Connect with us

Ekonomi Mikro

Gabungan Pengusaha Yakin Industri Jamu Tetap Prospek Tahun 2022

Published

on

JAKARTA, bursabisnis.id – Gabungan Pengusaha (GP) Jamu menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10 persen pada tahun depan meski di tengah tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia.

Ketua Umum GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi meyakini industri ini akan tetap prospektif pada 2022 karena pandemi justru memunculkan kesadaran masyarakat akan manfaat jamu bagi kesehatan.

“Kami menargetkan pertumbuhan sekitar 10 persen karena masyarakat saat ini sudah semakin banyak yang menjadikan jamu dan obat tradisional sebagai upaya preventif selama pandemi ini,” kata Rany kepada Bisnis, Jumat (19/11/2021) sebagaimana dilansir dari laman bisnis.com

Baca Juga : Jamu Didaftar untuk Masuk Warisan UNESCO Tahun Depan Selain itu, prospek pertumbuhan yang positif juga didorong menjamurnya cafe yang menyediakan jamu. Hal itu diyakini akan semakin meningkatkan konsumsi jamu pada masa mendatang.

Produsen jamu juga terus melakukan inovasi produk dengan mengikuti kebutuhan konsumen terutama bagi kalangan yang penetrasi konsumsi jamunya masih rendah, seperti milenial dan Gen Z.

“Masyarakat semakin menyukai cita rasa jamu dan itu bagus untuk pertumbuhan industri jamu,” lanjutnya. Namun, untuk meraup potensi pertumbuhan tersebut, industri dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia.

Kapasitas permodalan pabrikan, terutama industri kecil menengah (IKM) juga menjadi kendala. Adapun di sisi eksternal, maraknya jamu berkomposisi bahan kimia obat (BKO) menurunkan citra jamu dan otomatis merugikan industri.

“Selain itu, adanya perubahan pasar dari offline ke online, itu juga cukup berpengaruh apalagi bagi industri kecil yang masih banyak belum menguasai cara berjualan dengan online,” katanya.

Industri jamu yang masuk kelompok kimia, farmasi, dan obat tradisional, tumbuh signifikan selama masa pandemi didorong permintaan yang tinggi. Pada kuartal III/2021 saja, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatatkan kenaikan 9,71 persen secara year-on-year.

Sebelumnya, pertumbuhan industri tercatat 9,15 persen pada kuartal II/2021 dan 11,46 persen pada triwulan pertama tahun ini. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan untuk importasi produk farmasi dalam kode HS 30, yakni sebesar US$163,2 juta pada Oktober 2021, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Penurunan kasus Covid-19 ditengarai menyebabkan terpangkasnya impor produk-produk antivirus yang sebagian besar masih merupakan obat paten.

Laporan : Leesya

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi Mikro

Ada Bantuan Rp 2 Juta Per bulan Selama 2 Bulan

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyosialisasikan aplikasi Bantuan Pemerintah bagi Usaha Pariwisata (BPUP) 2021 sebagai upaya mempermudah penyaluran bantuan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari sisi pendataan dan mekanisme distribusinya.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana saat sosialisasi aplikasi BPUP yang digelar secara virtual pada Jumat, 12 November 2021 menjelaskan, aplikasi ini untuk mendata dan mempermudah penyaluran bantuan pemerintah bagi pelaku parekraf. Para pelaku parekraf bisa mengakses melalui laman https://bpup.kemenparekraf.go.id/

“Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pendataan dan penyaluran bantuan-bantuan pemerintah. Penyaluran bantuan ini diharapkan nantinya dapat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” ujarnya sebagaimana dilansir dari laman kemenparekraf.go.id.

Hayun menjelaskan, BPUP merupakan bantuan pemerintah dalam rangka reaktivasi usaha yang diberikan kepada usaha pariwisata yang terdaftar pada OSS Kementerian Investasi/BKPM Tahun 2018 – 2020. Bantuan ini diberikan kepada 6 jenis usaha yaitu agen perjalanan wisata, biro perjalanan wisata, spa, hotel melati, homestay dan penyediaan akomodasi lainnya.

