Connect with us

PERIKANAN DAN KELAUTAN

Visi Dr Rasman Manafi Menjadikan Kota Baubau Sebagai Poros Maritim Indonesia Timur

Published

on

Pj Walikota Baubau, Dr. Rasman Manafi, SP.,M.Si. -foto:istimewa-

BAUBAU, Bursabisnis.id – Lokasi strategis Kota Baubau di daratan Pulau Buton tepat berada di jalur penghubung transportasi laut dari Kawasan Barat Indonesia (KBI) menuju Kawasan Indonesia Timur (KTI) dan begitupun sebaliknya. Melihat letak geografis Kota Baubau sangat strategis, baik dalam perspektif nasional dan internasional, Dr. Rasman Manafi, SP,M.Si, Pj Walikota Baubau,  ingin mewujudkan visi Kota Baubau sebagai poros Maritim Indonesia Timur dan Hub Maritim Internasional.

Kapal penumpang  maupun kapal niaga sudah sejak lama mengenal Pelabuhan Murhum Baubau. Informasi  KSOP Kelas II Baubau, rata-rata setiap bulan terdapat 58 sampai 60 kali kapal Pelni sandar di Pelabuhan Murhum  Baubau.  Dari total 16 kapal Pelni,  14 kapal sandar di Kota Baubau dengan tujuan kota-kota di wilayah timur dan barat Indonesia. Kemudian kapal-kapal kargo juga menurunkan bahan kebutuhan pokok, bahan  bangunan dan lain sebagainya, lebih memilih Baubau untuk kemudian diteruskan kesejumlah kabupaten lain yang berada di jazirah Buton.

Menurut  Dr Rasman Manafi, Kota Baubau merupakan kota yang memiliki peluang investasi sangat baik dengan tiga alasan, yaitu :

Pertama, ketersediaan lahan di Kota Baubau. Luas Kota Baubau mencapai  295,072 km² dengan jumlah penduduk sekitar 170 ribu jiwa. Secara rinci, Kota Baubau mempunyai wilayah daratan seluas 221,00 km², luas laut mencapai 30 km² dan ini  merupakan kawasan potensial untuk pengembangan sarana dan prasarana transportasi laut.

Secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 5.21° – 5.33° Lintang Selatan dan di antara 122.30° – 122.47° Bujur Timur atau terletak di sebelah Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota Baubau pada umumnya memiliki permukaan yang bergunung, bergelombang dan berbukit-bukit. Di antara gunung dan bukit-bukit terbentang dataran yang merupakan daerah-daerah potensial untuk mengembangkan sektor pertanian.

“Lahan kita ada, pelabuhan ada dan bisa dikembangkan. Ayo mari berinvestasi di Kota Baubau,” ajak Dr Muh Rasman Manafi.

Kedua, sumber Daya Alam Kota Baubau Sangat Potensial, Kota Baubau yang berada di selat Buton menjadikan sumberdaya alamnya, terutama disektor  kelautan dan perikanan sangat potensial. Ini dapat dilihat dari jalur perdagangan komoditas produksi perikanan, seperti ikan tuna, cakalang, ikan kerapu, ikan kuning, ikan kembung.

Kemudian hasil budidaya rumput laut, teripang dan lobster. Produk sektor kelautan dan perikanan ini melalui dikirim ke luar melalui Pelabuhan Kontainer dan Bongkar Muat Kota Baubau.

Berdasarkan catatan, angkanya mencapai 10.000 ton per tahun. Bahkan pengiriman rumput laut dari Baubau ke kota-kota lain di Indonesia, seperti ke Makassar dan Surabaya  bisa 300 kali dalam setahun.

“Pertanda bahwa sektor ini sangat potensi dikembangkan di Kota Baubau,” beber Pj Walikota Baubau beberapa waktu lalu saat di wawancara salah satu media televisi nasional di Jakarta. Kemudian masih disektor yang sama, budidaya mutiara sampai sekarang masih terus dikembangkan oleh masyarakat. Budidaya mutiara ini sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia.

