Ekonomi Mikro
Produk Halal Kini Menjadi Tren Perdagangan Global
JAKARTA, bursabisnis.id – Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi syariah dan industri halal dipandang sebagai sumber mesin pertumbuhan ekonomi baru. Umat muslim dunia membelanjakan tidak kurang USD2,02 Triliun
untuk kebutuhan di bidang makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata, dan sektor-sektor syariah lainnya sebagaimana data The State of the Global Islamic Economy Report 2020/21.
Produk halal yang awalnya merupakan kebutuhan bagi masyarakat muslim telah berkembang menjadi bagian gaya hidup serta tren perdagangan global. Sehingga negara-negara dengan penduduk muslim yang relatif kecil
jumlahnya, seperti Thailand, Australia, Brazil, China, Jepang, dan Korea Selatan juga ikut meramaikan persaingan pasar produk halal.
“Kita juga perlu untuk turut serta, fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan, berupa peningkatan kualitas dan produktivitas industri halal, agar produk-produk nasional memiliki daya saing dan diminati tidak hanya oleh
konsumen domestik, namun juga oleh masyarakat global,” ujar Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin dalam acara Penghargaan Indonesia Halal Industry Award 2021 di Jakarta sebagaimana dilansir dari laman kemenperin.go.id.
Wapres menyampaikan, faktor-faktor yang mendukung Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah dunia perlu dioptimalkan.
Pertama, Indonesia merupakan rumah bagi populasi muslim terbesar di dunia (229,6 juta berdasarkan data 2020).
Kedua, preferensi dan loyalitas masyarakat terhadap merek produk lokal yang cukup tinggi.
Ketiga, adalah fakta bahwa Indonesia merupakan net exporter produk makanan halal dan fashion dengan total nilai ekspor masing-masing mencapai USD22,5 miliar USD10,5 miliar. Keempat, meningkatnya investasi di bidang ekonomi syariah.
“Selanjutnya, konsep ekonomi syariah bersifat universal dan inklusif, dan bahkan telah menjadi pilihan kebutuhan hidup masyarakat,” jelas Wapres.
Kondisi tersebut merupakan cerminan bahwa terdapat ruang dan peluang bagi Indonesia untuk mampu memenuhi kebutuhan domestik yang begitu besar sekaligus menggaet share perdagangan produk halal di tingkat global.
Untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia, Wapres menyampaikan perlunya penguatan industri produk halal, antara lain melalui peningkatan kapasitas produksi produk halal melalui pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH), pembentukan zona-zona halal, maupun sertifikasi halal.
Kemudian penguatan UMKM industri halal melalui penggunaan teknologi digital, peningkatan kemampuan daya saing, perluasan akses pasar, kemudahan akses permodalan, penggunaan teknologi digital, dan lain-lain.
“Selanjutnya, peningkatan kualitas SDM berbasis ekonomi dan keuangan syariah serta peningkatan literasi masyarakat terhadap produk halal,” jelas Wapres.
Melalui Penghargaan IHYA 2021, Wapres berpesan agar para pelaku industri tidak berhenti berinovasi untuk menelurkan ide-ide baru, dan memberi sumbangsih bagi majunya industri halal nasional.
“Saya meminta sektor-sektor terkait terus mendorong upaya percepatan dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” pesannya.
Pengembangan industri halal di Indonesia memerlukan kolaborasi dan sinergi antara semua pemangku kepentingan terkait untuk menciptakan ekosistem pendukung tumbuh kembangnya industri halal nasional. Ekosistem
tersebut mendorong tumbuhnya ekonomi syariah dan industri halal nasional, yang dapat memacu pembentukan industri halal maupun kawasan industri halal baru.
“Untuk semakin menggiatkan kinerja industri halal, sekaligus memberikan apresiasi khusus kepada berbagai pihak dan pemangku kebijakan yang berperan aktif dalam memajukan pengembangan industri halal di Indonesia,
mulai tahun 2021 ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyelenggarakan Indonesia Halal Industry Award, atau disingkat IHYA,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pada Penghargaan IHYA 2021, Menperin menyampaikan apresiasi kepada Wakil Presiden selaku tokoh penggerak dan inisiator Ekonomi Syariah, termasuk di dalamnya pengembangan industri halal.