“Proses pendaftaran hingga pengesahan dilakukan secara digital yang diharapkan mampu memudahkan semua pihak baik pengguna, verifikator (pemerintah daerah dan asosiasi), serta pengawasan (pemerintah pusat) terhadap Program BPUP Kemenparekraf/Baparekraf,” katanya.

Seperti diketahui, BPUP adalah bantuan pemerintah dalam rangka reaktivasi usaha yang diberikan kepada usaha pariwisata yang terdaftar pada OSS (Online Single Submission) Kementerian Investasi/BKPM tahun 2018 sampai dengan 2020. BPUP sendiri akan dicairkan langsung melalui bank penyalur yaitu BRI ke rekening usaha pariwisata. Yang rencananya akan disalurkan pada November – Desember 2021. Laporan pertanggungjawaban dari usaha pariwisata disampaikan ke aplikasi BPUP dan aslinya dikirim ke Kemenparekraf.

Hingga saat ini sudah terdata 38 Kabupaten/Kota yang memenuhi kriteria yang siap menerima BPUP dengan jumlah 10.934 penerima, yang meliputi 6 usaha pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, spa, hotel melati, penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya, dan homestay).

Dana BPUP diberikan sebesar Rp2 juta perbulan selama 2 bulan untuk membiayai keberlangsungan usaha, selain gaji dan pembayaran listrik, antara lain, biaya telekomunikasi dan internet, kebutuhan health kit, kebutuhan perawatan fasilitas, kebutuhan dapur, biaya rapid antigen dan konsumsi selama perjalanan wisata, biaya pembelian ATK, izin reklame, konsultan kesehatan, serta biaya lain yang dibutuhkan agar usaha dapat bertahan selama masa pandemi COVID-19.

Pendaftaran BPUB dilakukan pada 15-26 November 2021, kemudian proses verifikasi dan validasi pada 15-26 November 2021, dan pencairan bantuan pada 13-24 Desember 2021.

Laporan : Leesya

Continue Reading

Ekonomi Mikro

Dorong Gerakan Peduli Pangan Lokal, ISMI Muda Gelar Silabis Bersama Komunitas Sepeda di Kendari

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id — Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) dan ISMI Muda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengkampanyekan gerakan peduli pangan lokal asli Indonesia menuju kemerdekaan dan ketahanan pangan, dengan pemanfaatan bahan lokal.

Dalam rangka mendorong gerakan tersebut, ISMI dan ISMI Muda Sultra bersama beberapa komunitas sepeda menggelar silaturahmi bisnis (Silabis) menyambut HUT RI ke-76, Minggu (15/8/2021), di Cafe Langit, Jalan Martandu nomor 99, Anduonohu. Dimana pemilik cafe tersebut merupakan salah satu pengurus ISMI Sultra, Rachmi Nurma SP (Owner Angkasa Nikmat).

Agenda tersebut diawali dengan bersepada bersama komunitas sepeda di Kendari. Ketua ISMI Sultra, Hugua nampak hadir dalam Silabis menyambut HUT RI itu.

Ketua ISMI Muda Sultra, Agung Hari Bowo mengatakan, sebagai organisasi yang menaungi pengusaha muslim, ISMI Muda terus bergerak dalam mendorong eksistensi para pelaku usaha.

Lebih lanjut, alumni SMAN 1 Kendari ini menjelaskan, ISMI Muda terus memikirkan dan berupaya mendorong sinergitas antara pengurus dan masyarakat umum, untuk saling mendapatkan pelatihan upgrade produk sehingga mendapatkan nilai lebih yang dapat bersaing dengan produk lain di pasaran.