Ketiga, Kota Baubau sebagai Kota Transit, Bagi masyarakat yang hendak ke wilayah Timur Indonesia, seperti Ambon, Maluku, Papua,  ataupun ke Barat Indonesia misalnya ke Makassar, Surabaya, Jakarta, dengan menggunakan moda transportasi laut, pasti transit di Pelabuhan Murhum Baubau. Kota Baubau menjadi conneting area antara Kawasan Barat Indonesia dengan Kawasan Timur Indonesia.

Tidak hanya itu, Kota Baubau menjadi sentral untuk menyokong pertumbuhan ekonomi di 8 kabupaten di Provinsi Sultra, yakni Kabupaten Buton, Buton Utara (Butur), Buton Selatan (Busel), Wakatobi, Buton Tengah (Buteng), sebagian Muna Barat (Mubar), sebagian Muna dan sebagian wilayah  Kabupaten Bombana.

Karena daerah transit, maka kota ini juga menawarkan tempat berlibur bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati keindahan pariwisata   Kota Baubau. Di kota ini terdapat banyak situs sejarah peninggalan Kesultanan Buton. Sebut saja Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia. Benteng berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan September 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.

 

Penulis  : Rustam

Continue Reading

PERIKANAN DAN KELAUTAN

Komisi IV Dukung Ekspor Perdana Arwana Super Red di Kalbar

Published

on

By

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto saat menghadiri kunjungan spesifik di Kalimantan Barat. -foto:ist-

PONTIANAK, Bursabisnis. id – Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menunjukkan perannya sebagai daerah strategis dalam pengembangan sektor perikanan, khususnya ikan hias.

Provinsi ini dikenal sebagai produsen utama arwana Indonesia, di mana sekitar 70 persen arwana yang diekspor berasal dari Kalbar.

Jenis Arwana Super Red menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus simbol kekayaan alam dan budaya masyarakat, terutama di kawasan perbatasan dan Danau Sentarum yang sudah lama dikenal sebagai habitat alami spesies bernilai tinggi ini.

Sebagai bentuk dukungan, rombongan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI menggelar kegiatan pelepasan ekspor perdana kratom dan arwana yang dilaksanakan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalbar, Pelabuhan Laut Dwikora Pontianak sebagaimana dikutip dari laman dpr.go.id.

Dalam momen tersebut, sebanyak 150 ekor Arwana Super Red dilepas menuju Taiwan dengan nilai transaksi mencapai Rp108,7 juta.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, menegaskan bahwa arwana merupakan aset berharga yang hanya tumbuh di Kalimantan.

Potensi ini, menurutnya, harus terus dijaga dan dikembangkan agar bisa memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat maupun negara.

“Arwana juga adanya cuma di sini ya, di Kalimantan utamanya. Ini cukup besar ekspornya ke luar negeri, dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi untuk bisa menambah pendapatan dari devisa negara,” ujar Titiek.

Indonesia sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu pemain kuat di pasar ekspor ikan hias dunia. Dari sekian banyak jenis, Arwana Super Red asal Kalbar menjadi primadona karena keunikan warna serta nilai eksotis yang tinggi di mata kolektor mancanegara. Tingginya permintaan global membuat arwana tidak hanya bernilai sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi identitas daerah dan kebanggaan nasional.

Selain itu, keberadaan arwana juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Banyak pembudidaya dan pelaku usaha mikro di Kalbar yang menggantungkan hidup dari budidaya ikan hias bernilai tinggi ini.

“Dengan semakin terbuka akses pasar ekspor, diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa ikut meningkat,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Pelepasan ekspor perdana ini juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Kalbar dalam peta perdagangan internasional, khususnya sektor perikanan hias. Pemerintah pusat bersama DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan regulasi, infrastruktur, hingga akses pasar, agar komoditas unggulan seperti Arwana Super Red dapat semakin berdaya saing di tingkat global.

Laporan : Tam

Continue Reading

PERIKANAN DAN KELAUTAN

Potensi Perikanan Sultra Menarik Perhatian Investor Untuk Investasi di PPS Kendari

Published

on

By

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. id – Potensi sektor perikanan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat menarik investor untuk berinvestasi.

“Sebelum saya mendatangkan investor, saya harus meninjau kesiapan infrastruktur maupun lahan kosong yang tersedia,” kata Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat melihat Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari pada Selasa, 16 September 2025.

Dari hasil kunjungan di PPS Kendari, gubernue melihat lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pabrik pengeringan ikan.

