Connect with us

Rupa-rupa

Dua Profesor Dari Jakarta Titip Harapan Terhadap Ir Burhanuddin

Published

on

BOMBANA, Bursabisnis.id — Dua profesor dari Jakarta menaruh harapan besar kepada Ir H Burhanuddin MSi untuk memimpin Kabupaten Bombana. Kedua guru besar itu menitipkan Bombana kepada Burhanuddin.

Kedua guru besar itu adalah Profesor Dr. Herlina Usman Sira, SPd dan Profesor Dr Noldi, SPd. Keduanya menggelar silaturahmi Idul Adha bersama aktivis FKPPI di kediamannya pada Senin,17 Juni 2024 malam.

Hadir dalam acara silaturahmi itu calon bupati Bombana Ir H Burhanuddin, MSi dan istri Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos. Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan aktivis FKPPI Bombana.

Dua guru besar di salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu lahir di Kasipute, SD, SMP di Bombana. Kuliah di Sultra, kemudian merantau ke Jakarta.

Profesor Noldi menjadi guru besar pada 2017, sedangkan Profesor Herlina pada 2019. Keduanya mengaku dirinya bisa jadi guru besar dan banyak ke luar negeri karena berani merantau.

“Tahun 2017 saya terakhir pulang ke Bombana. Sudah sering ada niat pulang untuk syukuran profesor, namun baru saat ini sempat,” kata satu-satunya guru besar perempuan asal Kasipute Bombana ini.

Pada kesempatan silaturahmi itu,
Herlina menceritakan bagaimana Bombana di masa kecilnya dulu. Untuk pergi ke sekolah harus merambah alang-alang, menerobos banjir, naik perahu basah semua baru sampai sekolah.

“Sejak tahun 69 ampai sekarang Bombana tidak pernah ada perubahan di pelabuhan sana. Kalau ke pasar saya membayangkan kapan pasar bisa harum. Maka, Pak Bur, saya titipkan Bombana kepada bapak,” kata Herlina yang disambut aplaus hadirin.

Dia mengatakan, Bombana kaya dengan alamnya. Pernah booming emas, namun entah kemana hasilnya itu. Harapannya pun dititipkan kepada Ir H Burhanuddin MSi.

“Kalau kemarin kita banyak emas, tapi hasilnya untuk pembangunan nyaris tidak ada. Berikutnya kita harapkan Bombana lebih baik lagi,” ujarnya.

Herlina mengaku bangga dengan kampung halamannya. Mungkin dia satunya orang Bombana pernah naik ke atas patung Liberty di AS yang meneriakkan nama kampungnya.

“Saya ingin menulis buku From Kasipute To New York. Saya pernah naik ke kepala patung liberty di AS dan berteriak I’am Herlina from Kasipute!! Bule tanya what you said? I’m Herlina from Kasipute,” kata Prof Herlina.

Dia mengatakan, tidak bisa ke berbagai negara kalau tidak sekolah. Kenangan susahnya saat sekolah dulu, berangkat dari homebase ke Kasipute begitu susah.

“Kalau musim panas kita seperti ikan kering, kalau musim hujan kita berenang di sawah. Ke selolah kita merambah alang-alang. Itulah kenangan dan apa yang diperjuangkan dulu inilah hasilnya,” kenang Prof Herlina.

Prof Noldi yang juga menyampaikan sambutannya mengatakan Bombana ini dengan alamnya. Daratan, lautan, dan tanah sangat kaya sumber kehidupan.

“Kekayaan ini jika diolah untuk pembangunan, tentu akan menambah kemakmuran masyarakat. Pertanyaannya siap yang bisa mengelola sumberdaya ini,” ujarnya.

Terkait itu, Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta ini mengaku telah melihat sepanjang jalan di Bombana begitu banyak baliho calon bupati Bombana.

“Saya kemudian bertanya, dari semua calon-calon itu, siapa yang paling cocok memimpin Bombana. Saya tercengang dengan jawabannya. Katanya yang paling diinginkan itu adalah Pak Burhanuddin,” katanya disambut tepuk tangan juga.

Namun begitu, Prof Noldi menitip kriteria siapa wakil bupati yang akan mendanpinginya. Dia mengusulkan pilihlah figur yang banyak memberangkatkan masyarakat naik haji.

“Saya tidak perlu sebut siapa namanya, tapi harapan saya pilihlah orang yang memberangkatkan berhaji,” kata Prof Noldi.

Ir H Burhanuddin MSi yang mendapat dukungan dan saran itu terlihat tersenyum. Mantan pj bupati di tiga kabupaten berbeda di Sultra ini menyampaikan respek dan rasa hormatnya pada dua profesor putra-putri Bombana itu.

“Saya merasa terhornat bisa berbicara di depan Pak Prof dan Ibu Prof yang luar biasa ini. Hari ini saya merasa sedang ujian desertasi karena ada harapan-harapan dari profesor,” kata Burhanuddin dalam sambutannya.