Penamaan kegiatan ini dengan IHYA, terinspirasi dari salah satu kitab fenomenal karangan Imam Al-Ghazali yaitu Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya. “Secara bahasa Ihya’ Ulumuddin berarti menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama.
Kemenperin berharap, dapat ikut memperkuat ekosistem ekonomi syariah pada umumnya, dan industri halal khususnya melalui ajang penghargaan ini,” jelas Menperin.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin hadir memberikan 14 penghargaan dari tujuh kategori yang dinilai dalam ajang IHYA 2021 serta satu penghargaan Best of the Best. Ketujuh kategori tersebut adalah:
1. Best Halal Innovation yang diberikan kepada berbagai pihak yang melakukan inovasi di bidang halal, baik secara individu, kelompok, lembaga, maupun perusahaan industri.
2. Best Social Impact Initiative, diberikan kepada kelompok dan perusahaan yang berperan besar dalam pengembangan Industri Halal, baik pada zona lokal, daerah, maupun nasional dengan mengalokasikan secara khusus penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau sumber pendanaan lainnya.
3. Best Halal Supply Chain, diberikan kepada perusahaan industri yang secara konsisten mampu memastikan bahan baku dan bahan penolong yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang halal, thoyyib, dan mampu tertelusur.
4. Best Small and Medium Enterprise, diberikan kepada perusahaan industri kategori kecil dan menengah yang secara konsisten menjalankan prinsip-prinsip Halal dalam menjalankan produksinya.
5. Best Halal Industrial Estate, diberikan kepada perusahaan Kawasan Industri yang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Kawasan Industri Halal.
6. Best Export Expansion, diberikan kepada perusahaan industri yang menunjukkan kinerja ekspor produk halal yang luar biasa.
7. Best Halal Program Support yang diberikan kepada institusi yang memberikan dukungan terhadap tumbuhnya industri halal nasional.
Serangkaian kegiatan telah dilakukan mulai dari peluncuran resmi IHYA tanggal 22 September 2021, diikuti kegiatan sosialisasi di beberapa kota antara lain Jakarta, Tangerang, Surabaya dan Makassar; hingga mampu terkumpul sebanyak 145 peserta. Adapun proses penjurian IHYA 2021 melibatkan juri dari kalangan pembina sektor, Kementerian dan Lembaga terkait, akademisi, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi islam.
“Keterlibatan multistakeholder dalam kegiatan IHYA 2021 menjadi penting, karena menggambarkan IHYA sebagai kegiatan kolaboratif dari semua pihak. Bukan hanya kegiatan Kemenperin semata,” tegasnya.
Salah satu langkah kolaborasi diwujudkan dalam kesempatan yang sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Menteri Agamamengenai Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Industri di Lingkungan Pesantren (Santripreneur).
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan koordinasi kedua kementerian dalam pengembangan ekonomi dan kemandirian pesantren melalui program Santripreneur.
“Nantinya, Kemenperin dan Kemenag bersama-sama akan menyusun rencana kerja, melakukan promosi dan pembentukan sinergi kemitraan antar pesantren di sektor industri, serta pertukaran data dan/atau informasi untuk penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri di lingkungan pesantren,” jelas Menperin.
Kemenperin berharap kegiatan IHYA 2021 dapat menjadi langkah awal bersama dalam rangka membangun ekosistem industri halal nasional, menaikkan reputasi industri lokal dan meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.
Menperin melanjutkan, usai pelaksanaan kegiatan IHYA 2021, Kemenperin akan melanjutkan dengan program-program kampanye dan promosi halal di Indonesia dan di tingkat global untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai “Pusat Industri Halal Dunia, Indonesia Sehat dan Ekonomi Kuat”.
Laporan : Leesya
Ekonomi Mikro
Honda Makassar Culinary Night 2026 Berlangsung Meriah, Hadirkan 85 Tenant dengan Konsep Go Green Festival
MAKASSAR, Bursabisnis. Id — Gelaran Honda Makassar Culinary Night (MCN) 2026 berlangsung meriah dengan menghadirkan 85 tenant kuliner favorit masyarakat Kota Makassar.