“Disini juga sudah tersedia nelayan, dermaga serta lahan yang akan menjadi nilai tambah untuk pengembangan investasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Asep Saefulloh mengungkapkan kehadiran gubernur membawa harapan baru bagi pengembangan sektor perikanan.

“Kunjungan ini menjadi harapan baru. Di PPS Kendari sendiri terdapat fasilitas yang mendukung, termasuk pengalengan ikan. Kami akan melakukan komunikasi dengan gubernur agar investor dapat tertarik berinvestasi disini,” jelasnya.

Dikatakan, PPS Kendari memiliki total lahan seluas 42 hektar dengan lahan yang sudah termanfaatkan seluas 32 hektar.

“Sisanya 10 hektar dapat digunakan untuk lokasi investasi baru untuk perusahaan yang berminat untuk melakukan investasi,” lanjutnya.

Sementara itu, tangkapan ikan di Kendari dinilai cukup melimpah dengan hasil tangkapa per harinya mencapai 80 hingga 100 ton ikan tangkap.

“Ikan tangkap yang diperoleh dari jenis layang, tongkol, cakalang, dan tuna,” jelasnya,

Beberapa hasil tangkapan bahkan diekspor, seperti rajungan ke Amerika Serikat, serta ikan layang dan tongkol ke Tiongkok.

“Saat ini ada 69 investor yang beroperasi, 20 di antaranya merupakan perusahaan besar. Sisanya merupakan pendukung yang juga berperan penting dalam rantai industri perikanan,” ungkapnya.

Laporan : Tam

Continue Reading

PERIKANAN DAN KELAUTAN

Kementerian KKP Jaring Masukan Terkait Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Published

on

By

Kementerian KKP mendengarkan masukan soal pupuk bersubsidi untuk perikanan. -foto:ist-

JAKARTA, Bursabisnis. Id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menjaring masukan dari para pemangku kepentingan, terkait tata kelola pupuk bersubsidi sektor perikanan melalui kegiatan konsultasi publik yang digelar di Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, PT Pupuk Indonesia Holding Company, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan tujuh Kabupaten di sekitarnya.

“Penetapan pupuk bersubsidi tidak hanya diberikan kepada sektor pertanian, tetapi juga menyasar pembudidaya ikan skala kecil. Pemerintah menunjukkan keberpihakannya melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang menjamin kepastian alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan,” ujar  Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu  sebagaimana dikutip dari laman kkp. go. id.

Konsultasi publik ini merupakan langkah strategis dalam penyusunan Rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan.

Melalui sinergi dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, diatur pelaksanaan teknis atas Perpres tersebut.

KKP kini tengah melakukan finalisasi peraturan teknis pelaksanaan tata kelola pupuk bersubsidi di sektor perikanan untuk mendukung efektivitasnya.

Dirjen Tebe menegaskan bahwa tata kelola pupuk bersubsidi mencakup proses mulai dari perencanaan, pengadaan, penyaluran, penebusan, pengawasan, evaluasi hingga pelaporan.

Tujuannya untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi guna menunjang ketahanan pangan nasional.

“Distribusi pupuk bersubsidi harus memenuhi prinsip 7T : tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan tepat penerima,” tambahnya.

Sasaran Penerima Pupuk Subsidi

Sasaran penerima pupuk bersubsidi sektor perikanan meliputi pembudidaya ikan yang melakukan usaha pembenihan dan/atau pembesaran menggunakan teknologi sederhana, dengan batasan luasan lahan tertentu.

Beberapa diantaranya untuk pembenihan ikan air tawar paling luas 0,75 hektare dan pembesaran ikan air tawar paling luas 2 hektare.

Sementara untuk pembenihan ikan air payau paling luas 0,5 hektare dan pembesaran ikan air payau paling luas 5 hektare.

Syarat lainnya termasuk kepemilikan KUSUKA elektronik, terdaftar di portal data kelautan dan perikanan, tergabung dalam Pokdakan berbadan hukum atau terdaftar di dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perikanan, serta terdaftar dalam e-RDKK Perikanan. Lokasi usaha bukan di laut atau di perairan darat dan bukan budidaya minapadi.

Laporan : Icha

Editor : Tam

Continue Reading

Trending