangkau dengan semua kalangan. Masih penasaran? Tunggu apalagi, ayo coba Kopi Senja.
Laporan : Tam
UKM
Dukung Program MBG, Kadin Akan Luncurkan Sufana Sari Kedelai
KENDARI, Bursabisnis. Id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan meluncurkan produk minuman bergizi berbasis nabati, Sufana Sari Kedelai di Kabupaten Konawe.
Produk Sufana Sari Kedelai ini nantinya dapat mendukung pemenuhan gizi, melalui program Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di SD Islam Terpadu, Kelurahan Wawonggole.
Direktur Eksekutif Kadin Sultra, Budi Amin, membenarkan agenda tersebut.
Ia menyebutkan bahwa peluncuran produk ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang.
“Benar, kegiatan ini akan dilaksanakan Rabu pagi dan didukung langsung oleh Ketua Umum Kadin Sultra, Bapak Anton Timbang,” ujar Budi Amin.
Ia menjelaskan, Sufana Sari Kedelai merupakan minuman alternatif pengganti susu berbahan dasar nabati yang diolah dari sari kedelai murni dan kaya akan protein.
“Produk ini hadir sebagai solusi pengganti susu berbahan hewani, dengan kandungan nutrisi yang tetap tinggi karena berasal dari bahan nabati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa Kadin Sultra terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Selain peluncuran produk, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang sejak usia dini. Hal ini dinilai penting dalam upaya membentuk generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Kadin Sultra optimistis inovasi produk lokal seperti Sufana Sari Kedelai dapat menjadi solusi dalam mendukung keberhasilan program MBG, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Budi Amin berharap, kehadiran produk tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi, terutama asupan protein, dengan harga yang lebih terjangkau.
Laporan : Tam
UKM
BPD HIPMI Sultra Apresiasi Pembangunan 100 Lapak UMKM Eks MTQ Kendari
KENDARI, Bursabisnis. Id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menyelesaikan pembangunan 100 unit lapak kuliner yang berlokasi di kawasan eks MTQ Kendari.
Fasilitas ini dipersiapkan khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.
Pembangunan lapak tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2025, kemudian akan diserahkan kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Sultra untuk proses pengelolaan dan penataan pedagang.
Seluruh lapak nantinya diperuntukkan bagi pengusaha kecil di bidang kuliner yang berdomisili di Kota Kendari.
Di tengah proses penyelesaian fasilitas tersebut, Ketua Bidang IX UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan BPD HIPMI Sulawesi Tenggara,Ikhsan Jamal, menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah yang dinilai selaras dengan kebutuhan pelaku usaha mikro.
Menurut Ikhsan, pembangunan lapak kuliner yang terintegrasi dan tertata seperti ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan ruang usaha yang lebih layak bagi UMKM, sekaligus membuka peluang pemerataan ekonomi lokal.
“Kami mengapresiasi program pembangunan 100 lapak UMKM di kawasan eks MTQ. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Ikhsan Jamal pada Selasa, 12 Desember 2025.
Ikhsan menekankan bahwa kebijakan tersebut memberikan harapan baru bagi pelaku usaha mikro yang selama ini membutuhkan tempat usaha yang lebih representatif, layak, dan strategis.
la juga menilai bahwa program seperti ini dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas layanan sekaligus daya saing usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan juga mendorong agar proses pendataan dan pendaftaran penerima lapak kelak dilakukan secara transparan serta benar-benar memprioritaskan pelaku usaha kecil yang menggantungkan mata pencahariannya dari aktivitas kuliner.
“Yang terpenting adalah memastikan fasilitas ini diberikan kepada UMKM yang benar-benar merintis usahanya dari bawah. Seleksi harus objektif dan terbuka,” ujarnya.
Selain itu, kami mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penambahan jumlah lapak di masa mendatang, mengingat tingginya jumlah UMKM kuliner di Kota Kendari dan minat masyarakat terhadap ruang usaha yang lebih tertata.
la juga menegaskan bahwa HIPMI Sultra siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan usaha, pelatihan manajemen, hingga pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM yang nantinya akan menempati lapak tersebut.
“Kami BPD HIPMI Sultra siap ikut terlibat dalam penguatan kapasitas UMKM agar program ini tidak hanya menyediakan tempat uisaha, tetapi juga mendorong pelaku usaha menjadi lebih maju dan mandiri,”tutup lkhsan Jamal.
Laporan : Kas
Editor : Tam
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus1 year agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN9 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