Event tahunan ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat, 17 April hingga Minggu, 19 April 2026, bertempat di kawasan ikonik Benteng Rotterdam.
Mengusung tema Go Green Festival, MCN 2026 tidak hanya menjadi surga bagi pecinta kuliner, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Seluruh rangkaian acara dirancang dengan konsep ramah lingkungan, termasuk pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah yang diawasi secara ketat selama acara berlangsung.
Sebagai salah satu event kuliner terbesar di Makassar yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, MCN terus berinovasi dengan menghadirkan konsep yang relevan dengan isu terkini. Tahun ini, pendekatan green culture menjadi langkah nyata untuk mengajak masyarakat menikmati hiburan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) sebagai main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Ambon turut ambil bagian dalam mendukung gelaran ini. Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui kampanye kendaraan ramah lingkungan seperti motor listrik Honda.
Kehadiran Asmo Sulsel di MCN 2026 juga menjadi bentuk upaya untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya melalui kegiatan yang sesuai dengan gaya hidup urban. Selain menikmati kuliner, pengunjung juga dapat mengenal lebih jauh inovasi dan program yang dihadirkan oleh Honda.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Kresna Murti Dewanto, menyampaikan bahwa partisipasi dalam MCN merupakan bagian dari kepedulian perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Kami melihat MCN bukan hanya sekadar event kuliner, tetapi juga ruang interaksi yang positif bagi masyarakat. Melalui tema Go Green Festival ini, kami juga ingin menunjukkan bahwa Honda turut mendukung gaya hidup yang lebih peduli lingkungan,” ujarnya.
Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat serta konsep yang semakin inovatif, Honda Makassar Culinary Night 2026 diharapkan dapat terus menjadi salah satu event unggulan di Kota Makassar, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menikmati hiburan dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Laporan : Kas
Editor : Tam
Ekonomi Mikro
Anton Timbang Bertemu Gubernur Sultra, Bahas Dukungan Kadin Terhadap Program Ketahanan Pangan
KENDARI, Bursabisnis. Id – ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) Anton Timbang, bertemu dengan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di kantor gubernur Bumi Praja pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Anton Timbang yang akrab disapa Bang AT menegaskan komitmennya untuk berdiri seiring sejalan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam memperkuat ekonomi daerah.
Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap seluruh program unggulan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menyatakan bahwa sinergi ini bukan sekadar koordinasi di atas kertas, melainkan aksi nyata di lapangan. Salah satu langkah terdekat adalah peluncuran Gerakan Pasar Murah (GPM) yang akan dimulai pada 14 Februari mendatang.
Sinergi Tanpa Batas: Kadin dan Pemerintah Provinsi
Usai melakukan audiensi dengan Gubernur, Anton Timbang menegaskan bahwa Kadin siap menjadi mesin penggerak dalam menyukseskan visi Gubernur Sultra.
“Kami mendukung penuh program Pak Gubernur yang mendorong ekonomi daerah lebih mandiri dan kompetitif. GPM ini adalah salah satu bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” tegas Anton pada Selasa, 10 Februari 2026.
Fokus dukungan Kadin Sultra terhadap program Gubernur mencakup tiga pilar utama:
Penguatan Ekonomi Daerah: Melakukan intervensi pasar di wilayah dengan inflasi tinggi seperti Kolaka, Baubau, dan Wakatobi.
Pemberdayaan UMKM: Membina ribuan UMKM hingga 3.000 di antaranya resmi berstatus PT Perorangan agar mampu bersaing secara profesional.
Ketahanan Pangan: Terlibat aktif dalam pemetaan lahan pertanian produktif serta hilirisasi sumber daya lokal guna menjaga stabilitas harga jangka panjang.
Mengawal Visi Gubernur Melalui Intervensi Pasar
Kadin Sultra memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam mengendalikan inflasi, terutama di titik kritis seperti Kolaka yang mencatat angka inflasi 6,75%. Dengan menjalankan instruksi dan arah kebijakan Gubernur, Kadin memastikan ketersediaan stok pangan seperti beras, telur, dan minyak goreng tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadhan.