Mantan Pj Bupati Buton Utara dan Konawe Kepulauan ini menceritakan diriinya ada di Bombana sejak ditunjuk jadi penjabat bupati selama satu tahun tiga bulan tahun 2022. Namun jauh sebelumnya sudah mengelilingi Bombana.

“Tetapi saya mengenal Bombana sejak saya menjadi pegawai negeri, dulu namanya departemen pertambangan. Tahun 1995 saya hampir dua bulan keliling Bombana, Pak Prof, mulai dari Poleang Barat sampai Konawe Selatan untuk mengetahui isi bumi Bombana,” katanya.

Dengan pengetahuannya itu, Burhanuddin memberi harapan isi bumi Bombana harusnya dikelola untuk membuat rakyat makmur sejahtera.

“Mudah-mudahan isi bumi Bombana tidak pergi kemana-mana, karena sebagian besar saya sudah mengetahuinya,” katanya.

Mantan Kepala Dinas ESDM Sultra ini menjelaskan, sumberdaya alam yang lengkap ini mutlak untuk kesejahteraan rakyat Bombana. Program untuk mengelolanya adalah program hilirisasi.

“Saya bawa program hilirisasi sumberdaya alam. Kenapa? Agar hasil alam kita ada nilai tambah. Diolah dulu agar nilainya tinggi sebelum keluar,” katanya.

Penulis : Tam

Continue Reading
Advertisement

Rupa-rupa

Anugerah Jurnalistik dan Pameran Foto Koordinatoriat Wartawan Parlemen

Published

on

By

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Indra Pahlevi

JAKARTA, Bursabisnis.id – Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI bekerja sama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menggelar Anugerah Jurnalistik (AJ) IV KWP 2024 dan Pameran Foto Warna-Warni Parlemen XIV dengan tema menyongsong DPR Periode Baru 2024-2029.

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Indra Pahlevi menilai kegiatan ini bisa menjadi momentum flashback perjalanan DPR satu tahun terakhir, sekaligus juga penyampaian harapan untuk Anggota DPR periode 2024-2029 yang akan datang.

“Ini tentu momentum juga bagi kita semua untuk melihat bagaimana perjalanan DPR minimal setahun terakhir dan juga tentu akan menjadi kenangan untuk periode 2019-2024. Sehingga harapan kita di DPR periode 2024-2029 dengan semangat baru, tentu terobosannya juga baru dan akan semakin dicintai oleh rakyat,” kata Indra Pahlevi sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id pada Sabtu, 13 Juli 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Indra juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada KWP yang dengan rutin mengadakan kegiatan tersebut, sebagai fungsinya mengabarkan pada masyarakat terkait kerja-kerja DPR.

“Terima kasih kepada segenap pengurus KWP, di bawah kepemimpinan Mas Ariawan dan juga seluruh panitia yang secara reguler, secara periodik melakukan kegiatan ini. Sehingga membantu DPR secara keseluruhan untuk bisa mengabarkan kepada masyarakat apa yang dilakukan oleh DPR tentang tugas, fungsi, dan kinerjanya kepada Masyarakat. Terima kasih sekali lagi Semoga kedepannya KWP semakin sukses dan juga DPR juga semakin dicintai oleh rakyatnya,” pungkasnya.

Sumber : dpr.go.id
Penulis : Icha
Editor : Tam

 

Continue Reading

Rupa-rupa

Politisi PDIP Nirna Lachmuddin Hadiri Jalan Santai Gemoynya Kendari

Published

on

By

KENDARI, Bursabisnis.id – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nirna Lachmuddin menghadiri jalan santai Gemoynya Kendari, di pelataran eks MTQ Kendari, Sabtu 6 Juli 2024.

Pantauan media ini, kebersamaan Yudhianto Mahardika dan Nirna Lachmuddin berlangsung hingga jalan santai tersebut berakhir.

Kehadiran Nirna Lachmuddin di kegiatan tersebut menunjukkan sinyal politik akan bersama di Pilwali Kendari, yang akan digelar pada November 2024 mendatang.

Dalam sambutannya, Nirna Lachmuddin mengatakan, bahwa kehadiran dirinya di kegiatan Gemoynya Kendari tentu akan menimbulkan pertanyaan publik.

“Pasti banyak yang bertanya, kenapa saya hadir di kegiatan ini. Tentu menghadiri undangan Bapak Anton Timbang dan Yudhianto Mahardika, ujar istri Ishak Ismail itu.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara itu menyebutkan, bahwa kehadiran dirinya didampingi oleh suaminya yang merupakan Ketua DPC PDIP Kota Kendari, bersama sejumlah politisi PDIP.

“Ada juga mantan pacar saya (Ishak Ismail, red),” katanya, disambut meriah peserta jalan santai.

Nirna Lachmuddin menambahkan, kebersamaan dirinya dan Yudhianto Mahardika akan terus berlanjut untuk masyarakat Kota Kendari.

“Sabar ya. Tunggu saja kabar baiknya,” tambahnya.