“Dan tak kalah pentingnya, anggota (pengurus ISMI Muda) dapat sambil belajar bisnis dengan konsep ekonomi Islam untuk menjalankan bisnisnya, sebagai konsep anti krisis dalam segala kondisi. Apalagi saat ini kita semua menghadapi pandemi Covid-19, dimana konsep ini pastinya membawa dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat umum,” ujar pria berkaca mata itu, saat ditemui disela-sela kegiatan Silabis.

Agung Hari Bowo juga mengungkapkan, gerakan peduli pangan lokal asli Indonesia menuju kemerdekaan dan ketahanan pangan dengan pemanfaatan bahan lokal merupakan salah satu program yang menjadi andalan kedepannya. Salah satunya yaitu menciptakan produk unggulan mie asli Kendari yang menyehatkan, dan terbuat dari bahan tepung singkong atau sagu.

Untuk menunjang pemasarannya, kata Agung, pihaknya juga merancang pembuatan galeri produk-produk ISMI yang disertai logo ISMI pada setiap tempat yang menjadi usaha anggota.

Co-Founder PT Vision Idea Synergy Kendari ini berharap, ISMI Muda Sultra dapat membawa pengurusnya untuk amanah. Menurutnya, hancurnya sebuah bisnis berawal dari tidak amanah.

“Maka dari itu, mari kita saling mempererat kekeluargaan dengan semangat keagamaan dan menyuburkan keimanan, agar senantiasa diberikan jalan benar dan diridhai Allah SWT dalam menjalankan roda perekonomian di Sultra,” pungkasnya.

 

Liputan : ikas

Continue Reading

Ekonomi Mikro

Bersama PT Astra, Kemendag Kembangkan Ekspor Produk Unggulan 755 Desa

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Keinginan untuk bangkit di masa pandemi terus digelorakan Kementerian Perdagangan. Bersama PT Astra International Tbk, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menyasar produk unggulan desa agar bisa tampil sebagai produk ekspor ke pasar global.

Tidak tanggung-tanggung, sekitar 755 desa terlibat dalam kegiatan ini. Penandatanganan kesepakatan bersama tentang Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa dilaksanakan di sela-sela penyelenggaraan Festival Kewirausahaan Astra 2021 yang diselenggarakan secara daring pada hari ini, Rabu (28/7/2021) sebagaimana dilansir dari laman Kemendag.go.id.

Kesepakatan ini ditandatangani Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi dan Chief of Corporate Affair PT Astra International Tbk M. Riza Deliansyah yang disaksikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekspor sekitar 755 desa dalam program Desa Sejahtera Astra agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global. Kedua pihak sepakat untuk menciptakan minimal 100 desa yang mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan pembelian ulang (repeat order) dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun,” jelas Wamendag.

Wamendag menambahkan, Kemendag mengapresiasi upaya yang telah dilakukan PT Astra International dalam mengembangkan klaster-klaster produk unggulan desa. Melalui kerja sama ini, Kemendag juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi guna mendukung lahirnya eksportir-eksportir baru yang mampu melakukan ekspor secara kontinu.

Kegiatan yang akan dilakukan dalam kerja sama ini meliputi pelatihan di bidang ekspor, pendampingan promosi dan pemasaran melalui penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dan pameran, penyampaian informasi peluang pasar dan persyaratan di negara tujuan, serta membangun jaringan dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Pihak Astra akan menyediakan pelatih untuk mendampingi dan memantau perkembangan desa-desa binaan. Dirjen PEN Didi Sumedi menilai, kerja sama ini menjadi tak terpisahkan dalam semangat pemulihan ekonomi nasional.

“Kami percaya, pengembangan eskpor produk unggulan desa tidak hanya akan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor dan pemulihan ekonomi nasional tetapi juga memaksimalkan potensi ekonomi yang telah dimiliki desa dan memberikan dampak positif melalui pembukaan lapangan pekerjaan dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ungkap Didi.

Laporan : Ibi

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.