Uji Coba Distribusi Skala Provinsi
Lebih jauh, Anton menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari “uji coba” sistem distribusi besar yang dicanangkan pemerintah. Dengan melibatkan UMKM binaan Kadin dalam rantai pasok GPM, potensi lokal dapat terserap maksimal sesuai dengan target Gubernur untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Sultra.
“Sinergi ini mencakup koordinasi harga, ketersediaan stok, hingga penyediaan infrastruktur bagi UMKM. Kami siap memastikan masyarakat terbantu dan pangan tetap terjangkau,” tutup Anton.
Laporan : Tam
KOMODITI
Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dorong Penguatan Perdagangan Komoditas Kopi Dengan Aljazair
JAKARTA, Bursabisnis. id – Negara Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi terbaik di dunia. Komoditas ini sangat berpotensi diekspor ke Aljazair dan kawasan Arab.
Melihat banyaknya potensi komoditas yang dihasilkan Indonesia, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penguatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Aljazair melalui ekspor kopi serta berbagai komoditas rempah unggulan Indonesia.
Upaya ini dinilai strategis untuk memperluas pasar produk berbasis masyarakat sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hasil pertanian yang berpotensi besar menembus pasar Aljazair dan kawasan Arab. Komoditas seperti kopi, cengkeh, kunyit, serai, dan kayu manis merupakan produk yang dihasilkan langsung oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Sementara itu, negara-negara Arab, termasuk Aljazair, memiliki budaya konsumsi kopi yang kuat. Ini merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar Syahrul usai pertemuan dengan delegasi Parlemen Aljazair sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id.
Menurutnya, kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara sahabat selama ini masih cenderung berfokus pada komoditas industri. Oleh karena itu, BKSAP mendorong agar kerja sama dagang ke depan juga mengedepankan komoditas berbasis kerakyatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan pelaku usaha kecil di daerah.
Selain kopi, Syahrul menekankan pentingnya memperkenalkan rempah-rempah Indonesia ke pasar Aljazair dengan identitas asal yang jelas. Ia menilai, selama ini sejumlah rempah Indonesia dikenal di pasar internasional melalui negara perantara, sehingga kontribusi Indonesia sebagai negara asal belum sepenuhnya terlihat.
“Padahal rempah-rempah seperti cengkeh, kunyit, serai, dan kayu manis berasal dari Indonesia dan ditanam oleh masyarakat. Ini perlu diperkenalkan secara langsung agar nilai tambahnya kembali ke rakyat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Parlemen Aljazair juga menyampaikan minat terhadap penguatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Aljazair, lanjut Syahrul, menawarkan komoditas unggulan berupa kurma sebagai bagian dari potensi kerja sama perdagangan bilateral.
Selain membahas perdagangan, pertemuan ini juga menyinggung penguatan hubungan antar parlemen sebagai bagian dari diplomasi Indonesia. Syahrul menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Aljazair memiliki fondasi sejarah yang kuat sejak Konferensi Asia Afrika 1955, di mana Indonesia berperan aktif mendukung perjuangan kemerdekaan Aljazair.
Ia menilai kesamaan latar belakang sejarah dan prinsip perjuangan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pendidikan, sosial, dan budaya.
Di bidang pendidikan, BKSAP DPR RI mendorong pemanfaatan program beasiswa Indonesia bagi warga negara Aljazair, serta membuka peluang bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Aljazair, khususnya di bidang hukum Islam.
Lebih lanjut, Syahrul juga menegaskan komitmen Indonesia dan Aljazair untuk terus bekerja sama di forum internasional, terutama dalam isu hak asasi manusia, kemanusiaan, demokrasi, dan kesetaraan gender.
BKSAP DPR RI berharap dorongan ekspor kopi dan rempah ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Aljazair, sekaligus memperkuat peran diplomasi parlemen dalam mendukung kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : dpr.go.id
Laporan : Ibi
-
ENTERTAINMENT7 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa7 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR7 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur7 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus7 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
Fokus11 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
FINANCE7 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
PERTAMBANGAN7 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