Penulis : Icha
Editor : Tam

Continue Reading

opini

Burhanuddin Bukan Kaleng-kaleng

Published

on

By

BENAR, Burhanuddin bukan kaleng-kalang. Publik terpana karena kinerja selama 15 bulan memimpin Bombana. Dia maju di pilkada karena penerimaan masyarakat begitu signifikan.

Pada survei, tingkat penerimaan disebut akseptabilitas. Bisa juga dimaknai dengan tingkat kesukaaan. Dari semua survei akseptabilitas Burhanuddin jauh di atas lawan-lawannya. Selisih dengan urutan kedua sampai 2 digit.

Dari segi ini, tingkat penerimaan Burhanuddin benar-benar bukan kaleng-kaleng, apalagi klaim-klaim. Di pihak lain, ada klaim raihan suaranya bukan kaleng-kaleng namun ironisnya gagal ke Senayan.

Di tingkat elektabilitas atau keterpilihan, Burhanuddin lagi-lagi bukan kaleng-kaleng. Di banding urutan kedua, mantan Pj bupati di tiga kabupaten berbeda di Sultra ini jauh di atas. Poltracking menyebut Burhanuddin 43,5 persen. Sementara di bawannya 20,3 persen.

Jika head to head dengan dua nama. Misalnya Burhanuddin vs Andi Nirwana, hasilnya, 57,6 persen banding 34,6 persen. Selisih yang cukup signifikan.

Yang bisa menandingi angka Burhanuddin hanyalah tingkat popularitas alias tingkat keterkenalan. Bedanya hanya 2 point lebih sedikit dari Nirwana.

Namun inilah yang ingin saya jelaskan mengapa popularitas Nirwana hanya selisih 2 poin di atas Burhanuddin. Begini, kalau seorang figur yang sudah 10 sampai 14 tahun beredar di Bombana sudah barang tentu sangat dikenal.
Angka Nirwana 75,3 persen.

Bandingkan dengan Burhanuddin yang baru 1 tahun 3 bulan di Bombana meraih 73,2 persen. Kalau ditambah sampai 2 tahun saja, bisa-bisa mantan Pj bupati Bombana ini melampui popularitas anggota DPD RI itu. Bahkan selisihnya bisa 2 digit. Bedakan dua point dengan dua digit ya.

Sepuluh tahun mendampingi suami sebagai bupati sudah cukup jika Nirwana 75 persen dikenal. Namun satu tahun 3 bulan Burhanuddin di Bombana dengan angka popularitasnya 73 persen, jelas bukan kaleng-kaleng. Ini sulit dibantah.

Tingkat popularitas biasanya diikuti dengan tingkat kedisukaan atau akseptabilitas tadi. Cukup dikenal belum tentu disukai. Meski popularitasnya dua poin di bawah, namun tingkat kedisukaan Burhanuddin jauh lebih tinggi dari Nirwana dan calon lainnya.

Mengapa Burhanuddin disukai? Banyak faktor. Kinerja dan program terutama. Hanya dalam 1 tahun 3 bulan, Bombana berubah. Yang paling nyata, spektakuler, dan banyak dibicarakana orang adalah janjinya untuk menerangi Pulau Kabaena selama 24 jam langsung dibuktikan.

Selama 20 tahun Bombana mekar dari Buton, barulah di kepemimpinan Burhanuddin yang mampu melistriki Pulau Kabaena menyala 24 jam. Inilah yang terutama mengangkat tingkat popularitasnya yang luar biasa.

Bukan itu saja. Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabaena yang selalu dinomortigakan pemimpin sebelumnya juga diperbaiki. Burhanuddin melobi ke pusat, dapat tambahan 60 miliar, jalan di Kabaena yang penting langsung diaspal. Ratingnya pun naik.

Di Rumbia yang nota bene ibu kota kabupaten apalagi. Betul-betul dibuat menjadi wajah ibukota kabupaten yang sebenar-benarnya. Kalau sebelumnya Rumbia berwajah desa, kini sudah berubah menjadi wajah kota. Ada traffict light, lampu jalan, ada perintisan transportasi umum, dan dibuat alun-alun dengan tugu lampu di tengahnya dengan running teks “Jangan Lupa Bahagia”.

Burhanuddin bukan kaleng-kaleng dalam pengalaman membangun kabupaten. Mantan Kepala Dinas ESDM Sultra itu sudah makan asam garamnya memimpin 3 kabupaten berbeda. Di Konawe Kepulauan, misalnya, Wowonii diubah manjadi daerah sepi menjadi ramai. Saat selesai, tangisan mengiringi lambaian tangan warga saat melepas pulang ke Kendari.

Lalu setahun menjabat bupati di Buton Utara, dan Plt Sekda di sana, kabupaten itu diantarnya berubah cukup pesat. Cerita-cerita mengenai kepemimpinan Burhanuddin yang baik di Butur itu cukup banyak kita dengar.

Sukses memimpin tiga kabupaten berbeda, tentu bukan kaleng-kaleng. Hanya figur kuat yang berpengalaman yang bisa mengimbanginya. Siapa kira-kira? Nirwana? Haekal? Arsyad? Silakan berpendapat.

Oleh: Syahrir Lantoni
(BUR Center)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.